Share

Apel Kelinci

last update Dernière mise à jour: 2025-12-22 09:45:37

“Kamu tidak pulang Asuki?” Kento bertanya setelah asistennya duduk manis di sofa ruang perawatan.

Sudah sejam Asuki bolak balik mengatur semua keperluan Kento, dia tidak bisa menutup mata sedikitpun karena Asuki ada disitu.

“Tidak, aku akan terus menemanimu mulai sekarang,” jawab Asuki mengkibaskan tangan.

Dingin air conditioner tidak mampu mendinginkan Asuki yang sibuk bergerak dari tadi. Pekerjaan mengurus keperluan artisnya di rumah sakit baru saja selesai dan dia mulai kepanasan.

Kento m
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Latest chapter

  • Pesona Panas Tuan Idol   Pernyataan

    Asuki melenguh saat matanya mulai terbuka, kepalanya sedikit berdengung dengan pandangan mengabur. Kento bergegas beranjak dari sofa mendekati ranjang begitu mendengar lenguhan Asuki. Semalaman Kento menunggu Asuki di rumah sakit. “Asuki…,” panggil Kento lembut. Tangannya meraih tangan mungil Asuki. Asuki meraih kesadarannya perlahan, suara Kento memaksa Asuki membuka mata makin lebar. “Asuki, bagaimana keadaanmu? Ada yang sakit?” berondong Kento. Sapuan telapak tangan kasar Kento terasa di punggung tangan Asuki. Asuki mengarahkan pandangannya pada Kento. Wajah penuh kekhawatiran terukir jelas di sana, lingkaran menghitam dibawah mata dengan bulu-bulu tipis diatas bibir yang mulai tumbuh menarik perhatian Asuki. “Tuan Kento,” lirih Asuki. “Aku di sini. Apa ada yang sakit?” tanya Kento lagi. Asuki menggeleng pelan, Kento pindah mengusap pipi Asuki. Dia masih khawatir, Kento menekan tombol di samping ranjang memanggil dokter. “Dokter akan kemari sebentar lagi.” Asuki menganggu

  • Pesona Panas Tuan Idol   Ditemukan

    “Kento…!” Suara wanita berteriak memanggil namanya dari arah samping kanan.Kento menengadah, berusaha mencari sosok suara yang memanggilnya diantara kepulan asap yang mulai menebal.“Asuki?!” pekik Kento. “Disini!” Wanita itu berteriak memberi isyarat dia tidak terlalu jauh dari tempat Kento berdiri. Kento maju berjalan lebih dekat ke arah suara. Matanya membola begitu melihat siapa yang memanggilnya. “Kaori?” Kento berlari mendekat. Kaori sedang memeluk Asuki yang pingsan. “Apa yang terjadi?” tanya Kento khawatir. “Cepat bawa Asuki, aku menemukannya pingsan disini!” Kento meraih Asuki, membawanya ke dalam gendongan. “Ikuti aku!” Kaori mengangguk, memegang kemeja Kento agar tidak tertinggal. Api yang makin membesar dan uap panas yang menyambar menyulitkan dua orang itu beruntung Takahiro berhasil menyusul Kento dan menemukan mereka.“Tuan Kento…!” seru Takahiro kaget. Dia sedikit lega melihat Kento telah menemukan Asuki. “Takahiro, bawa Kaori bersamamu!” perintah Kento. Takahi

  • Pesona Panas Tuan Idol   Api

    Di dalam ruang set 3 yang diatur kru menjadi dua lantai terdapat tumpukan kotak kayu dan kardus yang disusun asal hampir di tiap sudut ruangan, kursi rusak dan tangga besi berkarat juga ikut memenuhi ruang set. Hari ini Kento akan melakukan adegan aksi bersama lima stuntman yang kemarin berlatih bersamanya. Pistol dan bom imitasi pun tidak lupa disiapkan kru untuk properti adegan Kento. Kento menerima arahan dari sutradara sebelum take gambar pertama diambil. Dalam adegannya Kento akan mengejar seorang pemimpin geng narkoba yang sedang bersembunyi di sebuah gedung tua. Nantinya mereka akan beradu jotos dan baku tembak. Asuki berdiri di belakang kamera sutradara memperhatikan Kento. Matanya fokus pada Kento yang tampak menawan dengan balutan kemeja hitam dan celana panjang berwarna senada. Tangannya digulung memperlihatkan urat lengan Kento yang memanjang sampai ke punggung tangan. Dua kancing yang dibiarkan terbuka menunjuk dada Kento yang bidang. Asuki terpesona, rasanya tidak ada

  • Pesona Panas Tuan Idol   Tas Misterius

    “Apa ini?” Kento mendapati sebuah tas di depan pintu ruang artis, digantung pada pegangan pintu. Tas berwarna hitam berukuran tidak terlalu besar bertuliskan ‘Untuk Kento Yamaguchi’ tertera di sana. Kento melihat ke sekitar memastikan apa ada orang atau tidak. Kento tidak berani menyentuh tas itu.“Ada apa Tuan Kento?” Asuki berdiri di belakang Kento tidak sadar dengan tas yang dilihat Kento. “Ini…,” tunjuk Kento. Asuki maju menyamping, matanya tertumbuk pada tas hitam yang ditunjuk Kento. “Kamu tahu ini?” tanya Kento. Asuki membaca tulisan di tas, pikirannya langsung berhambur mengarah pada paket mengerikan dari peneror. “Oh, ini tasku!” Asuki meraih tas di pegangan pintu cepat. “Tasmu?” “Iya … aku lupa menggantungnya di sini tadi.” Asuki langsung menyembunyikan tas itu di punggungnya. “Tapi, bukannya disana tertulis itu untukku?” tanya Kento tidak yakin. “A–ah … ini … ini memang aku yang sengaja menulisnya begitu agar tidak diambil orang.” Asuki terbata menjawab, tersenyum ka

  • Pesona Panas Tuan Idol   Kesepakatan

    Tok … tok … tok … Bunyi ketukan di pintu ruang direktur agensi Starlight, Co terdengar. Hikari masuk, menyapa direktur Omega. “Direktur Omega, nona Kaori ada diluar,” tukas Hikari. Direktur Omega yang tengah memeriksa laporan di tangan mengangkat kepala, memberi tanda untuk mempersilahkan Kaori masuk. Kaori datang menemui direktur Omega setelah dihubungi sekretaris Hikari kemarin pagi. “Nona Kaori, direktur Omega menunggumu di dalam.” Hikari mendorong pintu lebih lebar, membungkuk badan begitu Kaori lewat di depannya. “Terima kasih.” Kaori balas membungkuk. Hikari menutup pintu begitu Kaori masuk, dia tidak ikut ke dalam. “Silahkan duduk Nona Kaori.” Direktur Omega menunjuk sofa di samping kanan ruangan, bangkit dari kursi kerjanya mendekati Kaori. “Terima kasih sudah mengizinkan aku bertemu denganmu Direktur Omega.” Kaori membuka suara, duduk berhadapan dengan direktur Omega.Direktur Omega tersenyum dingin, mengatur kacamata. “Aku dengar kamu diam-diam menemui artisku bahkan

  • Pesona Panas Tuan Idol   Coretan

    Tiga hari setelah menerima paket mengerikan dari seseorang, keadaan menjadi lebih tenang. Bodyguard yang disewa agensi menjaga Kento dan Asuki sangat baik. Bolak balik apartemen dan lokasi syuting, Kento tidak diganggu siapapun. Asuki setidaknya bisa sedikit bernafas lega, meski Kento tidak tahu apa-apa tentang paket itu Asuki tidak ingin bersikap berlebihan dan mencurigakan agar Kento bisa bekerja dengan tenang dan aman. Asuki menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai asisten Kento seperti biasa, walau kadang harus menghadapi sikap Kento yang manja. “Tolong jaga tuan Kento sebentar, aku akan ke parkiran mengambil pakaian ganti tuan Kento di mobil.” Asuki berujar pada satu orang bodyguard yang berdiri tidak jauh dari ruang set 2 tempat Kento tengah syuting. Bodyguard mengangguk mengiyakan perintah Asuki. Asuki berlalu menuju parkiran seorang diri. Parkiran berada tepat di ujung gedung dan mobil mereka ada di bagian tengah diantara mobil lain yang terparkir. Suasana parkira

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status