Home / Male Adult / Pesona Pria Plus-plus / Bab⁴⁰—Berhalusinasi~

Share

Bab⁴⁰—Berhalusinasi~

Author: Na_Vya
last update publish date: 2026-04-06 23:56:06

Dua botol bir yang dipesan oleh Bagas sudah kosong hampir tak bersisa. Dan pemuda itu nampaknya mulai mabuk. Terlihat dari kedua matanya yang sayu dan tidak fokus serta wajahnya yang memerah mirip kepiting rebus.

Rambutnya sedikit acak-acakan. Namun, tidak mengurangi ketampanan Bagas sedikit pun. Bibirnya sejak tadi tak berhenti meracau, mengumpat dan memaki Rachel, yang sudah mempermainkannya.

Waktu pun terus berjalan, dan malam semakin larut. Kafe sebentar lagi akan tutup, dan seorang w
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pesona Pria Plus-plus    Bab⁴⁸—Mulai mencari tau~

    Kata orang—kesempatan gak akan datang dua kali. Itu sebabnya, pertemuan tak disangka ini akan dimanfaatkan oleh Bagas sebaik mungkin. Ide dari Vanila, akan dijalankan oleh Bagas. Ya.. walaupun dia tahu kelanjutannya akan seperti apa. Apalagi sikap mantan teman sekolahnya ini sama sekali tidak basa-basi. Untuk ukuran seorang perempuan single yang berprofesi sebagai dokter, Theresa terhitung cukup berani. Mana ada baru ketemu udah langsung main gandeng tangan, dan ngajak ke apartemen. Kalau perempuan baik-baik, tidak akan mungkin melakukan hal-hal ganjil tersebut. Namun, Bagas masa bodo. Kali ini dia mencoba mengimbangi permainan Theresa, yang agaknya memang memiliki minat padanya. Bagas butuh Theresa untuk mencari tahu tentang Maudy, dan perempuan itu membutuhkannya untuk menuntaskan rasa penasarannya. Adil, bukan? Saat kakinya melangkah masuk ke unit yang luasnya hampir sama dengan unitnya, mata Bagas disuguhi dengan nuansa yang sangat feminim di dalam unit terse

  • Pesona Pria Plus-plus    Bab⁴⁷—Ketemu target~

    "Argh, sial!" Bagas memukul roda kemudi yang sama sekali tidak mempunyai salah padanya. Pemuda itu hanya meluapkan kekesalannya pada diri sendiri karena telah membuat Vanila marah, hingga mengusirnya. "Kamu mending pulang aja, Gas. Aku mau sendiri dulu."Saat Vanila menyuruhnya pulang tadi, Bagas melihat—betapa kecewanya gadis itu karena ulahnya, yang diam-diam bermain dengan Rachel. "Gue emang salah karena berani ngambil langkah ini. Gue juga tolol, sih... Bisa-bisanya gue ceritain semua itu ke Vanila. Padahal gue udah mutusin buat gak cerita ke siapa-siapa dulu." Hingga sampai saat ini Bagas pun masih bingung—mengapa Vanila bisa tahu jika belakangan ini dia sibuk dengan Rachel. "Kira-kira Vanila tau dari siapa, ya? Masa iya dia ke apartemen gue?"Buntu. Pikiran Bagas malah justru makin buntu. Kemarahan Vanila hari ini adalah untuk yang pertama kalinya. Bagas tidak pernah sekalipun melihat Vanila meledak seperti tadi. Bahkan untuk pertama kalinya pula Vanila menyebutnya 'bereng

  • Pesona Pria Plus-plus    Bab⁴⁶—Berubah berengsek~

    "Van, elo... nangis?" Bagas tidak salah dengar'kan? Vanila nangis? "Van..." Buru-buru Bagas naik ke ranjang, lalu mendekati Vanila yang sedang terisak. Dia pun memberanikan diri menyentuh pundak Vanila.. "Vanila, lo kenapa?" Suara Bagas terdengar sangat khawatir, karena jika pun Vanila sedang PMS, gadis itu tidak akan sampai sesedih ini. "lo lagi ada masalah, hmm?" Bagas berusaha untuk tidak menyinggung soal apa pun kali ini. Suasana hati Vanila sedang sangat sensitif, karenanya perempuan itu tahu-tahu ngambek dan nangis tidak jelas. Kalau Bagas sampai salah bicara sedikit saja, urusannya bisa makin runyam. Maka dia akan memilih Vanila meluapkan emosinya terlebih dahulu. Membiarkan perempuan yang sangat disayanginya menumpahkan tangisnya. "Ya udah, kalo lo belom mau cerita," kata Bagas setelah tak ada jawaban dari Vanila. Kemudian dia berbaring miring tepat di belakang punggung Vanila dan memeluknya. Bagas menciumi belakang kepala Vanila, lalu berkata, "gue bakal nung

  • Pesona Pria Plus-plus    Bab⁴⁵—Lagi PMS~

    "Maksudnya?" Bagas masih belum paham dengan ide yang dikatakan Vanila. Dia justru kepikiran niat Theresa yang memberinya kartu nama dengan tiba-tiba. Bukan hal yang aneh baginya, kalau perempuan memberinya kartu nama. Itu merupakan sinyal lain sebagai pertanda—jika akan ada pertemuan-pertemuan selanjutnya setelah itu. "Bagas!" Vanila menggetok kepala Bagas dengan sendok. "Aduh!" Bagas mengaduh, mengelus-elus kepalanya yang terasa sakit. "kejam banget, sih, Van?" Bibir bawah Vanila mencebik, dan menyahut, "Salah sendiri lemot!" Dia meletakkan sendok ke atas meja, bersedekap, menarik napas panjang dan berkata, "aku tuh lagi ngasih ide, kamu malah mikirin hal lain." "Siapa yang mikirin hal lain?" Tentu saja Bagas tidak mau mengaku karena dia masih ingin hidup. Menggaruk leher yang tidak gatal sama sekali, dia bertanya, "emangnya lo punya rencana apa?" "Gitu aja masa aku yang harus ngasih tau?" "Ya elah, Van..." Bagas paling males kalau disuruh mikir isi kepala cewek, tapi

  • Pesona Pria Plus-plus    Bab⁴⁴—Kesempatan~

    Untuk beberapa saat keduanya saling menatap, lalu Bagas memutus tatapannya lebih dulu. Bisa bahaya kalo kelamaan natap cewek cakep. "Elo langganan juga di sini?" tanya Bagas, berbasa-basi kembali untuk mencairkan suasana yang sempat kaku. "Baru-baru ini, sih..." Theresa menjawab sambil mengibaskan rambut panjangnya yang ujungnya basah terkena air hujan ke belakang, otomatis leher jenjang perempuan itu terekspos dengan jelas, dan... terlihat makin seksi. Bagas yang tak bisa mengalihkan pandangannya dari leher jenjang Theresa seketika menelan ludah. "Elo sendiri udah langganan di sini?" lanjut Theresa, dan Bagas langsung mengangguk cepat. "Gue sama Vanila sering ke sini," ucap Bagas, yang buru-buru mengalihkan pandangan pada Pak Yosi, yang sedang sibuk memilah ayam pesanan pelanggan. "Ternyata lo masih bareng sama Vanila?" Suara Theresa yang sedikit terdengar tidak suka, sontak menarik perhatian Bagas lagi. Bagas memerhatikan perubahan pada raut Theresa yang datar,

  • Pesona Pria Plus-plus    Bab⁴³—Ketemu temen lama~

    Semenjak hari itu hubungan Bagas dan Rachel terus berlanjut. Kesepakatan keduanya yang semula berdasarkan kerja sama untuk saling membantu, justru lambat laun berubah menjadi sesuatu yang bisa dibilang tidak sederhana. Dari awal, Rachel memang membayar Bagas, lantaran rasa penasarannya pada suami kontrak maminya itu. Sedangkan Bagas menerima tawaran Rachel semata-mata hanya ingin memanfaatkan statusnya yang sebagai putri semata wayang Roy Darmawan. Mungkin, tidak ada salahnya jika dia mengambil kesempatan tersebut. Lagi pula, tidak ada ruginya. Namun, semuanya justru tidak sesuai ekspektasi. Bagas yang sempat marah dan tak terima karena sifat Rachel yang egois, memutuskan hendak mengembalikan uang yang diberikan oleh gadis itu. Bagas tidak tahan dengan sikap Rachel yang seringkali mempermainkannya. Karenanya dia memutuskan mengembalikan sejumlah uang yang masuk di rekeningnya pada Rachel. Sialnya lagi, segalanya kembali berantakan akibat kecerobohannya, yang tidak bisa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status