مشاركة

BAB 57: Selamat Tinggal

مؤلف: Kak Upe
last update تاريخ النشر: 2026-07-19 20:45:42

Malam itu, Ning Yuan berdiri di depan Paviliun Bulan.

Bangunan tua itu masih sama seperti dua tahun lalu—atap melengkung dengan ukiran naga, tirai sutra merah yang berkibar tertiup angin malam, dan taman kecil di halaman depan yang ditumbuhi bunga melati. Tempat ini adalah saksi bisu dari semua kenangan yang dia miliki dengan Kaisar.

Dia melangkah masuk, jari-jarinya menyentuh meja kayu yang dulu selalu mereka gunakan, kursi tempat Kaisar duduk sambil menatapnya dengan mata penuh hasrat, ranjan
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Pria Simpananku Ternyata Kaisar   BAB 84

    Di luar kamar Ning Yuan, Wang Yichen berjalan menyusuri koridor dengan langkah berat. Wajahnya merah padam karena amarah yang tertahan. Begitu sampai di sudut gelap, dia meninju dinding dengan keras."Dasar keras kepala!" geramnya, matanya menyala-nyala. "Mau sampai kapan dia akan bersikap seperti itu! Padahal aku sudah menawarkannya menjadi selir! Tapi dia ngelunjak!!"Dia berjalan mondar-mandir, tangannya mengepal erat. Pikirannya berputar, mencari cara. Dan perlahan, senyum jahat mulai terbentuk di bibirnya."Baiklah, Yuan'er. Kau ingin bermain? Aku akan buatkan kau tidak punya pilihan lain selain menjadi selirku."Wang Yichen berhenti, matanya menyipit. Rencana mulai terbentuk di kepalanya. Dia tahu seorang tabib di pinggiran kota yang menjual ramuan-ramuan terlarang. Salah satunya adalah obat perangsang yang sangat kuat, yang konon jika seorang wanita meminumnya, dia tidak akan bisa menolak sentuhan pria mana pun."Jangan salahkan aku kejam, Yuan!" pikir Wang Yichen dengan senyum

  • Pria Simpananku Ternyata Kaisar   BAB 83

    Ning Yuan menatap Wang Yichen dengan mata membulat. Kakak angkatnya itu berdiri di depan pintu yang kini tertutup rapat, dan ekspresi serius di wajahnya membuat Ning Yuan merasakan firasat tidak enak."Untuk apa lagi pria ini datang menemuiku di malam buta seperti ini?" gumam Ning Yuan dalam hati dengan rasa kesal. "Sungguh membuang waktuku saja!"Tapi dia tidak bisa menunjukkan rasa muaknya secara terang-terangan. Dia harus tetap memainkan perannya sebagai wanita lemah dan penurut di hadapan Wang Yichen. Bagaimanapun, di mata keluarga Wang, dia adalah gadis yatim piatu yang baik hati dan penurut sehingga layak menjadi anak angkat. Dia tidak boleh terlihat kasar atau tidak sopan."Kak," Ning Yuan akhirnya bersuara, mencoba membuat suaranya terdengar manis dan lembut meski hatinya sedang bergejolak. "Apa yang kau lakukan di kamarku di tengah malam begini? Dan kenapa pintunya kau tutup? Ini tidak pantas, Kak. Jika ada orang yang melihat—""Berhenti panggil aku kakak, Yuan'er." Wang Yich

  • Pria Simpananku Ternyata Kaisar   BAB 82

    Malam itu, Ning Yuan berguling-guling di atas ranjangnya. Matanya terbuka lebar menatap langit-langit kamar yang gelap, tapi pikirannya tidak bisa tenang. Semua kejadian hari ini berputar-putar di kepalanya seperti kincir angin yang tidak bisa berhenti.Lou Yu.Dia menggigit bibirnya, mencoba merangkai semua petunjuk yang dia miliki.Pertama, pria itu selalu muncul setiap kali dia dalam masalah. Saat dia hampir ditabrak kereta Liu Meiling, Lou Yu ada di sana. Saat dia menampar Liu Meiling dan terancam, Lou Yu membelanya. Saat tangan kanan Gubernur datang dengan angkuh, pengawal Lou Yu—Zan—membuat pria itu ketakutan hanya dengan satu tatapan. Dan yang paling mengejutkan... Gubernur Liu sendiri bersujud di hadapan Lou Yu setelah melihat wajah aslinya.Wajahnya...Ning Yuan menghela napas frustrasi. Kenapa posisinya tepat berada di belakang Lou Yu saat topeng itu terlepas?! Dia tidak bisa melihat apa pun! Hanya punggung Lou Yu yang lebar dan tegap, sementara Gubernur Liu yang berada tepa

  • Pria Simpananku Ternyata Kaisar   Bab 81

    "Kaisar??"serunya dalam hati, penuh dengan keterkejutan. Gambaran wajah yang sering dia lihat dalam hari besar istana. Wajah yang terpampang di lukisan-lukisan kerajaan. Wajah yang dihormati seluruh negeri... sekarang berdiri tepat di hadapannya! Tepat hanya satu langkah jaraknya dari dirinya.Topeng itu terlepas dari genggaman Gubernur Liu dan jatuh ke tanah dengan bunyi klink logam yang nyaring. Di saat yang sama, lutut Gubernur Liu lemas, dan dia jatuh tersungkur di kaki Lou Yu."Yang-Mulia—" suaranya bergetar, hampir tidak terdengar. "Hamba—hamba tidak tahu—ampuni—""Hah?!" Liu Meiling berteriak kaget. "Ayah?! Apa yang kau lakukan? Bangun! Kenapa kau sujud di depan pria itu?!""Meiling, di—" Gubernur Liu nyaris meneriakkan nama Kaisar, tapi di detik yang sama...Sret!Pedang Zan sudah berada di lehernya. Ujung bilah dingin menyentuh kulitnya, tidak menusuk, tapi cukup untuk membuatnya sadar. Zan menatapnya dengan mata tajam, dan satu gelengan kecil dari kepalanya sudah cukup menja

  • Pria Simpananku Ternyata Kaisar   BAB 80: Kaisar?

    Du Tian berdiri membatu. Mulutnya terbuka beberapa kali, tapi tidak ada suara yang keluar. Keringat membasahi seluruh punggungnya. Di hadapannya, pedang Zan masih terhunus, dan tatapan mata Zan seperti pisau yang mengupas lapisan keberaniannya satu per satu.Dia ingin berteriak, ingin memperingatkan tuannya, tapi lidahnya terasa seperti kaku membeku. Hanya matanya yang bergerak liar, berusaha mengirim sinyal ke arah kereta di kejauhan.Di dalam kereta mewah yang terparkir tidak jauh dari sana, Gubernur Liu Wei menyaksikan semua ini dari balik tirai. Alisnya berkerut ketika melihat Du Tian hanya diam terpaku seperti patung bodoh."Memalukan," geramnya. "Tangan kananku ternyata seekor ayam penakut."Dia turun dari kereta dengan langkah tegap. Jubah kebesarannya berkibar tertiup angin, dan di belakangnya, dua baris pengawal pribadi mengikuti dengan setia. Liu Meiling tersenyum puas melihat ayahnya turun tangan."Ayah akan menghancurkan mereka," bisiknya pada Wang Xue dan Li Wei. "Tidak a

  • Pria Simpananku Ternyata Kaisar   BAB 79:Pria Di balik Topeng

    Liu Meiling tersenyum jahat melihat ekspresi Ning Yuan. "Aku sudah bilang kau akan menyesali ini, Ning Yuan."Du Tian, tangan kanan Gubernur Liu, melangkah maju dengan langkah sombong. "Jadi kau gadis kurang ajar yang berani menampar putri Gubernur?" suaranya bergema di pasar yang kini mulai sepi karena ketakutan.Ning Yuan menggigit bibirnya, berusaha tetap tenang meski jantungnya berdebar kencang. "Kau siapa—Kau ayahnya?""Lancang sekali kau menyebut Gubernur dengan sebutan seperti itu!" bentak Du Tian. "Rakyat jelata sepertimu memang tidak punya tata krama dan sopan santun. Kau harus diajari dengan benar agar tidak berbuat kesalahan yang sama dikemudian hari lagi!" dia mengangkat tangannya, memberi isyarat pada anak buahnya untuk maju.Tapi sebelum mereka bisa bergerak, Lou Yu melangkah ke depan, melindungi Ning Yuan di belakangnya. "Berani sekali," ucapnya dengan nada dingin. "Apa kalian laku-laki? Beraninya hanya pada seorang wanita."Du Tian tertawa terbahak-bahak. "Kau pasti pr

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status