Share

6. Si Anak Haram

Penulis: Aksara Ocean
last update Tanggal publikasi: 2025-10-02 11:14:40

Bab 6 Si Anak Haram

"Apa perasaan Anda malam ini? Apa Anda senang akan bertunangan dengan Bashira Pakusadewo?" tanya seorang wartawan mengarahkan mikrofon dan kemera pada Arion.

"Tentu saja saya senang. Bashira adalah kekasih yang sangat saya cintai. Saya yakin dengan pertunangan malam ini, hubungan kami akan semakin erat sampai waktu pernikahan tiba," jawab Arion menyuguhkan senyum manis.

"Lalu bagaimana dengan skandal yang melibatkan Anda dengan seorang perempuan dua minggu lalu? Apa hubungan Anda dengan Bashira sudah membaik?"

Senyum manis itu langsung tenggelam. Terang-terangan Arion menatap tajam pada seorang wartawan yang baru saja bertanya. Namun, semua itu hanya berlangsung kurang dari dua detik, karena setelahnya Arion kembali melukiskan senyum.

Arion tidak menjawab pertanyaan tersebut. Ia memutuskan melengos, menghampiri Bashira yang masih bergabung dengan Gunawan.

"Sayang?"

Panggilan itu tidak meluluhkan hati Bashira. Ia asyik bicara dengan rekan bisnis kakeknya, seolah di sebelahnya tidak ada Arion. Sikap Bashira memancing lagi para awak media mengangkat kamera. Mereka merekam semuanya dari jauh, mulai menciptakan narasi-narasi untuk diunggah di platform masing-masing.

"Sebaiknya kamu duduk di sana," titah Melani tidak terima putra kesayangannya diacuhkan.

Dengan sangat terpaksa Arion menganggukkan kepala. Ia duduk dengan Melani, sedangkan Wira bergabung satu meja dengan Gunawan.

Tepat jam tujuh malam, pesta pun dimulai. Seorang pembawa acara memanggil nama Bashira agar naik ke atas panggung yang sudah di dekor sedemikian rupa. Perempuan yang satu itu berdiri anggun dengan wajah cantik dan tampilan mempesona, kendati tidak ada binar kebahagiaan di matanya.

Bashira hanya berusaha bersikap profesional agar Gunawan tidak ditimpa rasa malu.

"Sekarang ini adalah hari yang paling penting untuk Bashira Pakusadewo. Selain hari ini tepat berusia 25 tahun, Bashira juga akan menerima cincin pertunangan dari seorang pewaris dari keluarga Atmadja."

Keterangan dari si pembawa acara membuat Arion tersipu malu. Tanpa diminta oleh siapa pun, Arion berdiri dan bergabung dengan keluarga Pakusadewo yang lain di atas panggung.

Gunawan melirik sebentar. Muncul senyum tipis yang dipenuhi dengan banyak arti. Sayangnya, Arion tidak tahu apa arti dari senyum tersebut, lantaran hatinya terlampau senang akan segera bertunangan dengan Bashira.

Pertama-tama, acara ulang tahun akhirnya digelar. Di depan semua orang, Bashira meniup lilin ulang tahun dengan angka 25 di atas kue bolu tiga tingkat. Hatinya sedikit teriris. Sekali lagi, malam ini terasa sangat hambar. Malahan Bashira ingin sekali menangis juga menjerit saat semua orang bertepuk tangan seraya menanyakan lagu untuknya.

"Apalah arti pesta mewah ini, kalau aku gak bahagia?" keluh Bashira dalam hati.

"Sekarang, kita mulai acara pertunangan yang ditunggu-tunggu selama dua minggu ini." Gunawan bicara dengan pengeras suara.

Semua orang memperhatikan, ingin tahu apakah Bashira masih mau disentuh oleh Arion ketika bertukar cincin pertunangan?

"Saya ingin memberi tahu lebih dulu, bahwa laki-laki yang akan menjadi bagian dari keluarga Pakusadewo, adalah pewaris dari keluarga Atmadja. Dia adalah anak pertama Wira Atmadja, juga cucu pertama dari sahabat saya yang sudah meninggal bertahun lalu."

Tubuh Arion menegang. Matanya penuh menatap Gunawan.

Anak dan cucu pertama? Itu bukanlah dirinya!

"Baiklah, kita panggil saja Sabian Atmadja!" ucap Gunawan sangat lantang, membuat Arion membeku dengan wajah memerah padam. Arion malu bukan makin, sebab Gunawan tidak menyebut namanya.

Semua orang makin heboh, ketika seorang lelaki muncul, berjalan sendirian di atas karpet merah.

Sabian Atmadja, seorang anak haram yang dibawa Wira Atmadja ke rumah utama ketika baru berumur enam bulan. Seorang lelaki yang selama ini terkenal kejam, culas, juga brengsek.

Di tempatnya, Bashira menatap tidak percaya. Matanya bertemu tatap dengan Sabian yang sekarang telah berdiri di depannya. Senyum Sabian tersungging tipis. Bashira menelan ludah. Mengapa lelaki kejam ini yang akan menjadi calon suaminya?!

***

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Pewaris Kejam Itu, Adalah Suamiku   59. Kebersamaan

    Bab 59 Kebersamaan "Jangan takut sama Tante Lita ataupun Dania. Mereka gak punya kuasa apa-apa di sini." Bashira menenangkan empat asisten rumah tangganya."Terima kasih, Non, sudah datang dan membela kami," ucap Asih mewakili teman-temannya."Sama-sama, Bi. Aku juga makasih, karena Bibi dan yang lain lebih mendengarkan apa kata Kakek Gunawan.""Kami semua akan selalu berada di pihak Non Shira dan Pak Gunawan."Bashira tersenyum mendengarnya, seperti mendapat teman setia yang tak akan pernah pergi dari sisinya."Sekarang Bibi dan yang lain kembali bekerja, ya. Kalau Tante Lita berulah lagi, jangan sungkan memberi tahu aku." Bashira lantas meninggalkan dapur.Perempuan itu naik ke lantai dua, berganti baju dan membawa baju ganti lainnya. Malam ini ia akan menginap lagi di hotel. Hatinya yang masih kecewa pada Hadi, enggan sekali bertemu dengan lelaki paruh baya itu.Setelah selesai bersiap dan menenteng satu paper bag juga tas kerja, Bashira kembali ke bawah. Saat itulah ia berpapasan

  • Pewaris Kejam Itu, Adalah Suamiku   58. Menahan Malu

    Bab 58 Menahan MaluDatangnya Gunawan dengan membawa peringatan, otomatis membuat posisi Hadi semakin terancam. Selama beberapa saat, ia dan Lita kompak membisu di tempat semula."Pak Gunawan terlalu ikut campur, Pa. Dia merasa lebih berhak atas Bashira, padahal Papa adalah ayah kandung anak itu!" Lita menoleh pada Hadi, berucap sangat pelan tapi sarat akan amarah yang cukup besar.Hadi diam saja."Segera lakukan sesuatu, Pa, supaya Pak Gunawan tidak memandang rendah posisi Papa di rumah ini.""Diam, Ma!" titah Hadi tak mau mendengar apa pun lagi. "Papa Gunawan tau semua yang terjadi pada kita dan Bashira. Itu artinya, dia punya mata-mata di rumah ini."Lita melotot mendengar itu. Ia lekat menatap Hadi."Jadi maksud Papa ... semua orang yang bekerja di sini tunduk pada Pak Gunawan?"Hadi tak mau menjawab pertanyaan itu. Ia memilih berdiri."Mau ke mana, Pa?""Jangan pernah sekali pun membicarakan pernikahan Bashira dan Sabian di rumah ini.""Gak bisa begitu, Pa!" bentak Lita tak terim

  • Pewaris Kejam Itu, Adalah Suamiku   57. Ancaman Gunawan

    Bab 57 Ancaman Gunawan"Kita berdua tidak punya masalah, Ra!""Punya!" timpal Bashira mengingatkan. "Jangan pernah lupakan masalah yang Papa timbulkan sendiri!""Masalah apa maksud kamu ini? Kamu membuat seakan-akan Papa adalah orang tua yang buruk!"Bashira menatap tajam Hadi. Andai lelaki paruh baya itu bukan ayah kandungnya, mungkin ia akan langsung meludahinya tanpa ragu. Semua itu dikarenakan, Hadi sangat playing victim."Pertama, Papa mendesak supaya aku membantu Papa mendapatkan posisi lebih tinggi di hotel ini. Karena aku menolak, Papa makin berubah dan menganaktirikan aku. Kedua, Papa menyetujui hubungan Dania dan Arion, dengan maksud supaya aku merasa terusik, bukan? Dan yang ketiga, Papa terang-terangan menjadikan Dania prioritas." Bashira membeberkan semuanya tanpa ragu.Lita melotot mendengarnya. Sungguh berani sekali Bashira bicara panjang lebar seperti itu. Sementara Hadi dibuat bungkam seketika. Lelaki paruh baya itu perlahan mundur, satu hal yang membuat Lita menggera

  • Pewaris Kejam Itu, Adalah Suamiku   56. Amarah Di Tengah Malam

    Bab 56 Amarah Di Tengah MalamDada Lita seakan dihantam habis-habisan mendengar berita itu. Ia gegas berdiri. Gerakannya yang cepat dan tiba-tiba itu membuat Hadi terusik dari tidurnya."Ada apa, Ma?" tanya Hadi, dengan mata yang belum sepenuhnya terbuka.Lita tak menjawab. Ia masih sibuk mendengar ocehan Dania di telepon. "Sudah kamu pastikan, Dan, kalau Arion gak mengarang cerita?""Ya ampun, Ma, buat apa Arion mengarang cerita? Dari tadi mukanya kusut, aku sampai gak bisa bikin dia terangsang!" ucap Dania frontal."Ini semua gak bisa dibiarkan!" Lita langsung menatap tajam pada Hadi, setelah memutus panggilannya dengan Dania begitu saja. "Kenapa Papa gak ngasih tau Mama, kalau pernikahan Bashira dan Sabian akan dipercepat?""Apa?" Hadi bertanya linglung."Bashira dan Sabian akan menikah tahun ini, Pa! Papa pasti sudah tau kan?" tuduh Lita dengan jari mengacung ke wajah Hadi."Papa sama sekali gak tau soal itu, Ma!" sanggah Hadi. Lelaki paruh baya itu lekas meninggalkan kamar, henda

  • Pewaris Kejam Itu, Adalah Suamiku   55. Penolakan!

    Bab 55 Penolakan!"Bashira dan Sabian akan segera menikah."Arion mengacak rambutnya. Perkataan Melani beberapa jam lalu, berhasil menghancurkan mood-nya hari ini."Kita cari rencana untuk menggagalkan pernikahan itu, Ma!""Mana bisa! Di belakang mereka ada keluarga Pakusadewo!"Sekarang Arion memukul setir kemudi. Ia tak mampu membayangkan, jika kelak Bashira dan Sabian resmi menjadi sepasang suami istri. Itu artinya, jalan untuknya mendapatkan Bashira benar-benar telah buntu."Apa yang harus aku lakukan?" Arion menerawang jauh ke depan, padahal di depannya hanya ada tembok kokoh.Saat ini, ia sedang berada di basement klub malam, hendak menyusul Dania yang sejak tadi merengek minta ditemani. Sayangnya Arion tak bisa menolak, sebab Dania pasti akan curiga mengapa dirinya tiba-tiba tak jadi datang.Kepala Arion bertambah berat ketika masuk ke area klub. Musik berdentum keras. Puluhan orang berbaur, menari seperti kehilangan akal sehat. Pandangan Arion pun berkeliling, mencari di mana

  • Pewaris Kejam Itu, Adalah Suamiku   54. Pemain?

    Bab 54 Pemain?"Kamu kasihan sama aku, ya?" tanya Bashira saat di mobil."Apa kelihatannya begitu?" Sabian malah balik bertanya, menoleh sebentar pada Bashira.Sekarang Bashira diam. Sejak tadi, ia tak melihat Sabian menumpahkan sorot kasihan padanya. Lelaki itu malah terlihat seperti ingin memberinya perlindungan ekstra."Ra, aku tau betul kamu bukan perempuan lemah. Selama ini kamu bisa bertahan di rumah, meski di sana ada Dania dan Tante Lita. Tapi untuk berhadapan dengan Om Hadi, aku yakin kamu akan bertarung dengan perasaan kamu sendiri. Sejujurnya kamu enggan berkonflik dengan Om Hadi."Itu benar, dan Bashira tak perlu repot-repot membantah asumsi Sabian."Maka dari itu, serahkan Om Hadi padaku," sambung Sabian."Mau kamu apakan papaku?" tanya Bashira dengan mata memicing. Sejak masuk mobil, ia tak lagi mengenakan kacamata hitamnya."Nggak akan diapa-apain, kok. Tapi setidaknya kalau ada aku, Om Hadi akan segan memarahi kamu."Bashira tertawa mendengarnya. Ia percaya Sabian tak

  • Pewaris Kejam Itu, Adalah Suamiku   19. Tantangan Untuk Sabian

    Bab 19 Tantangan Untuk SabianSetelan jas berwarna biru navy adalah pilihan Sabian untuk pergi ke kantor pusat di hari ini. Lelaki itu datang dengan gagah, ditemani beberapa staff kepercayaan Wira.Inilah hasil dari percakapan antara Sabian dan Wira, ketika Sabian menyempatkan diri datang ke kediam

  • Pewaris Kejam Itu, Adalah Suamiku   16. Saling Mengenal

    Bab 16 Saling MengenalMakan malam kedua diadakan lagi, kali ini berjalan lancar tanpa hambatan. Setidaknya itulah harapan Bashira ketika pertama kali sampai di restoran yang sudah ditetapkan Sabian sebelumnya.Dengan langkah was-was, ia berjalan ke sebuah ruangan VIP, menatap kondisi sekitar. Syuk

  • Pewaris Kejam Itu, Adalah Suamiku   8. Tidak Ada Kekangan

    Bab 8 Tidak Ada KekanganSeberapa keras penolakan datang dari Arion dan Melani, nyatanya acara pertunangan tetap diadakan. Bashira telah bertukar cincin dengan Sabian. Masih ada perasaan tidak menyangka, karena sekarang Bashira menyandang status sebagai calon istri dari seorang manusia yang sekali

  • Pewaris Kejam Itu, Adalah Suamiku   7. Keputusan Bashira

    Bab 7 Keputusan Bashira"Apa-apaan ini, Kek? Kenapa Kakek malah memanggil nama Sabian, bukan namaku?!" Arion berteriak lantang. Harga dirinya seperti dijatuhkan dalam satu kali hentakan.Lelaki yang telah dipenuhi amarah itu maju ke depan, mencekal kerah baju Sabian lantas mendorongnya sekuat tenag

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status