Share

21+ BAB 41: YA DI SANA!

Penulis: Kak Upe
last update Tanggal publikasi: 2026-07-05 20:24:14

Kaisar bergerak lebih dalam. Ning Yuan menggigit bibirnya, tapi erangan tetap lolos—suara yang lahir dari kedalaman yang bahkan dia sendiri tidak tahu keberadaannya.

"Jangan tahan," bisik Kaisar, suaranya serak oleh hasrat. "Aku ingin mendengarmu. Aku rindu suaramu."

Ning Yuan menggeleng lemah, tapi Kaisar menunduk dan mencium lehernya—bukan ciuman biasa. Bibirnya membuka, lidahnya menjilati kulit di sana, lalu menggigit lembut hingga Ning Yuan menjerit pelan. Lidahnya kembali menjilat bekas gi
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pria Simpananku Ternyata Kaisar   BAB 57: Selamat Tinggal

    Malam itu, Ning Yuan berdiri di depan Paviliun Bulan.Bangunan tua itu masih sama seperti dua tahun lalu—atap melengkung dengan ukiran naga, tirai sutra merah yang berkibar tertiup angin malam, dan taman kecil di halaman depan yang ditumbuhi bunga melati. Tempat ini adalah saksi bisu dari semua kenangan yang dia miliki dengan Kaisar.Dia melangkah masuk, jari-jarinya menyentuh meja kayu yang dulu selalu mereka gunakan, kursi tempat Kaisar duduk sambil menatapnya dengan mata penuh hasrat, ranjang yang menyimpan ribuan kenangan.Ini adalah tempat terakhirku mengingatnya.Qinlan berdiri di belakangnya dengan wajah sedih. "Nona, apa nona yakin?"Ning Yuan menoleh, tersenyum tipis. "Aku sangat yakin, Qinlan.""Tapi apa Kaisar tidak akan tahu?" tanya Qinlan, suaranya penuh kekhawatiran. "Dia pasti akan mencari nona."Ning Yuan menggeleng pelan. "Janda Permaisuri yang mengurus semua itu. Bahkan semua pengawal bayangan yang Kaisar tempatkan untuk menjagaku, saat ini sudah dilumpuhkan oleh ora

  • Pria Simpananku Ternyata Kaisar   BAB 56: RESMI BERCERAI

    Nyonya Besar Shen jatuh tersungkur. "TIDAK!" teriaknya, suaranya pecah oleh histeria. "TIDAK BISA! KAU TIDAK BISA MELAKUKAN INI, NING YUAN! KAU TIDAK BISA MENGHANCURKAN KELUARGA KAMI!""Kalian yang menghancurkan diri kalian sendiri," balas Ning Yuan dingin. "Aku hanya mengambil apa yang menjadi hakku."Shen Ziyuan bangkit berdiri. Wajahnya berubah menjadi merah padam, matanya menyala dengan amarah yang nyaris meledak. "KAU—" dia melangkah maju, tangannya terangkat seolah ingin menampar, "—KAU TIDAK BERHAK—""Titah ini dibuat oleh Janda Permaisuri. Kalau kau berani, ambil dan lempar titah ini ke lantai. Aku ingin lihat, apakah lehermu tahan tebasan pedang pengawal kerajaan atau tidak, setelah kau merebut titah itu dari ku.." kata Ning Yuan tanpa bergerak, suaranya tenang seperti permukaan air. "Yakin kau masih mau melawan titah kerajaan ini, Shen Ziyuan?"Shen Ziyuan berhenti. Tangannya menggantung di udara, gemetar oleh amarah yang tertahan. Dia tahu bahwa melawan titah Janda Permaisu

  • Pria Simpananku Ternyata Kaisar   BAB 55: CASH ATAU SURAT HUTANG

    Ning Yuan menatap semua wajah di ruangan itu. Wajah-wajah yang penuh dengan kebencian, keserakahan, dan kemunafikan. Dadanya terasa sesak. Sesak karena saking muaknya. Bahkan mereka bernafas saat ini membuat Ning Yuan muak.Cukup, pikirnya. Sudah cukup.Dengan gerakan tenang, Ning Yuan mengulurkan tangan ke dalam lipatan jubahnya. Jari-jarinya meraba gulungan sutra. Gulungan yang diberikan oleh Janda Permaisuri, yang selama ini dia simpan.Shen Ziyuan masih terus mencaci. " KAU PIKIR KAU BISA—""Shen Ziyuan."Suara Ning Yuan tidak keras. Tidak tinggi. Tapi ada sesuatu di dalamnya. Sesuatu yang membuat Shen Ziyuan terdiam di tengah kata-kata makiannya sendiri. Ning Yuan mengangkat kepalanya. Tatapannyay tajam seolah ada api di balik tatapan itu, api yang selama bertahun-tahun dia pendam di dalam hatinya."Aku sebenarnya tidak ingin memaksamu hingga titik ini, Shen Ziyuan," kata Ning Yuan perlahan, setiap kata terucap jelas dan tajam. "Mengingat keluarga Shen dulu, saat Tuan Besar She

  • Pria Simpananku Ternyata Kaisar   BAB54: BERCERAI?

    Ning Yuan melangkah masuk ke kediaman keluarga Shen dengan langkah mantap. Begitu dia masuk ke ruang utama, suasana langsung berubah. Semua mata tertuju padanya—Shen Ziyuan, Nyonya Besar, Ning Xue'er, dan Paman Shen yang duduk di sudut dengan wajah masam.Paman Shen tidak membuang waktu. Dia langsung melontarkan sindiran dengan suara penuh kepahitan."Masih ingat pulang? Aku kira karena sudah mendapatkan perhatian dari Kaisar dan Janda Permaisuri, Nyonya Muda keluarga Shen ini sudah tidak ingat jalan pulang."Ning Yuan menatapnya sekilas, tidak terpengaruh. Seperti biasa, mereka tidak pernah berubah."Suamiku," sela Bibi Shen dengan suara lembut yang dibuat-buat—seolah lemah, padahal nada sindirannya tajam, "jangan berkata seperti itu pada isi keponakan kita ini. Nanti kalau dia minta pada Shen Ziyuan untuk mengusir kita... kemana kita akan pergi?""Dasar tidak tahu malu!" Ucap Ning Yuan tidak peduli dan dengan tatapan angkuh, dia berjalan melewati mereka semua tanpa menjawab.Meliha

  • Pria Simpananku Ternyata Kaisar   BAB 53

    Fajar menyingsing di atas kolam, memecah keheningan dengan semburat emas yang menari di permukaan air. Ning Yuan membuka matanya perlahan, merasakan berat lengan Kaisar yang masih melingkar di pinggangnya, merasakan hangatnya napas pria itu di belakang lehernya.Dia tahu ini harus segera berakhir.Perlahan, Ning Yuan berbalik dalam pelukan Kaisar. Wajah pria itu masih setengah tertidur—tenang, damai, tanpa beban. Ning Yuan mengangkat tangannya, hampir menyentuh pipi Kaisar, tapi kemudian mengurungkan niatnya. Jari-jarinya menggantung di udara, gemetar.Dua hari, pikirnya. Dua hari aku membawamu bersembunyi di sini, berpura-pura tidak ada dunia di luar. Dua hari kau menjadi milikku sepenuhnya. Dua hari yang akan aku kenang sampai akhir hayatku."Apa aku begitu tampan sampai kau tidak berkedip menatapku?," suara Kaisar terdengar serak karena kantuk. Matanya terbuka—sepasang mata yang selalu bisa membaca Ning Yuan seperti buku terbuka. "Ada apa?"Ning Yuan tersenyum, tapi senyumnya tidak

  • Pria Simpananku Ternyata Kaisar   21+ BAB 52: BERCINTA DI TEMPAT RAHASIA 2

    Bibir Kaisar terus bergerak turun, meninggalkan jejak basah di tulang selangka Ning Yuan, lalu di dadanya yang terbuka. Ning Yuan menggigit bibirnya, tapi erangan tetap lolos—suara yang lahir dari kedalaman yang bahkan dia sendiri tidak tahu keberadaannya."Kau begitu sensitif hari ini," bisik Kaisar di antara ciuman, lidahnya menyentuh kulit Ning Yuan dengan lembut. "Apa karena kita di tempat rahasiamu?"Ning Yuan tidak bisa menjawab. Tangannya meremas rambut Kaisar, menariknya lebih dekat. "Jangan bicara," desahnya. "Cium aku."Kaisar tersenyum—senyuman nakal yang familiar. Dia menunduk dan mencium Ning Yuan dengan lebih dalam, lebih penuh hasrat. Lidahnya masuk ke dalam mulut Ning Yuan, menjelajahi, melahap setiap erangan yang keluar.Ning Yuan membalas dengan cara yang sama. Tangannya meraih leher Kaisar, menariknya lebih dekat, seolah ingin menyatu dengannya. Ciuman mereka menjadi liar, basah, penuh dengan hasrat yang tertahan terlalu lama.Tangan Kaisar bergerak turun, membuka s

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status