Share

PPS | Gagal

Author: Karl Valerie
last update Petsa ng paglalathala: 2026-05-11 15:19:13

Seno tersenyum sumringah begitu mendapat lampu hijau dari Rindu. Pria itu kemudian menggeser tubuhnya agar semakin turun. Lalu menaikkan kaos yang Rindu kenakan hingga menampilkan gundukan kenyal yang sedari tadi menggodanya.

Wajahnya perlahan mendekat, dengan jantungnya yang bergemuruh hebat. Namun belum sempat dia menikmati benda favoritnya itu, suara pintu rumah yang ditutup dengan begitu kencang membuat dirinya terlonjak. Begitu juga dengan gadis yang ada di bawah kungkungannya.

"Sial." des
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Pesona Paman Seno   PPS | Semakin Lengket

    Hubungan Rindu dan Seno semakin hari semakin lengket saja. Setiap ada kesempatan, Seno akan menyelinap masuk ke dalam kamar gadis itu ketika malam. Memadu kasih walau sekedar lewat sentuhan saja.Sejauh ini Seno masih bisa menahan diri dengan tidak membobol gawang Rindu. Tapi dia merasa tidak yakin, apa dirinya bisa bertahan lebih lama lagi. Pasalnya, pesona Rindu begitu kuat yang kadang sering membuatnya lepas kendali.Seperti saat ini, gadis itu tengah duduk di sampingnya dengan gaun tidurnya yang minim. Keduanya sedang menonton acara televisi di tengah malam buta.Sebelumnya, Seno sudah memastikan jika Hanum telah tertidur pulas di kamar mereka. Baru setelah itu dia berani keluar menemui Rindu yang ternyata telah menunggunya di ruang keluarga."Apa kamu tidak kedinginan, hm?" tanya Seno pelan sembari mengelus surai panjang Rindu lembut. Gadis itu kini tengah menyandarkan kepalanya di dada bidangnya yang polos.Rindu bergumam tidak jelas sembari memilin ujung gaun tidurnya. Netranya

  • Pesona Paman Seno   PPS | Gagal

    Seno tersenyum sumringah begitu mendapat lampu hijau dari Rindu. Pria itu kemudian menggeser tubuhnya agar semakin turun. Lalu menaikkan kaos yang Rindu kenakan hingga menampilkan gundukan kenyal yang sedari tadi menggodanya.Wajahnya perlahan mendekat, dengan jantungnya yang bergemuruh hebat. Namun belum sempat dia menikmati benda favoritnya itu, suara pintu rumah yang ditutup dengan begitu kencang membuat dirinya terlonjak. Begitu juga dengan gadis yang ada di bawah kungkungannya."Sial." desis Seno mengelus dadanya kesal.Tak berbeda jauh dengan Seno, Rindu juga melakukan hal yang sama. Tanpa perlu menebak, mereka sudah tahu siapa yang melakukan hal itu."Bibi seram sekali ketika marah." celetuk Rindu sembari membenahi penampilannya. Hal itu membuat Seno mendesah kecewa.Pria itu memberengut,"Kenapa ditutup?" tanyanya.Rindu merasa lucu dengan ekspresi Seno saat ini. Gadis itu tertawa kecil sembari menutupi bibirnya dengan punggung tangannya."Kita tidak mungkin melanjutkannya, Pam

  • Pesona Paman Seno   PPS | Mesra Bersama Paman [+]

    Entah sejak kapan posisi Rindu telah berbaring di atas ranjang. Dengan Seno yang mengungkung tubuh mungilnya menggunakan kedua lengan kekarnya. Bibir pria itu tak henti mengecupi wajah Rindu. Membuat gadis itu terkikik geli karena gesekan kumis tipis pria itu. Belaian tangan Seno yang singgah di wajahnya membuat Rindu merasa nyaman. Pria itu sangat lihai memanjakan dirinya dengan sentuhannya yang memabukkan. "Kamu cantik sekali, Sayang." puji Seno dengan senyum yang terukir di bibirnya. Rindu mengulum senyum dengan wajah malu-malu. Pujian pria itu terdengar tulus dan berhasil membuat dirinya meleleh. Tangan Rindu lantas terulur, mengelus rahang kasar Seno dengan lembut. Membuat pria itu spontan terpejam menikmati sentuhan tersebut. Hati Seno menghangat mendapatkan sentuhan mesra dari gadis di bawahnya. Senyumnya makin melebar seiring dengan wajahnya yang kian mendekat ke arah Rindu. Cup Kecupan kecil Seno sematkan di atas bibir Rindu. Membuat pipi gadis itu bersemu dengan

  • Pesona Paman Seno   PPS | Pembelaan Seno

    BrukRindu melempar tubuhnya ke atas ranjang dengan posisi tertelungkup. Wajahnya terlihat begitu bahagia pagi ini karena berhasil membuat Hanum kembali sakit hati. Pembelaan Seno di ruang makan tadi membuatnya senang bukan main. Pasalnya setelah itu, Hanum yang memiliki ego tinggi merasa tidak terima dan memilih pergi dari rumah.Dan yang membuat Rindu merasa girang, Seno tak sedikitpun beranjak dari kursinya untuk mencegah kepergian Hanum. Pria itu juga tidak repot-repot mencari keberadaan wanita itu.CeklekBunyi pintu yang dibuka dari luar membuat Rindu terkejut. Tak perlu menebak siapa gerangan yang saat ini mengunjungi kamarnya. Tentu saja pasti kekasih tuanya, Seno.Dengan cepat Rindu mengubah raut wajahnya yang tadinya bahagia menjadi sendu. Isakan kecil penuh kepura-puraan terdengar dari bibirnya. Dan Rindu sengaja menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya.Derap langkah yang dipercepat membuat Rindu mengulum senyum. Tak lama dia merasakan seseorang mendudukkan dirinya

  • Pesona Paman Seno   PPS | Sandiwara

    Rindu menatap langit-langit kamarnya dengan pandangan menerawang. Pikirannya berkelana mengingat apa yang baru saja dia lakukan bersama Seno beberapa waktu lalu.Masih teringat jelas di benaknya ketika pria itu menyentuh setiap jengkal tubuhnya dengan sentuhan panas nan memabukkan. Membuat dirinya yang baru pertama kali ini merasakan hal tersebut menjadi tidak berdaya. Hingga akhirnya begitu pasrah diombang-ambing oleh gelora nafsu yang membara.Jantungnya kembali berdebar mengingat perlakuan manis Seno setelah kegiatan mereka selesai. Pria itu dengan penuh perhatian memperbaiki kondisinya. Yang lemas karena pelepasan dahsyat yang menjadi hal baru bagi dia rasakan.Rindu pikir setelah Seno mendapatkan apa yang dia mau, pria itu akan langsung pergi meninggalkannya. Namun nyatanya Seno tetap tinggal, dan membersihkan tubuhnya dari rasa lengket yang membuatnya tidak nyaman.Kini ketika hari semakin beranjak malam dan hanya sunyi yang menemani, Rindu masih terjaga dengan manik beningnya y

  • Pesona Paman Seno   PPS | Enak, Paman [+]

    Wajah Rindu menengadah, dengan bibir setengah terbuka merasakan sentuhan hangat yang hinggap di antara kedua kakinya. Gadis itu tak berhenti merintih, dengan sebalah tangan mungilnya yang meremas rambut seorang pria dewasa yang tengah berjongkok di depannya.Sebelah kaki jenjangnya telah berada di atas pundak Seno. Membuat posisinya terlihat sangat terbuka dan nakal. Apalagi dengan kondisi dirinya yang tak berpakaian.Emnh..Rintihan kembali keluar dari bibir Rindu saat sang paman memainkan lidahnya dengan begitu handal di pusat tubuhnya. Jilatan dan hisapan yang Seno berikan, membuatnya tak mampu lagi untuk menahan suaranya."Ahh.. kenapa rasanya seperti ini, Paman?" tanya Rindu dilanda kebingungan. Bagaimana bisa dia merasakan kenikmatan semacam ini hanya dengan permainan lidah Seno?Sulit untuk menjelaskan bagaimana rasa nikmat ini menderanya. Tak ada kata yang bisa dia ungkapkan untuk menggambarkan kenikmatan yang Seno berikan padanya.Awalnya, raga Rindu bisa menolak rasa baru ya

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status