LOGINKehidupan seorang Fradhella adalah kehidupan impian seluruh gadis di dunia ini. Hanya saja, dalam sekejap kehidupannya hancur berantakan. Semua bermula saat perselingkuhan ayahnya dengan ibu dari sahabatnya sendiri. Satu per satu masalahnya seolah muncul di kehidupannya. Ibunya, pacarnya, bahkan sahabatnya meninggalkan Fradhella. Fradhella tidak lagi bisa merasakan apa pun, bahkan semua orang menyebutnya monster logika. Namun, apakah Fradhella akan kehilangan perasaan dan senyum miliknya selamanya?
View MoreSudah dua bulan Fradhella menjalani pengobatannya. Keadaannya juga mulai membaik. Namun naasnya, psikiaternya telah mendiagnosis dia “Alexithymia” atau sebuah kondisi di mana ia kesulitan untuk mengenali emosi. Itu adalah alasan kenapa saat ini ia bersikap dingin seperti saat ini.Fradhella sudah tidak lagi mengamuk. menangis, bahkan tertawa. Gadis itu selalu berwajah datar dan menanggapi semuanya menggunakan otak. Seperti saat ini, Zelina baru saja tersungkur di hadapannya karena tali sepatunya tidak terikat sempurna. Bukannya menolong, Fradhella hanya menatap Fradhella datar kemudian pergi ke meja makan dan mengacuhkan Zelina.“Woy! Tolongin gue dulu kali,” tegur Zelina memekik.Tidak ada tanggapan dari Fradhella, dia menaruh tas putih miliknya di salah satu kursi yang ada di meja makan, kemudian dia mulai menyantap sarapan yang telah disiapkan oleh Maharani.“Hari ini kamu berangkat dengan Kak Zelina dulu, ya? Nanti juga biar dia mengantar kamu ke ruang guru,” terang Maharani yang
Seorang wanita paruh baya itu menatap penuh kecewa kepada seorang pria berkepala empat yang berstatus menantunya tersebut. Varell telah memberitahu semua apa penyebab keadaan Fradhella bisa seperti ini, bahkan gadis yang baru satu jam itu siuman, saat ini harus kembali terlelap karena obat penenang.Setelah kesadarannya kembali, Fradhella histeris dan terus berteriak. Apalagi saat Geovano mencoba mendekatinya. Fradhella tampak takut dan enggan disentuh oleh pria yang berstatus sebagai ayah kandungnya itu. Dokter yang menangani Fradhella menyarankan jika Fradhella harus dibawa ke psikiater melihat bagaimana terguncangnya jiwa gadis itu saat ini.“Ibu kecewa sama kamu, Vano. Ibu titipkan anak Ibu dan cucu Ibu ke kamu agar mereka bahagia, namun nyatanya kamu justru menyakiti mereka. Kamu lihat tadi, ‘kan? Bagaimana Fradhella ketakutan, bahkan hanya karena melihatmu. Apa yang kamu lakukan sudah sangat keterlaluan. Ibu tidak akan membiarkan kamu menyakiti cucu Ibu lagi.” Maharani menjeda u
Varell langsung menggendong Fradhella untuk keluar dari bath up. Tubuh gadis itu telah memucat biru. Varell menidurkan Fradhella di kasur milik gadis itu. Ia memanggil salah seorang asisten rumah tangga untuk menggantikan baju Fradhella. Baru setelah itu, Varell akan membawa Fradhella ke rumah sakit.Maharani tergopoh-gopoh menuju kamar Fradhella. Ia mendengar kondisi Fradhella dari salah satu penjaga yang tadi ikut membantu Varell untuk mendobrak pintu kamar gadis itu. Seusai mengganti pakaian Fradhella, Varell bergegas menggendong Fradhella untuk membawanya ke rumah sakit.Di tangga, ia bertemu dengan Geovano. Geovano terkejut dengan kondisi gadis itu. Paras ayu milik Fradhella tampak sangat pucat, bahkan tubuh gadis itu sudah tampak membiru. Saat hendak menyentuh Fradhella, Varell menjauhkan tubuh Fradhella dari papanya.“Puas, Pah? Andai aja malam tadi Papa gak larang aku untuk mendobrak kamar Kakak, pasti keadaan Kakak gak akan seperti ini. Sampai terjadi sesuatu sama Kakak, Vare
Tengah malam dengan keadaan yang tidak bisa dibilang baik-baik saja Fradhella pulang. Dress coklat yang ia kenakan tampak kusut dan basah. Di luar sana, hujan mengguyur sejak sejam yang lalu.Seorang pria berkepala empat itu menatap tajam putrinya yang baru saja pulang padahal jam telah menunjukkan pukul dua dini hari. Ia bangkit menghampiri Fradhella, entah bisikan dari mana tangannya terhempas menampar Fradhella. Fradhella yang terkejut sembari memegang pipi kirinya itu menatap Geovano luka.“Dari mana saja kamu! Apa yang sudah kamu lakukan pada Carabella. Papa tidak pernah mengajarkan kamu untuk menindas orang. Papa kecewa sama kamu. Apa ini didikan dari Mamamu?” murka Geovano.Bukannya menjawab, Fradhella justru tertawa pilu. Jadi Geovano menamparnya karena gadis itu?“Jangan bawa-bawa Mama! Aku tidak pernah menindas cewek sialan itu. Lagi pula menyentuhnya seujung kuku saja tidak. Terserah Papa mau percaya atau tidak. Aku lebih kecewa sama Papa. Karena Papa yang aku kenal, tidak
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.