
Pesona Istri Bayaran 100 Miliar
“Kenapa ini? Kenapa rasanya tidak nyaman begini?” gumam Bea dengan suara semakin serak dan lemah.
Nigel berjongkok tepat di depan Bea yang bergerak tak tenang. Sebelah alis Nigel terangkat, ia memperhatikan wajah Bea yang semakin memerah. Melihat gelagat tak normal dari tubuh Bea, Nigel pun langsung paham apa yang terjadi kepada wanita cantik itu.
“Ternyata kau pun menggunakan cara murahan ini untuk memikat saya,” decih Nigel sinis, “jika bukan untuk membuat wanita parasit itu marah dan kesal, kau tidak akan memiliki kesempatan masuk ke kamar ini. Jadi tidak usah bermain trik murahan ini dengan saya, atau saya lempar kau ke kandang singa saat ini juga. Berdiri dan jangan bertingkah!” desis Nigel memperingati Bea.
“Aah!”
Nigel terkejut ketika Bea tiba-tiba menarik dasinya. Pria itu sempat terhuyung, sehingga harus menopang tubuhnya dengan tangan di lantai. Dengan posisi itu mata coklat muda milik Nigel beradu tatap begitu dekat dengan sepasang mata hijau Bea. Beberapa detik Nigel diam, seakan terhanyut oleh sinar mata hijau bak danau milik model cantik itu.
“T-tolong saya, Tuan. Jangan sakiti saya, tolong antarkan saya pulang. D-dia, pria itu brengsek.” Bea berceloteh tak jelas dengan suara parau menahan lenguhan. Tubuhnya semakin tidak nyaman, bahkan ia terus menarik-narik tali gaun seksinya. “Aah, saya tidak nyaman. Ini panas sekali, tidak nyaman.”
Nigel menggeram. Ia mencengkram pipi Bea dengan tangannya. “Saya sudah peringatkan, jangan bermain trik dengan saya. Kau sangat berani sekali. Orang yang lancang sepertimu ini kemarin berakhir tanpa kepala, apa kau juga ingin menyusul?” desis Nigel.
Read
Chapter: 8. Tumit Merah MenggodaSemua orang terpaku.Wajah cantik Alika tertoleh setelah ditampar oleh Bea.Cukup sudah. Sedari tadi Bea berusaha tenang dan bersabar menghadapi Alika yang terus menghinanya.Kesabaran Bea pun didobrak saat Alika menyeret mendiang ibunya dengan kata-kata begitu kasar. Bea tak terima.“Saya sudah peringatkan untuk tidak keterlaluan dalam bicara, Nona.” Bea memandang Alika dengan dingin. “Anda boleh menghina saya seperti apa pun Anda mau, tetapi jangan pernah menyeret ibu saya!”Tangan Alika terkepal. Ia marah besar.Tentunya ini pertama kalinya seseorang menampar Alika—seorang tuan putri manja dari keluarga kaya.“Kau berani menampar saya? Apa kau ingin mati? Kau benar-benar tidak tahu siapa saya? HAAH?!” Alika murka.Awalnya Bea tak ingin melayani celotehan Alika, karena ia sedikit merasa bersalah jika harus pura-pura menjadi kekasih Nigel di depan calon tunangan resmi pria itu. Namun, setelah kalimat kasar Alika yang menyereng sang ibunda, rasa bersalah Bea pun sirna.Sorot mata Bea
Last Updated: 2026-01-04
Chapter: 7. Cukup“Aku tahu sekarang. Wanita ini pasti Alika Betrix—calon tunangan Nigel. Dia datang ke sini untuk mengamuk dan ingin memukuliku? Ternyata dia sangat ganas dan sombong, tidak jauh beda dengan Nigel. Huh, padahal mereka berdua cocok sekali, kenapa Nigel malah ingin wanita ini marah?” Bea jadi bertanya-tanya dalam hati.Benar!Wanita yang sedang memakai seragam pasien itu adalah Alika Betrix—calon tunangan Nigel. Nigel sengaja membiarkan Alika naik ke lantai atas, mendatangi kamar utama untuk berhadapan langsung dengan Bea. Nigel ingin melihat secara langsung bagaimana Bea menghadapi Alika.“Masih tidak melepaskan saya? Pembantu rendahan! Kalian benar-benar ingin dipecat! Brengsek!”“Tunggu, tenang dulu, Nona. Santai, tarik napas dalam, lalu embuskan.” Bea akhirnya bersuara, ia tersenyum tenang ke arah Alika. Ia memperhatikan Alika dari atas sampai bawah, wanita itu masih pakai seragam pasien. “Salah satu dari kalian, coba hubungi pihak RSJ—eh, maksud saya pihak rumah sakit, untuk menjemp
Last Updated: 2026-01-02
Chapter: 6. Tiba-tiba DiserangBea sudah ternganga tak percaya. Padahal ia baru saja menandatangani surat kontrak beberapa menit lalu, tetapi isi kamar utama rumah mewah ini sudah penuh oleh perlengkapan sehari-hari Bea.Dari hal ini, Bea jadi semakin tahu jika sedari awal Nigel memang tidak menerima penolakan. Bersedia atau tidaknya Bea berpacaran kontrak dengannya, Nigel tidak peduli. Hanya saja, Bea merasa heran. Ada berbagai pertanyaan yang memenuhi benaknya saat ini.Dengan kekuasaan Nigel, pria itu tak akan sulit mendapatkan wanita baik-baik untuk berpura-pura menjadi kekasih kontraknya. Kenapa Nigel malah memilih Bea yang dijual dalam rumah lelang?Luar biasanya, Nigel sampai mengeluarkan uang 100 miliar untuk membeli Bea. Itu bukanlah uang yang sedikit. Ini menjadi tanda tanya besar bagi Bea.“Ingat tugas utama Anda, Nona.”Suara berat Dizon sedikit mengejutkan Bea yang sedang sibuk berperang kata dalam hati. Ia melirik Dizon singkat. “Saya tidak lupa, saya juga tidak ada niat untuk menggoda atasanmu, jadi
Last Updated: 2026-01-01
Chapter: 5. Kontrak“Baik, Tuan.” Dizon menunduk, lalu berjalan keluar ke arah pintu ruangan kerja sang atasan.“Tunggu.”“Alika?”Dizon menunduk sebelum menjawab. “Dari laporan mata-mata, Nona Betrix semakin menggila saat tahu Anda membawa Nona Flint ke rumah Anda.”Nigel tersenyum puas.“Sudah saya sebarkan juga gosip sesuai perintah Anda, Tuan. Nona Betrix semakin marah besar sampai pingsan untuk kedua kalinya saat mendengar gosip Anda berpacaran dengan Nona Flint. Mungkin sekarang masih belum sadarkan diri di rumah sakit. Kalau sudah sadarkan diri, saya rasa dia pasti akan segera mencari Nona Flint ke rumah Anda.”Nigel tersenyum miring. Dia semakin puas mendengar kabar bagus tentang calon tunangannya. Tiba-tiba ia berdiri. “Lanjutkan rapat.”“Baik, Tuan. Perlu saya siapkan mobil, Tuan?”“Hm.”***“Tidak ada hal serius yang mengancam, Tuan. Nona terlalu syok, kemungkinan dia baru saja mendengar sebuah kabar mengejutkan yang memancing sedih atau mungkin amarah. Atau bisa juga karena dia mendapat tekan
Last Updated: 2025-12-17
Chapter: 4. PerkembanganKeterlaluan. Pantas selama ini Jimmy selalu memanjakan anak angkat itu, ternyata karena Joice adalah anak kandungnya. Mereka mengincar harta keluarga Bea.Tubuh Bea bergetar hebat. Membayangkan bagaimana ibu tercinta dibodohi selama ini, membuat Bea sangat murka. Kakinya bahkan seakan tak memiliki kekuatan untuk melangkah. Jangankan melangkah, untuk berdiri saja Bea sudah kehilangan kekuatan. Dadanya naik turun menahan amarah.“Sebentar lagi rumah ini juga akan resmi menjadi milik kita, proses untuk mengganti nama di sertifikat akan lebih mudah karena sekarang Bea sudah tidak di sini, dan ini akan dianggap sebagai hilang atau meninggal. Begitu juga perusahaan, aku sangat beruntung dia dengan begitu bodoh tidak bersedia mengurus perusahaan ibunya. Jadi aku bisa dengan bebas menjalankan rencana ini, sampai begitu mulus seperti sekarang. Bahkan dia juga percaya begitu saja saat aku bilang perusahaannya hampir bangkrut. Padahal ini hanya trik untuk mengganti nama perusahaan menjadi Flint
Last Updated: 2025-12-17
Chapter: 3. Informasi Baru“Maksud Anda–”“Sekarang kau adalah pelayanku. Milikku.” Nigel menyatakan. “Aku membayarmu mahal. Uang itu bahkan mungkin bisa menyelamatkan kebangkrutan perusahaan mendiang ibumu. Bukankah, seharusnya kau berterima kasih?”Bea menggigit bibirnya. “Saya … berterima kasih untuk itu. Tapi, uang itu tidak bisa untuk membeli saya,” ucap Bea. Tidak terlalu keras, tapi terdengar cukup tegas. “Anda tampaknya seorang pebisnis hebat. Bisa menghamburkan seratus miliar dalam semalam. Namun, lelang itu ilegal, dan Anda tahu itu. Saya, adalah milik saya pribadi.”Nigel mengangkat alisnya, tersenyum tipis. Perlahan, ia melangkah mendekat, memangkas jarak antara dirinya dan Bea. Hal itu membuat Bea mundur hingga punggungnya makin menempel di kepala tempat tidur.“A-apa yang akan Anda lakukan!?” bisik Bea. Otaknya langsung memikirkan segala macam jalan untuk kabur, tapi urung karena setiap gerakan tubuhnya menimbulkan nyeri yang luar biasa. “Saya akan teriak–”“Kembali lagi. Dengan uang sebanyak itu
Last Updated: 2025-12-17
Chapter: 184. Tamat“Makan yang banyak, kamu tadi malam juga tidak makan, ‘kan? Banyak-banyak lauknya, ini, kamu suka ini.” Lavira memberikan sepotong ikan bakar kepada Elina. Elina terkekeh menatap Lavira yang begitu perhatian. “Makasih, Ma. Mama juga makan yang banyak, biar nanti kita sama-sama bulet, hehe.” Lavira ikut tertawa mendengar kalimat menantunya. Dia tak menyangka jika gadis kecil yang bertahun-tahun dia cari, akhirnya sekarang berada di depannya. Meski Elina belum mengingat siapa Alano dan keluarga, setidaknya sekarang Elina sudah menjadi istri Alano. Hal itu membuat Lavira merasa lebih tenang, dia juga tak menuntut Elina untuk mengingat dirinya. Seperti ini saja sudah membuat Lavira merasa senang. Sett ... Elina terkejut ketika tiba-tiba Alano memberikan secentong sayur brokoli di atas nasinya. Elina menoleh dan menatap Alano dengan wajah polos. Alano sendiri nampak santai, terus menyuap makanannya dengan ekspresi datar seperti biasa. Lavira tersenyum menatap itu, dia merasa senang keti
Last Updated: 2023-06-26
Chapter: 183. Nakal“Ini masuknya ke mana?”“Aku juga tidak tahu.”“Makanya lebih tarik, lebarkan sedikit lagi.”“Sudah tidak bisa ini, Mas.”Lavira dan Avram saling tatap tepat di depan pintu kamar Alano. Kamar yang mulai hari itu akan dihuni pula oleh Elina. Setelah tadi sepasang pengantin baru itu meminta izin untuk ke kamar lebih dulu. Lavira ingin menyusul dan mengantarkan makanan untuk Elina, sebab setahunya Elina belum makan malam.Namun, siapa sangka niat mereka malah mendapatkan perkata-perkataan demikian. Lavira tersenyum, dia berfikir hal yang diinginkannya. Kegiatan malam pertama para pengantin baru pada umumnya. Avram pun menatap senyum sang istri, dia terkekeh kecil.“Mereka akan kasih kita cucu ‘kan, Pa?” tanya Lavira cukup terdengarn polos.Avram kembali terkekeh geli. “Biarkan saja mereka, ayo kita kembali ke bawah. Kamu juga harus segera tidur, ini sudah larut.”“Iya, tapi ... Elin belum makan, Pa.”“Nanti kalau mereka sudah selesai, mungkin akan terasa lapar. Alan bisa bantu Elin ambil
Last Updated: 2023-06-25
Chapter: 182. PanggilanSepasang insan sekarang sedang duduk di tepian ranjang sambil saling lirik. Mereka adalah sepasang pengantin baru yang baru saja sah setelah acara ijab qabul beberapa jam lalu. Alano dan Elina, mereka duduk dengan sudut mata sama-sama melirik satu sama lain.Alano pun menghela napas pelan. Dia nampaknya cukup bingung harus melakukan apa setelah ini. Lavira dan Avram tadi sempat menggoda dirinya. Alano si kaku, dia tak pernah memiliki kekasih. Dia tak tahu cara berhubungan dengan perempuan, tetapi dia adalah pria normal dan tak sepolos Avram dulu. Alano sudah dewasa, sehingga dia tahu kegiatan apa biasa dilakukan sepasang pengantin baru.Hanya saja, masalahnya sekarang adalah mereka pribadi. Alano dan Elina terbilang menikah tanpa ada kata cinta. Mereka hanya saling merasa nyaman satu sama lain untuk saat ini. Elina pun tertarik kepada Alano karena ketampanan pria itu, dan tentunya merasa nyaman. Elina sejujurnya tak paham dengan perasaannya sendiri, setiap kali melihat dan berdekatan
Last Updated: 2023-06-24
Chapter: 181. Ijab QabulElina menatap ke samping, di mana kedua orang tuanya berada. Dia tak menyangka jika dirinya benar-benar akan segera menikah dengan Alano. Kemarin-kemarin dia masih berpikir jika Alano hanya bercanda. Sampai akhirnya satu minggu kemudian kedua orang tua Elina datang ke Indonesia dan mengatakan jika mereka senang tahu Elina akan menikah dengan Alano.Elina meminta pernikahan ini tak usah ada pesta sebelum dirinya wisuda. Sebab dia tak ingin diserbu oleh para fans Alano selama di kampus. Hal itu akhirnya dituruti oleh Alano. Akhirnya mereka hanya akan mengadakan ijab qabul saja dulu, sebelum nanti mengadakan pesta mewah setelah Elina benar-benar wisuda.“Kami keluar dulu, Sayang. Nanti akan Mama jemput kalau sudah selesai.”“Iya, Ma,” sahut Elina sambil menarik napas.Cklek ...“Astaga, sahabatkuu ini. Kau menikungkuu!”Elina terkejut ketika tiba-tiba Mei masuk ke dalam ruangan tempatnya menunggu, Mei berteriak. Hari ijab qabul yang begitu tiba-tiba. Tak hanya mengejutkan Elina, tentu sa
Last Updated: 2023-06-23
Chapter: 180. Baru KenalElina menatap Lavira yang terlihat begitu antusias memperlihatkan berbagai macam bentuk mode gedung pernikahan. Perempuan itu masih tak paham dengan keadaan tiba-tiba ini. Baru tadi Alano mengatakan dia akan mengurus pernikaha, pria itu sudah memberitahu Lavira dan Avram. Sekarang Lavira nampak sangat semangat memperlihatkan berbagai macam dekorasi gedung pernikahan.“Kamu suka yang ini? Ini cantik juga, astaga, jadi bingung,” celoteh Lavira.“M-maaf, Tante. Ini beneran bakalan nikah?”Lavira menoleh dan menatap Elina yang nampak sangat bingung. Perempuan itu terkekeh, dia melirik Alano di samping Avram. Dua pria itu juga berada di sana, mereka duduk tak jauh dari tempat Lavira serta Elina berada. Kini mereka berempat sedang berada di sofa ruangan keluarga mansion Dakasa, setelah tadi Elina sudah sempat diajak makan malam oleh Alano.“Kamu tidak bilang lebih jelas sama, Elin, No? Dia kebingungan loh, ini,” ucap Lavira kepada Alano.“Udah, Ma. Dia mau.”“Masa iya, terus kenapa dia nany
Last Updated: 2023-06-22
Chapter: 179. PHP?“Kata orang-orang, dia itu psikopat. Jadi dia suka bunuh orang, aku ngeri kalau nanti menikah dengannya ... pas aku lagi tidur, malah dicekik dan mati.”Alano menatap Elina yang melanjutkan kalimatnya. Dia berdeham sambil tertawa kecil mendengar kalimat takut Elina. “Kalau memang begitu, seharusnya kau sedari tadi sudah aku cekik dan mati,” cetus Alano santai.Kalimat Alano itu membuat Elina terdiam. Perempuan itu kembali menggeliat pelan, sampai kelopak matanya bergerak pelan pula. Kening Elina berkerut ketika dia berniat membuka mata. Dengan mata sedikit memicing, akhirnya kini dua bola mata itu terbuka. Elina menatap sekitar sambil menggeliat, sampai pergerakannya terhenti ketika melihat paha seseorang tepat di samping tubuhnya.Mengikuti paha tersebut, Elina mendongak sampai akhirnya kedua bola matanya menangkap wajah tampan seseorang. Saat dua pasang bola mata itu beradu pandang, tepat ketika itu pula Elina melotot. Dia melotot karena terkejut melihat wajah tampan Alano di saat d
Last Updated: 2023-06-21

Dicerai Suami, Dipinang Duda Kaya
“Kamu cuma istri pengganti. Hanya pelengkap seseorang yang sempat gak ada. Sekarang orang itu udah kembali, jadi kamu udah gak dibutuhin. Makanya kamu cerai aja dari anakku! Aku pun sedari dulu gak sudi punya menantu sepertimu, cih."
Tangan Aina terkepal. Jantungnya berdetak begitu cepat. Aina masih mencoba tenang dan percaya jika Yuda tak akan mengkhianatinya. “Aku akan pergi jika memang Mas Yuda yang memintaku pergi, Buk.”
“Cih, kamu kira anakku akan menahanmu? Dia sedari awal memang sudah berniat menceraikanmu kalau Moja kembali. Lihat, dia sekarang sedang bersenang-senang sama Moja—cinta pertamanya. Kamu itu cuma pengganti, ingat sekali lagi, cuma pengganti! Jadi tau diri ‘lah! Cepat saja cerai dan pergi dari sini!”
“Ibuk gak berhak mutusin ini, karena ini rumah tangga kami, Buk.”
“Kita emang harus bercerai, Aina." Tiba-tiba Yuda datang bersama Moja yang tengah memeluk lengan kanannya.
Aina mematung, ia menatap Yuda dengan pandangan tak percaya. Aina melirik tangan Moja yang memeluk erat lengan sang suami, bahkan Moja tengah tersenyum miring ke arahnya. “Mas, apa maksud kamu? Kamu lagi bercanda ‘kan? Lagi nge-prank aku ‘kan?”
Read
Chapter: 43. Ternyata Pria Kaya“Bener ‘kan dugaanku, Mas Darya ini pasti punya bisnis yang bagus. Karyawan biasa mana yang bisa punya rumah semewah ini? Atau bisa jadi juga warisan keluarga dia yang emang udah kaya. Jangan-jangan, sebenernya Mas Darya juga punya perusahaan sendiri kayak Pak Rey Jabio yang turun dari keluarga. Dia kerja sebagai karyawan biasa di perusahaan lain, karna gabut aja. Banyak ‘kan orang kaya yang gitu?” batin Aina sibuk menerka-nerka.“Aina.” Darya mengerutkan kening melihat Aina bengong di samping mobil, bahkan tak sadar saat ia memanggil. Darya pun mendekat, lalu menepuk pelan bahu Aina. “Ai.”“Eh?” Aina terkejut, ia mendongak menatap Darya yang mengerutkan kening heran memperhatikannya. “Ah, maaf, Mas.”Darya menggeleng. “Kamu beneran gak ngantuk? Kalo gitu, tidur aja dulu. Ayo kita masuk, kamu bersih-bersih, abis itu makan bakso, terus tidur ben
Last Updated: 2025-09-17
Chapter: 42. Sudah Diduga“Bentar, ya. Aku beli makanan dulu.” Darya menepikan mobilnya di tepian jalanan di mana banyak penjual kaki lima. “Kamu mau cemilan apa? Atau ada sesuatu yang mau kamu beli?”“Ah? Enggak ada, Mas,” jawab Aina.“Aku turun bentar, ya. Gak lama, kok.”Aina tersenyum lalu mengangguk. “Iya, Mas. Gak pa-pa.”Aina memperhatikan Darya tengah membeli beberapa makanan. Entah itu martabak manis, gorengan, dan makanan lainnya.“Belinya agak banyak, ya. Berarti di rumah Mas Darya ada orang, ya? Keluarganya? Kalo buat sendiri, kayaknya gak mungkin sebanyak itu,” gumam Aina.Darya benar-benar tak menghabiskan banyak waktu untuk membeli berbagai makanan. Ia kembali ke mobil, lalu melanjutkan perjalanan menuju rumahnya.Hingga beberapa menit kemudia, pergerakan mobil Darya mulai memel
Last Updated: 2025-09-16
Chapter: 41. Orang Pertama“Ayo, Mas, kita pergi.”Darya yang sempat melongo, lalu mengangguk kaku. “O-oh, iya, ayo kita pergi sekarang.” Ia melirik Rey sekilas, lalu segera mengajak Aina ke arah mobilnya. “Kita ke langsung ke rumahku.”“Beraninya kau sok menasehatiku? Wanita breng-sek! Urus saja hidupmu yang kacau itu, jelas-jelas kehidupanmu lebih buruk dari padaku, tapi sok-sokan menasehatiku! Wanita breng-sek!” teriak Tita kesal dan marah karena dinasehati oleh Aina.Aina tak menghiraukan celoteh Tita. Ia masuk ke dalam mobil ketika Darya membukakan pintu mobil mewah itu untuknya.Semua orang yang melihat itu terdiam serta terkejut melihat mobil Darya, terkecuali Rey. Bahkan Yuda dan Moja sudah melotot memastikan merek mobil yang dinaiki Aina.“Itu—bukannya mobil mewah itu yang kemarin aku lihat? Waktu itu aku mengira salah lihat, berarti wani
Last Updated: 2025-09-15
Chapter: 40. Sudah Gemas“Ayo kita pulang sekarang.” Darya mengajak Aina segera pergi dari sana.“Ini udah kelar, Mas?” tanya Aina ragu. Ia melirik Jotan dan Rey bergantian.“Sudah selesai, Aina. Tita dipecat,” jawab Jotan.“Saya hanya salah paham, Pak. Kenapa saya dipecat?” protes Tita masih tak tahu diri.“Diam ‘lah, Tita. Jangan sampai Om pun ikut diseret karena kasus kamu ini. Om akan carikan kerjaan di tempat lain, jangan membuat semuanya makin kacau,” bisik Sahril ketar-ketir, karena Rey masih ada di sana.“Tapi, Om, aku ‘kan—”“Bahkan kamu masih belum merasa bersalah, ya? Kamu masih ngerasa benar?” tukas Jotan tak habis pikir.“Ini hasil didikanmu, Sahril? Sepertinya keponakanmu ini sudah terlalu merasa aman di perusahaan ini. Apa dia mengira perusah
Last Updated: 2025-09-14
Chapter: 39. Tidak PuasAina menoleh, ia melihat Darya datang. Aina tersenyum tipis ke arah Darya. Sedari tadi Aina merasa sangat tertekan, karena merasa dirinya sendirian di sana, tak ada sokongan. Namun, ketika melihat Darya, beban Aina seakan berkurang, tekanannya pun seakan ikut menguap perlahan.Darya mendekat ke arah Aina, lalu tersenyum menenangkan wanita itu. Sedari tadi ia sudah coba sabar, akhirnya sekarang tak tahan untuk tidak keluar dari mobil, menemani Aina yang terlihat begitu jelas tengah tertekan serta tak nyaman.Darya menepuk pelan bahu Aina sembari terus tersenyum. “Gak usah takut, kamu gak salah,” bisiknya meyakinkan Aina.Rey melongo melihat tindakan lembut Darya kepada Aina. Ia menaikkan sebelah alisnya, lalu melirik ekspresi wajah Darya. “Cih, ternyata pria kaku ini juga bisa lembut, dan manis sama orang, ya?” ejeknya dalam hati.Darya mengangkat kepalanya, lalu menat
Last Updated: 2025-09-13
Chapter: 38. Dipecat“Anda atasan di perusahaan ini, ya?” Tiba-tiba Moja bersuara dengan nada sok imut, bahkan tersenyum ke arah Rey. “Saya cuma mau kasih saran, sih. Karna kebetulan saya juga kenal sama Aina waktu kuliah. Kayak yang dibilang sama Yuda, Aina ini gak cocok sama sekali loh kerja di sini. Dia ini—”“Kau siapa lagi?” tukas Rey malas, “sudah ‘lah, orang-orang yang tidak berkepentingan kayak kalian, silakan pergi dari sini, atau ingin saya panggil satpam untuk mengusir kalian?”“Kami cuma pengen kasih masukan, kok. Kok Anda marah begitu, sih?” cetus Moja sedikit ketus.“Atasan kami ‘kan udah bilang, kalian gak diperlu ikut campur. Beliau bukan cuma atasan, beliau ini adalah Rey Jabio—CEO perusahaan ini sekaligus orang yang paling berwewenang di perusahaan ini. Jadi tolong lebih sopan ‘lah,” tegur Jotan ikut muak dengan Moja
Last Updated: 2025-09-12

Diselingkuhi Mantan, Pelukan Hangat CEO Kudapatkan
Tangan wanita cantik yang tengah berpakaian pengantin itu terkepal, dadanya mendidih menyaksikan adegan panas di celah pintu. Suara menjijikkan menyertai setiap pergerakan sepasang insan di dalam sana. Napas Davita memburu, dadanya naik turun.
“Binatang,” desis Davita dingin, “mereka benar-benar binatang. Ternyata mereka sudah lama menjalin kasih di belakangku?”
Davita tertawa pahit, matanya berkaca-kaca. Wanita itu memukul dadanya yang terasa begitu sakit dan sesak. Perlahan tubuhnya meluruh ke lantai, kedua kakinya seakan tak bertulang, sehingga tak lagi mampu menopang tubuh.
Pria yang selama 5 tahun ini ia kira begitu mencintainya, kini tengah bermain panas dengan sahabatnya sendiri, bahkan di malam pertama mereka.
“Malam pertama yang harusnya kamu habiskan denganku ... malah kamu nikmati bersama wanita lain, dan lebih menyakitkannya, wanita itu adalah sahabatku sendiri.” Tangan Davita kembali terkepal, matanya menajam. “Aku bersumpah, aku akan membalaskan ini semua pada kalian!”
Read
Chapter: 52. TurunTangan Hani terkepal melihat tangan Angga tengah menggenggm tangan Davita. Meski Angga sedang membawa mobil, pria itu masih begitu manis menggenggam tangan Davita. Situasi itu membuat Hani benar-benar seperti orang ketiga di antara mereka, padahal dirinya ‘lah calon istri sah Angga.Pasti Hani tak pernah menyangka dan tak pernah membayangkan jika dirinya akan pernah berada di posisi itu. Mungkin perlahan balasan dan karma mulai datang, karena dulu Hani sengaja menjadi orang ketiga dalam hubungan Davita dan Gino.Davita pun senang karena perlahan balas dendamnya semakin nyata. Ia melirik ekspresi Hani dari pantulan kaca depan mobil. Davita tampak sangat puas melihat wajah marah Hani.“Emm, Kak.”Angga langsung menoleh ketika Davita memanggilnya. “Kenapa?”“Perutku sedari tadi sedikit tidak enak. Aku ingin beli es krim dulu di depan.”Angga menatap Davita yang tersenyum manis kepadanya. “Perut tidak enak, kenapa malah minta es krim? Ini sudah malam, nanti perut kamu semakin tidak enak.
Last Updated: 2024-10-16
Chapter: 51. Pulang Bertiga“Davita ini klien Tante, sekaligus temannya Angga. Davita orang yang bertanggung jawab untuk mengurus taman bunga mansion Naradipta. Tadi baru saja selesai survei akhir, sebelum tamannya digarap sesuai denah yang Tante minta. Karna tadi sudah terlalu sore, jadi Tante minta Davita istirahat dulu di sini.” Laili menjelaskan tentang Davita kepada Hani, ia hanya tak ingin Hani berpikiran lain.Meski begitu, Hani memang sudah terlanjur geram kepada Davita. Ia pun sudah tahu jika Davita sengaja mendekati Angga untuk balas dendam kepada dirinya. Davita sendiri sudah mengaku secara terang-terangan kala itu.Hani hanya bisa tersenyum kepada Laili, untuk menjaga image-nya. “Oh begitu, Tante. Ternyata Nona Davita ini karyawan toko bunga, ya?” Hani sengaja menekan kata karyawan toko bunga, demi merendahkan Davita.Davita tersenyum tenang. “Senang sekali bisa bertemu dan berkenalan dengan Nona Candra yang katanya salah satu model terbaik di kota kita.”Hani tersenyum sinis. “Iya, aku juga senang b
Last Updated: 2024-10-13
Chapter: 50. Tidak Percaya“Angga, Hani sudah datang. Ayo turun.”Angga berdecak, ia keluar dari kamarnya menemui sang ibu. “Aku akan ikut makan malam kalau Davita juga ikut.”“Iya, Mama tahu. Kamu turun saja duluan, Davita akan menyusul.”“Mama tidak akan membohongiku ‘kan?”Laili mengembuskan napas pelan. “Kamu tidak percaya sama Mama? Sudah, ke bawah saja. Mama akan panggil Davita.”“Biar aku saja.”Laili menahan lengan putranya. “Biar Mama saja. Kamu tidak ingin Kakek curiga, lalu tidak suka kepada Davita ‘kan?”Angga mengembuskan napas berat. “Aku akan tunggu di bawah. Kalau Davita masih tidak turun dalam beberapa menit, aku akan menjemputnya ke kamar.”“Iya-iya, Mama tahu. Pergi ‘lah dulu ke bawah. Kakek dan Hani sudah menunggu di meja makan.”Meski terpaksa, Angga masuk ke dalam lift, menuju ke lantai bawah. Setidaknya Angga masih beruntung Laili tak menentang perasaannya untuk Davita. Seperti yang disebutkan Davita, Laili saat ini berada di posisi serba salah.Laili juga tak enak serta kasihan kepada Ha
Last Updated: 2024-10-10
Chapter: 49. Om, Bukan Kakak“Angga masih tidur?” Laili mengintip ke dalam kamar Davita.Davita tersenyum kikuk, ia merasa tak enak. “I-ya, Tante. Aku akan bangunkan sekarang.”“Tidak usah.” Laili menahan pergelangan tangan Davita. Ia tersenyum, lalu menepuk pelan lengan Davita. “Tante ke sini hanya ingin mengajak kamu jalan-jalan sebentar. Masih gerimis, biarkan saja Angga tidur. Jarang sekali dia bisa tidur nyenyak begitu. Biasanya hanya tidur sebentar, lalu fokus kerja lagi. Tante senang dia bisa tidur lebih lama.”Davita terdiam. Ia ikut menoleh ke dalam kamar, meski ranjang tak terlihat jelas dari sana. “Kalau begitu ayo kita jalan-jalan sebentar, Tante.”“Lebih baik pakai ini. Karna hujan, kondisi di luar lebih dingin. Takutnya kamu masuk angin, nanti malah demam. Kalau kamu demam, Tante bisa dimarahi Angga,” canda Laili.Davita terkekeh kecil. Ia masih merasa tak enak serta canggung mempublikasikan hubungannya dengan Angga, di depan Laili. Bagaimanapun Laili pun tahu jika Angga akan segera menikah, sehingg
Last Updated: 2024-10-08
Chapter: 48. Hubungan Yang Salah“Eh, Davita.” Laili terkejut melihat Angga datang bersama Davita. Ia berdiri dari duduknya, lalu mendekat ke arah Davita. “Kamu datang, kenapa tidak bilang-bilang Tante? Tahu begitu Tante siapkan sesuatu buat kita makan-makan.”Davita terkekeh kecil menanggapi itu. “Tidak usah repot, Tante. Kebetulan hari ini pekerjaan di toko lebih cepat selesai, Tante. Jadi sekalian saja datang ke sini, melanjutkan pembahasan masalah pembangunan taman bunga.”“Oh, sudah bisa dilanjutkan, ya? Kerja kamu cepat sekali, ya? Baru beberapa hari sudah selesai dan langsung ke tahap selanjutnya. Tidak heran kamu bisa menjadi bos muda.” Laili tersenyum kagum kepada Davita.Davita tersenyum tak enak. “Biasa saja, Tante. Aku masih belum apa-apa dibandingkan Kak Angga.” Ia melirik Angga yang berdiri di sampingnya.Angga tersenyum, ia mengusap puncak kepala Davita singkat. Hal itu membuat Laili terkejut. Pasalnya Angga tak pernah berlaku begitu manis dan lembut kepada orang lain, apalagi perempuan.“Kamu jauh leb
Last Updated: 2024-10-06
Chapter: 47. Fitting Baju“Tante, Tuan Muda Naradipta tidak bersedia ikut untuk fitting baju.” Hani memperlihatkan wajah sedihnya di depan Laili.“Kenapa kamu memanggilnya terlalu formal begitu? Kalian sebentar lagi akan menikah. Coba biasanya lagi memanggil dengan nama. Panggil saja dia Angga, jangan panggil terlalu normal,” balas Laili.Hani tersenyum senang, tetapi ia berdeham untuk terlihat tetap polos di depan calon mertuanya. “Aku takut dia tidak suka dan marah. Jadi aku ingin lebih sopan saja, Tante.”“Mulai sekarang biasakan panggil nama saja. Atau kalian sepakati panggilan masing-masing, entah itu panggilan romantis seperti apa. Tidak bagus memanggil tuan atau nona begitu.” Laili tersenyum sembari menepuk pelan punggung tangan Hani.“Baik, Tante. Aku akan coba biasakan memanggil namanya. Nanti aku akan komunikasikan sama dia, bagusnya panggilan seperti apa di antara kami.” Hani tersenyum kepada Laili. “Tapi, aku takut dia tidak suka, Tante. Sekarang saja, dia menolak untuk datang fitting baju,” imbuhn
Last Updated: 2024-10-05