Share

BAB 29

Author: Kak Upe
last update publish date: 2026-07-01 23:20:43

Ning Yuan hendak menjawab pertanyaan Janda Permaisuri. Tapi sebelum kata-kata keluar dari mulutnya, dia merasakan gerakan di belakangnya.

Tanpa sepenglihatan siapapun pangeran Ketiga didorong ke depan oleh Kaisar. Wajah Pangeran Ketiga berubah tegang, dan dia menatap Kaisar sekilas dengan ekspresi "Harus aku yang menklarifikasi semua ini?" Tapi Kaisar hanya memasang tampang cuek, seolah tidak peduli dengan ekspresi yang terpampang jelas di wajah adiknya.

Pangeran Ketiga pun menghela napas panja
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pria Simpananku Ternyata Kaisar   BAB 38: KELUARGA LINDAH DARAH

    Malam itu, tenda Kaisar menjadi pusat perhatian.Ning Yuan terbaring lemah di atas ranjang, wajahnya pucat pasi, sisa panah setelah dipatahkan oleh Kaisar masih menancap di punggung Ning Yuan. Tabib istana bekerja dengan cepat, mengeluarkan sisa anak panah dengan hati-hati, lalu membalut luka yang cukup dalam itu.Kaisar duduk di samping ranjang sepanjang malam. Tidak bergerak. Tidak tidur. Matanya tidak pernah lepas dari wajah Ning Yuan.Sementara itu Pangeran Liang Yue, Pangeran Ketiga, dan Pangeran Liang Wei juga ada di sana. Mereka semua menunggu dengan cemas."Bagaimana keadaannya?" tanya Putra Mahkota Liang Wei pada tabib."Lukanya cukup dalam, Yang Mulia," jawab tabib dengan hormat. "Tapi untungnya tidak mengenai organ vital. Desainer Ning selamat."Putra Mahkota Liang Wei menghela napas lega. Bagaimanapun Ning Yuan adalah rekan se-timnya. Dia merasa bertanggung jawab atas Insiden ini. Di luar tenda, Putri Liang Lin berdiri dengan wajah masam. Dia melihat bagaimana semua orang

  • Pria Simpananku Ternyata Kaisar   BAB 37: PEMBUNUH BAYARAN

    Pagi hari terasa segar. Embun masih menempel di dedaunan, dan sinar matahari mulai merayap masuk di antara pepohonan. Ning Yuan berdiri di depan tendanya, memandangi kuda-kuda yang sudah disiapkan. Pangeran Liang Wei berjalan mendekat, menuntun seekor kuda putih yang cantik."Desainer Ning, ini kuda untukmu," katanya dengan senyum ramah. "Aku akan membantumu naik. Tidak perlu takut, kuda ini kudaku. Dia sangat jinak."Ning Yuan menggeleng cepat. "Terima kasih, Putra Mahkota. Tapi seperti yang katakan kemarin, hamba tidak pandai berkuda. Hamba akan berjalan kaki saja."Pangeran Liang Wei mengangkat alis. "Berjalan kaki? Tapi jaraknya jauh—""Tidak masalah. Silahkan Yang Mulia berkuda. Hamba pasti akan menyusul yang Mulia walaupun sedikit lebih lama," potong Ning Yuan dengan sopan tapi tegas.Pangeran Liang Wei menatapnya lama. Wanita ini berbeda. Semua wanita biasanya berpacu untuk dekat dengannya. Tapi wanita dari Tian Sheng ini dari kemari berusaha menjauh. Sungguh menarik."Jika kau

  • Pria Simpananku Ternyata Kaisar   BAB 36: PRIA BAYARAN YANG BIKIN REPOT

    Kaisar hendak menolak usulan Pangeran Liang Wei. Mulutnya sudah terbuka, kata-kata penolakan sudah di ujung lidah. Tapi belum sempat dia buka suara, Janda Permaisuri lebih dulu bersuara."Menurutku ide ini sangat menarik," katanya dengan suara tenang. penuh wibawa. "Bagaimanapun, kita adalah dua kerajaan yang sudah lama bersahabat. Melihat bagaimana kita bekerja sama dalam sebuah kompetisi... aku pikir ini akan menjadi pengalaman yang berharga."Kaisar menoleh pada ibunya, matanya menyipit. Tapi Janda Permaisuri tidak menggubris tatapan putranya. Dia terus tersenyum pada Pangeran Liang Wei."Senang sekali Yang Mulia- seseorang yang telah memiliki banyak pengalaman sependapat dengan orang yang miskin seperti diriku." kata Pangeran Liang Wei dengan hormat. "Aku pangeran Baili sangat menghargai dukungan Yang Mulia."Kaisar terdiam. Karena ibunya sudah berbicara, dia tidak bisa menolak secara terang-terangan. Tapi ini bukan berarti dia setuju begitu saja. "Aku harus cari cara agar usulan

  • Pria Simpananku Ternyata Kaisar   BAB 35: PERTARUHAN

    Ning Yuan tidak bisa menolak.Semua mata kini tertuju padanya. Kaisar berdiri di depan perjamuan, menunggunya. Di samping Kaisar, Putri Liang Lin tersenyum manis, tapi jelas di balik senyuman itu dia menyimpan amarah yang tertahan.Ning Yuan menoleh ke Pangeran Ketiga, berharap pria itu bisa membantunya menolak hal yang datang dadakan ini. Tapi Pangeran Ketiga malah dengan sigap mengambil jubah Kaisar dari tangan Ning Yuan dan memanggil dayang untuk membawa jubah itu pergi."Bawa jubah ini ke tenda Kaisar!" perintahnya pada dayang yang berlari mendekat.Ning Yuan menyikut pinggang Pangeran Ketiga dengan kasar. "KAU—"Pangeran Ketiga mendesah pelan kesakitan, tapi tetap tersenyum. "Silakan, Kak Yuan. Kaisar menunggumu."Ning Yuan menatapnya dengan tatapan yang bisa kesal yang terkira. Tapi mau bagaimana lagi? Ditelannya pun pangeran ketiga saat ini, dia tetap tidak punya pilihan. Dengan terpaksa dia berjalan perlahan menuju Kaisar, dengan langkah berat."Dia adalah rekanku dalam berbur

  • Pria Simpananku Ternyata Kaisar   BAB 34: DIA YANG AKAN MENJADI REKANKU

    Ning Yuan melangkah keluar dari paviliun Janda Permaisuri.Wajahnya terlihat seperti menyimpan beban yang amat berat. Tidak ada yang tahu apa yang Janda Permaisuri dan Ning Yuan bicarakan di dalam sana. Yang pasti, kini ada dua gulungan di tangannya—satu titah perceraian yang sudah dia simpan, dan satu lagi entah apa isinya.Dia berjalan meninggalkan tempat itu menuju paviliun timur. Langkahnya mantap, tapi pikirannya kacau. Semua hal yang dia dan janda permaisuri bicarakan bagaikan beban yang tidak tahu harus kemana dia buang. Tapi dia tidak bisa memikirkan itu sekarang. Semuanya terlalu berat untuk dipikirkan oleh otak yang beku saat ini.Dia masuk ke paviliun timur, mengambil jubah naga yang sudah selesai dia kerjakan. Sulaman emas berkilau di bawah sinar matahari. Jubah itu sempurna. Ning Yuan tersenyum tipis. Setidaknya satu pekerjaan selesai. Tidak lupa dia melihat keadaan sejenak, memastikan keadaan Qinlan baik-baik saja. Setelah yakin Qinlan baik-baik saja, Ning Yuan berjal

  • Pria Simpananku Ternyata Kaisar   BAB 33: TITAH

    Kaisar menggendong Ning Yuan melewati koridor panjang menuju kamarnya. Ning Yuan tidak bergerak, tidak bersuara—hanya diam dalam pelukannya, wajahnya tersembunyi di dadanya.Kasim Zhao sudah lebih dulu membersihkan jalan. Para dayang dan kasim yang melihat langsung membalikkan badan, tidak berani menatap. Mereka semua adalah orang kepercayaan Kaisar.Pintu kamar terbuka. Kaisar masuk dengan lembut, lalu menurunkan Ning Yuan di tepi ranjang. Di sampingnya, dayang sudah menyiapkan pakaian ganti untuk mereka berdua."Ganti pakaianmu," kata Kaisar, suaranya tenang."Baik." Ning Yuan reflek mencari tempat tertutup—ke balik tirai, ke sudut ruangan.Kaisar tersenyum melihat tingkahnya. "Kau mencari apa? Ganti saja di sini. Bagian tubuhmu yang mana yang belum aku lihat? Aku bahkan sudah menyentuh seluruhnya."Ning Yuan rasanya ingin sekali mengacak-acak rambut Kaisar karena ucapan ceplas-ceplos itu. Tapi apa yang dikatakan Kaisar memang benar. Bagian tubuhnya yang mana yang belum Kaisar jajak

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status