Home / Romansa / Pijat Yuk, Mas! / Bab 123 Intrik di Kamar Mandi Uap

Share

Bab 123 Intrik di Kamar Mandi Uap

Author: Irbapiko
last update publish date: 2026-05-29 08:05:10

Uap panas beraroma rempah tiruan mengepul tebal di dalam ruang sauna belakang, menyembunyikan siluet tubuh para terapis muda eks-Barat.

Sari masih berdiri gemetar di luar selot pintu, mendekap erat baki berisi wedang jahe sisa semalam dengan lutut lemas.

Di dalam kamar mandi uap yang buram itu, Nani sedang duduk bersandar memamerkan tumpukan uang tunai di atas kursi kayu.

Intrik di kamar mandi uap yang sengaja dirancang oleh Nani dan Maya kini mulai bergerak mematangkan s

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pijat Yuk, Mas!   Bab 143 Perangkap di Kamar Temaram

    Langkah kaki Fandi yang angkuh berdentang keras saat dia melangkah melewati batas pintu kaca lobi depan ruko Taman Suci Selatan.Kini, hawa panas siang hari mulai membakar aspal proyek, membawa atmosfer penindasan modal kota yang kian menusuk relung batin.Fandi datang bersama Nani untuk mengeksekusi kontrak privat membawa Mirah ke vila Puncak, menggenggam draf saham tiga puluh persen dengan jemari necisnya.Gara-gara panik melihat rombongan preman pusat kembali mengepung pintu keluar, Sari langsung berlari tersaruk-saruk menuju dapur kotor belakang.Sari berniat menyembunyikan sisa draf manifes ambulans hitam, namun langkah mudanya mendadak diadang oleh sosok bertubuh sintal.Maya berdiri tegak di depan sekat lorong yang gelap, menyunggingkan senyuman binal yang dipenuhi kelicikan psikologis tingkat tinggi.Di saat yang sama, Maya berhasil menjebak dan mengintimidasi Sari hingga rahasia pergerakan Jaya di perbatasan bocor ke kuping Nani.

  • Pijat Yuk, Mas!   Bab 142 Dosa Masa Lalu Keluarga Agam

    Selot baja kotak besi itu menggelinding jatuh ke atas tumpukan tripleks, memecah kesunyian barak bawah tanah gudang perbatasan yang pengap.Jaya mengusap butiran keringat dingin di dahinya, ditariknya lembaran draf kertas kusam yang menyembul dari dalam rongga kotak.Bau kertas tua yang menyengat langsung menyerbu indra penciumannya, membawa atmosfer kilas balik psikologis yang sangat mentah.Masih di gudang perbatasan, Jaya menemukan draf surat lama yang mengungkap sejarah hitam berdirinya jaringan maksiat ruko Selatan.Lembar demi lembar draf surat perjanjian sepihak itu dibaca Jaya dengan sepasang mata yang kian menyala tajam menembus remang.Tertulis jelas di sana, bisnis “pijat yuk mas” milik Agam ternyata dibangun di atas darah dan perampasan tanah keluarga Elang di masa lalu.Alasannya simpel, sertifikat tanah perkampungan lama milik orang tua Elang dikubur paksa lewat intimidasi preman pusat bentukan Agam.Degg

  • Pijat Yuk, Mas!   Bab 141 Membongkar Siapa Elang Sebenarnya

    Sisa cipratan air hujan dari aspal basah jalur perbatasan masih menetes di roda motor matic tua milik Jaya, meninggalkan jejak sunyi di balik semak belukar.Jaya mematikan mesin udurnya, menyelinap cepat di antara bayangan seng karatan tanpa menimbulkan derit logam sedikit pun.Kini, pembukaan Sub-Arka Investigasi dimulai secara senyap di bawah kepungan kabut dingin yang kian menusuk tulang.Jaya berhasil membuntuti ambulans hingga ke gudang tua perbatasan, matanya mengunci pintu belakang bangunan yang dijaga satu preman pusat.Keterangan Waktu: Sejurus kemudian, sang penjaga berbadan tegap itu melangkah menjauh menuju warung kopi remang, memberi celah sempit yang menguntungkan.Jaya bergerak taktis laksana hantu proyek harian, meloloskan tubuh kekarnya melewati ventilasi udara yang jebol.Dia berhasil menyusup ke ruang arsip darurat di dalam gudang, tempat tumpukan kardus draf manifes lama ditata berantakan.Aroma kertas lembap dan d

  • Pijat Yuk, Mas!   Bab 140 Jejak Roda di Aspal Basah

    Langit di atas ruko Taman Suci mendadak pekat, seiring gemuruh angin kencang yang membawa bau tanah kering terbakar.Hujan deras mengguyur Jakarta Selatan dengan sangat beringas, menghantam atap seng ruko dan mengubah pelataran semen menjadi kubangan air keruh.Kini, tetesan air sedingin es mulai menembus sela-sela gorden lantai dua, tempat Mirah berdiri dengan kecemasan batin yang kian menyiksa.'Gusti, badai kota malam begini bener-bener bikin ciut nyawa, semoga si Jaya gak mati kedinginan di atas motor matic tuanya,' ratap Mirah liris.Gara-gara panik mendengar raungan mesin besar di luar, Mirah menempelkan wajah cantiknya ke kaca jendela yang buram berembun.Ambulans hitam milik Agam mendadak transit di pelataran ruko untuk mengambil suplai obat-obatan dari Nani sebelum memindahkan sandera.Mobil angkut medis tiruan itu berhenti tepat di bawah sorot lampu lobi, menyisakan jejak ban yang dalam di sela pasir proyek.Deggg...

  • Pijat Yuk, Mas!   Bab 139 Langkah Pertama Menuju Perbatasan

    Sisa bayangan tubuh tegap berhoodie hitam milik Jaya perlahan melebur bersama kabut fajar metropolitan, meninggalkan pintu besi darurat dapur kotor ruko Taman Suci yang tertutup pelan.Mirah mematung di balik kaca koridor atas, meremas kain kebaya rendanya yang terasa dingin diterpa hembusan angin subuh.Kini, keputusan besar telah diambil dengan segenap keberanian mentah seorang kuli bangunan desa.Jaya resmi berhenti jadi kuli bangunan di ruko Selatan untuk bergerak bebas, menolak upah harian demi memburu jejak sandera Elang.Deru mesin motor tua milik Jaya mendadak memecah keheningan jalan raya, suaranya yang batuk-batuk mempertegas usia mesin yang sudah udur.Dia memacu motor matic tuanya menembus kabut subuh menuju jalur perbatasan Barat-Tangerang, menggenggam erat draf manifes kecil di balik saku kainnya.Alasannya simpel, sisa waktu pembebasan Elang beneran kian menyusut seiring merambatnya sang fajar menembus langit kota.Kece

  • Pijat Yuk, Mas!   Bab 138 Bisik-Bisik Pelarian Bawah Tanah

    Sari masih memeluk erat tubuh gemetar Mirah di tengah keheningan kamar VVIP nomor satu, setelah langkah kaki Fandi yang angkuh lenyap dari koridor tangga.Mirah menyeka sisa air mata panasnya dengan ujung kemben sutra hijau, mencoba menghentikan kepanikan batinnya yang sudah melampaui batas waras.Kini, malam kian merambat pekat menuju tengah malam buta, mengubah riuh bising ruko Selatan menjadi kesunyian yang mencekam.'Gusti, si Fandi beneran mau seret tubuh gue ke vila privatnya besok siang, gue harus bergerak cepat sebelum fajar merusak segalanya,' bisik Mirah dalam hati.Gara-gara ketakutan di bawah ancaman draf kontrak saham Agam, Mirah segera memberikan isyarat mata kepada asisten mudanya."Sar, lo keluar sekarang lewat jalur kasir belakang, pastiin si Nani sama Maya udah mendengkur di kamar loker mereka!" perintah Mirah berbisik liris."Aa... anu, Mbak Mirah, be-beneran saya harus cek koridor bawah? T-ta-tapi jantung saya masih berde

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status