Share

Memberikanmu

last update Date de publication: 2025-10-30 14:46:13
Bimo baru saja mengarahkan tangannya ingin mengetuk pintu. Tangannya pegal karena Santi bukan hanya mengabaikan telpon, bel rumah bahkan ketukan pintu darinya juga Santi tidak peduli.

Riki membukanya. Saat pintu terbuka terasa sekali suasana begitu tegang. Seperti tegangan arus volt listrik. Mata Bimo dan Riki saling bertatapan. Lirikan mata Bimo melihat Santi keluar sambil memeluk pinggang Riki.

"Rupanya dia benar-benar lebih ganteng dari aku. Tubuhnya berotot dan lebih besar dariku. Bahkan
Aleena Marsainta Sunting

baca, Dicerai Suami Dinikahi Bos Kejam, Dituduh Mandul, Terjebak Cinta Tuan Arogan ig: @aleena.mars

| J'aime
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé
Commentaires (1)
goodnovel comment avatar
Eka Sulistiawati Vantresma
bagussss bgt
VOIR TOUS LES COMMENTAIRES

Latest chapter

  • Pesona Perawat Papa   Tidak Akan Goyah

    Langkah kaki petugas semakin menjauh.Suara borgol yang beradu perlahan menghilang bersama sosok Arka yang dibawa keluar dari gudang itu.Meski masih terselip kalimat terakhir yang mengerikan dari Arka, Santi tetap harus bangkit. Meski masa lalunya yang terbongkar membuat hatinya tidak karuan.Santi masih berdiri di tempatnya, memeluk Keenan dan Kinara erat. Tapi, tatapannya kosong. Napasnya tidak beraturan.“Sayang … kamu nggak apa-apa ?” suara Bimo pelan, mencoba menyentuh bahunya.Bimo harus menyakinkan diri kalau dia akan tetap ada bagaimanapun kondisinya. Tidak akan mundur karena dia benar-benar ingin semua kembali seperti semula. Pernikahannya tidak berantakan dan dia bisa membawa pulang Santi juga anak-anak ke keluarga besar Abdinegara.“Jangan,” bisik Santi. Bukan menolak. Tapi, dia seperti tenggelam dengan kenyataan beberapa saat lalu, “jangan ganggu aku dulu, bisakah kamu biarkan aku sendiri dulu!” Matanya perlahan terpejam.

  • Pesona Perawat Papa   Luka Lama

    Santi menatapnya dingin, dia benar-benar tidak menyangka sudah seperti ini pun Arka sepertinya tidak sadar. Padahal jika ditelaah, Arka sudah kalah. Baga berdiri tepat di depannya untuk pertama kalinya Arka benar-benar terpojok. Santi memeluk kedua anaknya erat. Bimo berdiri di sampingnya. Di tengah reruntuhan gudang tua itu semua akhirnya berubah. Tapi, satu hal jelas ini belum benar-benar selesai. Sirine semakin dekat. Merobek keheningan yang sejak tadi dipenuhi suara napas berat, tangisan bayi, dan dentuman sisa pertarungan. Arka tidak lagi melawan saat beberapa pria berseragam masuk dan langsung memborgol kedua tangannya. Anehnya, dia tetap tersenyum. Bukan senyum terpaksa ataupun putus asa, tapi senyum kepuasan. Santi yang masih memeluk Keenan dan Kinara merasakan sesuatu yang tidak beres. Hatinya yang sejak tadi kacau, kini justru terasa dingin. “Kenapa kamu senyum?” suaranya lirih. Arka

  • Pesona Perawat Papa   Game Over

    Arka terdiam sesaat. Bukan karena ragu melainkan karena dia menikmati momen itu. Tatapannya turun, menelusuri wajah Santi yang basah oleh air mata, lalu beralih pada dua bayi mungil yang tak mengerti apa-apa di dalam kereta dorong.“Selalu seperti ini …,” gumamnya pelan. “Kamu memang selalu memilih jadi martir.”Santi menggeleng cepat. “Ini bukan soal aku jad soki pahlawan atau apa pun. Ini soal menghentikan semua ini sekarang. Aku nggak mau siapapun terluka, apalagi ini karena diriku.” Arka terkekeh pelan, suara tawanya bergema di dalam gudang yang gelap. “Menghentikan?” Arka mendekat satu langkah, “kamu pikir ini bisa berhenti begitu saja?” suara Arka sedikit bergetar. Entah Santi merasa dia salah menilai atau itu juga perasaan luka yang Arka lukiskan dengan cara membabi buta seperti ini.Di layar, Bimo terpukul mundur. Tubuhnya nyaris jatuh, napasnya sudah tidak beraturan. Di sisi lain, Baga masih berdiri, tapi gerakannya mulai melambat. Jumlah lawan terlalu banyak.“Waktumu ham

  • Pesona Perawat Papa   Kisah Menakutkan

    Kali ini Santi tidak banyak berkomentar. Dia seperti pasrah saat mendengar ucapan dari Bimo. Semua yang dikatakannya memang benar, Baga belum pernah menikah ataupun memiliki anak.Santi merasakan dadanya sesak lagi memikirkan dua nyawa yang sedang terancam. Arka benar-benar kejam. Dia bahkan melakukan segala cara hanya untuk membawa Santi kembali ke sisinya. “Tolong jangan ribut lagi …,” suara Santi bergetar, tangannya juga gemetaran, “aku mohon … aku hanya ingin bertemu dengan anak-anakku,” Santi menatap keduanya.Kejadian ini sudah direncanakan dan Santi benar-benar tidak mengira pikirannya beberapa detik lalu sekarang malah menjadi bumerang yang menyerangnya balik. “Aku akan pergi menemuinya!” Santi sudah ingin meninggalkan mereka.“Tidak,” kata Baga tegas. Dia melarangnya karena merasa ini adalah jebakan yang disiapkan oleh Arka.“Nggak, aku harus segera menemuinya. Dia mau bertemu denganku dan anak-anakku, aku nggak mungkin tega membiarkan anak-anakku terancam,” hatinya semakin

  • Pesona Perawat Papa   Serangan Kata

    “Apa kalian akan terus ribut seperti ini?” Santi menatap mereka satu persatu. Tatapan yang juga penuh dengan kegelisahan.Dia juga tidak bisa mengingkari kalau masih ada perasaan takut dan campur aduk yang tidak bisa dijelaskan.“Apa aku benar-benar bisa mengakhiri semua?” batin Santi sedikit ragu apalagi dia habis merasakan serangan dadakan Arka yang mungkin saja akan menghilangkan nyawanya.“Kami bukan ribut sayang, ini hanya masukan kecil dari kami,” Bimo bukan sedang mencari pembelaan, dia hanya tidak ingin suasana kembali tegang setelah serangan baku senjata barusan. Dia yakin istrinya masih sangat syok.Tekad Bimo mengejar kembali cinta Santi sudah semakin bulat. Dia akan melakukan segala cara untuk memenangkan hati istrinya kembali. Bimo bertekad berkumpul kembali membina hubungannya yang sudah retak.Santi menghela napasnya sejenak, dia memang tidak pernah menyangka Arka akan melakukan penyerangan seperti tadi. Dunia Santi terasa seperti berada dalam sebuah acara realita tele

  • Pesona Perawat Papa   Hantu Gentayangan

    Mobil berhenti di sebuah rumah yang lebih tertutup dari sebelumnya. Rumah aman milik Baga. Begitu masuk, suasana langsung terasa berbeda. Lebih ketat. Lebih dijaga. Santi mengamati sekitar, dia benar-benar tidak menyangka akan mendapatkan perlakuan seprotektif itu. Baga memang benar-benar memperlakukan seperti barang yang sangat berharga. Bimo hanya bisa mendengus, “Apa-apaan ini? Dia sedang pamer?” hatinya tidak bisa mengumpat hal seperti itu. “Mulai malam ini, kamu nggak akan sendirian ke mana pun,” kata Baga. Santi mengangguk. Dia yakin Baga bisa melindunginya dengan sangat baik. Namun, belum sempat mereka melangkah lebih jauh ponsel Santi bergetar. Nomor tak dikenal masuk lagi. Meski ada sedikit terkejut, tapi Santi menatap layar beberapa detik kemudian mengangkat. “Halo?” tidak ada jawaban dari ujung telepon. Kemudian suara itu muncul, “Aku suka pilihanmu tadi.” Tubuh Santi langsung menegang. Dia tahu suara itu. Dia sudah menghapal nya. Arka, dia benar-benar seperti hantu ge

  • Pesona Perawat Papa   Membuat Kesempatan

    Bimo sekarang seperti laki-laki hidung belang. Berani berbohong hanya untuk menutupi perasaan dengan cinta pertamanya.Itu dilakukannya tanpa sadar.“Pantas saja, mama menelponmu berkali-kali nggak bisa. Mama hanya kasihan dengan istrimu,” ujar Rossa.“Santi? Ada apa? Kenapa dengannya, ma?” rasa kh

  • Pesona Perawat Papa   Tegangan Tinggi

    “Oke, aku berhenti! Maafkan aku!” setelah dengan pergumulannya yang cukup panas tadi akhirnya Bimo mengalah dan memendam hasrat liarnya pada Danira.Dia benar—benar menghentikan permainan gila tadi.“Aku bantu rapikan!” Danira menghela napasnya yang masih menderu, sisa—sisa sensasi itu masih sangat

  • Pesona Perawat Papa   Tidak Bisa Berhenti

    “Bi—Bi—Bimo … eum!” hampir kehilangan akal Danira dibuat panas oleh Bimo, tapi tidak ada lagi penolakan yang berarti, dia benar—benar menikmatinya. Apa yang dilakukan Bimo adalah secara tanpa sadar adalah hasrat liar Danira selama ini yang tidak pernah tersalurkan.“Ah … Danira … eum … aku benar—be

  • Pesona Perawat Papa   Tidak Keberatan

    “Apa maksudmu, hah? Aku tidak mengerti!” Danira kembali memalingkan wajah dan tidak berani menatap Bimo secara langsung.“Kau, apakah sudah tidak memiliki perasaan apapun padaku?” Tatapan Bimo semakin dalam dan sulit dilukiskan. Dia seperti melupakan Santi saat berhadapan dengan Danira. Yang terli

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status