Partager

Bab 53

Auteur: Hare Ra
last update Date de publication: 2026-05-01 11:42:16

“Hah? Maksudnya, Pak?” tanya Bimo.

Bukan Bimo tidak paham dengan apa yang dikatakan oleh Pak Cipto, tapi yang terbayang di kepalanya itu adalah ia harus melayani dua orang wanita sekaligus.

Sebab, Bimo tahu, pekerjaannya bukan instruktur yang sebenarnya. Melainkan sebagai pemuas, instruktur mengemudi hanyalah alibi saja. Agar ia memiliki status yang jelas di kantor, padahal ia adalah peliharaan sang owner.

“Iya, ada permintaan untuk instruktur pribadi. Tapi, instruktur kita sekarang sudah penuh
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Pria Desa Jadi Arisan Sosialita   Bab 132

    "Apa?" tanya Bimo, pura-pura tuli atau pura-pura bodoh, padahal ia mendengar dengan jelas tawaran dari Bella."Kita makan siang dulu. Kebetulan ini sudah jam makan siang. Anggap saja ini sebagai perkenalan.""Makan di mana?" tanya Bimo akhirnya."Ya, di mana aja yang kamu mau.""Aku nggak tahu karena aku juga belum lama tinggal di kota ini, jadi kalau aku tahunya hanya warung-warung yang ada di pinggir jalan," jawab Bimo.Bella tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Sudah pasti ia tidak akan mau kalau makan di warung pinggir jalan."Kalau begitu di tempat itu saja," ucap Bella sambil menunjuk sebuah restoran di depannya.Restoran itu bernuansa kampung dengan nuansa alam. Gemericik air terjun buatan terdengar, dan tempat makannya terdiri dari saung-saung yang berjejer dengan konsep terbuka."Oke."Bimo langsung memarkirkan motornya di depan restoran tersebut dan keduanya langsung disambut oleh pelayan yang ramah.Mungkin karena ini jam makan siang sehingga restoran tampak lebih ramai d

  • Pria Desa Jadi Arisan Sosialita   Bab 131

    "Iya, Pak. Aku yang akan bayar. Tolong periksa, dan nanti totalnya akan aku transfer," ucap Bimo.Bella tersenyum dan duduk, lalu memberikan kunci mobilnya kepada staf bengkel tersebut."Baiklah kalau gitu. Silakan tunggu dulu sambil melihat kami memeriksanya.""Baik," jawab Bimo.Sementara staf bengkel sedang memeriksa kerusakan yang dialami mobil Bella dan menghitung biaya perbaikan untuk mengembalikan keadaan seperti semula, Bimo duduk di sebelah Bella."Aku Bella," ucap Bella memperkenalkan diri."Bimo."Bimo memperkenalkan dirinya dengan sopan kepada Bella, meskipun sebenarnya ia sudah tahu nama Bella sejak semalam karena Egar menyebut nama Bella."Apa kau yang mengantarkan Egar semalam?" tanya Bella setelah meneguk minuman yang disajikan oleh pihak bengkel.Sepertinya bengkel tersebut benar-benar bengkel untuk orang kaya, sebab konsumen yang datang disambut seperti tamu, disiapkan minuman dan camilan di atas meja."Iya, karena dia memaksa. Tahu-tahu sudah naik ke motorku," jawab

  • Pria Desa Jadi Arisan Sosialita   Bab 130

    "Kurang ajar kamu, ya!" ujar Egar."Loh, apalagi salah aku? Sepertinya kamu benar-benar mencari masalah denganku. Urusan kita sudah selesai," jawab Bimo.Bimo mulai menstarter motornya, bersiap pergi dari tempat itu. Benar-benar di luar dugaannya masalah datang di jalanan seperti ini."Terus bagaimana denganku?" tanya Egar, yang membuat Bimo mengernyitkan keningnya.Lelaki yang tadi marah-marah bahkan ingin menghajarnya, sekarang malah bertanya kepada Bimo tentang nasibnya.Kadang membuat Bimo ingin tertawa. Pertemuannya di kota ini benar-benar di luar dugaannya."Ya, kenapa tanya aku? Aku tidak tahu bagaimana dengan kamu. Urusan kamu sekarang ya sama Nona Bella. Kalau sama aku tidak ada urusan lagi.""Permisi," sambung Bimo, bersiap berangkat."Hei, kamu mau meninggalkan aku sendirian di sini?" tanya Egar."Terus gimana?"Tanpa aba-aba, tiba-tiba saja Egar langsung nemplok duduk di belakang Bimo."Sekarang antarkan aku."Bimo menghela napas berat. Lelaki itu memintanya untuk menganta

  • Pria Desa Jadi Arisan Sosialita   Bab 129

    "Sayang, dia ini ngeyel," ujar lelaki itu kepada perempuan yang tadi berteriak.Seorang perempuan cantik, tinggi, langsing, dengan rambut yang diikat asal, mengenakan crop top, celana pendek, dan sepatu boot tinggi, berjalan ke arah Bimo dan lelaki itu."Ya, tapi kau kebiasaan sekali pakai kekerasan. Dengarkan dulu apa keinginannya.""Dia bilang ingin menggantikan biaya perbaikannya, tapi kamu lihatlah, Sayang. Dia hanya mengenakan motor butut, penampilannya seperti ini. Apa kamu yakin dia bisa menggantikannya?"Wanita itu menatap Bimo cukup lama, dari kepala hingga kaki, seolah ia sedang menelanjangi Bimo.Ia bersedekap dada, kemudian beralih menatap pacarnya itu, tidak mengatakan apapun."Nona, aku minta maaf karena tadi tidak fokus, dan tahu-tahu lampunya sudah berubah merah. Aku bersedia menggantikan biaya perbaikan kerusakan mobil ini. Tolong sebutkan saja nominalnya dan aku akan transfer. Aku akan transfer sekarang," ucap Bimo.Perempuan itu kembali menatap Bimo, seolah memastik

  • Pria Desa Jadi Arisan Sosialita   Bab 128

    “Astaga, apalagi ini? Matilah aku,” ucap Bimo.Mobil yang ditabraknya adalah mobil mewah, kerusakan sedikit saja pastinya mahal harganya. Tapi, bukan kerusakannya yang Bimo pikirkan sekarang, tapi urusannya.Ia merasa beberapa hari ini cukup sial, banyak sekali masalah yang datang.“Apakah semesta tidak mau memberikan aku ketenangan?” tanya Bimo pada dirinya sendiri.Bimo memejamkan matanya sejenak, bingung harus melakukan apa. Mau minta maaf sekarang, tapi ini di lampu merah. Takutnya malah mengganggu pengendara jalan lainnya.Tapi, ia tidak mungkin pergi begitu saja. Itu bukanlah caranya menyelesaikan masalah, betapa pengecutnya kalau ia kabur.Ia menunggu respon dari pemilik mobil, hingga tidak berapa lama seorang lelaki dengan tubuh tegap, otot-ototnya besar keluar dari mobil dan berjalan ke arahnya.“Maaf, Bang,” ucap Bimo.“Tunggu di depan!” Lelaki itu tidak peduli dengan permintaan maaf Bimo, ia menunjuk tepi jalan di seberang setelah lewat perempatan lampu merah itu.“Ba-baik.

  • Pria Desa Jadi Arisan Sosialita   Bab 127

    Bimo tidak mengelak dan tidak menolak. Ia menyambut Maira yang sudah tanpa pakaian itu dengan tangan terbuka.Ia mendekatkan bibirnya kepada wanita itu, namun Maira memalingkan wajahnya.“Aku tidak suka berciuman,” ucap Maira.“Oh, oke,” jawab Bimo tidak marah.Ia menikmati dada Maira dan mengangkat tubuh itu ke atas sofa. Detik berikutnya, Bimo sudah menjelajahi seluruh tubuh Maira dengan sentuhan lidahnya.“Angkat kakimu,” ucap Bimi pelan setelah menjauhkan wajahnya dari kedua paha Maira.Maira hanya menurut, dan jujur ia akui kalau Bimo memang perkasa. Bahkan, ia tidak pernah merasakan begitu nikmat saat berhubungan dengan suaminya. Dan juga, biasanya saat berhubungan suaminya terlalu pasif, sedangkan Bimo sangatlah aktif.Bimo seolah mengerti tempat-tempat yang paling sensitive baginya, dan Bimo benar-benar mengutamakan kepuasannya.Bimo mulai melakukan penyatuan, milik Bimo yang besar dan panjang itu melesat masuk ke dalam miliknya, Maira merasakan sesuatu yang besar masuk ke dal

  • Pria Desa Jadi Arisan Sosialita   Bab 126

    “Apa aku tidak bisa bersembunyi saja dikontrakan kamu?” tanya Adiba penuh harap.Gadis remaja itu masih belum mengerti dengan apa yang dijelaskan oleh Bimo. Ia masih ngotot ingin tetap tinggal di tempat Bimo. Ia bahkan tidak tahu resiko apa yang akan dihadapinya kalau tinggal bersama Bimo.Sekalipu

  • Pria Desa Jadi Arisan Sosialita   Bab 125

    “Nyonya…”“Jangan menolak. Kita sama-sama diuntungkan.”Bimo tidak lagi menjawab, dengan sekali gerakan ia langsung membalas setiap sentuhan yang diberikan oleh Selvi. Tidak peduli dengan mobil yang bergoyang hebat.Bahkan, tanpa mereka sadari dari ruangannya Dokter Gunawan hanya bisa menggelengkan

  • Pria Desa Jadi Arisan Sosialita   Bab 124

    “Apa mau aku saja yang membantumu, Bimo?” tanya Selvi dengan senyum menggodaBimo menggelengkan kepalanya tapi detik berikutnya tangan mulus dan lembut si perawat sudah menggenggam miliknya mengelus lembut.Tidak berapa lama milik Bimo akhirnya sudah menegang.“Kan begitu cepat kalau dibantu,” ujar

  • Pria Desa Jadi Arisan Sosialita   Bab 123

    "Vasektomi? Siapa yang mau vasektomi?" tanya Bimo bingung. Ia menatap ke arah Selvi dan juga Dokter Gunawan dengan tatapan penuh selidik.Bahkan Bimo merasa ia telah dijebak oleh Selvi. Sebab, ia tidak tahu kalau ternyata solusi yang Selvi berikan malah vasektomi. Kalau tahu begitu, Bimo lebih baik

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status