Home / Rumah Tangga / Pewaris Kejam Itu, Adalah Suamiku / 5. Acara Ulang Tahun Bashira

Share

5. Acara Ulang Tahun Bashira

Author: Aksara Ocean
last update Last Updated: 2025-10-02 11:11:27

Bab 5 Acara Ulang Tahun Bashira

Hari ulang tahun Bashira akhirnya tiba. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang dipenuhi sukacita, sekarang Bashira merasakan kehampaan. Kado-kado yang diberikan teman dan keluarga pun menjadi tak berarti.

Bashira hanya duduk di ruang khusus keluarga, melihat lalu lalang penata rias yang masih sibuk mengurus Lita dan Dania.

Sementara di luar sana, awak media telah memenuhi halaman gedung tempat diadakannya acara. Selain pesta ulang tahun, mereka juga diberitahu akan ada pertunangan antara cucu dari keluarga Atmadja dan Pakusadewo.

"Arion kan udah selingkuh, buktinya ada di mana-mana, masa dia tetap mau ditunangkan sama Bashira?"

"Iya. Aku sih gak habis pikir. Mereka memang kaya, tapi gak kayak gini juga. Kasihan sama Bashira. Selain tertekan, dia juga pasti malu banget!"

"Iyalah! Satu-satunya orang yang gak tau malu cuma si Arion! Setelah perselingkuhan itu, dia enjoy aja bikin story sama bales-balesin komentar, seakan skandalnya itu bukan masalah besar!"

Sebagian besar tamu undangan merasa geram akan sikap Arion, juga keputusan dua pihak keluarga yang tetap menyelenggarakan acara pertunangan di hari ulang tahun Bashira. Menurut mereka, keluarga Atmadja dan Pakusadewo sangat tidak manusiawi. Mereka rela menggadaikan perasaan Bashira demi perjanjian keluarga.

"Pa, coba tanyakan sama Pak Gunawan, apa dia masih tetap ingin mempersatukan Bashira dan Arion?" Lita berbisik pada sang suami setelah wajahnya selesai dirias.

"Mama bisa lihat sendiri, Papa tetap mengundang banyak orang, bahkan Papa juga mengundang awak media. Itu artinya, Papa tetap serius ingin mempersatukan Bashira dan Arion."

Di sebelah Lita, Dania berdecak pelan. Sungguh tak habis pikir, mengapa Gunawan begitu bodoh dan gegabah.

"Aku yakin, Ma, Kakek Gunawan itu gak beneran sayang sama Shira. Kalau sayang, Kakek Gunawan pasti langsung ngamuk sama Arion dan membatalkan pertunangan ini," ucap Dania dengan mata memicing.

"Kamu betul, Sayang. Pak Gunawan cuma menjadikan Bashira sebagai alat. Kita 'kan tau, cuma Bashira yang masih lajang dan dekat dengan tetua Pakusadewo," balas Lita sambil tertawa geli, tentunya setelah Hadi pergi menyambut tamu.

Mereka berdua asyik bergosip, membayangkan bagaimana nasib Bashira setelah bertunangan dengan Arion.

Pasti semakin hancur. Bashira juga pasti akan jatuh sakit, karena tidak bisa menahan rasa malu dan beban mental atas kelakuan calon suaminya.

Sementara itu, Gunawan duduk dengan tenang di satu kursi, bicara dengan beberapa kolega bisnis yang baru saja tiba. Dari rautnya sama sekali tidak ada perasaan bersalah, gelisah, atau lainnya. Bashira yang melihat itu menjadi sangat sakit hati. Di tengah keramaian ini, ia seakan berdiri seorang diri.

"Shira!" Gunawan melambaikan tangan, memanggil cucu kesayangannya untuk mendekat.

Selain menahan napas selama beberapa saat, Bashira juga menahan rasa marah. Awalnya ia hendak berbalik, tapi Hadi menahannya.

"Datangi Kakek, jangan buat masalah," gumam Hadi memperingatkan.

Bashira mengepalkan tangan. Mau tidak mau, ia melangkah ke meja Gunawan. Menyapa semua orang di sana dengan senyum terukir palsu.

"Calon istri dari pewaris Atmadja sangat cantik. Kelak kalau kamu dan dia menikah, kalian pasti akan memiliki keturunan yang bagus."

Pujian itu terdengar seperti hinaan. Siapa pula yang ingin menikah dan punya anak dari lelaki tukang selingkuh? Andai tidak punya sopan santun, meja bulat di depannya sudah pasti akan ditendang oleh Bashira, sampai seluruh makanan di atasnya berakhir mengenaskan.

Sesaat kemudian, perhatian mereka teralihkan pada keluarga Atmadja yang baru saja tiba. Semua kamera mengarah. Lampu sorot menyala tanpa henti. Bashira menatap penuh dendam pada Arion yang masih sempat-sempatnya tersenyum dan menyapa wartawan.

Apa yang harus Bashira lakukan, agar lelaki kurang ajar itu kena batunya? Haruskah Bashira menghancurkan rencana malam ini?

****

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Pewaris Kejam Itu, Adalah Suamiku   24. Pertengkaran Hadi dan Bashira

    Bab 24 Pertengkaran Hadi dan Bashira"Pa, kenapa urusan di luar belum selesai juga? Ayo cepat pulang! Barusan Bashira mengamuk dan hampir menampar Dania!"Telepon dari istrinya membuat Hadi terpaksa menyudahi pertemuan dengan orang penting. Ya, lelaki paruh baya itu mampir ke tempat lain setelah pulang bekerja. Hadi berusaha mengumpulkan sekutu.Pulang ke rumah, orang pertama yang ia temui adalah Lita."Mama betul, Shira mau menampar Dania?""Iya, Pa!" jawab Lita berbohong. Lita mendramatisir keadaan, berkata bahwa Bashira tiba-tiba saja mengamuk saat mereka sedang bicara. Pada Hadi, Lita menyimpulkan Bashira kesal atas tingkahnya yang masih saja dingin.Di posisi Hadi, ia tidak terima atas tingkah Bashira. Menurutnya itu sudah sangat keterlaluan."Sekarang gimana sama keadaan Dania?" tanya Hadi khawatir."Dania masih nangis, Pa. Tapi sepertinya, lebih baik Papa temui Bashira lebih dulu. Minta dia supaya tidak mengulang kejadian tadi. Kasihan Dania!"Hadi mengangguk tanpa banyak berta

  • Pewaris Kejam Itu, Adalah Suamiku   23. Amarah Yang Pecah

    Bab 23 Amarah Yang PecahSabian bergegas pulang setelah mengantarkan Bashira dengan selamat, katanya harus bertemu lagi dengan seorang staff perusahaan, sebelum nanti singgah makan malam di rumah Wira.Bashira masuk ke dalam. Rasa lelah yang sempat hilang, harus kembali menyapa tatkala melihat ada banyak sekali barang belanjaan di atas meja. Sepatu, tas, dan lainnya berserakan di atas lantai."Menurut Mama mana yang bagus buat aku pake besok malam? Yang biru atau merah, Ma?" Dania memperlihatkan gaun dengan warna dan model yang berbeda di depan Lita.Sementara itu, Lita duduk di atas sofa, baru saja mencoba sepatu yang ditaksir harganya sampai belasan juta."Yang merah bagus, Sayang, nanti warna kulit kamu akan terlihat lebih cerah. Mama sarankan juga, besok malam rambut kamu digerai aja.""Tapi kalau digerai, nanti kalung yang baru kita beli gak kelihatan, Ma. Mama tau sendiri 'kan, temen-temenku itu nyebelin banget, mereka selalu nyari-nyari kesempatan bikin aku kesel!" Dania mengom

  • Pewaris Kejam Itu, Adalah Suamiku   22. Minta Maaf Lagi?

    Bab 22 Minta Maaf Lagi?"Boleh aku bertanya, Ra?" Sabian memulai pembicaraan lebih dulu, setelah lima menit terlewati begitu saja, sejak mereka masuk ke dalam mobil dan melakukan perjalan pulang menuju kediaman Bashira.Bashira menoleh sebentar, memberikan anggukan kepala sebagai izin."Ada masalah apa antara kamu sama Om Hadi?" tanya Sabian pelan, penuh kehati-hatian.Sempat timbul rasa terkejut di hati Bashira. Yang dilakukannya sekarang adalah menatap Sabian, cukup lama dan dalam."Jangan tatap aku begitulah, Ra," protes Sabian mencoba fokus dengan kemudinya. "Silakan jawab kalau mau. Tapi kalau keberatan, ya tidak perlu dijawab.""Kenapa kamu berpikir aku sama Papa punya masalah?" Bashira balik bertanya, penasaran dari mana Sabian tahu semuanya. Apakah lelaki itu punya indera keenam sehingga bisa menebak isi hati orang lain?"Bodoh kamu, Ra, mana ada kemampuan semacam itu di dunia ini." Bashira malah menyanggah dugaannya dalam hati."Aku sempat lihat kamu berusaha bicara sama Om H

  • Pewaris Kejam Itu, Adalah Suamiku   21. Perubahan Sikap

    Bab 21 Perubahan SikapBashira kerap memikirkan sikap Hadi, mulai menyalahkan diri sendiri karena tak bisa memenuhi keinginan sang ayah. Namun, Bashira benar-benar tidak bisa berbuat banyak, jika keinginan Hadi bersinggungan langsung dengan Hotel Pakusadewo.Begitulah hidup Bashira. Setelah mendiang ibunya meninggal, ia semacam memiliki ketakutan ditinggalkan orang tersayang. Dulu pun saat Hadi meminta izin menikah dengan Lita dan membawanya tinggal di rumah mereka, sebenarnya Bashira sempat menolak.Ia takut Hadi akan melupakannya, lebih menyayangi Lita dan Dania. Namun, semua kekhawatiran itu ditepis oleh sikap Hadi yang mampu bersikap adil. Tiap kali Dania berulang tahun, maka Bashira juga akan mendapatkan hadiah. Begitu pula sebaliknya.Bahkan setiap liburan keluarga, Hadi selalu menyempatkan waktu bicara berdua dengan Bashira, menceritakan ulang kenangan mereka dengan Sasmita—mendiang ibu Bashira.Lantas sekarang, kenapa Hadi tiba-tiba berubah? Kenapa ayahnya itu sangat berambisi

  • Pewaris Kejam Itu, Adalah Suamiku   20. Menyiram Bensin Ke Dalam Api

    Bab 20 Menyiram Bensin Ke Dalam ApiKabar diangkatnya Sabian menjadi wakil direktur telah menyebar, tak hanya menciptakan kehebohan di keluarga Atmadja, tapi Lita dan Dania yang bukan siapa-siapa dan tak memiliki pengaruh apa-apa, menjadi sangat heboh sekaligus tidak tenang."Aku gak habis pikir sama Om Wira, Ma. Selama ini yang berdedikasi di perusahaan pusat 'kan Arion, bukan Sabian. Terus kenapa malah Sabian yang diangkat jadi wakil direktur?" Dania mengomel tanpa henti, mengabaikan makanan lezat di atas meja makan. Ia tak berselera sama sekali."Kamu ini gak usah bersikap terlalu berlebih begitu," ucap Lita berusaha tetap tenang, padahal ia pun ingin berteriak keras setelah menerima kabar pengangkatan Sabian. "Mama yakin kalau Om Wira itu cuma mau menjalankan wasiat dari mendiang Pak Seno selama beberapa saat. Nanti kalau Sabian menimbulkan sedikit saja masalah, dia pasti akan langsung dipecat dan diasingkan lagi ke Kalimantan," tuturnya lebih panjang.Dania berusaha percaya, tapi

  • Pewaris Kejam Itu, Adalah Suamiku   19. Tantangan Untuk Sabian

    Bab 19 Tantangan Untuk SabianSetelan jas berwarna biru navy adalah pilihan Sabian untuk pergi ke kantor pusat di hari ini. Lelaki itu datang dengan gagah, ditemani beberapa staff kepercayaan Wira.Inilah hasil dari percakapan antara Sabian dan Wira, ketika Sabian menyempatkan diri datang ke kediaman keluarga Atmadja."Datanglah ke kantor seminggu setelah pertunangan kamu dan Bashira. Papa akan memberikan posisi yang tepat untuk kamu," ucap Wira kala itu.Sabian sempat merasa ragu, lantaran ia sadar akan ada banyak pihak yang menentang keberadaanya di kantor pusat. Dan apa yang ditakutkannya terjadi juga.Saat Sabian diminta datang ke ruangan Wira, beberapa petinggi perusahaan mencegat langkahnya."Kami pikir, kamu sudah kembali ke Kalimantan. Rupanya kamu malah mampir ke sini. Ada apa?" Anton yang memiliki posisi sebagai manager, alias adik Melani, bertanya ketus."Saya datang ke sini atas undangan Papa," jawab Sabian."Undangan macam apa yang diberikan Pak Wira pada kamu, Sabian?" Y

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status