Share

Part 37

Author: Ummi Salmiah
last update publish date: 2023-05-11 10:00:00

Aku menangis tersedu-sedu di pojokan kamar. Bajuku sudah entah kemana rimbanya. Dengan kasar dan brutal Reza menggauliku. Aku bahkan mengingat jelas dia merobek bajuku dengan sangat kasar. Aku merasa dinodai dengan cara tidak terhormat. Aku tidak menyangka Reza datang dengan bau alkohol yang begitu menyengat. Apakah Reza sebenarnya orang yang memiliki dua kepribadian? Ini benar-benar tak bisa aku biarkan lagi.

Setelah menggauliku dengan kasar dan berkali-kali dia terlihat sangat kecap

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (8)
goodnovel comment avatar
Fenty Izzi
jangan lama² perginya nin...setelah pikiranmu tenang...kembalilah...kalian berdua harus jujur tentang perasaan kalian...agar g ada orang yang bisa memanfaatkan kalian jika kalian bersatu
goodnovel comment avatar
Muhammad Dahrul
tuh kan bisa silat, kenapa ga kuat lawan Reza, orng silat tu pubya byk cara, apalagi Reza mabuk,agak sush sy membayangkan peristiwa yg ini
goodnovel comment avatar
Aam Aminah
andai saja Reza jujur dari awal dan gak gengsi pasti Nina tidak akan salah paham terus
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Pesona Istri Dari Desa   Kencan Buta

    Malam itu aku nggak bisa tidur. HP di tangan, tapi jari nggak berani buka I*******m. Takut.Takut tiba-tiba muncul story dia: senyum sama cewek baru di kafe yang dulu sering kami datengin. Brayen... abang angkatku di KTP keluarga. Mantan suamiku di ingatan. Laki-laki yang cintanya dulu ditolak sama restu, sekarang mau coba lagi sama orang lain. Aku inget terakhir kali kami duduk berdua. Nggak ada teriak, nggak ada drama. Cuma dia bilang pelan, "Maaf ya, Dek. Kita nggak direstui. Tapi aku tetap abangmu, oke?"Oke. Aku bilang oke. Padahal dada ini remuk. Sekarang dia kencan buta. Katanya biar nggak sepi. Katanya biar move on. Tapi kenapa yang sesak justru aku? Aku rebahan, natap langit-langit kamar. Di kepala muter satu kalimat, “Kalau dulu direstui... apa kita masih sama-sama sekarang?”Aku nggak marah dia kencan. Aku marah sama diriku sendiri yang masih menyimpan Brayen di sudut hati paling dalam. Padahal status kami udah cuma “abang” dan “adik" Jam 1 pagi. Notifikasi ma

  • Pesona Istri Dari Desa   Cinta yang terlambat

    "Apa yang salah?" berkali-kali Brayen menanyakan itu semua ke dalam hatinya. Monica yang melihat Brayen hanya diam, mendekat."Kenapa, Bang?" tanya Monica.Brayen hanya menggeleng."Semua normal, tapi kenapa daddy pingsan?" tanyanya."Aku juga heran." Monica juga ikut bersuara.Syukurnya hanya pingsan, kemungkinan karena Reza sangat bahagia hingga tidak bisa mengendalikan diri. "Bang, aku ingin bicara," kata Monica."Aku tunggu di balkon," sambung Monica lagiBrayen mengikuti kemauan Monica, naik ke atas balkon lalu bicara empat mata. Berkali-kali Monica terlihat menahan napas, melihat Brayen lebih dekat membuatnya tidak bisa menahan diri. Satu kata. Rindu. Hanya melihatnya bahkan titik-titik air di mata Monica hampir terjatuh. Cinta yang begitu besar kadang membuat siapa saja hanya bisa mengeluarkan air mata."Bicara apa dek?" duuh, jantung Monica bahkan berdetak lebih kencang.Cukup lama Monica terdiam."Bang ...." Suaranya tercekat, hanya sekedar melihat senyuman Brayen yang begi

  • Pesona Istri Dari Desa   Semuanya baik-baik saja 'kan?

    Semua sibuk menyiapkan makan malam, tentunya semua bahagia karena daddy sepertinya membuka kembali lembaran baru bersama abang Brayen. Saat ini yang terpenting daddy bahagia dan sehat seperti sedia kala lagi. Tentunya menjadi keluarga yang utuh kembali seperti dulu lagi.“Dek mikirin apa? ayo bantu bunda,” ajak bunda yang langsung menarik tanganku. Aku yakin bunda pasti mengetahui apa yang kurasakan. Mengapa ini sangat berat, padahal semua yang ada di pikiranku bisa jadi itu tidak benar.“Dek, jangan mikirin sesuatu yang belum terjadi, nikmati apa yang sedang terjadi tanpa membuatmu berpikir yang aneh-aneh.” Bunda memang sangat peka dengan apa yang menjadi pikiranku.“Berkaryalah sayang, buat sesuatu yang membuatmu tidak jenuh menunggu malam ini,” ujar bunda.“Iya, Bund. Jangan menata Monica begitu, aku malu.” Bunda hanya tertawa renyah menatapku.Aku menyiapkan menu favoritku, Minimal jika malu nanti malam, aku punya kesibukan menghabiskan puding buatanku. Iya, aku hanya bisa membuat

  • Pesona Istri Dari Desa   Aku takut kehilangan dirimu

    “Arvian pamit bund,” ucap Arvian yang menarik tangan abang Brayen untuk masuk ke mobil. Mereka begitu akrab satu sama lain. Saling merindukan satu sama lain. Aku iri, padahal aku ibunya.Mereka yang begitu akrab satu sama lain yang membuatku merasa menjadi ibu yang tidak sempurna. Apa selama ini aku salah mendidik Arvian, atau aku terlampau egois? Semua pertanyaan benar-benar menggangguku “Istirahatlah sayang, semua pasti akan baik-baik saja. Yakin itu,” bisik abang Brayen yang masih bertahan meski tangannya ditarik oleh Arvian. Ya Allah benar-benar dia selalu pintar membuat jantung ini berdetak lebih cepat.“Ayah cepet, sudah dibilang bukan muhrim masih saja pakai adegan sayang-sayang” teriak Arvian. Astagfirullah bikin malu saja adegan orang dewasa ini. Abang Brayen sempat-sempatnya mengedipkan mata. “I love you,” ucapnya.Aku segera masuk menemui bunda dan abang Shaka. Oksigen di tubuhku bisa habis dibuat tingkah abang Brayen dan Arvian. Mereka tak henti tertawa melihat tingkahku y

  • Pesona Istri Dari Desa   Semua pasti ada jalan keluar

    "Bunda maafin Arvian, ya," ucap Arvian yang langsung memelukku. Arvian tidak salah. Ini murni kesalahan orang dewasa seperti kami yang egois."Arvian tidak salah, Nak. Beri waktu opa, ya untuk bisa bersama ayah lagi.""Semuanya baik-baik saja 'kan, Bun?" aku hanya membalas dengan anggukan. Meski aku pun tidak berani berharap semuanya kembali seperti dulu lagi. "Semuanya baik-baik saja, Nak. Opa sehat itu yang penting." Aku memeluk Arvian, air mata yang sedari tadi kutahan akhirnya turun tanpa diminta. Dalam hatiku ini semua salahku yang begitu egois. "Ayah jemput Arvian gak bun?" tanya Arvian."Arvian tidak mau menginap?" "Arvian kangen ayah, sejak opa di rumah sakit Arvian hanya ketemu satu kali." Rasanya menyesakkan sekali mendengarnya. Arvian lebih merindukan ayahnya. luka yang kurasa sulit untuk sembuh. Bagi anak seperti Arvian memiliki keluarga utuh adalah anugerah. Walau dia tidak kekurangan kasih sayang, tapi nalurinya ingin seperti anak pada umumnya. Disayang dan dimanja.

  • Pesona Istri Dari Desa   Berdamailah dengan masa lalu, Bang!

    Reza dibolehkan pulang, Brayen hanya bisa mencuri pandang dari jauh. Namun, lucunya mereka seperti saling merindukan. Itu terlihat dari Reza yang diam-diam ikut juga mencarinya."Ayo, Bang. Sopirnya sudah menunggu," kata Nina-istrinya.Reza hanya menjawab dengan anggukan kepala. Nina menyadari, tapi dia tidak ingin mengganggu suaminya yang sedang menahan gengsi. Laki-laki terkadang tidak bercerita, tetapi ketika sudah di puncak rasa, dia akan cepat membuka diri. "Daddy kenapa, Bund?" tanya Shaka yang melihat Reza lebih banyak diam."Biasa orang gengsian gitu." "Masalah abang?" tanya Shaka lagi, Nina hanya mengangguk."Susah memang dua laki-laki ini, tuh lihat abang Brayen di pojokan juga natap daddy," tunjuk Shaka. Seketika Nina tidak bisa menahan tawanya."Pantes mereka disatukan, kelakuannya sama," jawab Nina."Kalian kenapa senyum-senyum tidak jelas?" tanya Reza penasaran. Aneh melihat istrinya tertawa renyah bersama putra sulungnya."Itu, Dad. Abang Brayen melambaikan tangan ke k

  • Pesona Istri Dari Desa   Part 101

    Pagi menjelang, Reza terus tersenyum. Entah apa yang dipikirkan setiap melihatku. Aku juga begitu berbinar, sebenarnya masih malu untuk bertemu dengannya. Kami baru saja melaksanakan ibadah pagi-pagi. Ekhem.Setelah salat subuh,

    last updateLast Updated : 2026-03-21
  • Pesona Istri Dari Desa   Part 103

    "Ayo bersiap, ikutlah denganku. Mari kita perjuangkan masa depan kita." Kali ini aku tidak bisa menyembunyikan rasa penasaranku. Aku harus menanyakan Reza langsung apa sebenarnya dia sudah sadar atau belum. "Apaka

    last updateLast Updated : 2026-03-21
  • Pesona Istri Dari Desa   Part 100

    Abang Reza sudah siap, aku pun demikian, kali ini kami bersatu melawan penjahat. Kemampuan bela diriku lumayan, tapi sepertinya abang Reza juga demikian."Melawan musuh jangan panik, kita harus tenang agar strategi yang kita paka

    last updateLast Updated : 2026-03-21
  • Pesona Istri Dari Desa   Part 65

    "Sayang kata Farhan aktivitas wisata Gili Trawangan yang wajib dicoba adalah melihat matahari terbit dan terbenam.""Iya, kah?""Iya, sayang, di Gili Trawangan dijamin akan betah karena pulau ini sangat bersih dan bebas polusi. Di mana pemerintah daerah melarang penggunaan

    last updateLast Updated : 2026-03-19
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status