Share

Bab 13

last update publish date: 2026-07-11 00:42:17

"Nggak ada yang lihat," bisik Johan menolak mentah-mentah kepanikan pelayannya.

Bukannya menjauh, Johan justru semakin merapatkan tubuh tegapnya, mengunci pergerakan Nadya hingga punggung wanita itu menempel sepenuhnya pada permukaan cermin yang dingin.

Johan meneruskan ciuman panas itu tanpa memberi celah bagi Nadya untuk bernapas.

Bibirnya melumat ranum Nadya dengan rincian gerakan yang mendebarkan, mengisap bibir bawah dan atasnya secara bergantian dengan ritme yang semakin menuntut dan mene
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pesona Pelayan Tuan Muda   Bab 165

    Mobil mewah yang dikemudikan Juan meluncur deras menembus lorong khusus unit gawat darurat di salah satu rumah sakit swasta terbaik Jakarta.Begitu kendaraan berhenti sempurna, Johan langsung melompat keluar seraya menggendong raga mungil Nadya yang masih terkulai lemas tanpa kesadaran.Para petugas medis dan perawat sigap menyambut mereka dengan brankar, membawa Nadya secara cepat menuju ruang pemeriksaan privat spesialis obstetri dan ginekologi.Di koridor luar ruang pemeriksaan, suasana terasa begitu mencekam. Johan berdiri bersandar pada dinding marmer yang dingin, menolak untuk duduk sedikit pun.Pria itu menanggalkan jasnya, melipat lengan kemeja putihnya yang kini tampak sedikit kusut, sementara jemari tegapnya terus memijat pelipis.Raut wajahnya yang biasanya tenang dan dominan kini sepenuhnya dipenuhi oleh rasa cemas yang teramat sangat.Pendar mata kelamnya tak pernah lepas menatap daun pintu kayu yang tertutup rapat, menghitung s

  • Pesona Pelayan Tuan Muda   Bab 164

    Beberapa bulan telah berlalu sejak kehangatan dan keharmonisan membingkai kehidupan pernikahan Johan dan Nadya di rumah utama.Hari-hari tercipta dengan begitu indah; Nadya makin terbiasa menjalankan perannya sebagai Nyonya rumah yang dicintai seluruh staf, sementara Johan senantiasa meliputinya dengan perhatian serta kehangatan yang tak pernah surut.Namun, memasuki pertengahan bulan ini, Nadya mulai merasakan perubahan yang teramat aneh pada tubuhnya.Pagi itu, pendar mentari yang menerobos masuk melalui gorden kamar tidur utama menyambut gelombang rasa tak nyaman di perut Nadya.Begitu membuka mata, rasa mual yang hebat mendadak mendesak naik ke tenggorokannya.Nadya dengan terburu-buru menyibak selimut, berlari kecil menuju kamar mandi, lalu membungkuk di depan wastafel.Rasa mual yang pekat memicu gejolak hebat, meski yang keluar hanyalah cairan bening dan rasa asam yang menyiksa.Johan yang terbangun mendengar suara ketidaknyama

  • Pesona Pelayan Tuan Muda   Bab 163

    Sore harinya, pendar jingga matahari mulai membias lembut menembus kaca-kaca pencakar langit ibu kota.Usai menyelesaikan urusan kantor dan memastikan kondisi di rumah aman, Johan memboyong Nadya menuju kompleks apartemen eksklusif di kawasan Jakarta Selatan untuk menjenguk Meisya.Di sepanjang koridor menuju unit Meisya, Nadya menggandeng erat lengan tegap Johan.Rasa cemas yang sejak pagi menggelayuti benaknya perlahan terkikis, berganti rasa penasaran mengenai bagaimana situasi di dalam apartemen sahabatnya tersebut setelah seharian berada di bawah pengawasan Juan.Johan yang memegang kunci akses Cadangan, yang diberikan Juan melalui pesan singkat, menempelkan kartu pada sensor pintu.Bunyi bip halus terdengar diikuti engsel pintu kayu tebal yang bergeser terbuka pelan."Mei...?" panggil Nadya setengah berbisik sewaktu melangkah masuk ke dalam area foyer yang tenang.Namun, pemandangan pertama yang menyambut kedatangan mer

  • Pesona Pelayan Tuan Muda   Bab 162

    Di atas tempat tidur bermotif abstrak yang agak berantakan, Meisya terbaring lemas dengan wajah pucat pasi.Suhu tubuhnya masih cukup tinggi, meninggalkan rasa menggigil tipis di balik selimut tebal yang membungkus raganya.Derit pelan pintu kamar yang terbuka membuat Meisya menggerakkan kepalanya secara perlahan.Pandangannya yang masih sedikit kabur mencoba fokus pada sosok pria yang melangkah masuk seraya membawa sebuah nampan kayu.Juan melangkah tegap, masih mengenakan setelan kemeja formal dan celana kain tanpa jas yang sudah ditanggalkan.Raut wajah asisten pribadi Johan yang biasanya selalu dingin, datar, dan kaku itu kini memperlihatkan guratan kelelahan serta pendar cemas yang teramat sangat.Meisya yang lemas terkejut melihat kehadiran Juan yang biasanya selalu mengajaknya berdebat setiap kali mereka bertemu."Juan...?" bisik Meisya dengan suara parau dan nyaris hilang. "Kenapa... kamu bisa ada di sini?"Juan menghen

  • Pesona Pelayan Tuan Muda   Bab 161

    Pendar keemasan sinar mentari pagi menerobos masuk melalui celah gorden sutra, memancarkan kehangatan lembut di dalam kamar tidur utama.Usai malam yang begitu membara dan penuh gairah di ruang kerja, Johan telah memindahkan raga mungil istrinya kembali ke atas tempat tidur king-size yang empuk.Suasana pagi itu terasa amat tenang dan tenteram. Nadya terbangun perlahan, menyandarkan kepalanya di atas dada bidang Johan yang polos tanpa busana.Johan, yang bersandar pada headboard ranjang, melingkarkan lengan kekarnya di pinggang Nadya, sementara jemari tegapnya sibuk mengusap pelan punggung halus sang istri yang tertutup selimut kelabu.Momen manja di tempat tidur mereka nikmati sebelum Johan bersiap berangkat ke kantor. Johan sesekali menunduk, mendaratkan kecupan-kecupan manis di kening, pipi, dan bahu terbuka Nadya."Masih lelah, sayang?" goda Johan dengan suara baritonnya yang berat khas bangun tidur, menyunggingkan senyum tipis sewaktu melihat semburat merah di pipi Nadya."Mas Jo

  • Pesona Pelayan Tuan Muda   Bab 160

    Gairah yang menyelimuti ruang kerja pribadi itu kian tak tertahankan. Sentuhan jemari hangat Johan di balik gaun satin tipis yang tersingkap telah membakar habis sisa kendali diri mereka berdua.Uap panas dari teh chamomile di sudut meja terabaikan sepenuhnya, tergantikan oleh sengalan napas yang memburu dan detak jantung yang bertalu kencang di dalam dada.Johan tak lagi menahan hasrat kepemilikan mutlaknya.Dengan gerakan yang tegas dan mantap, pria itu menyingkirkan tumpukan berkas dokumen dan laptop ke tepi meja kerja kayu jati mahal tersebut, memberi ruang lapang bagi raga halus istrinya.Johan melepas kemeja putihnya hingga menyisakan torso tegap berototnya yang polos, lalu menarik gaun satin merah marun milik Nadya melintasi kepala hingga terlepas sepenuhnya.Di bawah pendar temaram lampu meja, raga polos Nadya terekspos sempurna—indah, halus, dan berkilau halus oleh pendar keringat tipis.Johan menunjukkan sisi maskulin yang teramat dominan dan buas sebagai seorang suami. Pend

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status