Share

Sedang Sibuk?

last update Petsa ng paglalathala: 2024-07-21 22:38:38

Sebenarnya … Ryuga tunanganku,” aku Claudia dengan suara yang terdengar kikuk.

Lilia tak kuasa menahan tawa mendengarnya kala melihat perubahan ekspresi Idellia yang tadinya sumringah menjadi merengut.

“Tuh dengar baik-baik, Del. Mau jadi pelakor?” ledek Lilia. Dia melemparkan setangkai bunga palsu yang ada pada meja ke arah Idellia. Wanita itu sama sekali tak menghindar hingga bunga tersebut mendarat tepat mengenai wajah Idellia.

Yang lain mau tak mau tertawa, termasuk Claudia yang terkekeh ge
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (1)
goodnovel comment avatar
Tresna Sumirat Hermiati
lanjuuuuuuuut
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Pesona Presdir Posesif   FINAL

    “Kamu di mana, Runa?” suara Anjani terdengar tajam dari seberang telepon. “Bukankah aku sudah bilang? Aku cuma ke luar sebentar, Jani,” jawabnya santai. Tangannya memutar sedotan plastik yang baru saja dia lepaskan dari kemasan susu kotak strawberry di tangannya. “Sebentar kamu bilang?!” Aruna segera menjauhkan ponsel dari telinganya. Nada suara tinggi Anjani membuatnya kaget. Tak sengaja pandangannya tertuju pada jam di layar ponsel yang kini sudah menunjukkan pukul delapan malam lebih. Sementara dirinya sudah ke luar sejak awal kedatangannya ke kota ini. Jelas kepergiannya bukan waktu yang bisa disebut sebentar. “Kalau sampai Daddy-mu tahu kamu tidak bersamaku,” jeda Anjani dengan nada semakin panik. Dia mengembuskan napas berat dan melanjutkan, “aku bisa habis nanti.” Aruna menghela napas pendek. Dia menatap langit-langit kamar, seolah tengah memikirkan sesuatu yang jauh lebih rumit daripada kekhawatiran Anjani saat ini. “Tenang saja,” gumamnya pelan. “Aku sudah menghubungi D

  • Pesona Presdir Posesif   Terungkap

    Jika bukan karena menginginkan penjelasan lebih lanjut, Aruna tidak akan bersedia diajak menuju kamar hotel tempat Argus menginap. Perasaan canggung yang semula menyelimuti tergantikan oleh rasa penasaran. Siapa gadis yang mirip dengannya itu? Berbagai macam dugaan memenuhi benak Aruna. ‘Apa jangan-jangan Om Papa punya anak dari wanita lain selain Natasha?’ batinnya seraya menatap Argus yang tengah membuka tas dan mengeluarkan satu berkas. Aruna meringis. Jujur saja, sejak dulu dia tidak pernah memiliki prasangka baik terhadap ayah biologisnya itu. “Om Papa …?” panggilnya pelan, sedikit ragu. Mendengar itu, Argus langsung mengalihkan pandangan pada putrinya. Sorot matanya tampak jauh lebih lembut. Mungkin itulah yang membuat Aruna mempertimbangkan untuk menyuarakan apa yang ada di dalam pikiran. “Aku tidak pernah mendengar kabar soal Natasha lagi. Bagaimana dia sekarang?” Nama itu disebut lagi. Natasha. Wanita yang telah membawa Aruna ke dunia, juga sekaligus yang tega menelantar

  • Pesona Presdir Posesif   Satu Rahasia Lagi

    Satu ucapan Pras berhasil menggores luka baru di sudut hati Aruna. Dia tertegun. Di antara banyaknya hal yang bisa diucapkan, haruskah Pras memerintahkan dirinya untuk melepas pelukan? Alih-alih menuruti, lengan Aruna malah semakin melingkari erat pinggang pria itu, seolah lupa dengan situasi mereka saat ini. Aruna menempelkan kepalanya di dada Pras dan menantangnya, “Kalau aku tidak mau?” Beruntung Anjani cepat-cepat menyeret koper keduanya masuk ke dalam lift sehingga kini dia harus terjebak menyaksikan drama hubungan sepasang kekasih yang di ambang kehilangan harapan itu. Dia memilih tak bersuara. Namun, saat menengok ke belakang dan bertemu tatap dengan Pras, Anjani mengangkat jari tengahnya dan mengumpat padanya. Bibirnya bergerak mengatakan sesuatu. Tanpa suara. “Bas-tard!” umpatnya. Melihat Pras yang terlihat baik-baik saja tentu memancing kemarahan Anjani. Bisa-bisanya selama ini dia tak menghubungi Aruna, tapi bisa menghubungi Aland dan memberitahu kepergiannya ke

  • Pesona Presdir Posesif   Bab Bertemu Pras

    Satu minggu kemudian ….Agenda untuk pergi ke luar kota yang sudah lama ditunggu-tunggu Aruna, kini akhirnya terlaksana. Mobil yang ditumpanginya dari bandara baru saja tiba di depan hotel Aguwa Palace.Dengan semangat yang menyala, Aruna memilih menurunkan kopernya sendiri dari bagasi.Menyaksikan itu, Anjani menggelengkan kepala. Dia menyeletuk iseng dengan senyum samar menggoda, “Bisa sekalian bawa koperku juga nggak, Run?”Dan tanpa diduga, Aruna langsung mengiakan. “Boleh, sini,” angguknya.Seketika Anjani terperangah. Belum sempat dia mengatakan bahwa dirinya hanya bercanda, Aruna lebih dulu menyambar koper miliknya dan menyeretnya masuk ke dalam hotel yang cukup mewah itu.Aruna sempat memutar kepalanya ke belakang. “Kak Pras beneran menginap di hotel ini ‘kan?”Meski perasaannya diliputi rasa gembira, di sisi lain Aruna merasa cemas. Bagaimana jika ternyata dia tak bertemu Pras di hotel ini?Cepat-cepat Anjani menganggukkan kepalanya. “Iya, aku jamin Kak Pras menginap di hotel

  • Pesona Presdir Posesif   Ending Diana Garvi

    Pulang dari apartemen Anjani, senyum di bibir Aruna mengembang lebih lebar sampai-sampai Garvi yang menjemputnya sore itu merasa sedikit keheranan. Demikian, dibalik setir kemudinya, pria itu bertanya, “Apa ada kabar baik hari ini?”Di kursi penumpang, Aruna menoleh dengan penuh semangat. Kepalanya mengangguk kuat-kuat. “Yap, sebenarnya memang ada kabar baik. Tapi, karena ini masih rahasia, jadi Kak Garvi nggak boleh tahu dulu.”Seandainya saja kabar pernikahan Dirga diumumkan, bukankah itu akan menjadi kabar baik bagi orang-orang terdekatnya? Namun, karena sudah berjanji untuk tidak memberitahu siapapun, Aruna terpaksa mengunci mulutnya rapat-rapat.Pun, rencananya dengan Anjani yang akan pergi ke luar kota untuk mengurus urusan bisnis juga enggan Aruna beritahukan pada kakak laki-lakinya itu. Apalagi dia memiliki niatan lain untuk menemui Pras. Kalau sampai informasi itu bocor, besar kemungkinan pertemuan mereka akan gagal.Demi menghindari itu, Aruna memilih merahasiakannya dan mem

  • Pesona Presdir Posesif   Tawaran Anjani

    Aruna memiliki pilihan untuk menolak. Sayangnya, dia berakhir mengiakan permintaan Dirga. Tentu untuk mengulik tujuan tersembunyi pria tersebut. “Ada hubungan apa kamu dengan keluarga ini?” tanyanya sambil menoleh ke arah Dirga yang duduk di kursi kemudi mobil. Ya, keduanya sudah berpindah tempat dari cafe tadi dan meluncur pergi menuju mansion keluarga Blair. Mobil Dirga terparkir berhenti tak jauh dari mansion mewah di sekitar mereka. Belum sempat memberikan respons, ponsel Dirga berdering. Pria itu langsung mengangkatnya. Dan dalam hitungan detik, Dirga larut dalam pembicaraan panggilan tersebut. Sejujurnya Aruna merasa penasaran dan berniat menguping. Namun, itu bukan hal baik untuk dilakukan. Jadi, selagi menunggu Dirga selesai, Aruna mengotak-atik ponselnya. Pun, jari tangannya sibuk menekan layar ponsel. Aruna sibuk memikirkan hal lain, satu di antaranya adalah tentang keluarga Blair. Dia membatin, ‘Sudah lama aku nggak pernah melihat Natasha.’ Dimana wanita itu sekarang?

  • Pesona Presdir Posesif   Hampir Terbongkar

    Pertanyaan Rudi memancing rasa penasaran Ryuga untuk menoleh pada Claudia serta Emma yang buru-buru melerai pelukan dengan Claudia.“Sayang, kenapa menangis?” tanya Emma dengan perasaan khawatir.Claudia tersenyum getir. Dia menyeka bekas air mata di pipinya.‘Astaga, aku cengeng sekali hari ini!’ ucap

  • Pesona Presdir Posesif   Serius atau Tidak?

    ‘Lariiiiii, Claudia. Eh, tapi Ryuga nggak mungkin ngejar ‘kan?’Wanita itu menolehkan wajahnya ke belakang dan hanya melihat pintu ruangan Ryuga yang tertutup. Pria itu tidak turut ke luar dalam hitungan detik.“Claudia?”“Y-ya?”Seseorang memanggilnya dan Claudia langsung menatap lurus ke depan. Dia me

  • Pesona Presdir Posesif   Mengecek Kontak: Kang Sponsor?!

    “Kamu sepeduli itu dengan putriku, Claudia?”Ryuga merasakan hatinya menjadi hangat begitu Claudia menganggukkan kepala. Manik hitamnya menatap lekat sosok Claudia.Saat kejadian tersebut, fokus Ryuga hanya untuk menyelamatkan Claudia saja. Dia tidak memikirkan apa pun lagi, termasuk soal Aruna.“Di ma

  • Pesona Presdir Posesif   Tarik Ucapanmu

    Senyum yang terlukis di bibir tipis menggoda Ryuga seketika membuat Claudia menahan napasnya. Kedua pasang manik itu saling menatap satu sama lain.Pikiran Claudia meliar. Perasaannya menjadi berdebar tidak jelas. Terlebih Ryuga kian mendekatkan wajah, mengikis jarak di antara keduanya.Refleks, satu

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status