LOGINTangan Jimmy terkepal. Lagi-lagi ia diancam oleh Bea, dan itu membuatnya semakin membenci anak tirinya itu. “Baiklah, aku akan kosongkan ruangan manajer keuangan untukmu.”Bea tersenyum smirk mendengar itu. “Bagus.”Rahang Jimmy mengeras melihat Bea membalikkan badan untuk pergi dari sana. “Jika memang dia punya dukungan dari Nigel Luca, harusnya dia bisa minta bantuan pria itu untuk menekan petinggi di kantor ini. Karena dia tidak melakukan itu, berarti gosip itu berlebihan. Aku sedari awal tidak percaya kalau Nigel Luca memanjakan seorang wanita, apalagi wanita yang dia beli dari pelelangan. Begitu banyak wanita cantik dari kalangan atas, bahkan calon tunangannya adalah Alika Betrix yang dipanggil dewi di negara ini. Tidak masuk akal jika Nigel Luca malah memilih wanita level rendah yang dijual di pelelangan. Jika pun memang Nigel Luca yang membelinya, pasti hanya untuk main-main. Nanti saat dia sudah bosa
“Tidak usah,” tolak Bea datar, “aku tidak mau memulai dari karyawan biasa, aku tetap ingin langsung mengambil alih posisi CEO. Lalu, aku tidak butuh bantuanmu untuk mengajarkan aku sebagai CEO. Aku punya kekasih yang jauh lebih kompeten sebagai CEO dari pada kau.”Jimmy memicing.Tangannya terkepal.“Bea, jangan semakin berulah. Perusahaan bukan main-main, kalau nanti perusahaan itu benar-benar bangkrut di tanganmu bagaimana? Lalu, siapa kekasih yang kamu maksud? Orang yang membelimu di pelelangan itu? Tidak usah terlalu berharap banyak, Bea. Aku tahu kamu sedang menyembunyikan tekanan yang diberikan oleh Tuan Besar Luca, bukan? Jangankan mengajarkan kamu menjadi CEO, kamu bahkan belum tentu bisa keluar lagi setelah ini,” tekan Jimmy.Bea menatap Joice. “Kau punya ponsel, ‘kan? Coba cari dan lihat berita tadi malam tentang Nigel Luca. Berita hot yang masih sangat heboh sampai pagi ini. Seharusnya berita itu bisa menjawab semua ocehan tidak bermanfaat kalian itu.”Joice mengerutkan ken
“Pa, kenapa Papa diam saja? Bukannya Papa sudah yakin kalau yang membelinya waktu itu adalah pria tua? Siapa lagi yang akan membelinya jika bukan pria tua ‘kan?” Joice menatap Jimmy yang begitu pucat.Bea tersenyum smirk. Ia mendekat untuk memperlihatkan lambang di tangannya lebih jelas kepada Jimmy dan Joice.“Lihat baik-baik. Harusnya orang bodoh pun akan tahu betul lambang terkenal ini.”Jimmy meneguk ludahnya kasar.Wajahnya semakin pucat.Jimmy menatap dua pengawal bertubuh besar di belakang Bea, memastikan lambang yang sama pada jas pria satu lagi. “Aku menunggu pelelangan waktu itu, dan yakin yang terakhir membelimu adalah Tuan Rotand. Dia bukan dari keluarga Luca,” gumam Jimmy.“Keluarga Luca?” Joice menatap Jimmy dengan ekspresi bingung. Lalu ia memperhatikan lambang di tangan Bea. “Ternyata ini lambang keluarga Luca? Pantas aku merasa ini sangat tidak asing, aku merasa sering melihatnya di mana-mana.”Bea berdecih. “Tuan Rotand memang ikut menawar, tapi harga yang dia tawar
Bea memandang dingin menanggapi hinaan Joice.“Tampar dia,” titah Bea kepada dua pengawal yang sedari tadi berada di belakangnya.Tanpa membuang waktu, salah satu pengawal bertubuh kekar itu langsung maju dan menampar pipi Joice sampai wanita itu terhuyung.“Joice!” Teresa berteriak panik melihat putrinya ditampar sampai sudut bibir Joice berdarah. “Kurang ajar! Berani sekali kalian memukul putriku!”Bea tersenyum miring. Akhirnya Teresa mengaku, lebih tepatnya keceplosan?“Putrimu? Oh, jadi wanita yang kau bilang temanmu ini adalah ibu kandung Joice?” Bea tersenyum smirk ke arah Jimmy—sampai sekarang Bea masih pura-pura tidak tahu tentang kebenaran hubungan mereka bertiga.Jimmy semakin bingung dan sedikit panik. “Itu, dia—”“Lalu di mana ayah kandungnya?” tukas Bea semakin memojokkan Jimmy. “Jangan-jangan selama ini kamu tahu siapa orang tua kandung Joice? Oh, jangan-jangan ini semua malah konspirasi kalian? Sengaja membawa anak haram orang masuk ke rumah ini demi bisa hidup enak da
Bea menatap rumah mewah di depannya dengan tatapan tajam. “Aku tidak akan membiarkan rumah penuh kenangan ini jatuh kepada mereka, Ma. Mama tenang saja, aku pasti akan membalaskan dendam kita, atas drama dan kepura-puraan bajingan itu selama ini. Aku pastikan Jimmy dan wanita brengsek itu menderita.”Ketukan sepatu dari langkah elegan Bea terdengar sangat berirama. Wanita itu masuk ke dalam rumah mewah milik ibunya dengan wajah angkuh.Ya, sekarang ia harus bersikap angkuh. Bea tak ingin lagi bersikap lunak.Bea tak ingin menjadi lemah!Kacamata hitam bertengger di batang hidungnya, membuat Bea terlihat semakin menawan.Bea berjalan seperti sedang berjalan di panggung peragaan busana—layaknya seorang model profesional. Bea memang seorang model level menengah yang sudah cukup ternama.Setiap pergerakannya sangat indah dan menawan, apalagi lekuk tubuhnya yang seksi membuat setiap langkah Bea semakin menarik perhatian.Hampir sempurna.Pada kenyataannya sedari dulu Bea memang seakan tak
“Benar-benar monster.” Bea menggerutu sembari berjalan pelan ke arah kamar mandi. Ia melirik kesal ke arah Nigel yang masih terbaring telan-jang di atas ranjang. “Gayanya angkuh, ego tinggi, dia bilang tidak akan tergoda meski aku menggodanya seperti apa pun, tapi kenyataannya? Aku bahkan tidak menggodanya sama sekali, tapi dia sendiri yang langsung bergairah. Kekuatannya seperti monster, aku jadi susah jalan. Dia lebih ganas dari yang pertama kali malam itu.”Bea menggigit bibir bawahnya menahan rasa perih di bagian selangkangannya. Akibat permainan panas mereka tadi malam berkali-kali sampai hampir pagi, sekarang Bea kesulitan berjalan.Benar-benar gila.Mungkin karena tidak tidur hampir satu malam tadi, sekarang Nigel masih tidur meski hari sudah pagi. Biasanya pagi-pagi sekali Nigel sudah siap untuk berangkat ke kantor.Tidur Nigel mulai terganggu saat mendengar suara berisik dari kamar mandi. Perlahan mata tajam Nigel terbuka, ia langsung meraih ponsel untuk melihat jam.Nigel me







