Home / Romansa / Please Me, Dear Bos! / Bab 306 ​Desahan pasrah

Share

Bab 306 ​Desahan pasrah

Author: Cynta
last update publish date: 2026-09-29 10:01:24

​"Z-Zacky... Aku mau bersihkan diri dulu..." cicit Thalia halus, menghentikan gerakannya..

​"Nanti," pangkas Zacky kaku di samping telinga Thalia.

​Pria itu memutar tubuh Thalia, lalu merebahkan tubuh ramping gadis itu secara perlahan di atas ranjang.

Tanpa memberi jarak, Zacky menyusul naik, mengungkung tubuh Thalia di bawah dekapannya yang hangat dan posesif.

​Manik mata Zacky menatap dalam manik mata cokla
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 308 Ketegangan di Ruang Meeting

    ​"Saya berdiri di sini bukan hanya sebagai asisten pribadi Pak Zacky, Tuan Gideon," pangkas Thalia berani, menatap mata Gideon tanpa rasa takut sedikitpun. "Tetapi sebagai penanggung jawab utama audit keuangan Alvarez Group," lanjut Thalia. ​Layar proyektor besar di depan langsung menampilkan grafik transaksi perbankan secara terperinci. ​"Dokumen yang dibawa Tuan Gideon adalah draf yang sudah dimodifikasi dari rekening cangkang V Islands," Thalia mulai menjelaskan dengan detail. Jari tangannya menunjuk angka-angka di layar. "Aliran dana lima ratus miliar yang dituduhkan sebenarnya masuk ke rekening entitas anak perusahaan yang 100% sahamnya dipegang secara rahasia oleh Tuan Gideon Alvarez sendiri!" ​DEG! ​Seluruh dewan komisaris tersentak kaget. Gideon membelalakkan matanya, raut wajahnya yang semula penuh percaya diri seketika membeku pucat. ​"A-apa maksudnya ini, Tuan Gideo

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 307 Provokasi Panas

    ​"Zacky... Kenapa kamu belum tidur?" bisik Thalia, suaranya terdengar serak saat mengerjapkan mata dan tak sengaja melihat Zacky masih terjaga. Thalia menggeser tubuh yang polos hingga dadanya menempel hangat pada punggung telanjang Zacky. Manik mata menatap wajah tampan pria di atasnya yang masih menatap layar ponsel yang menyala remang. ​Zacky seketika mematikan layar ponselnya, mengusap punggung polos Thalia dengan telapak tangannya yang hangat. Tatapan matanya yang semula membeku penuh amarah seketika melunak memperhatikan calon istrinya. ​"Pekerjaan kantor sedikit menggangguku, Thalia," pangkas Zacky rendah, mendaratkan kecupan hangat di dahi Thalia. "Tidurlah lagi. Ini masih terlalu pagi." ​Thalia menyunggingkan senyum manis, jari tangannya, mengusap rahang tegas Zacky yang menegang kaku. Tidak ada lagi rasa takut atau cemas di dalam raut wajah cantiknya, perlindungan dari Zacky benar

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 306 ​Desahan pasrah

    ​"Z-Zacky... Aku mau bersihkan diri dulu..." cicit Thalia halus, menghentikan gerakannya.. ​"Nanti," pangkas Zacky kaku di samping telinga Thalia. ​Pria itu memutar tubuh Thalia, lalu merebahkan tubuh ramping gadis itu secara perlahan di atas ranjang. Tanpa memberi jarak, Zacky menyusul naik, mengungkung tubuh Thalia di bawah dekapannya yang hangat dan posesif. ​Manik mata Zacky menatap dalam manik mata coklat Thalia. Tidak ada keraguan, tidak ada lagi bayangan trauma dari teror masa lalu, hanya ada gairah dan rasa saling memiliki yang begitu mendalam. ​"Malam ini kamu sangat berani, Thalia," pangkas Zacky rendah, suaranya parau dan sensual. "Di depan media, di depan Gideon... Kamu bisa berdiri tegak di sampingku." ​Thalia menyunggingkan senyum, jari tangannya terulur, membelai rahang tegas Zacky yang terasa hangat, lalu merayap naik menyusup ke sela-sela ra

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 305 Ada hubungan Apa?! 

    "Paman ​Gideon mengenal almarhumah Mama?" tanya Thalia penasaran, suara rendahnya terdengar menggema di lorong koridor. Thalia tidak melangkah mundur selangkah pun. Dagunya justru tegak, menatap dalam manik mata Gideon. Teror dan masalah yang dilaluinya bersama Zacky membentuk kepribadian baru yang jauh lebih berani. ​Gideon tersenyum tipis di sudut bibirnya. ​"Bukan sekadar kenal, Thalia," bisik Gideon rendah, suaranya seperti desisan ular berbisa yang beracun. "Mama kamu... Wanita yang sangat berharga di masa lalu. Sayang sekali, jalan hidupnya harus berakhir tragis di bawah bayang-bayang nama besar Alvarez." ​DEG! ​Jantung Thalia berdebar kencang, namun sebelum rasa terkejut itu mengganggu ketenangannya, terdengar langkah kaki bergema dari arah belakangnya. ​"Paman Gideon," sebuah suara berat dan kaku terdengar penuh peringatan.

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 304 Di Lorong Kamar Mandi

    ​"Z-Zacky...!" cicit Thalia tertahan, matanya membelalak lebar saat melihat rahang tegas dan manik mata tajam calon suaminya membara gelap di hadapannya. ​Zacky tidak memberikan jeda satu detik pun untuk Thalia berbicara. Manik matanya menyala pebuh rasa kepemilikan yang mendalam. Amarah memenuhi hatinya karena terpaksa membiarkan calon istrinya berada di dekat Gideon, bercampur gairah liar yang terkunci sepanjang acara makan malam. ​Tangan kekar Zacky menyambar tengkuk leher Thalia, menahannya dengan cengkeraman posesif, menyambar bibir ranum Thalia dengan ciuman yang luar biasa kasar, panas, dan menuntut. ​"Mmphhh...! Zacky...!" desah Thalia melengking halus di balik pagutan bibir mereka. ​Ciuman Zacky malam ini terasa begitu liar dan penuh hasrat meluap. Lidahnya menerobos masuk tanpa jeda, melumat, membelai, dan menghisap bibir basah Thalia, seolah ingin menghapuskan setiap jejak tatapan

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 303 Sentuhan Perlindungan

    ‘Apa maksud Paman Gideon?!’ batin Thalia, dahinya berkerut tipis. Suasana di dalam ruang makan privat itu seketika terasa dingin. Joshua memperhatikan percakapan itu dengan tatapan intens, sementara Tamara menahan napasnya sejenak saat menyadari ketegangan diruangan itu.​Zacky memotong daging di piringnya tanpa mengalihkan pandangan dari Gideon. Suaranya terdengar begitu datar, kaku, namun menusuk hingga ke tulang.​"Hanya tikus kecil yang mencoba mencari perhatian, Paman," pangkas Zacky dingin. "Dan aku selalu punya cara paling efektif untuk mematahkan leher tikus-tikus itu sampai tak tersisa."​Gideon terkekeh pelan, mengangguk seolah mengagumi ketegasan keponakannya. "Jawaban yang sangat khas dari seorang CEO Alvarez Group. Tapi ingat, Zacky... Kadang tikus yang paling berbahaya adalah tikus yang bermain di dalam rumah sendiri."​Thalia menyunggingkan senyum tipis, memotong pembicaraan sebelum suasana makin keruh.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status