Share

Akta Cerai

Suara decitan roda mobil dan juga bau badan terbakar membuat gendingnya berkerut dan berkedut berulang kali. 

“Axton,” panggil seseorang pada pria yang tadi sedang mengingat sesuatu sambil memejamkan matanya. 

“Ada apa?” Axton membuka matanya, tapi dia tidak menggerakkan kepalanya sama sekali, hanya memberikan tatapan dengan cara melirik. 

“Apa kau sama sekali tidak ingin pergi ke acara pesta itu?” Pria itu bernama David, dia salah seorang teman Axton yang bisa sabar menghadapi sikap Axton. 

“Tidak. Mereka pada dasarnya juga tidak dekat denganku, jika aku datang ke sana, rasanya sangat memuakkan.” 

Axton akhirnya membenarkan posisi duduknya. Dia melihat ke arah berkas lain yang ada di mejanya. 

“Kau ini seharusnya bersosialisasi dengan orang lain menghadiri pesta itu bisa meningkatkan relasi.” 

Axton mengibaskan tangannya beberapa kali, dia benci sekali mendengar ucapan itu. Telinganya terasa panas. 

“Padahal banyak wanita yang menantikan kehadiranmu di sana.”

“Aku tidak peduli,” jawab Axton dengan cepat. Dia kembali menyibukkan dirinya sendiri pada pekerjaannya dan mengabaikan David yang mengoceh. 

Dia tidak membutuhkan wanita yang hanya menginginkan hartanya. Jika dia bukan siapa pun para wanita itu pasti tidak akan mendekati dirinya.  

***

Setelah satu bulan berlalu, Geva pesawat terkejut sekali dengan apa yang ada di tangannya. Dia tidak menyangka hal seperti ini akan terjadi, karena dia berpikir kalau perceraian itu melibatkan dua belah pihak.

“Ba-bagaimana bisa ini terjadi?” Dengan tangan bergetar hebat ya mengambil amplop putih di depannya, dia melihat ke arah Damas dan meminta penjelasan. 

“Aku sudah mengatakan padamu kalau aku akan menikahi Indah. Jadi, kau seharusnya paham dengan hal itu. Untuk apa Aku mau pelihara istri yang tidak berguna? Ya, jadi pergilah dari sini.” 

Damas mengatakannya dengan sangat dingin sekali. Berulang kali Geva menolak Damas menikah dengan Indah, tapi mereka berdua bakat telah tidur di satu kamar yang sangat menyakitkan hati Geva. 

“Tapi tidak mungkin keputusan bercerai telah didapatkan. Aku sedang mengandung anakmu Dan aku tidak pernah mendapatkan surat panggilan dari pengadilan.” 

Lina dan Warda tertawa mendengar kalimat Geva. Mereka memberikan tatapan yang sangat tajam pada wanita di depan merek. 

“Untuk apa juga kau menghadiri pengadilan? Kau itu harus tahu diri dan sekarang pergilah dari sini.” Lina melihat ke arah Warda yang segera menghilang dari hadapan mereka. 

Indah baru saja masuk ke rumah mereka dan mendengar percakapan tentang perceraian yang telah selesai dia memeluk Damas dari belakang. 

“Damas,” panggilnya dengan suara yang manja. Lalu dia melirik Geva dengan tatapan menjijikkan. “Akhirnya kau telah bercerai juga darinya.” 

“Ya, sudah selesai semua dan sekarang dia harus segera meninggalkan rumah ini. Jika dia tidak berguna sama sekali lebih baik mengusirnya dengan segera.” 

Indah mengangguk berulang kali dengan sangat manja. 

“Ini tidak bisa dilakukan, aku tidak pernah menandatangani sudah perceraian dan ini sebuah penipuan!” 

Brak! 

Tepat setelah dia mengatakan itu, Warda melemparkan karung di di depannya dengan kasar. 

“ini seluruh barang-barangmu yang tidak berguna itu dan pergilah dari sini.” 

Geva menatap ke arah Warda tidak percaya, dia menatap Damas kita juga semua orang yang ada di sini, tidak ada satu mereka yang menatapnya dengan lembut. Mereka menginginkan Geva segera pergi dari rumah mereka. 

Indah maju, dia menyentuh dagu milik Geva dan tersenyum. 

“Selamat tinggal wanita tidak tahu diri,” ucapnya dengan suara yang sangat mengejek, lalu dia mendorong Geva hingga terjatuh ke belakang. 

Rasa sakit dirasakan oleh Geva di sekujur tubuhnya. Dia kesulitan untuk bergerak karena rasa sakit tersebut dan di sekelilingnya dipenuhi suara tawa yang menyiksa dirinya. 

“Mas ...,” panggilnya dengan suara yang begitu lemah. Namun Damas tidak bergeming sama sekali, dia menatap dengan mata rendah. 

“Dengarkan aku, aku dan kau itu sudah bercerai dan sekarang kau tidak berhak tinggal di rumah ini lagi.”

“Tapi ini adalah rumahku, Mas. Aku yang membelinya dulu.” 

Geva mencoba mengingatkan mereka tentang rumah ini yang dibelinya ketika ayahnya masih hidup. Dia membelinya karena Damas menginginkannya, dan sekarang dia harus diusir dari rumahnya dengan akta cerai yang ada di tangannya? 

“Rumahmu? Dasar tidak tahu diri!” hardik Warda tidak terima dengan ucapan itu. 

“Keluar sekarang sebelum kau semakin tidak tahu diri!” Lina marah, dia menarik tangan Geva dengan kuat dan itu dibantu oleh Damas. Dia dikeluarkan dari pintu belakang, mencegah agar tidak banyak orang yang melihat hal itu. 

Walaupun berulang kali Geva berusaha masuk ke dalam rumahnya, dia tidak bisa melakukan hal itu. Akta cerai di tangannya adalah bukti mereka sudah bercerai, dan Damas akan menikahi Indah. 

Hal pertama yang dia lakukan adalah mencari pertolongan yang mengingat Santi yang selalu memperlakukannya dengan baik. Dia mengetuk pintu rumah Santi dengan pelan beberapa kali, dan akhirnya Santi muncul dan menatapnya sangat terkejut. 

“Apa yang terjadi padamu, Gev!?” tanyanya dengan panik, dia memegangi tubuh Gev dan mengajaknya masuk ke dalam rumah. 

Karung yang diseret Geva membuat Santi begitu khawatir. Saat Geva duduk, Geva langsung mengeluarkan sesuatu yang selama ini dia simpan dengan hati-hati agar tidak diketahui oleh orang lain. Itu adalah cincin emas 7 gram, dia menyembunyikannya untuk jaga-jaga biaya melahirkan anaknya, itu pun dia tidak percaya menemukannya di selipan berkas miliknya dulu. 

Cincin yang dia beli ketika ayahnya masih hidup, dan dia meletakkannya di tangan Santi. 

“Mbak, hanya ini yang aku punya. Aku mau pinjam uang, Mbak untuk hidupku. Nanti aku akan mencari pekerjaan ....” Geva menangis ketika bicara, dia sendiri sangat tidak fokus ketika mengatakannya. Membuat Santi sedikit bingung dengan apa yang terjadi pada Geva. 

“Gev, tenang dulu. Sebenarnya apa yang terjadi padamu?” Santi sangat khawatir sekali. Dia menelan ludahnya dan bersiap mendengar cerita Geva. 

Geva mengangkat kepalanya dan melihat Santi. 

“Aku sudah dicerai oleh, Damas. Dia memalsukan dataku dan sekarang bahkan akta cerai pun aku sudah mendapatkannya.” 

Geva memberikan amplop pada Santi dan membuat Santi membacanya sendiri. Matanya melebar, ini sungguh sangat sulit dipercayai. 

“Sialan mereka. Bisa-bisanya mereka melakukan hal ini padamu.” Santi memegang kedua pundak Geva, dia menatap dengan tatapan mata yang begitu dalam, dia ingin segera menenangkan Geva. 

“Gev, aku akan membantumu. Cincinmu disimpan saja, kau bisa hidup tanpa mereka dengan sangat baik, Gev. Percayalah pada dirimu sendiri.” 

Geva menatap Santi, walaupun dia tahu Santi telah berusaha sangat keras sekali untuk membuatnya tenang tetap saja menangis dengan kuat. 

Santi memeluknya dan mengusap punggungnya berulang kali, menjadi Geva adalah hal yang berat. Dia juga tidak menyangka akan ada orang yang sangat kejam seperti ini pada orang lain. 

Komen (1)
goodnovel comment avatar
Jimmy Merlin
typo nya banyak Kali Thor
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status