Share

Bab 68

Author: Khai Tsan
last update publish date: 2026-01-30 10:12:46

Udara pagi Uluwatu terasa segar namun lembap. Matahari mulai meninggi, menyinari jalanan aspal yang sepi.

Sebuah sedan hitam mewah sudah terparkir di depan gerbang vila, mesinnya menyala halus. Kaca jendelanya gelap, tidak memperlihatkan siapa yang ada di dalam.

Begitu Ayu melangkah keluar gerbang, kaca jendela penumpang depan turun perlahan.

Daniel duduk di kursi kemudi. Ia mengenakan kemeja hitam yang dua kancing teratasnya dibuka, lengan kemejanya digulung hingga siku, memperlihatkan jam tan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 117

    Di salah satu sudut frame, terlihat seorang lelaki sedang mendongak dan melenguh kenikmatan ketika batang kejantannya sedang diisap dengan rakus oleh si perempuan. Sementara di saat yang bersamaan, seorang lelaki lainnya yang bertubuh tegap sedang menghujam tubuh si perempuan dari arah belakang dengan sangat kasar. Perempuan di dalam video itu tidak lain dan tidak bukan adalah dirinya sendiri.Plak.Ponsel di tangan Ayu terlepas dan jatuh begitu saja di atas meja. Ayu seketika terduduk lemas di kursinya, kehilangan seluruh kekuatan di tubuhnya. Wajahnya pucat pasi seperti mayat. Ia menatap Rangga dengan pandangan mata yang kosong dan penuh guncangan batin."Rangga... ini...?" tanya Ayu dengan suara yang nyaris habis, air matanya kini benar-benar luruh membasahi pipinya."Ya, benar," jawab Rangga dengan suara yang sangat dingin dan mantap. "Itu rekaman CCTV dari vila yang kita sewa di Bali. Semua terekam jelas, Ayu. Jadi, apa sekarang kamu masih mau bilang kalau aku cuma menuduh dan bi

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 116

    Rangga diam sejenak. Ia meletakkan burger ayam yang baru digigitnya ke atas meja, lalu menyandarkan punggungnya ke kursi. Matanya menatap lurus ke arah Ayu, namun ada sorot mata yang tertahan, seperti ada emosi besar yang sedang ia tekan sekuat tenaga di dalam dadanya agar tidak meledak.Ayu yang mendengar semua penuturan Rangga seolah-olah mendapat tamparan langsung dari Dewa Petir. Seluruh tubuhnya mendadak kaku. Perasaan malu yang luar biasa, berbaur dengan rasa bersalah yang amat sangat, tiba-tiba menjalar dari ujung kaki hingga ke ubun-ubun kepalanya. Jantungnya berdegup begitu kencang sampai-sampai ia bisa mendengar suaranya sendiri di dalam telinga."Aku selama ini hanya curiga, Ayu," suara Rangga terdengar bergetar, memecah keheningan dapur yang mencekam. Ia menarik napas pendek sebelum melanjutkan, "Sampai akhirnya... aku melihat sendiri apa yang kalian lakukan di toilet beach club malam itu. Serius, Ayu? Di toilet?"Ayu tersentak. Ia meremas pinggiran kimono satinnya dengan

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 115

    Ayu benar-benar membeku. Gelas yang baru saja ia letakkan hampir saja tersenggol oleh tangannya yang mendadak lemas. Semua pertanyaan, logika, dan konflik batin yang ia rasakan sejak di kamar tadi langsung hancur berantakan. Rangga benar-benar ada di Jakarta. Di depannya. Nyata.Rangga menutup pintu dengan tumit kakinya, lalu menoleh ke arah dapur. Begitu melihat ekspresi Ayu yang syok, melongo, dan tampak seperti melihat hantu, sebuah senyuman lebar langsung mengembang di wajah Rangga. Senyum yang tampak biasa saja, seolah tidak ada ketegangan dingin atau kejadian gila di antara mereka semalam."Hei, sudah bangun?" sapa Rangga dengan suara kasualnya yang santai. Ia berjalan mendekat ke arah meja makan, lalu meletakkan bungkusan-bungkusan plastik itu di atasnya.Ayu masih belum bisa bersuara. Mulutnya sedikit terbuka, matanya bergerak memperhatikan penampilan Rangga dari atas sampai bawah. "Kamu..." suara Ayu akhirnya keluar, sangat pelan dan serak.Rangga tidak langsung menjawab kebi

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 114

    Ayu melenguh pelan, lalu mengerjapkan matanya beberapa kali sampai pandangannya jelas. Saat mencoba menggerakkan tubuhnya, Ayu langsung meringis. Badannya terasa sangat lemas, dan seluruh tulang-tulangnya terasa pegal serta berantakan, seolah-olah ia baru saja melakukan aktivitas fisik yang sangat berat.Ayu menatap sekeliling. Ia terbangun di atas kasur kamarnya sendiri, dalam keadaan tertutup selimut tebal sampai ke dada. Dahinya mengernyit bingung. Ia mencoba mengingat-ingat kejadian semalam."Tunggu..." gumam Ayu pada diri sendiri dengan suara serak, "kenapa aku bisa ada di kasur?"Ingatan terakhir yang ada di kepalanya adalah ruang tengah. Ia ingat betul bagaimana ia bergerak liar di atas pangkuan Rangga di atas sofa kulit hitam, lalu berteriak saat mencapai orgasme yang luar biasa dahsyat. Setelah itu, semuanya mendadak buram. Ia tidak ingat bagaimana caranya ia bisa pindah ke dalam kamar tidur.Ayu terdiam di atas kasur, menatap langit-langit kamar dengan pikiran yang berputar-

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 113

    Tanpa membuang waktu lagi, Ayu memegang kejantanan Rangga yang masih berdiri tegak dengan kokoh. Kali ini, ia tidak mengarahkannya ke lubang belakang. Ayu memposisikan area kewanitaannya tepat di atas ujung kejantanan suaminya. Dengan satu gerakan yang mantap dan tegas, Ayu menurunkan pinggulnya secara perlahan, membiarkan tubuh mereka menyatu melalui jalan yang seharusnya."Ahhh... mmhnn... Rangga..." Ayu melenguh panjang saat merasakan kejantanan suaminya merangsek masuk dan memadati bagian depannya.Ayu memejamkan mata sejenak, merasakan sensasi penuh yang luar biasa padat di dalam dirinya. Di dalam benaknya, sebuah pertanyaan mendadak muncul dan berputar-putar dengan membingungkan. Tunggu dulu... kenapa rasanya bisa sepenuh ini? Apakah milik Rangga biasanya memang sepenuh dan sekeras ini di dalam diriku? Ataukah karena beberapa hari ini aku terbiasa berbagi, hingga rasanya menjadi berbeda saat hanya ada ia yang mengisi di depan? Ah, gila, ini terlalu padat!Ayu membuka matanya kem

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 112

    Namun, tepat sebelum Ayu sempat menyelesaikan nama suaminya, Rangga langsung memajukan wajahnya dengan cepat. Ia mengunci pergerakan kepala Ayu dan langsung melumat bibir istrinya itu dengan sangat kasar dan dalam. Rangga membungkam mulut Ayu, menghentikan semua kata yang ingin diucapkan oleh wanita itu. Ciuman Rangga terasa sangat menuntut, lidahnya masuk dan menjelajahi rongga mulut Ayu dengan dominasi penuh, menyedot habis sisa napas Ayu.Di dalam dekapan dan lumatan bibir Rangga yang tanpa ampun, pikiran Ayu mendadak menjadi sangat kacau dan berantakan. Gelombang kenikmatan fisik yang membombardir tubuhnya dari depan dan belakang membuat kapasitas otaknya menyusut drastis. Anehnya, di tengah-tengah kekacauan mental itu, Ayu justru merasa kesulitan untuk mengingat kembali detail kejadian gila yang baru saja ia lalui di Bali beberapa hari lalu.Bayangan tentang hubungan intim bertiga yang ia lakukan bersama dua lelaki asing mendadak menjadi sangat buram. Ingatannya tentang Daniel ya

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 13

    Kakinya kehilangan kekuatan. Ayu merosot ke lantai yang terasa kotor, memeluk lututnya lagi seperti pagi tadi, tetapi kali ini dengan isakan yang keras dan memilukan. Ia menundukkan kepala, membiarkan rambutnya jatuh menutupi wajahnya, sementara bahunya bergetar hebat.Daniel berlutut di depannya,

    last updateLast Updated : 2026-03-18
  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 14

    Daniel mengangguk, meletakkan tasnya di lantai, dan duduk di pinggiran sofa. Ia memperhatikan Ayu yang buru-buru menghilang ke kamar.Beberapa menit kemudian, Ayu keluar. Ia sudah berganti dengan kaus longgar berwarna putih dan celana pendek yang nyaman, penampilan yang jauh berbeda dari blazer abu

    last updateLast Updated : 2026-03-18
  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 15

    Ayu sudah tak terkendali, badannya menggeliat tak karuan. Namun, Daniel tetap profesional, layaknya seorang terapis kepada pasiennya.Urutan tangan Daniel di payudara Ayu benar-benar pas, tidak terlalu kuat ataupun terlalu lembut. Payudara Ayu benar-benar dimanjakannya. Tanpa sadar Ayu membuka kaki

    last updateLast Updated : 2026-03-18
  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 7

    Namun Ayu melihat pintunya tak ditutup rapat. Ia ingin beranjak namun mengurungkan niat. Sudahlah, supaya Daniel tidak berpikir macam-macam juga."Iya, Sayang…," bisik Ayu, suaranya serak. Ia memajukan wajahnya ke kamera, menunjukkan tatapan penuh kerinduan."Aku kangen banget sama kamu, Ay," kata

    last updateLast Updated : 2026-03-17
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status