Home / Romansa / Please Me, Dear Bos! / Bab 50 Suasana Panas di Dapur

Share

Bab 50 Suasana Panas di Dapur

Author: Cynta
last update publish date: 2026-08-05 17:02:48

​Thalia menelan salivanya susah payah, lidahnya seketika kaku tak bisa membalas godaan tajam pria itu.

Ia buru-buru membalikkan badannya menghadap kompor, pura-pura sibuk memotong bawang agar Zacky tidak melihat wajahnya yang semakin merah bagaikan tomat matang.

​'Duh, kenapa sih setiap omongan Pak Zacky itu selalu bikin serangan jantung?! Ini aku yang terlalu baper atau dia yang makin pinter menggoda sih?!' jerit Thalia dalam hati seraya mengolah bahan makanan dengan tanga
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 392 Hasil Pemeriksa.. 

    "Zacky? Ada apa di layar ponselmu sampai membuatmu menegang seperti itu?" cicit Thalia, memecah sunyi dalam kamar yang hanya diisi suara hembusan angin Danau Comoro di luar jendela.​Wanita itu perlahan membuka kelopak matanya, mengerjap menyesuaikan diri dengan cahaya temaram lampu tidur. Posisi tidurnya sedikit bergeser saat ia menyadari kehangatan di sisinya telah menghilang. Thalia menopang tubuhnya dengan satu siku, menatap punggung tegap suaminya yang duduk kaku di tepi ranjang.​Zacky sama sekali tidak menjawab. Pria itu terpaku menatap layar ponsel satelitnya seolah benda canggih itu baru saja menampilkan rahasia terbesar di alam semesta. Napas Zacky tertahan, rahangnya yang selalu mengeras kini tampak sedikit bergetar.​Melihat reaksi yang sangat tidak biasa dari suaminya, rasa cemas perlahan menyusup ke dada Thalia. Keberanian yang telah tumbuh dalam dirinya membuat Thalia tidak lagi bersembunyi di balik selimut. Ia

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 391 Di Atas Ranjang

    ​Thalia mengusap rahang tegas Zacky dengan tangannya yang bebas dari bekas suntikan. "Aku sungguh tidak merasa sakit tadi sore, Zacky. Aku sangat bahagia menikmati pemandangan danau bersamamu. Rasa mual itu benar-benar datang secara mendadak saat mencium bau makanan laut tadi."​Zacky memejamkan matanya sejenak, menikmati usapan lembut jemari Thalia di pipinya. Pria itu menarik tangan istrinya, mencium telapak tangan itu dengan penuh kehangatan.​"Kamu membuat duniaku hampir berhenti berdetak saat kamu hampir pingsan di dekapanku tadi, Thalia," desis Zacky rendah.​Thalia tersenyum manja, rasa percaya dirinya yang tumbuh di balik perlindungan pria itu membuatnya memberanikan diri menggoda suaminya. "Mana Pak Zacky yang selalu bersikap dingin, tidak tersentuh, dan kaku itu, hmm? Kenapa sekarang terlihat sangat panik?"​Zacky membuka matanya, menatap lurus ke dalam manik mata Thalia dengan kilat dominan yang amat memikat. "Pria d

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 390 Pemeriksaan Darurat

    ​"Zacky... Jangan berteriak pada mereka, ini bukan salah pelayan," cicit Thalia lirih. ​Suaranya hampir tak terdengar di dalam kamar tidur utama vila yang super mewah itu. Tubuh mungilnya terbaring lemah di atas ranjang, dibalut selimut tebal yang hangat. ​Zacky berjalan bolak-balik di tepi ranjang dengan rahang mengeras kaku seketika menghentikan langkahnya. Pria itu berlutut di sisi tempat tidur, meraih telapak tangan Thalia yang dingin, lalu mengecupnya berkali-kali dengan perasaan cemas yang menyiksa batinnya. ​"Aku tidak peduli pada mereka, Thalia. Aku hanya peduli padamu," desis Zacky parau. Matanya menatap wajah pucat sang istri dengan kepanikan yang sangat nyata. "Kamu mendadak lemas dan mual seperti ini... Bagaimana mungkin aku bisa tenang?" ​Thalia mencoba menyunggingkan senyum tipis, meski kepalanya masih terasa begitu berat dan berputar. "Aku hanya sedikit pusing, Zacky. Mungkin ak

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 389 Makan Malam Menegangkan

    ​Thalia tersentak, refleks menoleh ke arah sumber cahaya. "Zacky... ada seseorang di sana! Kamera?"​Seketika itu juga, rahang Zacky mengeras kaku. Aura dingin dan berbahaya memancar kuat dari tubuh tegap sang CEO. Dalam gerakan kilat, Zacky menarik kepala Thalia ke dalam dekapannya, menyembunyikan wajah cantik istrinya di dada bidangnya agar tidak tertangkap kamera.​Zacky menekan tombol di earpiece komunikasinya dengan nada suara yang sangat mematikan.​[Ivan.]​[Saya di sini, Pak Zacky. Tim pengawal sudah mendeteksi keberadaan fotografer asing itu,] lapor Ivan cepat dari kapal pengawal yang membuntuti di jarak aman.​[Beli seluruh kantor media tempat bajingan itu bekerja detik ini juga. Hancurkan seluruh salinan foto, kamera, dan perangkat memorinya di tempat!] perintah Zacky kaku tanpa ampun. [Kalau dia menolak atau mencoba melawan, pastikan karirnya hancur dan perusahaannya bangkrut sebelum matahari terbenam.]

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 388 Kehangatan di Danau Comoro

    ​"Terima kasih atas sambutan hangatnya, Tuan," pangkas Thalia lembut, senyuman manis dan anggun menghiasi wajah cantiknya tanpa ada sedikitpun keraguan. ​Thalia menerima panggilan 'Nyonya Alvarez' itu dengan kepala terangkat penuh percaya diri. Jari-jarinya masih tertaut erat di sela jemari besar Zacky, menikmati genggaman posesif suaminya yang tak pernah terlepas dari pinggangnya. ​Pria paruh baya berambut memutih itu, Mario, sang pemilik resort kembali menundukkan kepalanya dalam-dalam. "Suatu kehormatan besar bagi kami untuk melayani Tuan dan Nyonya Alvarez. Seluruh kompleks resort tebing ini telah dikosongkan sepenuhnya sesuai perintah Tuan Zacky. Tidak ada tamu lain, tidak ada pihak luar, hanya Anda berdua." ​Zacky menatap Mario dengan pandangan datar, kaku, dan dingin. "Pastikan semua stafmu menjaga mulut mereka, Mario. Kalau ada satu foto atau informasi sekecil apa pun yang bocor ke media internasional, kamu tahu be

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 387 Suara di Atas Udara

    ​Thalia tersenyum puas mendengar suara erangan dari pria yang biasanya selalu dingin dan kaku itu, rasa percaya diri Thalia semakin meledak. Ia membungkukkan tubuhnya sedikit, membiarkan rambut panjangnya jatuh menutupi sisi wajah Zacky. Bibir Thalia mendaratkan kecupan basah di rahang tegas suaminya, sementara tangannya terus bergerak menyentuh milik Zacky dengan tempo yang semakin cepat. ​"Sshhh... sialan, Thalia... kamu benar-benar membuatku gila..." geram Zacky, urat-urat di lehernya menonjol menahan nikmat yang luar biasa. Tangan kekar pria itu meremas pinggang Thalia, mencoba mengambil alih kendali, namun Thalia menepisnya pelan. ​"Diam dan nikmati saja, Zacky. Biarkan aku yang memegang kendali kali ini," bisik Thalia sensual tepat di telinga pria itu. ​Permainan panas di udara itu benar-benar menguras akal sehat mereka berdua. Desahan Thalia dan era

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status