Share

Bab 56

last update Tanggal publikasi: 2026-07-21 17:01:37

Atmosfer di dalam kamar utama seketika membeku.

Johan tetap duduk di tepi ranjang seraya menatap lurus ke arah Lyra yang berdiri di ambang pintu dengan pandangan mata elang yang dingin, tenang, dan tanpa celah panik sedikit pun.

Bukannya menutup tubuhnya yang terekspos atau memasang raut cemas, karakterisasi Johan yang penuh kendali dan manipulatif justru terpicu.

Dengan gerakan yang sangat lambat dan disengaja, Johan meluruskan kakinya, melebarkan kedua pahanya, lalu jemari kekarnya dengan san
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pesona Pelayan Tuan Muda   Bab 66

    Pertanyaan retoris namun menohok yang dilontarkan oleh Juan menguap di udara kabin sedan mewah yang dingin.Johan terdiam sejenak.Pria itu mengalihkan pandangan matanya keluar jendela, menatap deretan pepohonan kota yang berkelebat cepat.Keheningan menyergap selama beberapa saat, membuat ketegangan tak kasat mata merayap di antara bos dan asisten pribadi tersebut.Johan menghela napasnya dengan panjang, sebuah helaan napas berat yang sarat akan pergulatan batin yang rumit."Aku masih bingung dengan perasaanku sendiri, Juan," aku Johan akhirnya dengan nada suara bariton yang teramat rendah."Entah apa yang sebenarnya sedang kurasakan saat ini. Apakah ini rasa bersalah... rasa sayang... atau sekadar bentuk tanggung jawab moral karena aku telah merenggut kesucian Nadya?"Sreek!Juan yang sedang memegang kendali setir seketika menatap kaca spion tengah dengan mata yang makin menganga lebar.Kalimat terakhir dari mulut sang atasan sukses memberikan hantaman kejutan baru yang tak kalah te

  • Pesona Pelayan Tuan Muda   Bab 65

    Suasana di dalam kabin mobil sedan mewah bermerek Jerman yang melaju sedang menuju restoran bintang lima itu mendadak hening mencengkeram.Johan duduk di kursi penumpang belakang dengan setelan jas yang sudah kembali rapi, sementara Juan fokus mengemudikan setir di depan."A-Apa? Jadi, Anda dengan Nadya... berselingkuh?!"Juan menganga lebar, sepasang matanya membola menatap bayangan wajah bosnya melalui kaca spion tengah.Kalimat jujur yang baru saja dilontarkan oleh Johan mengenai hubungan intim terselubungnya dengan sang pelayan rumah tangga sukses membuat asisten tepercaya itu tersentak hebat hingga hampir melupakan kendali kemudinya.Johan menghela napas kasar, mengalihkan pandangannya menatap deretan gedung pencakar langit di luar jendela mobil. "Biasa saja, Juan. Tidak perlu kaget berlebihan seperti itu."Juan langsung mengatupkan bibirnya yang sempat menganga, lalu menelan ludah pelan untuk menetralkan rasa terkejutnya. Namun, rasa penasaran yang teramat besar tak bisa ditahan

  • Pesona Pelayan Tuan Muda   Bab 64

    Johan bangkit berdiri sebentar, melucuti celana bahannya hingga tubuh kekar raksasanya yang berotot penuh terekspos sempurna di balik temaram cahaya ruangan.Tanpa membuang waktu sedetik pun, pria itu meraih kedua paha mulus Nadya, menghentakkan tubuh mungil pelayannya agar bergeser tepat ke tepian sofa kulit hitam yang dingin."Pak Johan... ahh!"Belum sempat Nadya menyelesaikan seruan kagetnya, Johan memosisikan tubuh tegapnya di antara kedua kaki Nadya, lalu dengan satu dorongan pinggul yang teramat kuat, dalam, dan presisi, dia menyatukan keintiman mereka secara utuh tanpa celah.Pakkk!Penyatuan yang mendadak dan tak berampun itu seketika membuat mata Nadya membola lebar.Suara jeritan nikmat bercampur kepuasan yang melengking tinggi lolos begitu saja dari tenggorokannya, memecah keheningan ruangan kedap suara berlantai atas tersebut.Dinding keintiman Nadya yang membasah hangat menyambut penetrasi keras milik Johan dengan remasan refleks yang sangat jepitan."Nghhh! Nadya... shi

  • Pesona Pelayan Tuan Muda   Bab 63

    Kancing demi kancing daster batik yang dikenakan Nadya terlepas satu per satu di bawah kelihaian jemari Johan.Pakaian tipis itu tersingkap perlahan, meluruh jatuh menyingkapkan kehalusan bahu mulus serta dada bagian atas Nadya yang seputih porselen.Berbeda dengan perlakuan liar penuh kepanikan tadi malam di rumah, kali ini setiap inci pergerakan Johan terasa teramat syahdu, penuh perhitungan, namun menyusupkan getaran dahsyat yang membuat sekujur tubuh Nadya berdesir hebat.Johan melepaskan lumatannya di bibir Nadya secara perlahan, meninggalkan jejak saliva yang berkilauan di bawah temaramnya pencahayaan ruang kerja eksekutif itu.Pria bertubuh raksasa itu menatap lekat pada gumpalan keindahan di bawahnya.Sorot mata elangnya tidak lagi memancarkan kebuasan yang terburu-buru, melainkan sebuah pemujaan jantan yang dalam dan begitu mengintimidasi."Pak... mhh..." cicit Nadya dengan suara yang hampir tenggelam, sepasang mata bulatnya sayu menatap Johan, jemari tangannya meremas pelan

  • Pesona Pelayan Tuan Muda   Bab 62

    "Jangan pernah mengatakan hal itu di depanku, Nadya!"Suara bariton Johan menggelegar rendah namun penuh penegasan mutlak.Pria itu kemudian menatap lekat-lekat wajah Nadya yang kini duduk di hadapannya di sofa kulit hitam.Sorot mata elangnya berkilat berbahaya, menolak keras bayangan bahwa pelayan mungil yang sudah menguasai seluruh pikiran dan hasratnya itu akan pergi melangkah keluar dari kehidupannya.Nadya menundukkan kepalanya sedikit, jemari halusnya saling meremas dan memainkan ujung kain jas Johan yang tergeletak di dekatnya.Rasa takut akan ancamannya sendiri beradu dengan keberanian untuk membela harga diri sang majikan."Saya bersungguh-sungguh, Pak Johan," cicit Nadya dengan suara bergetar namun sarat akan keseriusan."Tolong jangan gegabah. Saya... saya akan membantu Pak Johan mencari tahu semuanya sampai tuntas. Kita buktikan dulu semua kebusukan Ibu Lyra dan Kevin sampai kita pegang bukti yang tak terbantahkan.“Dan... andai memang ternyata semua ini hanya salah paham

  • Pesona Pelayan Tuan Muda   Bab 61

    Johan melangkah makin dekat, melepaskan cengkeraman ketegangan di bahunya, lalu melemparkan jas hitam mewahnya dengan asal ke atas sofa kulit di sebelah meja kerja.Pria itu kemudian menghela napas panjang, sebuah helaan napas berat yang menyiratkan puncak keletihan dari akumulasi drama busuk yang menggerogoti kehidupannya selama berbulan-bulan.Dia pun memutar tubuhnya, membelakangi jendela kaca raksasa, lalu menatap lurus ke dalam manik mata bulat milik Nadya."Aku ingin menyelesaikan semua sandiwara memuakkan ini secepatnya, Nadya," ucap Johan dingin."Aku sudah membuat keputusan. Dalam waktu dekat, aku akan melayangkan gugatan cerai pada Lyra. Dan aku akan mengabulkan tuntutan gono-gininya, aku akan memberikan sebagian besar uang yang dia minta agar dia angkat kaki dari hidupku."Sreeek!Sontak, sepasang mata bulat Nadya membola sempurna karena terkejut setengah mati.Jantungnya serasa berhenti berdetak seketika.Tanpa sadar, sifatnya yang vokal saat membela keadilan langsung meng

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status