Short
Dicintai Lebih Daripada yang Aku Kira

Dicintai Lebih Daripada yang Aku Kira

By:  KarenWKumpleto
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
11Mga Kabanata
0views
Basahin
Idagdag sa library

Share:  

Iulat
Buod
katalogo
I-scan ang code para mabasa sa App

Aku sangat lengket dan selalu mengikuti pacarku, Ariel, ke mana pun dia pergi seperti anak anjing yang tersesat. Aku terus mendambakan lebih banyak perhatian darinya. Malam ini, aku tiba-tiba melihat deretan komentar transparan saat aku meringkuk dalam pelukan Ariel dan mengecup bibirnya dengan lembut seperti biasanya. Satu per satu komentar itu melintas di depan mataku. [ Dia belum sadar ya kalau Ariel, tokoh utama pria kita, sedang berusaha mati-matian hindari dia? ] [ Ariel benci kontak fisik, terutama dengan dia. Dia sungguh mengira Ariel bersamanya karena mencintainya? ] [ Tenang saja. Cinta sejati Ariel, sang tokoh utama wanita, sebentar lagi akan muncul. Begitu dia muncul, Ariel akan campakkan si jalang bodoh ini tanpa ampun. ] Membaca itu, jantungku langsung berdebar. Detik berikutnya, aku pun menjauh dari dada Ariel. Ariel menundukkan kepala dan menatapku, lalu sesuatu yang terlihat mencurigakan seperti rasa kesal melintas sekilas di wajahnya. Dia pun bertanya, "Ada apa?"

view more

Kabanata 1

Bab 1

Aku sangat suka lengket pada pacarku, Ariel, dan menikmati perhatiannya sebanyak mungkin. Namun, setelah melihat komentar aneh yang mengklaim dia membenciku, cinta sejatinya akan segera muncul, dan aku akan ditinggalkan, aku memutuskan untuk menjaga jarak darinya.

"Kenapa berhenti?" Terdengar suara Ariel dari sampingku begitu aku menjauh dari dadanya.

Aku baru saja menghentikan ciuman kami di tengah-tengah. Bukan karena aku tidak ingin terus menciumnya, Tuhan tahu betapa aku suka mencium Ariel dan bibirnya yang lembut itu. Namun, tepat di tengah ciuman itu, kata-kata aneh tiba-tiba muncul di depan mataku dan melayang di udara seperti komentar yang bergulir di layar.

Semua komentar itu mengatakan hal yang sama. Ariel yang merupakan pacarku selama tiga tahun ini dan juga teman keluarga selama dua puluh tahun lebih ini sebenarnya tidak pernah menginginkanku. Sebentar lagi, dia akan bertemu dengan wanita yang memang ditakdirkan untuknya dan mencampakkanku tanpa menoleh lagi.

Aku memaksakan senyuman. "Aku hanya capek. Bagaimana kalau kita tidur saja?"

Ariel menatapku sambil mengernyitkan alis.

Selama setahun penuh ini, aku yang selalu menempel di sisi Ariel dan menciumnya hampir setiap malam. Aku bahkan memberi nama rutinitas kecil kami itu, yaitu waktu berpelukan sebelum tidur.

Ariel yang biasanya mengakhiri rutinitas itu dan mengingatkan kita untuk tidur karena malam sudah larut, sehingga dia tentu saja merasa aneh saat malam ini aku tiba-tiba menghentikan rutinitas itu. Namun, setelah beberapa detik, dia tidak bertanya lebih jauh lagi dan hanya berbaring telentang. "Baiklah. Ayo kita tidur."

Aku menatap punggung Ariel yang lebar, lalu menarik napas pelan. Dia terlihat sama sekali tidak terpengaruh entah kami berciuman atau tidak. Mungkin komentar-komentar itu memang benar, selama ini dia memang menunggu aku berhenti menempel padanya. Aku memiringkan tubuh, lalu bergeser mendekati tepi ranjang dan menciptakan jarak antara aku dan dia sejauh mungkin.

Dulu aku sangat suka meringkuk di pelukan Ariel dan tertidur dalam dekapannya selalu membuatku merasa aman, terlindungi, serta dicintai. Namun, menurut komentar-komentar itu ... dia benci kedekatanku. Mungkin ... jika aku menjaga jarak terlebih dulu, rasa bencinya padaku akan berkurang sedikit saat dia akhirnya bertemu dengan wanita yang memang ditakdirkan untuknya.

....

Entah sudah berapa lama waktu berlalu, aku tetap tidak bisa tidur dan kepalaku kacau. Sebagian dari diriku tidak ingin mengakui komentar itu benar, tetapi aku tidak bisa menahan diri untuk mengingat kembali bagaimana dia dan aku selama ini. Bagaimana dia selalu diam-diam sedikit menjauh setiap kali aku terlalu dekat dan dia mengernyitkan alis setiap kali aku ingin lebih dari ciuman singkat.

Aku yang selalu mengejar Ariel.

Keluarga kami berdua sudah saling mengenal sejak lama dan sama-sama berada di dunia mafia, sehingga kami sudah seperti tumbuh bersama. Aku menangis tersedu-sedu saat berusia enam tahun dan tak seorang pun yang berhasil menenangkanku, tetapi dia datang. Begitu melihatnya, aku langsung berlari ke dalam pelukannya dan tersenyum lebar.

Setelah lulus kuliah, aku mulai mengejar Ariel secara terang-terangan. Saat itu, dia sudah mengambil alih bisnis kasino milik keluarganya. Orang-orang bahkan sudah menganggapnya setengah bos dan semua orang tahu masa depannya akan jauh lebih cerah lagi.

Tidak ada seorang pun yang menyangka Ariel akan menerimaku. Aku hanya seorang pewaris yang tumbuh dimanjakan dan selalu dilindungi, sedangkan dia berkuasa, disegani, dan jelas berada jauh di luar jangkauanku. Namun, entah bagaimana dia menerimaku dan menjadi pacarku begitu saja.

Tak seorang pun yang tahu saat kami mulai berpacaran dan Ariel bukan pacar yang seperti bayanganku. Dia bisa diandalkan dan dewasa, tetapi menjaga jarak dan kadang-kadang terkesan dingin.

Ariel tidak pernah menolak saat aku ingin menggandeng tangannya, memeluk, atau berada di dekatnya, tetapi dia juga tidak pernah terlihat benar-benar antusias. Aku sering kali merasa dia hanya menuruti keinginanku, bukan karena dia menginginkan hal yang sama. Namun, bagiku, berada di dekat Ariel sudah menjadi sebuah kebiasaan.

Saat masih kecil, aku selalu mengikuti Ariel karena aku sudah menganggapnya seperti kakak laki-lakiku. Setelah menjadi pacarnya, aku mengikutinya karena dia adalah pria yang kucintai. Jika bisa menempel di sisinya selama dua puluh empat jam sehari, aku pasti akan melakukannya. Aku benar-benar definisi seorang pacar yang lengket.

Oleh karena itu, aku tidak pernah merasa patah semangat meskipun Ariel bersikap dingin atau menjaga jarak. Aku meyakinkan diriku bahwa dia hanya pemalu atau mungkin terlalu kaku. Aku berusaha sekuat tenaga menunjukkan padanya bagaimana aku ingin diperlakukan. Aku bahkan berbohong pada Ariel, berkata aku takut gelap dan hantu agar bisa pindah tinggal bersamanya.

Awalnya, Ariel menyiapkan kamar tidur terpisah untukku. Namun, setelah memohon tanpa malu selama berminggu-minggu, membuat berbagai alasan, dan menolak menyerah, aku akhirnya menang. Aku pindah ke kamarnya, lebih tepatnya lagi ke ranjangnya. Dan selama setahun ini, aku selalu tertidur di sampingnya setiap malam.

Setiap malam sebelum tidur dan setiap pagi saat kami bangun, aku selalu mencari alasan untuk menempel pada Ariel. Kadang-kadang hanya berupa beberapa ciuman, pelukan, atau meringkuk di sisinya. Kadang-kadang semuanya berkembang menjadi hubungan intim yang penuh gairah.

Di saat-saat langka itu, aku bisa melihat retakan pada ketenangan Ariel yang biasanya. Tatapannya menjadi lebih muram dan pengendalian dirinya sedikit mengendur hingga aku bisa melihat sekilas ada sesuatu yang begitu jujur tersembunyi di baliknya. Aku menganggap itu sebagai bukti Ariel menyukai, menginginkan, dan membutuhkanku sama seperti aku menginginkan dan membutuhkannya.

Setelah sekarang aku pikirkan lagi, mungkin selama ini aku hanya membohongi diriku sendiri. Mungkin itu sama sekali bukan cinta, melainkan hanya naluri seorang pria terhadap seorang wanita.

Reaksi pertama Ariel selalu menciptakan jarak, mundur selangkah, dan menyisakan sedikit ruang di antara kami. Hanya saja, aku terlalu tidak tahu malu untuk menyerah dan terlalu keras kepala untuk meninggalkan sisinya. Aku sangat menginginkannya hingga mengabaikan semua tanda-tanda kecil yang muncul selama ini.

Saat komentar-komentar itu muncul malam ini, aku tahu aku tidak bisa terus membohongi diriku lagi. Kata-kata penuh kebencian itu memaksaku mengakui sesuatu yang selalu aku hindari selama bertahun-tahun ini.

Mengetahui pacarku, cinta pertamaku sejak kecil, dan anak laki-laki yang kucintai selama ini mungkin tidak pernah mencintaiku seperti aku mencintainya, dadaku terasa sangat sakit. Memikirkan itu makin lama, aku merasa makin sesak. Semua kenangan yang dulu membuatku bahagia tiba-tiba terasa berbeda, seolah-olah selama ini aku sudah membaca cerita yang salah.

Aku terjaga selama berjam-jam dan menatap kegelapan sambil mengulang semua kenangan itu di kepalaku. Saat rasa kantuk itu akhirnya datang, waktunya sudah lewat tengah malam.

Palawakin
Susunod na Kabanata
I-download

Pinakabagong kabanata

Higit pang Kabanata

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Walang Komento
11 Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status