Beranda / Urban / Pewaris Yang Teraniaya / Bab 13. BERDIRI TERTOTOK

Share

Bab 13. BERDIRI TERTOTOK

Penulis: MN Rohmadi
last update Tanggal publikasi: 2026-05-14 21:01:36

Bab 13. BERDIRI TERTOTOK

Di saat Dewa dan yang lainnya sudah keluar dari resto, tubuh Bagus tampak mulai dipenuhi keringat dingin. Rasa takut yang entah datang dari mana membuatnya sangat panik, namun rasa paniknya sama sekali tidak bisa dikeluarkan. Selain mulutnya yang membisu, tubuhnya juga tidak bisa digerakkan.

Rekan Bagus yang sebelumnya datang bersamanya langsung curiga terhadap keadaannya yang aneh. Mereka segera mendekat. Sebelumnya mereka tidak terlalu curiga dengan keadaan
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pewaris Yang Teraniaya    Bab 70. TAK BERDAYA

    Bab 70. TAK BERDAYA Buuum…! Prajurit Buto ijo itu langsung terjatuh ke tanah dari ketinggian lima ratus meter, ketika sebuah desiran angin mengenai tubuhnya. Padahal dia sedang terbang di antara dahan pohon purba raksasa, namun ketika tubuhnya terkena sebuah totokan yang datang entah dari mana, maka secara otomatis keseimbangan tubuhnya menghilang. Dengan menghilangnya keseimbangan tubuh, maka dia langsung jatuh begitu saja menghujam bumi. Untungnya prajurit Buto ijo ini mempunyai daya tahan tubuh bawaan yang sangat kuat, sehingga meskipun jatuh dari ketinggian lima ratus meter, tulang belulang nya masih utuh. Bahkan saking kuatnya tubuh dari ras Buto ijo ini, tubuhnya sama sekali tidak mengalami lecet maupun luka. Awalnya Dewa tersenyum penuh kemenangan melihat prajurit Buto ijo itu terjatuh dari langit. Dan membayangkan Buto ijo itu akan mati atau terluka parah. Akan tetapi apa yang ada dalam otaknya berbeda dengan apa yang terja

  • Pewaris Yang Teraniaya    Bab 69. SETOR NYAWA

    Bab 69. SETOR NYAWA Dan dengan ketinggian ini, mereka masih dipuja dan disembah oleh ras manusia yang lemah imannya. Sebagai bangsa Demit yang hidup di alam Mayapada atau alam Dewa, mereka mempunyai umur yang sangat panjang hingga ribuan tahun. Berbeda dengan ras manusia di zaman sekarang, mereka hanya bisa hidup hingga usia seratus tahun. Sementara di dunia Mayapada, mereka seakan tidak pernah menua dan selalu muda dengan masa pertumbuhan struktur tubuhnya sangatlah panjang. Bangsa Demit, jika di dunia manusia sudah berusia seratus tahun, maka di dunia Demit mereka masih usia balita atau sama dengan bayi berusia satu tahun. Bahkan bisa baru beberapa bulan usia anak di dunia Demit. Sehingga manusia menganggap dunia Demit atau Dewa sebagai dunia abadi, arti abadi di dunia Demit, bukan berarti mereka tidak bisa mati. Tentu saja mereka bisa mati, hanya saja usia mereka sangat panjang hingga ribuan tahun. Bahkan bagi Demit yang mempunyai kesaktian, usia

  • Pewaris Yang Teraniaya    Bab 68. TANTAKA RAJA BUTO IJO

    Bab 68. TANTAKA RAJA BUTO IJO Setelah memastikan kalau di dalam gua tidak ada bahaya, Dewa segera berbalik dan menyuruh Raja Cliring dan yang lainnya kembali. “Kalian kembalilah, saya akan bertapa di tempat ini.” “Baik Raden, kami mohon diri,” jawab Raja Cliring yang segera memimpin para jendralnya untuk kembali ke istana ras Cliring. Setelah Raja Cliring pergi, Dewa segera melangkah memasuki gua di depannya. Energi yang sangat kuat segera menyambutnya, begitu kakinya memasuki bagian dalam gua. Dewa tampak takjub saat semakin dalam memasuki gua ini. Karena semakin kebagian dalam, bukannya semakin gelap, akan tetapi suasananya semakin terang, meskipun tidak seterang saat terkena matahari. Akan tetapi yang membuat ruangan gua terang adalah adanya kristal-kristal energi yang menempel di dinding gua. Kristal-kristal energi ini beraneka warna, ada yang hijau, biru, putih dan merah. Pencahayaan dari pantulan kristal energi ini begitu menawan. B

  • Pewaris Yang Teraniaya    Bab 67. PERSEMBAHAN RIBUAN TAHUN

    Bab 67. PERSEMBAHAN RIBUAN TAHUN “Argh…. ampun… ampun… ampun…” Terdengar suara jerit kesakitan, disusul suara permohonan ampun yang sangat menyayat hati. Raja Cliring dan para jendralnya menjerit kesakitan, tubuh mereka menggelepar seperti ikan yang kekurangan air Lidah mereka terjulur dengan mata membengkak seakan mau keluar dari rongga nya begitu terkena tekanan aura membunuh yang dipancarkan Dewa. Bayangan milyaran mayat yang menggunung memenuhi seisi gua ras Cliring. Bayangan mayat itu berasal dari berbagai ras, ada ras manusia dan ras dedemit atau ras Dewa. Juga ada ras binatang siluman purba dengan berbagai macam bentuknya yang sangat menyeramkan. “Ampun… Raden, ampuni kami…” terdengar suara lemah dari mulut Raja Cliring yang sedang menggelepar seakan ada gunung yang sedang menghimpit tubuhnya. Senyum sinis melintas di sudut bibir Dewa, dia segera mengurangi aura membunuh yang dipancarkan. Begitu aura membunuh berkurang, Raja C

  • Pewaris Yang Teraniaya    Bab 66. DIKEROYOK SEPULUH JENDRAL SILUMAN CLIRING

    Bab 66. DIKEROYOK SEPULUH JENDRAL SILUMAN CLIRING Jren…. “Siapa kamu? Berani-beraninya memasuki istana Cliring!” bentak Raja Cliring yang mempunyai wajah seperti ular dan kadal purba dengan gigi-gigi tajam laksana binatang purba. Dewa hanya berdiri diam menatap Raja Cliring yang sedang berbaring diatas batu pualam berwarna hijau kaisar yang sangat murni. Dewa mengamati dengan seksama Raja kadal ular di depannya yang usianya sudah ribuan tahun, jika dilihat dari bentuknya. Dan dilihat dari kemampuannya yang bisa berbicara dengan bahasa manusia. “Hmmmm sepertinya kalian memang kadal ular yang sesungguhnya, bukan Naga seperti dalam cerita legenda di berbagai negara. “Siapa yang mengatakan kalau ras kami adalah ras Naga? Kami tidak pernah mengakui sebagai ras Naga.” “Betul juga, kalian memang benar-benar ras kadal ular yang sesungguhnya. Kalian tidak pernah mengaku sebagai ras Naga.” “Tentu saja, mana mungkin kami mengaku sebagai Naga dan merebut keh

  • Pewaris Yang Teraniaya    Bab 65. ISTANA CLIRING RAS KADAL ULAR

    Bab 65. ISTANA CLIRING RAS KADAL ULAR Begitu sampai di rumah, pemancing itu langsung masuk ke kamar dan tidur dengan tubuh menggigil, hingga akhirnya dia sakit selama tiga hari saking takutnya mendapatkan ikan sidat raksasa itu. Apalagi saat membayangkan saat melihat mata ikan sidat raksasa itu seperti mata seorang kakek tua yang sudah pasrah untuk dimakan Hingga akhirnya pihak keluarga dan kerabatnya datang menjenguk, dan begitu mendengar ceritanya, banyak orang menebak kalau Ikan sidat itu adalah ikan penunggu Kedung sungai Serayu tempat pemancing itu mencari ikan. Dan saking tua nya umur ikan sidat itu, hingga seperti mempunyai kesadaran spiritual dan berubah menjadi siluman. Keanehan lain terjadi, keesokan harinya, beberapa warga mendatangi tempat pemancing itu mendapatkan ikan sidat untuk membuktikan ceritanya, namun ikan sidat itu sudah tidak ada. Yang tersisa hanya kail, joran dan pakan ikan yang masih tergeletak di atas rerumputan. Hal ini ten

  • Pewaris Yang Teraniaya    Bab 28. DATANG KE SEKOLAH SMA NYA

    Bab 28. DATANG KE SEKOLAH SMA NYA “Bukankah Mas Dewa sudah mati?” “Huss… jangan keras-keras kalau ngomong, bagaimana kalau itu adalah arwahnya Mas Dewa yang ingin menjenguk sekolah ini.” “Hiii… bagaimana ini? Apakah kita sapa Mas Dewa?” “Kamu saja yang sapa sana, kalau saya sih nger

  • Pewaris Yang Teraniaya    Bab 27. MENGEJUTKAN SATPAM SEKOLAH SMA NYA

    Bab 27. MENGEJUTKAN SATPAM SEKOLAH SMA NYA “Argh…!” “Brengsek, apa-apaan? Kenapa mobil di depan mundur begitu kencang menabrak mobilku?” “Tiin… tiin… tiin…!!” “Hoi… bisa nyetir apa gak sih?” Suara klakson dan makian terdengar silih berganti berbarengan dengan jeritan dari penum

  • Pewaris Yang Teraniaya    Bab 22. SETUMPUK UANG YANG MENGEJUTKAN

    Bab 22. SETUMPUK UANG YANG MENGEJUTKAN Dewa yang sudah mengenal perbedaan waktu di dunia siluman dan di dunia Fana hanya bisa menganggukkan kepalanya, sambil tersenyum asam. Kemudian Dewa pura-pura bodoh agar tidak memperpanjang obrolan keluarganya Aisyah. “Kang makan dulu, sepertinya

  • Pewaris Yang Teraniaya    Bab 21. HUTAN ALUSAN ATAU HUTAN SILUMAN

    Bab 21. HUTAN ALUSAN ATAU HUTAN SILUMAN “Apa yang terjadi? Kenapa saya malah tidur? Bukankah sebelumnya saya sedang duduk bersemedi? Di mana mustika ungu itu? Kenapa menghilang?” Dengan kesadaran yang belum pulih seratus persen, Dewa mencoba berdiri. Kemudian dia memeriksa peti kayu jati d

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status