แชร์

Bab 78

ผู้เขียน: M I S S R A H M A
last update วันที่เผยแพร่: 2026-08-06 11:53:45

Sore harinya, setelah puas beristirahat dan membersihkan diri di vila, Johan membawa Nadya keluar untuk menikmati udara segar di luar area pemukiman.

Mobil sedan hitam milik Johan melaju pelan menyusuri jalanan beraspal mulus yang menanjak, membelah kawasan hutan pinus yang sangat asri.

Udara di luar terasa sangat sejuk, diiringi gulungan kabut tipis yang perlahan turun menyelimuti sela-sela pepohonan tinggi.

Johan memarkirkan mobilnya di sebuah area lapang berumput, lalu mengajak Nadya melangk
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Pesona Pelayan Tuan Muda   Bab 124

    "Mas Johan... tatapan mata Mas Johan membuat saya gemetaran," bisik Nadya lirih saat Johan perlahan mengunci pintu ruang tengah dan berjalan mendekatinya dengan aura dominan yang amat pekat.Johan tidak membalas dengan kata-kata, melainkan langsung merengkuh tubuh mungil Nadya, mengangkatnya ke atas sofa dan melumat bibir manis itu secara mendalam, panas, dan menuntut kepasrahan mutlak dari kekasihnya.Desahan pasrah keluar dari tenggorokan Nadya saat lidah hangat Johan melesak masuk, mengaburkan seluruh sisa rasa bersalah dan kesedihan yang sempat menghimpit dadanya malam ini."Nghhh... Mas... Mas Johan..." erang Nadya terengah-engah sewaktu ciuman brutal itu perlahan turun melacak garis rahangnya, berpindah ke leher mulusnya dan menyesap kulit halus itu hingga meninggalkan jejak keperahan yang pekat.Jemari kekar Johan bergerak tanpa ampun, membuka seluruh pakaian yang melekat di tubuh Nadya dengan gerakan terburu-buru hingga raga polos tanpa busana itu

  • Pesona Pelayan Tuan Muda   Bab 123

    Ultimatum mematikan dari Johan berhasil memaksa Nyonya Kirana menarik diri dan menahan langkah kotornya untuk sementara waktu dari kehidupan pasangan tersebut.Ibu kandung Johan itu kini terkurung dalam ketakutan nyata akan ancaman kebangkrutan finansial dan hilangnya hak atas nama besar sang putra tunggal.Namun, kemenangan mutlak yang diraih Johan tersebut harus dibayar mahal dengan keretakan hubungan keluarga besar yang kini hancur total tanpa tersisa.Komunikasi antara Johan dan ibu kandungnya terputus sepenuhnya, menciptakan jurang permusuhan yang sangat dalam dan tak lagi bisa dijembatani oleh siapapun.Tidak ada lagi panggilan telepon formal, tidak ada lagi jamuan makan malam keluarga, dan tidak ada lagi sapaan manis di antara lingkaran sosialita elit.Suasana dingin dan mencekam yang tercipta di luar sana perlahan membawa beban guilt-trip yang amat berat bagi batin Nadya yang teramat sensitif.Gadis polos itu kerap duduk termenung di

  • Pesona Pelayan Tuan Muda   Bab 122

    "Pak Johan! Mohon tunggu sebentar, situasi di jalanan menuju kediaman Nyonya Kirana sedang sangat rawan!" teriak Juan seraya berlari mengejar langkah lebar sang majikan.Johan tidak menghentikan langkah kakinya sedikit pun, merebut kunci mobil sport mewahnya dari tangan Juan dengan tatapan mata merah menyala oleh amarah."Tetap di rumah dan jaga Nadya! Jangan ada satu orang pun yang meninggalkan pos penjagaan sebelum aku kembali!" gertak Johan dengan suara menggelegar.Laporan dari tim pengawal pribadi mengenai percobaan jebakan kotor terhadap Nadya sampai ke telinga Johan hari itu juga dengan seluruh detail pengakuan pelaku.Mengetahui bahwa sang ibu telah benar-benar menyeberangi garis batas toleransinya dengan menyewa orang asing kotor untuk mencelakai nama baik wanita pilihannya, murka besar meledak.Dada pengusaha tegap itu bergolak hebat, dibakar oleh kombinasi rasa benci, murka yang tak tertahankan, serta gairah protektif yang amat sangat pe

  • Pesona Pelayan Tuan Muda   Bab 121

    "Mbak Nadya, mohon maaf mengganggu waktunya sebentar," panggil seorang pengawal pribadi yang bertugas di area pintu gerbang depan melalui saluran intercom ruang tengah.Nadya yang sedang meletakkan cangkir teh di atas meja kayu menghentikan gerakannya, lalu melangkah mendekati intercom seraya menekan tombol bicara dengan ragu."Iya, Pak... ada apa di luar? Apakah Pak Johan sudah kembali dari kantor?" tanya Nadya dengan nada suara yang bergetar pelan."Bukan Pak Johan, Mbak. Ada seorang pria yang mengaku datang jauh-jauh dari kampung halaman Mbak Nadya dan ingin bertemu sangat mendesak," lapor pengawal itu.Muslihat yang dirancang Kirana melalui pihak ketiga secara terselubung akhirnya resmi diluncurkan pada siang hari yang terik tersebut.Pria suruhan Kirana mencoba melancarkan skenario jebakan kotor dengan berpura-pura menjadi sosok ramah dan kenalan lama dari kampung halaman Nadya.Pria asing berpenampilan sederhana itu mendatangi pos penjagaan luar, memasang raut wajah panik seraya

  • Pesona Pelayan Tuan Muda   Bab 120

    Nadya menarik napas panjang yang terasa sangat berat, meremas jemarinya sendiri di depan gaun sederhananya seraya melangkah mundur kembali ke teras.Meski Nadya menyadari sepenuhnya bahwa pengawalan super ketat ini adalah bukti kasih sayang dan upaya perlindungan Johan demi keamanannya, hatinya tetap tersiksa.Ia tahu betul bahwa Johan rela mengeluarkan puluhan juta rupiah dan mengerahkan pasukan bersenjata hanya agar tak ada bahaya yang menyentuh raga dan jiwanya.Namun di sisi lain, batin gadis polos kampung itu merasa makin terkekang dan terisolasi dari kebebasan hidup yang biasa ia rasakan sejak kecil.Ruang geraknya yang semula bebas di dalam kediaman megah kini benar-benar dibatasi oleh tatapan waspada dan kewaspadaan tinggi dari para pengawal bersenjata.Bahkan saat berada di ruang keluarga, dua personel pengawal tetap berdiri kaku di sudut dekat pintu penghubung, memperhatikan setiap gerak-gerik yang dilakukannya."Juan... apa Pak Johan betul-betul harus menaruh orang sebanyak

  • Pesona Pelayan Tuan Muda   Bab 119

    "Juan! Segera kumpulkan seluruh tim keamanan internal di ruang kerjaku sekarang juga!" perintah Johan dengan suara bariton yang berat dan menggelegar melalui sambungan telepon selulernya.Juan yang sedang berada di area selasar samping kaget mendengar nada suara pimpinannya yang teramat tegang, lalu segera mengangguk kaku di balik kemudi."Baik, Pak Johan. Dalam lima menit seluruh personel keamanan internal sudah siap berkumpul di ruang kerja," jawab Juan tegas tanpa berani bertanya lebih lanjut.Johan melempar ponsel mewahnya ke atas meja kerja jati, lalu melangkah menuju jendela kaca besar yang menghadap langsung ke arah pintu gerbang utama kediamannya.Naluri bisnis dan proteksi Johan menangkap firasat buruk bahwa Nyonya Kirana tidak akan pernah berhenti hanya pada gertakan verbal atau makian di meja makan keluarga.Menyadari ibunya kian nekat, dendam, dan berpotensi besar bermain kotor di belakang layar, Johan segera memutuskan untuk mengambil tindakan preventif berskala besar."P

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status