Share

Pura-Pura Tumbang

Penulis: Chili Cemcem
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-14 23:08:32
Adam mengambil selembar kain sutra organza dan melampirkannya di manekin dengan teknik draping yang sangat cepat dan presisi, sebuah teknik tingkat tinggi yang hanya dikuasai penjahit berserifikat kelas dunia.

"Jangan gunakan pola potongan biasa," ucap Adam sambil menekuk kain itu menjadi lipatan-lipatan asimetris yang menciptakan ilusi ramping namun bervolume di bagian bawah. "Gunakan teknik origami-folding pada bagian pinggang untuk menyembunyikan kekurangan, dan biarkan bagian dada polos deng
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pria Culun Itu Suamiku   Rencana Jahat

    “Aku di sini untuk menyaksikan kehancuranmu, Areta! Aku tahu kamu dapat undangan makan malam pribadi. Aku hanya ingin semua orang tahu kalau kamu memanfaatkan kecantikanmu untuk mendekati Pak CEO!”Di tengah keriuhan itu, pintu besar ruangan VIP terbuka. Luna, sang sekretaris, melangkah keluar dengan wajah dingin. Ia tidak melihat ke arah Renata, melainkan langsung menuju ke arah pasangan itu.“Mohon tenang semuanya,” suara Luna menghentikan kegaduhan. Ia berjalan melewati Renata yang sudah siap-siap menyapa, dan justru berhenti tepat di depan Adam.Di depan mata Renata yang terbelalak dan Areta yang membeku, Luna membungkuk hormat. “Semua sudah siap, Pak Adam. Silakan mengambil alih.”Adam menghela napas panjang. Ia melepas kacamata minusnya yang tebal, menegakkan bahunya yang semula bungkuk, dan seketika itu juga, aura “pria culun” itu menguap, berganti dengan wibawa yang luar biasa tajam.“Terima kasih, Luna,” ucap Adam. Suaranya berat, bariton, dan... sangat familiar di telinga

  • Pria Culun Itu Suamiku   Undangan Terselubung

    Pagi itu, butik Renata – The Art of Fashion seharusnya menjadi pusat kesibukan untuk persiapan trunk show besok. Namun, alih-alih suara mesin jahit yang menderu, butik itu dipenuhi suara teriakan frustrasi Renata. “Apa?! Kain sutra pesanan saya dibatalkan? Saya sudah bayar DP!” teriak Renata melalui ponselnya. “Maaf, Bu Renata,” suara di seberang sana terdengar kaku. “Kami baru saja menerima instruksi dari pusat. Semua stok kain premium kami telah diborong oleh satu pembeli tunggal, Rajawali Jaya Group. Kontrak Anda kami batalkan secara sepihak, dan DP akan kami kembalikan dua kali lipat sesuai klausul force majeure.” Renata membanting ponselnya ke sofa. Belum sempat ia bernapas, asistennya berlari masuk dengan wajah pucat pasi. “Mbak Renata! Vendor lampu dan panggung juga membatalkan kontrak! Mereka bilang ... mereka mendadak harus pindah ke lokasi lain untuk acara dadakan Rajawali Jaya!” Di saat Renata hampir gila, sebuah mobil butut berhenti tepat di depan butiknya. Adam turun

  • Pria Culun Itu Suamiku   Mencari Alasan

    “Oh, gantungan kunci ini?” Adam (versi CEO) mengambil benda itu dengan gerakan tenang, seolah-olah itu hanya benda remeh yang tidak berharga. Ia memutarnya di sela jari dengan santai. “Ini adalah merchandise resmi dari program ‘Rajawali Peduli Driver’ yang kami jalankan bulan lalu, Ibu Areta. Kami membagikannya secara cuma-cuma kepada ratusan mitra, staf lapangan, bahkan tamu yang datang ke gedung ini,” jelas Adam dengan suara berat dan berwibawa. Ia meletakkan kembali kunci itu ke meja dengan bunyi klotak yang meyakinkan. “Mungkin asisten Anda mendapatkannya dari satpam di depan atau menemukannya di lobi. Kami memproduksi ribuan gantungan kunci seperti ini.” Areta tampak mengerutkan dahi, menatap gantungan kunci boneka kucing itu lekat-lekat. “Ribuan? Tapi kucing ini telinga kirinya agak sobek sedikit, persis punya ag ....” Adam hampir saja tersedak udara, tapi ia segera menimpali dengan nada dingin khas bos besar. “Itu karena kualitas produksinya memang massal, Ibu Areta.

  • Pria Culun Itu Suamiku   cantik

    "Gus," panggil Areta pelan di balik helmnya."Ya, Bos?""Terima kasih ya buat tadi pagi. Dan maaf kalau aku galak. Aku cuma nggak suka lihat orang yang aku sayang direndahkan begitu saja," bisik Areta.“Terima kasih ya buat tadi pagi. Dan maaf kalau aku galak. Aku Cuma nggak suka lihat orang yang aku sayang direndahkan begitu saja,” bisik Areta.Adam tersenyum di balik kaca helm. “Aku tahu, Are. Kamu itu singa betina kalau urusan melindungi orang rumah.”“Tapi besok-besok, kamu harus lebih rapi kalau ikut aku ke kantor! Aku nggak mau kejadian tadi terulang. Besok kita ke pasar, aku belikan kamu kemeja baru yang lebih keren.”Adam terkekeh. “Siap, Bos Besar!”*Areta berdiri tegak di depan meja resepsionis dengan gaya bos besar. Ia mengenakan blazer terbaiknya, sementara Adam berdiri di belakangnya dengan kemeja baru hasil belanja di pasar kemarin (yang sebena”Saya tidak akan menandatangani kontrak apapun sebelum saya bertemu dengan CEO Anda,” tegas Areta kepada Luna. “Saya ingin

  • Pria Culun Itu Suamiku   Pelukan Singkat

    Lobi samping dekat kantin karyawan Rajawali Tower mendadak riuh. Areta berlari setengah tidak peduli dengan bunyi hak sepatunya yang beradu keras dengan lantai marmer. Di sana, di tengah kepungan tiga satpam berbadan tegap, ia melihat "Gus"—suaminya—sedang berdiri memegang helm kusamnya dengan wajah pasrah."Ada apa ini?!" teriak Areta, suaranya menggelegar membelah kerumunan karyawan yang mulai berbisik-bisik.Seorang komandan satpam menoleh. "Maaf, Bu. Pria ini memaksa masuk ke area VIP kantin. Dia bilang dia asisten Ibu, tapi penampilannya... ya Ibu lihat sendiri, sangat tidak sesuai dengan standar gedung ini."Areta melihat suaminya dari ujung kaki ke ujung kepala. Kaos oblong yang sedikit pudar warnanya, celana jeans yang terkena noda oli motor matic tadi pagi, dan sandal jepit yang tampak sangat kontras dengan kemewahan lobi Rajawali.Hati Areta mencelos. Bukan karena malu, tapi karena sakit hati melihat pria yang semalam rela tidur di lantai demi bantal darinya itu kini dihinak

  • Pria Culun Itu Suamiku   Jadi Orang Lain

    Pagi itu, suasana di kediaman Mama Veronica terasa tenang, namun ketegangan di hati Adam belum sepenuhnya sirna. Sebelum sinar matahari benar-benar menyengat, Adam melangkah menuju ruang kerja di lantai bawah. Di sana, ia melihat sosok pria yang sangat ia hormati sedang menyesap kopi hitamnya sambil menatap taman belakang.Rajes, ayah kandung Areta.Berbeda dengan Areta yang meledak-ledak, Rajes adalah samudera yang tenang. Dialah orang yang pertama kali menjabat tangan Adam—bukan sebagai “Agus” sang asisten, melainkan sebagai Adam, pria yang ia pilih secara sadar untuk mendampingi putri tunggalnya.*Adam menutup pintu kayu ek itu dengan pelan. “Pagi, Pa.”Rajes menoleh, tersenyum tipis, lalu memberi isyarat agar Adam duduk di kursi kulit di hadapannya. “Bagaimana lantainya semalam, Dam? Keras?”Adam tertawa kecil, sedikit malu. “Ternyata Areta masih punya stok bantal untuk pria pembohong seperti saya, Pa.”Rajes meletakkan cangkir kopinya. Gurat wajahnya menunjukkan kewibawaan

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status