author-banner
Chili Cemcem
Chili Cemcem
Author

Novels by Chili Cemcem

Dibuang Perintis Dinikahi Pewaris

Dibuang Perintis Dinikahi Pewaris

Mayaka mengira masa depannya di Rajawali Jaya Group, raksasa manufaktur tekstil terbesar di Asia Tenggara, akan sempurna bersama Hans, pria yang menemaninya berjuang dari nol. Namun, tiga tahun kebersamaan mereka hancur seketika saat Hans berselingkuh dengan Bu Disya, sang atasan, demi mengejar ambisi karier. Alih-alih hancur dan membalas dendam dengan cara murah, Mayaka memilih memutus hubungan dengan kepala tegak, sembari menyimpan rekaman perselingkuhan mereka sebagai kartu as keselamatannya. ​Dua tahun berlalu, Hans dan Bu Disya terdepak oleh takdir mereka sendiri. Mayaka kini berdiri kokoh sebagai personel andalan di divisi Quality Control (QC) kain ekspor yang disegani. Namun, kedamaian kerjanya terusik oleh kehadiran Raka, teknisi mesin baru yang sarkas, keras kepala, dan merupakan anak rekomendasi pusat. ​Di antara deru mesin pabrik yang bising dan tuntutan target yang mencekik, Mayaka dan Raka terus berbenturan. Raka menolak tunduk pada standar kertas yang dianggapnya menolak realita lapangan, sementara Mayaka pantang meloloskan kain cacat demi reputasi perusahaan. Di tengah rivalitas yang memanas, benih-benih ket ketegangan profesional itu perlahan mulai menguji prinsip mereka. Apakah ini awal dari kehancuran lini produksi, atau justru rajutan takdir baru bagi hati Mayaka yang sempat mati rasa?
Read
Chapter: Bab 28 : Lirikan Dari Mantan
Hans berjalan perlahan di samping istrinya, menyambut tepuk tangan dan senyuman para tamu yang berdiri di sepanjang jalan menuju pelaminan. Senyum ramah terus menghiasi wajahnya. Sesekali, ia mengangguk atau membalas sapaan kenalan yang hadir di acara pernikahannya.Dari luar, Hans tampak seperti pengantin pria yang bahagia.Namun, di tengah langkahnya, pikirannya tiba-tiba teringat pada sesuatu yang sempat dibacanya beberapa jam sebelum acara dimulai.Daftar tamu undangan.Sore tadi, ketika memastikan susunan tempat duduk para tamu penting, Hans sempat memeriksa daftar perwakilan perusahaan yang hadir. Sebagai pengantin pria yang juga memiliki sejumlah relasi bisnis, ia ingin memastikan setiap tamu mendapatkan tempat yang sesuai.Semuanya berjalan biasa saja sampai matanya berhenti pada satu nama.Mayaka.Nama yang sudah bertahun-tahun tidak lagi memiliki tempat dalam kehidupannya, tetapi tetap tersimpan di sudut ingatannya.Mantan kekasihnya.Perempuan yang pernah menemaninya selama
Last Updated: 2026-10-28
Chapter: Bab 27 : Kalung Untuk Mayaka
Siska memperhatikan kalung yang berada di tangan Raka. Alih-alih menunjukkan kekaguman, perempuan itu justru menyipitkan mata, kemudian tersenyum miring.“Wah, kalungnya cantik juga,” komentarnya. “Tapi, kalau boleh jujur, model seperti ini sekarang banyak dijual di toko perhiasan biasa. Bahkan, di toko aksesori dekat rumah saya juga ada yang mirip.”Mayaka mengernyit tipis.Ia tidak menyangka Siska akan mengomentari perhiasan itu dengan nada meremehkan, padahal perempuan tersebut bahkan belum melihatnya dari dekat.Siska menyilangkan tangan di depan dada, kemudian melirik Raka dari ujung kepala hingga ujung kaki.“Maaf, ya, saya bukan bermaksud merendahkan. Hanya saja, melihat penampilan Anda, saya rasa kalung itu tidak mungkin asli.”Senyum di bibirnya semakin lebar.“Jangan-jangan, Anda sengaja membeli perhiasan imitasi supaya terlihat seperti pria kaya di depan mantan kekasih Bu Mayaka. Apalagi ini acara pernikahan mantannya. Saya bisa memahami kalau Anda ingin membuat seseorang t
Last Updated: 2026-10-27
Chapter: Bab 26 : Sayang?
Siska berhenti tepat di hadapan Mayaka. Senyum ramah menghiasi wajahnya ketika ia mengulurkan tangan.“Bagaimana kabarmu, Mayaka? Sudah lama sekali kita tidak bertemu.”Mayaka menyambut uluran tangan itu dengan sopan. “Baik, Bu Siska. Bagaimana dengan Ibu?”“Baik juga.” Siska melepaskan genggamannya, lalu mengamati wajah Mayaka dengan tatapan penuh selidik. “Oh, ya, aku dengar kamu masih bekerja di Rajawali Jaya Group. Sekarang sudah naik jabatan, bukan?”Mayaka mengangguk tipis. “Iya, saya sudah menjadi QC senior.”“Wah, hebat sekali!” seru Siska. Namun, nada suaranya terdengar lebih seperti basa-basi daripada pujian tulus. “Dulu, waktu aku masih menjadi atasanmu, kamu memang rajin. Sayang sekali, setelah aku dipindahkan ke divisi luar kota, kita jadi jarang bertemu.”Mayaka hanya membalasnya dengan senyum tipis.Dahulu, Siska merupakan salah satu atasannya yang cukup mengenal kehidupan pribadi Mayaka, termasuk kisah cintanya dengan Hans. Ketika masih bekerja di divisi yang sama, Sis
Last Updated: 2026-10-25
Chapter: Bab 25 : Harus Ekstra Sabar
Raka memasukkan kotak hitam itu ke saku bagian dalam jasnya. Ia melirik Mayaka yang masih berdiri di sampingnya, mengamati suasana gedung pernikahan dengan ekspresi yang sulit ditebak. “Sudah siap?” tanyanya. Mayaka menoleh. “Untuk apa?” “Masuk ke dalam.” Raka mengangkat sebelah alis. “Atau Anda berencana berdiri di sini sampai pengantin selesai mengucapkan janji?” Mayaka mendengus pelan. “Saya hanya sedang memastikan tempatnya.” “Tempatnya tidak akan berubah hanya karena Anda pandangi lebih lama.” “Pak Raka, kalau tidak bisa membantu, setidaknya jangan mengganggu.” Raka menahan senyum. Entah mengapa, melihat Mayaka mulai menunjukkan sikap ketusnya yang biasa justru membuat suasana terasa lebih menyenangkan. “Baiklah. Silakan memimpin, Bu Mayaka.” Mayaka segera berbalik dan melangkah menuju pintu masuk. Ia tidak ingin memberi pria itu kesempatan untuk melontarkan komentar lain. Namun, baru beberapa langkah, suara Raka kembali terdengar dari belakang. “Mayaka.”
Last Updated: 2026-10-22
Chapter: Bab 24 : Terungkap
Satu jam sebelum Mayaka dan Raka tiba di gedung pernikahan.Tepat ketika hendak membuka pintu kamar hotel, ponsel Mayaka berdering.Nama Hany muncul di layar.Mayaka segera mengangkat panggilan itu. “Halo?”“May, kamu benar-benar yakin mau menghadiri pernikahan si Hansaplast itu?”Mayaka tersenyum tipis mendengar julukan yang diberikan sahabatnya kepada mantan kekasihnya tersebut.“Memangnya kenapa?”“Kok aku malah nggak yakin, ya?”Mayaka mengangkat sebelah alis, meskipun Hany tentu tidak bisa melihatnya. “Nggak yakin soal apa?”“Kamu yakin kuat ketemu dia lagi? Setelah semua yang terjadi, aku takut kamu malah kepikiran macam-macam. Apalagi kalau dia sampai bersikap seolah-olah nggak pernah melakukan kesalahan.”Mayaka menyandarkan punggungnya ke dinding di dekat pintu.“Han, masalah hidupku sekarang jauh lebih berat daripada sekadar bertemu Hans. Ibuku mengusirku dari rumah. Sekarang aku tinggal di hotel dan masih harus mencari kos-kosan.”“Hah?! Apa?” Suara Hany langsung meninggi.
Last Updated: 2026-10-21
Chapter: Bab 23 : Mendatangi Pernikahan Mantan
Mayaka menggantung kembali pakaian yang tidak jadi dikenakannya, lalu merapikan isi tas kecil di atas ranjang.Ia memeriksa ponsel, memastikan undangan pernikahan tersimpan dengan aman, kemudian menatap pantulan dirinya di cermin sekali lagi.Blus biru tua itu memang bukan pakaian terbaik yang pernah dimilikinya. Namun, untuk menghadiri acara yang bahkan tidak ingin ia datangi, pakaian tersebut sudah lebih dari cukup.Toh, ia tidak perlu membuat siapa pun terkesan.Terutama Hans.Mayaka mengambil tasnya dan berjalan menuju pintu. Sebelum keluar, ia sempat melirik kamar hotel yang sudah beberapa hari menjadi tempat tinggal sementaranya.Pikirannya kembali tertuju pada pencarian kos yang belum membuahkan hasil. Setelah acara pernikahan ini selesai, ia harus kembali mencari tempat tinggal yang sesuai dengan anggaran. Ia tidak mungkin terus-menerus membayar hotel.Namun, memikirkan hal itu sekarang hanya akan membuat kepalanya semakin pening.Satu masalah dalam satu waktu.Ia mengunci pin
Last Updated: 2026-10-18
Pria Culun Itu Suamiku

Pria Culun Itu Suamiku

"Pria culun itu suamiku?" "Jangan begitu. Dia pria pilihan papamu. Dia sopan dan pria bersih. Lebih dari itu, dia adalah cucu pemilik kontrakan tempat papamu merintis karir. Dia keturunan orang baik." "Ogah, Ma." "Kalau gak mau, jangan harap papa serahkan gedung serba guna itu buatmu. Dan kamu tidak boleh meminjamnya secara gratis. Bayar secara profesional. Jangan bilang papa kejam, gajimu sebagai fashion desainer terkenal pasti mampu bayar biaya sewa," ucap sang ayah dibumbui ancaman. Dan ... berhasil. "Okay, aku ... aku bersedia menikah dengannya." Tanpa pikir panjang Areta setuju. Karena saldo direkingnya ... berupa deretan angka yang miris untuk disebutkan. Bagaimana kehidupan pernikahan Areta dan suami culunnya?
Read
Chapter: Tamat
Satu bulan setelah hiruk-pikuk pernikahan Luna dan Pierre berlalu, hari yang tak kalah istimewa pun tiba. Hari itu adalah hari ulang tahun pernikahan Adam dan Areta.Sejak pagi, Adam bersikap sangat misterius. Ia pulang dari kantor jauh lebih awal dari biasanya, bahkan sebelum pukul dua siang, dan langsung meminta Areta bersiap-siap untuk makan malam romantis di luar.Malamnya, Adam membawa Areta ke sebuah restoran privat berkonsep rumah kaca di dataran tinggi yang menghadap ke lampu-lampu kota. Di tengah ruangan yang hanya diisi oleh mereka berdua, sebuah manekin tertutup kain beludru hitam berdiri tegak di dekat meja makan.Areta menatap manekin itu dengan dahi berkerut, lalu beralih menatap suaminya. "Adam ... apa itu?"Adam tidak menjawab dengan kata-kata. Ia berjalan mendekat, lalu dengan satu gerakan pelan, ia menarik kain beludru tersebut.Areta seketika menahan napas. Matanya membelalak tak percaya.Di atas manekin itu terpasang sebuah gaun malam berwarna biru safir gela
Last Updated: 2026-05-20
Chapter: Langkah Adam
Setelah dasi biru dongker terpasang sempurna dan kecemasan Adam mereda, sebuah ketukan pelan terdengar di pintu ruang tunggu. Protokoler acara melongongkan kepala dengan ekspresi sangat sopap.“Mohon maaf, Tuan Adam, Nyonya Areta ... lima menit lagi prosesi akan dimulai. Pengantin wanita sudah siap di posisinya,” lapor petugas tersebut.Adam menarik napas dalam-dalam, mengembuskannya perlahan, lalu menatap Areta dengan senyum yang jauh lebih rileks. Ia menurunkan Arkadia dari gendongannya dan menyerahkannya kembali ke pelukan Areta.“Aku ke depan duluan, ya. Jaga jagoan kita,” ucap Adam sambil merapikan ujung jas hitamnya yang berpotongan tegas.“Semangat, Mas. Kamu pasti bisa,” bisik Areta memberikan dorongan moral.RAlunan musik instrumental lembut mulai mengalun, memenuhi ruang aula pernikahan yang didekorasi dengan sangat elegan, perpaduan antara selera seni Pierre yang megah dan sentuhan minimalis kesukaan Luna. Di ujung altar, Pierre sudah berdiri tegak. Wajahnya yang bia
Last Updated: 2026-05-18
Chapter: Menjelang Momen Sakral
Begitu Areta membuka pintu rumah, pemandangan pertama yang menyambutnya adalah Adam yang duduk di lantai ruang tengah dengan kacamata tebal bertengger di hidungnya. Kemeja kantornya sudah dilepas, menyisakan kaos oblong yang sedikit terkena noda kuah sayur.Di depannya, Arkadia menutup mulut rapat-rapat, menolak suapan dari sendok kecil jika Adam tidak mengenakan kacamata “culun” tersebut.“Are, syukurlah kamu pulang!” seru Adam dengan nada memelas. “Aku sudah mencoba segala cara—berakting jadi robot, pesawat terbang, bahkan jadi direktur perusahaan lawan—tapi dia tetap tidak mau buka mulut kalau aku tidak pakai kacamata ini. Aku sudah hampir kehabisan ide!”Areta tertawa geli melihat suaminya yang berwibawa di ruang rapat, kini tak berdaya di hadapan balita yang keras kepala. “Itu karena kacamata itu membuatmu terlihat seperti ‘Papa’, bukan ‘Tuan Adam’ yang kaku. Arkadia tahu mana yang asli.”Keesokan harinya, suasana di apartemen Luna berubah menjadi pusat kendali mode. Areta da
Last Updated: 2026-05-17
Chapter: Kakak & Adik
Areta mengajak Luna beranjak dari butik menuju sebuah toko bunga mungil di sudut jalan yang tersembunyi di balik rimbunnya pepohonan. Toko itu milik seorang wanita tua yang sudah menjadi langganan Areta sejak awal ia merintis karier. Aroma segar tanah basah dan keharuman berbagai jenis bunga langsung menyambut mereka begitu pintu kayu toko itu terbuka."Bunga pengantin bukan sekadar pelengkap foto, Luna," ujar Areta sambil menyisir deretan bunga-bunga segar yang baru saja tiba. "Buket ini harus bercerita siapa kamu. Pierre mungkin ingin sesuatu yang megah, tapi aku ingin sesuatu yang... benar-benar Luna."Luna berjalan perlahan, jemarinya menyentuh kelopak bunga mawar putih yang sempurna, lalu beralih ke bunga Lily of the Valley. "Aku suka yang putih, Kak. Tapi aku merasa ada yang kurang kalau hanya putih."Areta mengambil setangkai Calla Lily putih yang jenjang dan kokoh, lalu memadukannya dengan beberapa kuntum Eustoma (Lisianthus) berwarna ungu muda yang sangat lembut dan kelopa
Last Updated: 2026-05-14
Chapter: Persiapan Luna
Setelah perdebatan panjang soal garis pinggang dan pola payet mereda, Pierre tiba-tiba menghentikan gerakannya. Ia memasang wajah misterius, lalu melirik ke arah tas jinjing kulit besar yang ia letakkan di pojok butik sejak tadi."Luna, sebelum Areta melepaskan kain percobaan ini dari tubuhmu, aku punya satu hal lagi," ujar Pierre dengan nada suara yang tiba-tiba merendah dan penuh perasaan.Ia melangkah perlahan, mengambil sebuah kotak beludru berwarna biru gelap dari dalam tasnya. Dengan gerakan perlahan layaknya sedang melakukan ritual suci, Pierre membukanya di hadapan Luna dan Areta.Areta spontan menutup mulut dengan tangannya, matanya membelalak kagum. Di dalam kotak itu, terdapat sepasang sepatu hak tinggi dengan desain yang sangat artistik. Bagian tumitnya terbuat dari logam tipis berwarna perak yang meliuk indah, sementara bagian badannya dilapisi kain sutra transparan yang dihiasi sulaman bunga melati kecil, bunga favorit Luna, yang dibuat dari kerajinan tangan yang luar
Last Updated: 2026-05-13
Chapter: CEO Junior Terlelap
Energi Arkadia akhirnya habis juga. Setelah berkali-kali meluncur di perosotan barunya, bocah mungil itu mulai mengucek mata dan bersandar di kaki kursi kebesaran Papanya. Dengan sisa tenaga, ia merangkak naik ke atas kursi kulit yang luas itu, kursi yang bagi orang lain adalah simbol kekuasaan, namun bagi Arkadia tak lebih dari tempat tidur yang empuk.Hanya dalam hitungan menit, Arkadia sudah tertidur pulas. Kepalanya bersandar pada bantal kecil yang sengaja diletakkan Areta di sana. Tubuh kecilnya terlihat sangat kontras dengan kursi CEO yang megah, menciptakan pemandangan yang sanggup meluluhkan hati siapa pun.Adam yang baru saja akan kembali ke mejanya terhenti. Ia memberikan isyarat telunjuk di depan bibir kepada Luna yang baru saja mau masuk membawa map."Jangan berisik," bisik Adam pelan. "Jagoan kecilku sedang menguasai singgasananya."Areta tersenyum simpul melihat suaminya yang rela "terusir" dari meja kerjanya sendiri. Tanpa keluhan, Adam memindahkan laptop dan bebera
Last Updated: 2026-05-12
You May Also Like
Kakak Tiriku MenginginkanKu
Kakak Tiriku MenginginkanKu
Romansa · Liyusa_
119.2K views
AKIBAT ORANG KETIGA
AKIBAT ORANG KETIGA
Romansa · Alya Snitzky
119.1K views
Menikahi Paman Mantan Tunanganku
Menikahi Paman Mantan Tunanganku
Romansa · Sidney Fellice
118.9K views
CINTA SATU MALAM DENGAN CEO
CINTA SATU MALAM DENGAN CEO
Romansa · ReyNotes
118.0K views
Perawan 200 Juta
Perawan 200 Juta
Romansa · LinDaVin
118.0K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status