Beranda / Romansa / Pijat Yuk, Mas! / Bab 48 Rekrutmen Pertama di Taman Suci

Share

Bab 48 Rekrutmen Pertama di Taman Suci

Penulis: Irbapiko
last update Tanggal publikasi: 2026-04-29 08:05:04

Sementara Nani mulai menancapkan taringnya di belahan Barat, Mirah justru merasa dunianya di wilayah Selatan semakin menyempit. Tugas baru dari Agam untuk mengisi kekosongan di Taman Suci terasa seperti beban yang menghimpit pernapasannya setiap pagi.  

Matahari pagi di wilayah Selatan terasa menyengat di depan ruko Taman Suci yang masih berbau cat. Mirah menggenggam map plastik berisi selebaran lowongan kerja yang baru saja dicetak. Dadanya berdegup kencang menatap bangunan yang

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pijat Yuk, Mas!   Bab 150 Bahagia di Tanah Kelahiran (Tamat)

    Raungan peluit masinis kereta api senja perlahan meredup di kejauhan, mengantarkan keheningan fajar yang melingkari lereng gunung Jawa Tengah.Mirah turun dari tangga gerbong besi terakhir, menghirup dalam-dalam udara perdesaan yang bersih tanpa sekat polusi semen metropolitan.Kini, keindahan alam desa terbentang sangat nyata di depan pelupuk matanya, membawa kedamaian jiwa yang teramat sangat murni.Mirah dan Jaya resmi meninggalkan gemerlap palsu Jakarta, menanggalkan seluruh kotak pandora dunia lendir yang mengurung batin mereka.Keterangan Tempat: Di sebuah gubuk bambu sederhana di tepi ladang jagung, hamparan kabut pagi nampak merayap lembut di atas pucuk daun hijau.Mirah melepas seluruh topeng estetika kota dan kebayanya, menggantinya dengan kain daster lurik longgar yang sangat luwes di kulit.Dia hidup damai bertani dan mengurus rumah tangga bersama Jaya yang mencintainya secara utuh apa adanya tanpa menuntut draf fisik.Taw

  • Pijat Yuk, Mas!   Bab 149 Fajar Baru Setelah Badai

    Deru mesin motor matic tua milik Jaya perlahan melambat, lalu berhenti tepat di seberang pelataran stasiun kereta api yang mulai disorot mentari pagi.Mirah turun dari boncengan sambil merapikan tas pakaiannya, memandang ke arah langit Jakarta yang nampak jauh lebih cerah tanpa kepulan duka.Kini, suasana pagi yang bersih beneran menyelimuti seluruh sudut jalanan kota, membawa hilangnya beban hitam kota yang selama ini menghimpit dada.Ruko lendir Selatan resmi ditutup selamanya oleh segel aparat, digantikan dengan proyek pembangunan legal berupa draf kompleks perkantoran baru.Menariknya, sesosok pria tegap dengan seragam dinas PDL kepolisian yang sangat necis nampak sudah berdiri menunggu di dekat pintu masuk peron.Elang yang ternyata seorang perwira intelijen melangkah gagah mendekati mereka, menyunggingkan senyuman maskulin yang dipenuhi rasa hormat.Dia memberikan penghormatan terakhir kepada Jaya dan Mirah atas keberanian mereka memba

  • Pijat Yuk, Mas!   Bab 148 Airmata dan Pertobatan Nani

    Rombongan terpidana ruko Barat baru saja digiring masuk ke dalam bus jeruji besi milik kejaksaan, menyisakan langkah gontai Mirah yang menembus lorong bawah tanah pengadilan.Ditariknya napas panjang oleh Mirah untuk menata sisa debaran dadanya, saat seorang petugas sipir wanita paruh baya menyodorkan secarik draf memo duka kusam.Kini, hawa dingin ruang kunjungan lembaga pemasyarakatan sementara mulai terasa menusuk pori-pori, membawa atmosfer ketulusan psikologis yang teramat mentah.Sebelum dipindahkan ke lapas wanita tingkat provinsi, Nani meminta pertemuan terakhir dengan Mirah di ruang kunjungan utama.Mirah melangkah perlahan mendekati deretan kursi besi, matanya langsung tertuju pada sesosok wanita yang duduk lemas di balik sekat kaca tebal.Deggg...Dengan baju tahanan oranye dan wajah polos tanpa riasan menor, Nani menangis tersedu-sedu meratapi kebodohan batin mudanya yang kini hancur lebur.Alasannya simpel, ketak

  • Pijat Yuk, Mas!   Bab 147 Kejatuhan di Balik Jeruji Besi

    Barisan mobil polisi bergerak menjauh dari pelataran perbatasan, menyisakan kesunyian fajar yang perlahan berganti menjadi proses persidangan kilat metropolitan.Dinding ruang sidang utama pengadilan negeri nampak sangat putih bersih, memancarkan atmosfer hawa dingin yang menusuk tulang kering para pesakitan.Kini, nasib dinasti haram ruko Selatan berada sepenuhnya di bawah ketukan palu hakim ketua yang bermata tajam tanpa ekspresi belas kasihan.Agam duduk membungkuk di kursi pesakitan tengah dengan pakaian tahanan jingga, rahang kejamnya nampak bergetar kaku menahan kecemasan batin.Seluruh aset kekayaan haram milik Agam disita negara tanpa sisa, termasuk draf tabungan gelap hasil pemerasan berdarah masa lalu.Ruko Taman Suci Selatan disegel total menggunakan garis polisi hitam kuning, memadamkan riuh gemerlap paket pelayanan "pijat yuk mas".Menariknya, Fandi duduk di sebelah Agam dengan seluruh dahi yang dibanjiri keringat dingin, terus

  • Pijat Yuk, Mas!   Bab 146 Kehancuran Para Penguasa Lendir

    Raungan sirine polisi mendadak memekakkan telinga, bergema beringas membelah sisa kabut subuh di sepanjang koridor jalur perbatasan Barat-Tangerang.Sorot lampu rotator berwarna biru merah berkelebat cepat menghantam dinding seng, memantulkan bayangan lari ratusan tikus got yang ketakutan.Kini, kepanduan hukum dari kepolisian pusat resmi mengunci seluruh akses pelarian, mengepung rapat setiap jengkal pelataran gudang tua tanpa celah.Tepat saat Agam dan Fandi mencoba kabur membawa koper uang saham, barisan mobil Brimob dan kepolisian pusat bentukan jaringan Elang mengepung seluruh area gudang.Gara-gara panik melihat barisan laras panjang mencuat dari balik pintu truk barak, Fandi nekat menyeret koper kulitnya ke sela batako basah.Ditariknya gagang koper itu dengan sisa tenaga maskulinnya yang kian melemah, mencoba menyelamatkan modal investasi ruko Selatan.Namun, seorang perwira Brimob bertubuh tegap langsung melompat taktis dari atas bu

  • Pijat Yuk, Mas!   Bab 145 Konfrontasi Segitiga Berdarah

    Moncong pistol revolver kecil berlapis krom di tangan Fandi berkilat kejam, membidik lurus ke arah kaki Jaya yang masih berdiri kokoh di atas tanah berlumpur pelataran gudang perbatasan.Fandi bersiap menembak kaki Jaya, jemari necisnya mulai menekan picu baja dengan seringai kepuasan kotor yang teramat sangat binal.Kini, fajar pertama mulai memecah langit kelabu, membawa hawa dingin mencekam yang langsung menguap bersama kepulan debu material bangunan.Gara-gara panik melihat ancaman maut di depan mata, Mirah berguling pasrah ke samping ban mobil Mercedes, mencoba memutuskan lilitan tali di pergelangan tangannya.Namun, Elang yang berhasil meloloskan diri dari ikatan berkat bantuan kode sandi Jaya, langsung menerjang barisan pengawal pusat tanpa rasa takut.Pipa besi silinder di tangan Elang berayun secepat kilat, menghantam pergelangan tangan Fandi sebelum pelatuk revolver itu sempat ditarik penuh.Brakkkk!Bunyi letupan s

  • Pijat Yuk, Mas!   Bab 132 Jebakan Lendir untuk Sang Pengawas

    Sandal selop Nani menghentak lantai selasar dengan bunyi ketukan yang sangat angkuh, meninggalkan Mirah yang masih berdiri mematung di samping meja kasir.Ditariknya napas panjang-panjang untuk meredakan sisa gemuruh di dadanya, Mirah langsung melirik ke arah Sari yang nampak kian pucat pa

  • Pijat Yuk, Mas!   Bab 128 Perburuan di Bawah Lampu Sorot Mobil

    Pecahan kaca botol masih berdenting pelan di lantai ruang arsip atas, beradu dengan teriakan histeris Nani yang kian melengking membelah kegelapan ruko.Jaya melompat bebas melewati celah kusen jendela lantai dua, mendarat dengan mulus di atas gundukan pasir basah proyek pelataran depan Ja

  • Pijat Yuk, Mas!   Bab 123 Intrik di Kamar Mandi Uap

    Uap panas beraroma rempah tiruan mengepul tebal di dalam ruang sauna belakang, menyembunyikan siluet tubuh para terapis muda eks-Barat.Sari masih berdiri gemetar di luar selot pintu, mendekap erat baki berisi wedang jahe sisa semalam dengan lutut lemas.Di dalam kamar mandi uap yan

  • Pijat Yuk, Mas!   Bab 122 Pertemuan VIP Sang Investor Baru

    Lembar coretan strategi di atas meja manajer nampak penuh coretan tinta hitam, beradu dengan berkas nota maut milik Mbak Sesil yang masih tergeletak angkuh.Mirah memijat pelipisnya perlahan, membuang sisa kantuk subuh yang masih menggelayuti sepasang kelopak mata barunya.Kini, jar

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status