Sekali Tatap, Hati Sang Pengacara Luluh

Sekali Tatap, Hati Sang Pengacara Luluh

By:  Serena SentosaUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
Not enough ratings
50Chapters
32views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Setelah menduda selama tujuh tahun, Cristian Hutomo si pengacara top telah menjalani hidup berpantang. Gadis muda lembut, pemalu, dan mengenakan gaun putih itu, memasuki hatinya begitu saja. Semua orang mengatakan Pengacara Cristian berhati dingin dan kejam, tetapi dia jatuh cinta pada Stella Jimarta pada pandangan pertama. Stella mengira hidup adalah jalan buntu, sesuatu yang gamang, tetapi pria itu tiba-tiba masuk ke dalam hidupnya. Kesenjangan membuatnya menyadari bahwa itu adalah jurang yang dalam. Dia ingin melarikan diri. Namun, dia justru jatuh ke dalam pelukan pria itu, yang kemudian membawanya menuju kehidupan sukses dan penuh kebahagiaan.

View More

Chapter 1

Bab 1

Cristian Hutomo bermimpi.

Dalam mimpinya, dia menindih seorang wanita.

Wanita itu memiliki pinggang ramping dan kulit putih.

Begitu memesona.

Dia bisa melihat dengan jelas mata wanita yang cerah dan jernih itu. Mata itu begitu indah dan mampu membangkitkan hasrat terdalam di hati seorang pria.

Hanya saja, dia sama sekali tidak menduga.

Guru les putranya akan menjadi objek fantasi erotisnya.

"Tok, tok."

Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.

"Masuk."

Cristian menghentikan lamunannya, merapikan penampilannya, dan berdiri. Meskipun dia mengenakan setelan jas dan dasi, reaksi tubuhnya masih tetap ada.

Dia telah melajang selama tujuh tahun sejak pernikahannya berakhir.

Tidak dimungkiri, mimpi ini memberikan dampak padanya.

Pelayan wanita, Bi Mirna, membuka pintu dan berdiri dengan hormat di ambang pintu. "Tuan Cristian, Nona Stella datang. Dia bilang dia mau cari Tuan."

"Mmm."

Cristian menjawab dengan nada datar.

Namun, dia menyalakan sebatang rokok.

Dia baru turun ke bawah setelah menghabiskan sebatang rokok.

Saat menuruni tangga spiral kayu, dia melihat Stella Jimarta, yang mengenakan gaun katun putih dan sepatu kanvas biru seperti biasanya.

Dia tidak mengikat rambutnya hari ini.

Rambut hitamnya yang panjang dan lurus terurai alami hingga ke pinggangnya.

Saat mata mereka bertemu, dia menyadari rona merah di mata Stella.

"Bi Mirna bilang kamu cari aku?"

Cristian berbicara dengan suara yang sedikit serak.

Mungkin masih dipengaruhi mimpi yang baru saja dialaminya, ketika dia melihat Stella, adegan sebelumnya masih terbayang di benaknya. Sosok wanita itu begitu memikat dan memesona di bawah tubuhnya.

Wanita itu memohon padanya.

"Benar, Tuan Cristian." Stella menundukkan kepalanya.

Cristian memperhatikan tangan kanannya yang terkepal.

Wanita itu sangat gugup saat ini.

Cristian sedikit mengerutkan kening. "Apa yang terjadi?"

Stella telah mengajar les di rumah selama dua bulan, tetapi kemarin adalah pertama kalinya mereka bertemu.

Ketika memilih kandidat guru waktu itu, asistennya pernah memperlihatkannya foto. Dia melirik foto itu dan merasa parasnya cantik. Mengingat Stella kuliah di universitas bergengsi, dia pun mempertahankannya.

Dia pernah melihat sosoknya melalui rekaman CCTV.

Siapa sangka, di pertemuan pertama mereka kemarin, sikapnya yang pemalu justru mencuri hatinya.

"Tuan Cristian, bolehkah aku minta gajiku dibayar lebih awal? Aku tahu ini nggak sesuai aturan, tapi aku sangat butuh uang ...." Stella mengerahkan banyak usaha.

Dia gugup. Bicaranya agak cepat dan juga tidak begitu stabil.

Setelah mengatakan itu, dia menundukkan kepala dan tidak berani menatap mata Cristian.

Dia tidak punya pilihan lain. Jika tidak, dia tidak akan meminta bantuan.

"Apa 100 juta cukup?"

Seraya berbicara, Cristian mengambil langkah ke depan Stella.

Stella memperhatikan bayangan yang jatuh di depannya. Dia tidak percaya. "Tuan Cristian, kamu setuju untuk membayar gajiku lebih awal?"

Kemarin, saat mengobrol, Bi Mirna mengatakan Cristian akan tinggal di rumah selama beberapa hari kali ini.

Karena sesuatu menimpa keluarganya, Stella baru punya pemikiran seperti itu.

Namun, Cristian justru bertanya padanya apa 100 juta cukup. Itu sebabnya, dia tidak percaya.

Cristian mengeluarkan ponselnya. "Beri tahu aku rekeningmu dan whatsappmu. Akan kutransfer uangnya sekarang."

Melihat sikapnya yang serius, Stella baru percaya, tetapi dia tidak mungkin mengambil 100 juta. Dia buru-buru melambaikan tangannya. "Tuan Cristian, aku hanya akan mengambil apa yang seharusnya aku dapatkan."

"Aku juga karena melihatmu dengan Sean cukup akrab selama dua bulan terakhir ini. Siapa namamu ...."

"Stella Jamitra."

Stella dengan cepat memperkenalkan dirinya.

Cristian mengangguk. "Bu Stella, karena Sean akrab denganmu, kamu bisa terus menjadi gurunya. Dengan begitu, aku juga bisa tenang."

Yang paling penting, mimpi yang berkaitan dengannya hari ini membuktikan bahwa dirinya tidak impoten. Dia masih pria normal.

Kata-kata Cristian membuat Stella merasa senang. "Benarkah, Tuan Cristian?"

Dia menatap Cristian dengan matanya yang cerah dan jernih.

Jakun Cristian bergerak-gerak, dan hanya menggumamkan 'mmm'.

"Terima kasih banyak!" Stella menyatukan kedua tangannya dan membungkuk kepada Cristian.

Terlihat jelas bahwa dia sangat senang bisa terus mengajar.

Benar, Stella memang senang sekali.

Karena kondisi keluarganya kurang baik, jadi dia harus mencari uang kuliah dan biaya hidup sendiri.

Dia juga dikenalkan oleh orang yang mengatakan bahwa mengajar les akan membuatnya punya penghasilan yang lumayan.

Kadang-kadang, dia bahkan mungkin mendapatkan bonus tambahan jika bertemu dengan orang tua murid yang baik.

Satu-satunya kekurangannya adalah anak-anak sulit diatur.

Namun, ini juga merupakan masalah probabilitas.

Selain itu, mendisiplinkan anak bukanlah masalah bagi Stella, yang mana telah mulai merawat adik laki-lakinya sejak usia delapan tahun.

Oleh karena itu, dia melamar sebagai guru les.

Siapa sangka, dia akan terpilih langsung.

Setelah menghabiskan dua bulan bersama Sean, anak itu juga sangat menyukainya.

Dia terus memanggilnya 'Kak Stella'.

Sekarang?

Orang tua murid, yang juga bosnya, setuju agar dia terus lanjut mengajar. Ucapan terima kasihnya sungguh berasal dari dalam lubuk hatinya.

"Nomor rekening dan whatsapp-mu."

Cristian tidak menyangka Stella akan begitu senang karena dia bisa terus mengajar.

Namun, mereka telah membicarakan masalah ini dari tadi.

Dia tidak suka memperpanjang proses ketika melakukan suatu hal.

Mendengar kata-katanya yang singkat, Stella segera memberikan nomor rekening dan whatsapp-nya.

Jari-jari Cristian bergerak dengan cepat, dan mentransfer uang dengan cepat.

Stella melihat ....

Nama yang tertera di profil whatsappnya adalah inisial H, dan foto profilnya adalah sebuah perahu yang sedang berlabuh.

Sebelum dia sempat melihat lebih lama, Cristian telah mengirim bukti transfer.

Dia sungguh mentransfer 100 juta.

"Tuan Cristian, terima kasih banyak. Jangan khawatir, aku pasti akan mengajari Sean dengan baik." Stella terharu dan sekali lagi berterima kasih kepada Cristian.

Cristian menyadari ketulusan di mata wanita itu, dan merasa geli sesaat.

"Apa itu berarti kamu nggak mengajarinya dengan benar sebelumnya?"

Mendengar perkataan Cristian, Stella dengan cepat melambaikan tangannya. "Bukan, bukan itu maksudku. Aku akan mengajarinya dengan lebih baik lagi ...."

Menyadari tatapan Cristian, Stella menyadari bahwa makin dijelaskan, semuanya justru makin kacau.

Cristian memperhatikan kepanikan dan kegelisahan yang dirasakan Stella saat ini.

Dia sangat penurut, tidak seperti wanita-wanita yang berusaha menggunakan segala cara untuk mendekatinya.

Di saat itu, Cristian tiba-tiba memiliki sebuah ide.

Melihat Cristian tidak berbicara, Stella menggigit bibir bawahnya dan menjelaskan lagi, "Tuan Cristian, aku nggak mengungkapkannya dengan baik, tapi aku sangat berterima kasih padamu. Kamu membantuku, jadi satu-satunya caraku untuk membalas budi adalah dengan mengajari Sean dengan baik."

Kata-kata wanita itu menghentikan lamunan Cristian.

Pria itu mengangguk. "Baguslah kalau begitu. Tapi aku agak sibuk belakangan ini. Kalau Bu Stella berkenan, bisakah kamu tinggal di sini untuk beberapa hari?"

Mendengar itu, Stella terkejut.

"Kalau Bu Stella nggak punya waktu, lupakan saja." Cristian menyadari keterkejutan wanita itu.

Ya sudahlah. Dia akan melupakan ide untuk menempatkan wanita itu di dekatnya, alih-alih dia ketakutan dan kabur.

"Bu Stella, aku masih ada urusan. Kalau kelak kamu butuh sesuatu, hubungi lewat whatsapp saja. Siapa tahu aku nggak ada. Dengan begitu, kamu juga nggak perlu datang sia-sia."

Selesai berbicara, dia langsung berbalik tanpa menunggu jawaban Stella.

Melihat Cristian hendak naik ke atas, Stella merasa tidak enak hati pada pria yang mentransfer uang dengan begitu mudah, jadi dia pun memanggilnya.

"Tuan Cristian, aku punya waktu. Aku akan pulang mengemasi barang-barangku sekarang, lalu kembali lagi nanti."

Cristian dengan mudah menawarkan gaji sebesar 20 juta.

Saat dia meminta gajinya dibayar lebih dulu, pria itu langsung memberinya 100 juta. Dia orang yang baik.

Jika Stella menolak permintaan ini, apa dia masih pantas membicarakan tentang rasa terima kasih yang tulus dan mendidik anaknya dengan baik?

Tindakan lebih berarti daripada kata-kata.

"Kebetulan, aku juga mau keluar sebentar. Sekalian kuantar saja."

Cristian menanggapinya dengan sudut bibir yang terangkat.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
50 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status