로그인Saat kakaknya menghilang sehari sebelum pernikahan, Kayla dipaksa menggantikan posisi pengantin. Pernikahan dengan Xavier—pria dingin pewaris keluarga konglomerat—bukan hanya mendadak, tapi juga tanpa cinta. Bagi Xavier, pernikahan itu hanyalah formalitas bisnis. Kayla, yang berharap mendapat tempat di hati suaminya, justru tenggelam dalam kesepian dan ketidakpastian. Hari-harinya dipenuhi oleh luka bukan pelukan. Namun sampai kapan dia sanggup bertahan dalam neraka bernama pernikahan ini?
더 보기Angelo
Loss
I'm in pain ... Physically, emotionally, psychologically, and mentally. I can't explain the feeling that I am experiencing, and it feels like I've lost two of the most important people in my life.
I feel numb. I feel everything and nothing at the same time. The feeling sucks and I need Cleo right now. I can't do this on my own. I regret how I treated her when I woke up three days ago. I had heard the conversation between her and Daniel, and she was conflicted as to how to tell me what was going on and what had happened.
When I came around I was angry and again Cleo was by my bedside. She was at the receiving end of my rant. I didn't mean to be so mean to her ... I was hurting and I'm doing a very great job at hurting her.
She's always been sensitive, and she has taught me how to be a bit more gentle in the way I approached things but this time I messed up so badly. I lost it at her and she walked out upset. It was only after I spoke to Daniel, that I had realized I was way too hard on her. I called her last night and she sent my calls straight to voicemail. I had also texted her and she didn't respond.
I had two funerals to attend in one day and the first one was Luigi's funeral. Half of me is missing and it's because my brother is gone. I was allowed to be there because as it turned out I am half Massa and half Luca. Nicolai confirmed earlier what Cleo and Daniel knew; that I had inherited the Massa empire. I was at the Luca estate. While I was fixing my tie when the door to the main bedroom opened.
" Massa."
" Daniel, have you heard from Cleo? "
" No. She won't take my calls either. "
" I messed up badly and I love her. "
" She was going to tell you at the right time... Instead you just woke up and asked her to tell you; what was going on, and when she asked for time you kicked her out. "
" I didn't mean to. I was hurting."
" Listen to Angelo; I know that you are hurting and I can only imagine what you're going through because you suffered a double tragedy ."
" You also lost your brother. "
" Luigi and Cloudio loved you. "
" How am I going to get through today without my wife ?"
"She also hasn't checked in with the twins and Ava. My Mom is worried."
I started feeling tried too because it wasn't like Cleo not to call in and check in with the kids
"Where are my little angels? "
" They are with Florence and Nancy. "
"How are you keeping it together."
"Eleanor. She too hasn't heard from Cleo and her phone just rings. Marc too doesn't know where she is. "
I took a deep breath.
" Let me get through today ."
" You've got me. "
" Cleo."
" She didn't leave the country and we have eyes and ears everywhere. She will show up soon remember she also loved Claudio."
" He loved her too. Luigi also loved her and I understand why she can't come. "
" Both your brother and your uncle meant a lot to Cleo too. She wasn't keeping the truth from you. Are you in love with my sister? "
" With everything in me. "
" You of all people should know that she always tries to administer painless painfully. You'll feel it, yes, but she'll take the blow for you to make it feel less severe when it hits. "
" For what it's worth I'm thankful that you're here and Cleo is lucky to have you as a brother . "
Daniel walked over to hug me and let go
" So are you."
" I'm still in denial."
"We are family, aren't we? "
I sat on the chair and cried.
"We are. You are my older brother after all all
" I am. When you are ready to talk to Romano he will listen. "
" Our dad isn't heartless?"
" No, and you also have Salvatore who loves you. He just gives you a hard time because he wanted what you have. "
" My wife is off-limits."
" She'll probably be at your father's service. She refused to speak according to Blake. "
" I just don't know why she wouldn't. "
" It doesn't sound like her but something's going on with my sister and you have to do some major fixing up. For the mess you made."
" I have two funerals to get through and I need her around. "
" Everyone's been busy with a lot and the press is also going to be at your Uncle's funeral too. I've tried all I could to keep the kids out of the papers You have a reputation ."
" Had. I love your sister and with everything that is going on the girls I used to go out with would have bailed."
" Jane is also going to be there. "
" I need to tell Cleo about my history with her now Ex best friend. "
" Please don't fall off the wagon I'm here for you."
" Who's there for you when you are busy taking care of everyone."
" Eleanor and Salvatore. "
I lightly punched his shoulder.
" You have me now too. You are blood and I protect blood with my life."
" You are blood to Michelangelo and I always have your back ."
" You do know that Jane has every right to be at your Uncle's funeral too right?"
" I know and she's seated at the family section. I just hope your sister understands that I was a different person back then. I didn't mean to do what I did ."
" Jane forgave you didn't she? "
" She did. She also cheated on me when I was ready to work things out and she lied to me repeatedly ..."
I heard Daniel's phone vibrate and after one glance he gave me a grim look.
" To be continued ?"
" Yes. "
" Come on we need to go and say goodbye..."
" I'm not ready to say goodbye... "
" None of us are ever ready to say goodbye but let go. Fear holds on."
I wiped tears that were starting to spring out again.
" Love...Let's go."
©#KCMmuoe
Gedung kaca megah milik XKL Company berdiri di bawah langit sore yang berwarna keemasan.Bendera dengan logo XKL berkibar di depan halaman, mencerminkan cahaya matahari seperti lambang harapan baru.Para tamu dan wartawan memenuhi aula besar di lantai utama, di mana Xavier Anderson akan memperkenalkan visi perusahaannya kepada dunia.Beberapa bulan telah berlalu sejak Aurora lahir. Hidup Xavier berubah total. Tak ada lagi ambisi dingin atau malam-malam tanpa arah di kantor The Moons Company.Kini, setiap langkahnya dituntun oleh cinta, oleh tujuan yang sederhana tapi bermakna: keluarganya.Kayla duduk di barisan depan, mengenakan gaun pastel yang anggun. Wajahnya bersinar meski masih tampak lembut kelelahan seorang ibu muda.Di pangkuannya, Aurora tertidur pulas, dibalut selimut putih dengan logo kecil XKL di sudutnya. Anak kecil itu adalah simbol dari segalanya—awal baru, perjuangan, dan cinta yang menebus luka masa lalu.Ketika Xavier naik ke podium, tepuk tangan bergema.Sorot lamp
Beberapa minggu telah berlalu sejak malam penuh ketegangan itu. Rumah mereka kini dipenuhi suara lembut—tangisan kecil, tawa pelan, dan nada-nada kehangatan yang menenangkan hati.Kayla perlahan pulih, meski tubuhnya masih lemah. Di pagi hari, sinar matahari menembus tirai ruang keluarga, menyoroti wajahnya yang mulai kembali segar.Ia duduk di kursi goyang dekat jendela, menyusui bayi mungil mereka, Aurora Beatrice.Di sisinya, Xavier duduk santai dengan laptop terbuka, sesekali mengalihkan pandangan dari layar untuk memastikan Kayla nyaman.Ia lebih sering bekerja dari rumah sekarang. Ruang kerjanya tak lagi sunyi seperti dulu; kadang diselingi tawa kecil Kayla, kadang tangisan Aurora yang menuntut perhatian ayahnya.Dan setiap kali bayi itu menangis, Xavier akan segera bangkit, seolah panggilan kecil itu adalah perintah tertinggi dalam hidupnya.“Psst…” bisik Xavier, menghampiri bayi mereka yang baru saja berhenti menangis. Ia menatap wajah mungil itu dengan senyum lembut, lalu ber
Suasana di luar ruang bersalin begitu mencekam. Lampu indikator merah di atas pintu menyala, menandakan proses kelahiran sedang berlangsung.Setiap detik terasa seperti jarum yang menembus dada Xavier. Ia berdiri mematung di depan pintu, telapak tangannya dingin, napasnya tersengal meski ia berusaha tenang.Dari balik pintu tertutup rapat itu, suara jeritan Kayla terdengar lagi—serak, penuh rasa sakit, membuat darah Xavier seakan berhenti mengalir.“Kayla…” bisiknya lirih, seolah panggilan lembut itu bisa menembus dinding tebal dan memberi kekuatan pada istrinya di dalam sana.Ia menunduk, menatap lantai steril rumah sakit yang terasa seperti dunia yang membeku.Perawat berlalu-lalang, suara alat medis berdentang dari kejauhan, tapi yang ia dengar hanya satu: tangisan tertahan, napas tersengal, dan teriakan “tolong” dari orang yang paling dicintainya.Waktu seperti kehilangan makna.Xavier bersandar pada dinding, menutup wajah dengan kedua tangan. Di sanalah semua ketegangan menumpuk—
Waktu terus berjalan, dan kini usia kandungan Kayla memasuki bulan kesembilan. Perutnya membulat sempurna, kulitnya meregang dengan indah di bawah sentuhan lembut lampu kamar.Namun di balik senyum hangat yang sering ia tunjukkan pada Xavier, tubuhnya mulai terasa semakin berat, setiap langkah disertai napas yang sedikit terengah.Malam-malamnya pun tak lagi tenang — kontraksi palsu datang dan pergi seperti gelombang kecil yang mengingatkannya bahwa waktu sudah semakin dekat.Xavier selalu berusaha pulang tepat waktu. Begitu melewati pintu rumah, ia akan menggulung lengan kemejanya, melepaskan dasi, lalu menuju kamar tanpa menunggu lama.Kayla biasanya sudah duduk di ranjang, mengelus perutnya sambil berbicara pelan pada bayi mereka.Tanpa banyak kata, Xavier duduk di lantai, mengangkat kaki istrinya ke pangkuannya, dan mulai memijat dengan gerakan lembut.Jemarinya menyusuri betis Kayla, penuh perhatian dan kasih yang hanya dimiliki seseorang yang benar-benar mencintai.“Aku sudah bi
Malam itu, udara pegunungan begitu dingin hingga napas keluar dalam gumpalan uap putih.Di dalam vila yang hangat, api unggun di perapian memercik lembut, menerangi ruangan dengan cahaya keemasan yang berkilau.Suara kayu yang berderak sesekali terdengar, memberikan nuansa damai di tengah dunia yan
Mobil hitam dengan kaca gelap itu melaju mulus menembus jalanan berliku yang dipenuhi pepohonan hijau menjulang.Udara semakin sejuk seiring ketinggian yang mereka tempuh. Di luar jendela, kabut tipis menggantung di antara pepohonan pinus, dan sinar matahari pagi menyelinap malu-malu di celah-celah
Kayla berdiri terpaku di ambang pintu ruang kerja Xavier dengan raut wajah pucat seperti kertas.Di tangannya, dia menggenggam erat lembaran dokumen yang baru saja diberikan Mark kepadanya.Tubuhnya bergetar hebat dan napasnya memburu. Kata-kata yang tertera di atas kertas itu terasa seperti belati
Malam itu hujan turun deras membasahi halaman gudang tua yang jauh dari keramaian kota.Di dalam gudang, udara dipenuhi bau besi berkarat dan keringat ketakutan. Lampu gantung yang redup berayun pelan, menciptakan bayangan mengerikan di dinding.Di tengah ruangan, seorang pria berpakaian pelayan pe






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
리뷰더 보기