分享

Maksud Tersembunyi

作者: nababy
last update publish date: 2026-06-25 12:00:25

“Jadi semalam kau mendapat mangsa yang kaya raya?” Damar memicingkan mata pada Ren yang sudah duduk di meja bar miliknya hampir setengah jam yang lalu.

Ren hanya meneguk minuman yang sudah dibuat Damar hingga habis dan meletakkannya kembali ke atas meja.

Senyumnya mengembang tipis, saat melihat layar ponselnya yang terlihat ada beberapa pesan dari Arabella. Wanita yang sudah dipuaskannya semalam.

“Tentu. Kau lihat ini?” Ren memperlihatkan layar ponselnya yang masih menyala.

“Wanita yang aku bawa semalam adalah wanita kaya raya. Dan kau tahu? Dia sama sekali belum disentuh oleh suaminya.”

Tangannya memukul meja seolah baru saja memenangkan sebuah lotre dengan hadiah besar. Sementara Damar hanya menggelengkan kepala, tak habis pikir bagaimana lelaki ini bisa mendapat mangsa yang sangat ideal untuk diperas nantinya.

“Dan kau memakai trik yang sama?” Mata Damar mendelik menunggu jawaban Ren.

“Tentu saja,” jawabnya spontan.

​Ren menyandarkan punggungnya ke kursi bar, menyilangkan kaki dengan gestur luar biasa percaya diri.

"Trik klasik tidak pernah gagal, Damar. Wanita kesepian yang diabaikan suaminya adalah target paling empuk di dunia. Mereka tidak butuh logika, mereka hanya butuh didengar... dan tentu saja, dipuaskan." Senyum Ren semakin lebar.

​Damar masih membersihkan gelas kaca di tangannya dengan kain lap, namun pandangannya tidak lepas dari Ren. Senyum culas di wajah sahabatnya itu jujur saja membuat Damar agak ngeri.

Ren memang pandai jika berurusan dalam menjerat hati dan isi dompet para wanita.

​“Uang, saham, atau mobil sport baru? Apa yang akan kau minta dari mangsa barumu sekarang?” tanya Damar, menebak apa yang akan Ren peras dari Arabella kali ini.

​“Aku rasa aku akan meminta semuanya,” sahut Ren enteng.

“Arabella itu ibarat tambang emas. Suaminya kaya raya tapi bodoh karena menyia-nyiakan wanita seindah dia. Kalau suaminya tidak mau menggunakan kekayaannya untuk membahagiakan Arabella, maka dengan senang hati aku yang akan melakukannya.”

​Damar menghentikan gerakan tangannya. Ia menaruh gelas yang sudah bersih ke rak, lalu menopang dagu di atas meja bar, menatap Ren lurus-lurus.

​“Awas... nanti jadi suka beneran dengan wanita itu. Apalagi kamu baru pertama kali ini dapat perawan.” Damar memperingatkan Ren dengan nada setengah bercanda, namun ada keseriusan yang terselip di matanya.

“Wanita yang polos dan belum pernah disentuh itu punya daya pikat beda, Ren. Sekali kau terjerat perasaan, tamat riwayatmu.” Damar meneruskan.

​Mendengar itu, tawa Ren langsung pecah di dalam bar yang masih sepi pengunjung tersebut. Ia tertawa begitu lepas, seolah baru saja mendengar lelucon paling konyol abad ini.

​“Suka beneran? Pada Arabella?” Ren menggeleng-gelengkan kepala sambil menyeka ujung matanya yang sedikit berair karena tertawa.

“Damar, Damar. Kau seperti baru mengenalku kemarin sore saja. Aku tidak akan pernah jatuh cinta pada wanita yang berselingkuh dari pasangan sahnya.” Nada bicara Ren berubah seketika seolah mengingat sesuatu yang membuatnya tak nyaman.

Pria itu terdiam sejenak, lalu memajukan badannya, mengetuk-ngetuk jarinya di atas meja bar untuk menekankan perkataannya.

“Yah, aku hanya sekedar mengingatkan. Takutnya kamu jatuh dengan omonganmu sendiri,” balas Damar sambil mengangkat bahu.

“Kau tahu sudah berapa banyak wanita beristri yang tidur denganku? Puluhan, Damar. Dan motifku selalu sama, mengeruk kekayaan mereka. Bagiku, mereka semua sama. Hanya pion, instrumen pemenuh rekening bankku. Arabella mungkin luar biasa semalam, tapi dia tetap saja salah satu dari daftar mangsaku. Tidak akan ada yang namanya jatuh cinta dalam kamus seorang Ren,” jelas Ran dengan sombongnya.

​Damar hanya menggelengkan kepala, tidak berniat mendebat lebih jauh. “Terserah kau saja. Aku hanya mengingatkan.”

​Ren tidak membalas lagi. Ia kembali meraih ponselnya yang tergeletak di atas meja. Layarnya masih menampilkan rentetan pesan dari Arabella. Dengan kalimat-kalimat penuh kerinduan dan kecemasan yang tersirat dari seorang wanita yang baru pertama kali merasakan sentuhan pria yang menggebu-gebu.

​Sebuah senyum miring terukir di bibir Ren. Waktunya untuk membalas kerinduan Arabella, wanita yang baru dia jumpa semalam.

​Ia mencari kontak Arabella, lalu menekan tombol panggilan. Ren menempelkan ponsel itu ke telinganya, mengubah ekspresi wajah dan nada suaranya dalam sekejap menjadi begitu lembut, hangat, dan penuh kerinduan yang manipulatif.

​Begitu nada sambung berganti dengan suara petikan suara di seberang sana, Ren berbisik mesra.

“Halo, Arabella? Maaf aku baru bisa menghubungimu, Sayang…”

Ren tersenyum mendengar suara Arabella yang manis di ujung sana.

“Kau ingin bertemu denganku lagi? Baiklah, ayo kita bertemu. Karena aku juga sangat merindukan tubuh indahmu.”

在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP

最新章節

  • Pria Penghibur Itu Adalah Simpananku   Sikap Yang Berubah

    “Laki-laki bajingan? Bukankah dirimu yang bajingan? Sudah punya istri, tapi masih berselingkuh dengan wanita murahan yang levelnya saja jauh dibawah Arabella.” Ren tersenyum sinis menatap kedua orang di depannya. Sedangkan tangannya masih mencengkram erat pinggang Arabella seolah tak ingin melepaskannya.Arabella langsung menatap Ren. Dirinya tak menyangka jika lelaki yang tengah memeluknya bisa mengeluarkan kata-kata setajam ini.“Lepaskan tanganmu dari pinggang istriku,” ancam Kyle. Suaranya pelan, namun penuh penekanan.Melihat reaksi Kyle yang mulai terpancing, Ren tersenyum makin lebar. Dia sangat menikmati momen seperti ini, dimana suami dari clientnya merasa cemburu oleh kedekatan mereka.Ren memang sudah terbiasa dengan situasi semacam ini. Karena dia sudah sering beradu argumen dengan para lelaki yang mana wanita mereka memakai jasanya. Kali ini pun sama, Ren terlihat lebih santai.“Melepaskan pinggang wanita secantik ini? Bukankah itu sebuah kerugian? Lagipula wanita cantik

  • Pria Penghibur Itu Adalah Simpananku   Pertemuan Tak Terduga

    “Sial, aku melakukannya lagi.” Arabella menghela nafas saat melihat tubuhnya hanya ditutupi selimut bersama Ren yang masih tertidur pulas di sampingnya.Ia perlahan mengangkat tangan Ren yang tergeletak di atas tubuhnya. Wajah pulas Ren terlihat sangat tenang. Pria itu sepertinya kelelahan setelah permainan panas mereka.Arabella tersenyum tipis. Dengan hati-hati, dirinya beranjak dari ranjang ukuran king size itu dan memunguti bajunya yang di lantai. Jam menunjukkan pukul empat pagi. Sekarang ia harus pulang.Setelah selesai memakai bajunya lagi, Arabella menulis sebuah surat yang ditujukan pada Ren yang ia letakkan di atas bantal. Akhirnya ia pergi meninggalkan pria itu sendirian.“Ugh… pinggangku rasanya mau patah. Semalam Ren benar-benar berubah menjadi serigala,” gerutunya di dalam lift sambil memijat-mijat pinggangnya pelan.Pintu lift terbuka. Arabella langsung keluar untuk segera pulang. Ia tak mau melihat wajah suaminya saat ia di rumah nanti, karena seharian ini dia berencan

  • Pria Penghibur Itu Adalah Simpananku   Tubuhmu Adalah Milikku

    “Ren… stop… mmhhh…” Arabella mendesah diantara ciuman mereka.Tapi Ren tak menghiraukan ucapan Arabella sama sekali. Justru sebaliknya, lelaki itu membenamkan bibirnya lebih dalam. Bahkan sekarang gerakannya lebih liar. Ia mengurung Arabella di bawah tubuhnya.“Apa kau masih memikirkan suamimu yang bajingan itu?” tanya Ren, ciuman panas terus ia berikan pada Arabella.“Ren… pelan-pelan…”Tubuh Arabella menggeliat tak karuan saat ia merasakan tangan Ren semakin liar saat menjamah tubuhnya. Pria itu tersenyum. Bukannya berhenti, dia malah meningkatkan intensitas gerakannya agar membuat wanita dibawahnya menyerahkan diri sepenuhnya padanya.“Aku tidak akan pela-pelan. Aku sangat membenci wanita yang memikirkan pria lain saat berada disampingku,” ucapnya dengan nafas yang sengaja diarahkan ke rahang Arabella, membuat wanita itu meremang.Sentuhan pria itu perlahan menghapus sisa-sisa keraguan dan luka hati sang wanita, menggantinya dengan gelombang gairah yang asing sekaligus mendebarkan.

  • Pria Penghibur Itu Adalah Simpananku   Lupakan Suamimu

    “Kita tidak akan berbuat apa-apa. Aku hanya butuh teman sekarang,” balas Arabella datar.Seketika senyuman Ren sirna. Dia mundur selangkah untuk melihat Arabella lebih jelas. Wanita itu terlihat menahan air mata sekuat tenaga. Bibirnya tertutup rapat, seolah menyembunyikan jeritan yang terus meronta dalam dirinya.Ren menghela nafas panjang. Dia coba memberi ruang, agar wanita mangsanya sedikit lebih tenang.Pintu lift terbuka. Arabella keluar lebih dulu, lalu disusul Ren dari belakang. Ren melihat Arabella mengeluarkan kartu akses untuk membuka satu kamar di lantai tersebut. Pintu pun terbuka. Mereka segera masuk satu kamar bertipe presidential suite di hotel tersebut.“Anggap saja rumah sendiri,” ucap Arabella lirih sambil melempar tas bermerk Saint Laurent berwarna beige yang seharga jutaan rupiah miliknya ke sembarang arah.​Arabella melangkah gontai mendekati ranjang ukuran king size yang mengisi sebagian ruangan mewah tersebut, lalu

  • Pria Penghibur Itu Adalah Simpananku   Serigala Berbulu Domba

    “Baiklah, temui aku di tempat pertama kita bertemu, sayangku…” Akhirnya Ren menutup telepon dengan senyum sombongnya yang ditujukan pada Damar.Seketika Damar langsung angkat tangan seolah menyerah dengan keahlian Ren dalam merayu para wanita.“Kau memang yang terbaik Ren Arka. Kau pasti akan mendapatkan mobil baru dari wanita kaya itu.” Damar mengakui kekalahan.“Baiklah, aku harus membeli baju dan parfum baru untuk memuaskan clientku besok malam. Sampai jumpa, Damar.” ​Malam selanjutnya telah datang. Suara musik berdentum keras memenuhi seisi diskotik, membaur dengan kilauan lampu neon yang berkedip dinamis. Di dekat pintu masuk, Ren berdiri santai dengan sebelah tangan menyelinap di saku celananya. Sepasang matanya yang tajam terus mengawasi setiap pengunjung yang datang, hingga akhirnya pandangannya terkunci pada satu sosok. ​Arabella.​Wanita itu melangkah masuk dengan gaun elegan yang tampak kontras dengan atmosfer liar di sekitarnya. Langkahnya ragu-ragu, wajahnya terlihat b

  • Pria Penghibur Itu Adalah Simpananku   Maksud Tersembunyi

    “Jadi semalam kau mendapat mangsa yang kaya raya?” Damar memicingkan mata pada Ren yang sudah duduk di meja bar miliknya hampir setengah jam yang lalu.Ren hanya meneguk minuman yang sudah dibuat Damar hingga habis dan meletakkannya kembali ke atas meja.Senyumnya mengembang tipis, saat melihat layar ponselnya yang terlihat ada beberapa pesan dari Arabella. Wanita yang sudah dipuaskannya semalam.“Tentu. Kau lihat ini?” Ren memperlihatkan layar ponselnya yang masih menyala.“Wanita yang aku bawa semalam adalah wanita kaya raya. Dan kau tahu? Dia sama sekali belum disentuh oleh suaminya.”Tangannya memukul meja seolah baru saja memenangkan sebuah lotre dengan hadiah besar. Sementara Damar hanya menggelengkan kepala, tak habis pikir bagaimana lelaki ini bisa mendapat mangsa yang sangat ideal untuk diperas nantinya.“Dan kau memakai trik yang sama?” Mata Damar mendelik menunggu jawaban Ren.“Tentu saja,” jawabnya spontan.

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status