Share

Bab 36

last update publish date: 2026-07-13 17:58:11

Keesokan pagi harinya, rumah mewah itu kembali sunyi. Lyra belum juga menampakkan batang hidungnya sejak kepergiannya sore kemarin.

Di dalam kamar tamu lantai bawah, Johan yang baru saja mandi dan hanya mengenakan celana kain hitamnya, mencengkeram pergelangan tangan Nadya yang masih terbalut baju maid seksi tanpa apron.

Tanpa sepatah kata pun, pria bertubuh raksasa itu menarik tubuh mungil pelayannya keluar dari kamar, melangkah menuju sudut lorong paling gelap di bagian belakang rumah.

Di san
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pesona Pelayan Tuan Muda   Bab 176

    Aroma pengharum ruangan beraroma vanilla musk menguar lembut di dalam ruang tamu sebuah apartemen mewah di kawasan Jakarta Selatan.Namun, kemewahan ruangan berlantai marmer itu sama sekali tak mampu meredam atmosfer kelam yang dibawa oleh Lyra.Dengan gaun yang tak lagi rapi, riasan wajah yang luntur akibat lelehan air mata, serta mata sembap yang memerah, Lyra terduduk lemas di atas sofa beludru milik Sandra, sahabat lamanya dari lingkaran sosialita ibu kota.Di hadapan Sandra, Lyra menceritakan seluruh tragedi pahit yang baru saja menimpanya di kafe Senopati, tentang kebohongan Kevin, keberadaan istri sah pria itu, hingga lenyapnya seluruh tabungan dan uang pesangon miliaran rupiah yang kini menguap tak bersisa."Semua uangku habis, San. Habis tak berbekas!" raung Lyra dengan suara parau yang bergetar hebat, menangkup wajahnya dengan kedua tangan yang gemetaran."Kevin itu iblis! Dia penipu! Dia merampas seluruh harta simpananku dan membual soal proyek fiktif itu!"Sandra yang dudu

  • Pesona Pelayan Tuan Muda   Bab 175

    Suasana yang semula tenang seketika pecah ketika langkah kaki yang tak beraturan berpacu dengan suara jeritan histeris seorang wanita yang kehilangan seluruh akal sehatnya."Kevin! Jangan lari kamu, Kevin!" jerit Lyra dengan suara parau nan melengking.Dengan napas tersengal dan gaun mewahnya yang kini tampak tak rapi lagi, Lyra berlari mengejar Kevin yang tengah melangkah santai menuju mobil sedan mewah miliknya bersama sang istri sah.Sebelum pintu mobil Porsche hitam itu sempat dibuka, Lyra menyambar cengkeraman tangannya pada lengan kemeja Kevin secara paksa."Lepaskan!" cengkeram Lyra histeris, menyentak lengan pria itu hingga langkah Kevin terhenti.Kevin memutar tubuhnya perlahan. Wajah tampannya tak lagi menampilkan keramahan, melainkan kilatan kekesalan yang amat dingin.Istri sah Kevin yang berdiri di sampingnya hanya melipat tangan di dada, menyunggingkan senyum sinis yang sarat akan rasa jijik."Mau apa lagi kamu, Lyra?" bentak Kevin dengan nada suara yang teramat ketus."

  • Pesona Pelayan Tuan Muda   Bab 174

    Pagi itu, Lyra melangkah melintasi pintu kaca kafe dengan penuh rasa percaya diri.Tampilannya teramat modis; mengenakan gaun terusan rancangan desainer ternama, kacamata hitam berbingkai tebal, serta tas kulit bermerek yang mencolok di lengannya.Ia berniat menemui seorang relasi bisnis demi membahas kelanjutan investasi yang selama ini ia banggakan.Namun, saat langkah kakinya berbelok menuju area outdoor yang asri dan agak tersembunyi, indra penglihatannya mendadak menangkap sebuah pemandangan yang menghentikan detak jantungnya seketika.Hanya berjarak beberapa meter dari tempatnya berdiri, di sebuah meja bundar berbahan marmer, duduk seorang pria tegap berjas kasual yang teramat dikenalnya: Kevin.Pria yang selama ini mengaku sebagai kekasih setia yang tengah memperjuangkan masa depan bersamanya.Akan tetapi, Kevin sama sekali tidak sendiri. Pria itu tengah merangkul mesra bahu seorang wanita muda yang berpakaian tak kalah mewah.Tangan Kevin mengusap lengan wanita itu dengan begi

  • Pesona Pelayan Tuan Muda   Bab 173

    Pukul dua dini hari,Wanita muda itu mengerjapkan mata perlahan, merasakan sebuah desakan aneh yang tiba-tiba membuncah dari dasar perutnya.Bukan rasa mual morning sickness seperti biasanya, melainkan sebuah hasrat mengidam yang teramat spesifik, aneh, dan tak bisa ditawar lagi.Tenggorokannya mendadak terasa haus akan keasaman yang segar.Nadya melirik ke samping. Di atas peraduan king-size tersebut, Johan tertidur lelap dengan posisi wajah mendekat ke arahnya.Tangan tegap pria itu melingkar posesif di pinggang mungil Nadya, menjaga sang istri bahkan di dalam alam mimpinya.Nadya bergerak canggung, berusaha melepaskan pelukan kokoh suaminya tanpa membangunkan pria yang tampak begitu lelah usai mendampinginya seharian."Ugh... Mas..." cicit Nadya pelan, mencoba menggeser lengan tegap Johan.Namun, gerakan sekecil apa pun dari Nadya seketika mengaktifkan insting protektif sang pengusaha.Manik mata kelam Johan terbuka lebar dalam hitungan detik."Ada apa, sayang? Perutmu sakit? Mual

  • Pesona Pelayan Tuan Muda   Bab 172

    Hari ini adalah momentum khusus yang telah disiapkan Johan dengan matang: sesi foto dokumentasi perjalanan kehamilan pertama untuk mengabadikan setiap jengkal pertumbuhan calon buah hati mereka.Untuk menjaga kenyamanan penuh sang istri yang kini kian sensitif, Johan sengaja menyewa seorang fotografer wanita profesional kelas atas secara pribadi.Tak tanggung-tanggung, seluruh peralatan studio dipindahkan langsung ke dalam kediaman utama demi koleksi foto pribadi yang eksklusif.Nadya yang sedang duduk di depan meja rias kamar utama menatap bayangan suaminya melalui cermin.Pria tegap itu baru saja melangkah keluar dari area walk-in closet seraya membawa dua stel pakaian yang terbungkus rapi dalam kantong kain transparan."Mas... itu baju apa?" tanya Nadya penasaran, memutar tubuhnya sedikit.Johan berdeham pelan.Wajah tegas dengan rahang kokohnya menyunggingkan gurat kecanggungan yang teramat langka, namun tangannya dengan sangat hati-hati membentangkan pakaian tersebut di atas pera

  • Pesona Pelayan Tuan Muda   Bab 171

    Usia kandungan Nadya baru memasuki beberapa minggu awal, seharusnya belum menuntut persiapan apa pun secara fisik.Namun, ritme hidupnya bersama Johan selalu saja dipenuhi oleh kejutan-kejutan manis berbalut tindakan ekstra protektif yang tak terduga.Johan yang melangkah di sampingnya tiba-tiba menggenggam lembut jemari lentik Nadya, membimbing langkah sang istri menuju area sayap timur rumah utama.Area tersebut merupakan kawasan yang cukup tenang, tempat di mana sebuah ruangan luas yang tadinya difungsikan sebagai ruang kerja cadangan Johan berada."Kita mau ke mana, Mas?" tanya Nadya penasaran seraya mendongak, menatap profil samping rahang kokoh suaminya yang tampak begitu misterius.Johan tak langsung menjawab. Pria tegap berbalut kemeja kasual yang digulung hingga siku itu hanya menyunggingkan senyum tipis di bibirnya."Ada sesuatu yang mau aku perlihatkan padamu, sayang."Ketika mereka tiba di depan pintu kayu mahoni ganda yang megah, Johan menghentikan langkahnya.Jemari tega

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status