Home / Urban / Pewaris Yang Teraniaya / Bab 15. IBU MUDA

Share

Bab 15. IBU MUDA

Author: MN Rohmadi
last update publish date: 2026-05-15 23:42:22

Bab 15. IBU MUDA

“Tentu saja saya akan meninggalkan kota Sukabumi, apalagi saya memang bukan warga Sukabumi,” kata Dewa dengan santainya seakan tidak menanggung beban apapun.

Monalisa dan yang lainnya langsung terdiam begitu mendengar perkataannya, mereka tenggelam dalam pikirannya masing-masing. Hingga akhirnya Monalisa menghela nafas dan berkata, “Memang benar apa kata kang Dewa barusan, dia disini sedang berlibur. Jadi wajar kalau kang Dewa akan pulang ke rumahnya.”

Keempat s
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pewaris Yang Teraniaya    Bab 59. MISI TERAKHIR

    Bab 59. MISI TERAKHIR Senyum Dewa tersungging di sudut bibirnya, senyuman itu seperti senyuman milik Malaikat pencabut nyawa. Setelah menghabisi Carlita Atmaja dan suaminya, sosok Dewa kembali menghilang dan dalam sekejap sudah berada di langit tepat diatas Mansion keluarga Joko Atmaja atau paman ketiganya. “Sekarang giliran kalian yang harus menebus kembali apa yang pernah kamu lakukan kepada pemilik tubuh ini.” Pandangan spiritual Dewa langsung menembus dinding serta atap Mansion keluarga Joko Atmaja. Dalam sekejap terlihatlah dua sosok manusia sedang tidur tanpa busana dengan saling berpelukan. Sepertinya Joko Atmaja dan istrinya baru saja olahraga malam, sebelum tertidur karena kelelahan. Senyum puas terlihat di wajah kedua orang yang sedang tidur tanpa busana itu. Dewa yang melihat penampilan mereka yang tidak sopan tentu saja merasa kesal, kesadaran spiritualnya segera menyebar untuk memeriksa situasi mansion keluarga Joko Atmaja. Te

  • Pewaris Yang Teraniaya    Bab 58. EKSEKUSI MATI

    Bab 58. EKSEKUSI MATI Pengunjung Cafe langsung antusias mendengarkan pembicaraan suami istri ini. Sementara itu pasangan selingkuhnya tampak terdiam di kursinya, begitu mendengar percakapan kekasihnya dengan wanita itu yang ternyata adalah istri sahnya. Sementara itu Dewa yang sudah menyelesaikan makannya, terlihat duduk santai sambil membersihkan sisa minyak di bibirnya. Sepertinya dia tidak suka mencampuri urusan rumah tangga orang, perlahan Dewa berdiri dari duduknya. Apa yang dilakukan Dewa seketika dilihat semua pengunjung Cafe. “Lihat orang itu, mau apa dia?” bisik salah satu pengunjung Cafe sambil mengarahkan pandangannya ke arah Dewa. Begitu Dewa berdiri, seketika pandangan semua orang langsung tertuju padanya. Kedua orang yang sedang beradu argumen juga menghentikan aksinya, begitu melihat ada orang yang berdiri tak jauh dari mereka Mata kedua suami istri ini langsung tertuju kepada Dewa, dalam hati menebak-nebak apa yang akan

  • Pewaris Yang Teraniaya    Bab 57. KETAHUAN SELINGKUH

    Bab 57. KETAHUAN SELINGKUH “Lihat tuh ada cowok tajir jalan sendirian,” bisik salah satu pengunjung Cafe sambil menatap sosok Dewa yang sedang diarahkan ke sebuah meja yang kosong oleh seorang pelayan. “Iya tuh, Sus bagaimana kalau kita dekati?” “Bagus juga ide kamu, tapi tunggu sebentar lagi, siapa tahu dia sedang kencan dengan pacarnya.” Mata para pengunjung wanita terus menoleh ke arah Dewa yang sedang duduk sendirian menunggu pesanannya datang. Tentu saja Dewa tahu, kalau dia menjadi pusat perhatian oleh para pengunjung Cafe, tapi dia cuek menghiraukan tatapan para wanita. Hingga akhirnya di cafe ini kedatangan sepasang pria dan wanita, sepertinya mereka adalah pasangan kekasih, terlihat dari sikapnya yang sangat mesra. Mereka duduk tak jauh dari meja Dewa, wanita yang bersama pria ini sangatlah cantik dan diperkirakan usianya baru dua puluh tahunan. Sementara itu sang pria usianya lebih tua, kalau dilihat dari wajah dan penampilannya seki

  • Pewaris Yang Teraniaya    Bab 56. CALON MENANTU PUJAAN

    Bab 56. CALON MENANTU PUJAAN Dewa hanya bisa tersenyum dalam hati, karena semenjak dia hidup didunia fana ini, dia telah berulang kali berkata bohong. Padahal sifat aslinya adalah manusia yang jujur. Setelah Dewa menceritakan pengalamannya, kedua orang tua Arini tampak bisa memaklumi dan memaafkan kepergiannya. Hari ini suasana hati Arini dan keluarganya tampak sangat bahagia dengan kedatangan Dewa, sebagai calon menantu pujaan mereka. Dewa berada di keluarga Kusuma selama dua jam, setelah itu dia berpamitan untuk pulang. Dewa merasa hidup didunia fana ternyata cukup mengesankan, karena dia masuk ke tubuh pewaris yang kaya raya. Selain itu dia juga langsung mempunyai kekasih yang berwajah cantik dan berasal dari keluarga kaya. Dan yang paling membuatnya tenang adalah manusia didalam fana ini sudah tidak ada pendekar yang mempunyai kesaktian tinggi, seperti di dunia para Dewa. Keluar dari Mansion keluarga Kusuma, ternyata Dewa tidak langsung pulang keruma

  • Pewaris Yang Teraniaya    Bab 55. BERTEMU CALON MERTUA

    Bab 55. BERTEMU CALON MERTUA Ekspresi wajah Arini langsung menjadi cerah, begitu mendengar perkataan Dewa. “Beneran kamu mau main kerumah?” ucap Arini dengan penuh semangat. “Tentu saja beneran.” “Baguslah, Romo dan Bunda pasti sangat senang mendengar kabar ini. Saya harus segera mengabarkan kedatanganmu,” kata Arini sambil mengambil ponselnya dan menekan sebuah nomor. Terdengar nada tunggu sebentar, tak lama kemudian panggilan pun tersambung. “Hallo, ada apa Rin? Apa ada sesuatu?” Terdengar suara berat dari seorang pria seberang telepon. “Romo, Arini mau kasih kabar gembira untuk Romo dan Bunda,” kata Arini dengan penuh semangat membalas pertanyaan ayahnya. Ternyata yang menerima teleponnya adalah pak Kusuma, ayah dari Arini. “Kasih kabar apa, katakan saja. Apa kamu dapat nilai bagus kuliahnya?” “Ini tidak ada hubungannya dengan kuliah Arini,” kata Arini yang tidak langsung mengatakan kabar baik ini. Dia sengaja menunda mengatakannya

  • Pewaris Yang Teraniaya    Bab 54. BERBOHONG

    Bab 54. BERBOHONG “Dewa...!” Dari bibir merah Arini meluncur nama Dewa sambil menatapnya dengan tatapan tajam. Kali ini Dewa mulai menyunggingkan sebuah senyuman manis, tentu saja dia sedang bersandiwara dan berusaha menjadi Dewangkara Atmaja yang asli. Meskipun hal ini tidak seperti Dewa yang sebenarnya. “Ada apa sayang?” Arini tidak langsung menjawab pertanyaannya dewa, namun ekspresi wajahnya terlihat mulai membaik, begitu mendengar sapaan manja dari Dewa. Matanya segera memandang ke sekelilingnya, dan saat melihat ada puluhan pasang mata tertuju pada mereka, seketika itu juga rasa malu mulai menghantuinya. “Ayo kita cari tempat untuk berbicara,” dengan sigap Arini menggandeng tangan Dewa agar mengikutinya. Dengan tanpa daya, Dewa mengikuti ajakan Arini, dia harus bisa berperan dengan baik sebagai Dewangkara. Hanya saja dia belum terlalu tahu, sikap pemilik tubuh asli ini terhadap kekasihnya. Yang bisa dilakukan Dewa, hanya mengikuti a

  • Pewaris Yang Teraniaya    Bab 31. BERBOHONG DEMI KEBAIKAN

    Bab 31. BERBOHONG DEMI KEBAIKAN Dewa segera mengarang cerita yang tidak masuk akal, kalau dia masuk ke dunia jin, sehingga dia tidak terlihat. Tentu saja Dewa tidak mungkin menceritakan kejadian sebenarnya, kalau pemilik tubuh yang ditempatinya sudah mati dan dia yang sekarang berasal da

  • Pewaris Yang Teraniaya    Bab 28. DATANG KE SEKOLAH SMA NYA

    Bab 28. DATANG KE SEKOLAH SMA NYA “Bukankah Mas Dewa sudah mati?” “Huss… jangan keras-keras kalau ngomong, bagaimana kalau itu adalah arwahnya Mas Dewa yang ingin menjenguk sekolah ini.” “Hiii… bagaimana ini? Apakah kita sapa Mas Dewa?” “Kamu saja yang sapa sana, kalau saya sih nger

  • Pewaris Yang Teraniaya    Bab 27. MENGEJUTKAN SATPAM SEKOLAH SMA NYA

    Bab 27. MENGEJUTKAN SATPAM SEKOLAH SMA NYA “Argh…!” “Brengsek, apa-apaan? Kenapa mobil di depan mundur begitu kencang menabrak mobilku?” “Tiin… tiin… tiin…!!” “Hoi… bisa nyetir apa gak sih?” Suara klakson dan makian terdengar silih berganti berbarengan dengan jeritan dari penum

  • Pewaris Yang Teraniaya    Bab 26. KECELAKAAN PAGI HARI

    Bab 26. KECELAKAAN PAGI HARI “Kalian lihat Mas Dewa pergi kemana?” tanya Darius Atmaja setelah melihat kedua satpamnya. Dengan sangat sopan dan sedikit gugup, salah satu satpam segera menjawab, “Mas Dewa keluar, Pak.” “Keluar? Dia jalan kaki atau naik kendaraan?” tanya Angelina widodo

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status