Share

Bab 12 - Pesta Pantai

last update Last Updated: 2023-11-16 00:22:54

Malamnya, Kevin kembali ke kamar dan mendapati Irina masih belum tidur. Perempuan itu duduk di pinggiran ranjang seakan sedang menunggunya. Kevin mencoba untuk bersikap sebiasa mungkin, walau pada akhirnya gagal setelah bayangan Irina menyebutkan nama mantan suaminya semalam kembali mengusik pikirannya. Kevin tak dapat mengungkapkan kekesalannya, di sisi lain, Kevin merasa sakit hati.

“Kamu baru pulang?” tanya Irina sembari bangkit dan mendekat ke arah Kevin.

“Ya.” Kevin menjawab singkat. Dia
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pujaan Hati Sang Tuan Muda   EPILOG

    EpilogKevin menuju baru selesai mengganti pakiannya, dia turun ke meja makan, berharap bertemu dengan Irina yang mungkin kini sedang menyiapkan sarapan dengan mamanya dan juga para pelayan rumahnya.Ya, setelah melahirkan, Irina memang diminta untuk tinggal di rumah orang tua Kevin saja. Tentu saja yang meminta hal itu adalah Dewi. Alasannya adalah, agar ada yang membantu Irina merawat Sean. Padahal, diam-diam Kevinmemperhatikan, jika ibunya itu juga mulai perhatian dengan Irina.Kini, Sean sudah hampir berumur satu tahun, dan selama itu, hubungan keluarga mereka menjadi lebih dekat dan semakin harmonis.Ketika Kevin sampai di area meja makan, dia hanya mendapati para pelayan sibuk di dapur, sedangkan ibunya sibuk dengan Sean. Lalu dimana Irina?“Ma, Irina mana? Kok Sean sama Mama?”“Tadi Mama sudah bilang sama Irina, nggak usah ikut ke dapur. Masih saja ngeyel. Tuh sekarang lagi muntah-muntah di kamar mandi karena bau bawang.”Segera Kevin menyusul Irina di kamar mandi, dan benar saj

  • Pujaan Hati Sang Tuan Muda   Bab 31 - Pengakuan Dan Restu

    Bab 31 – Pengakuan & RestuSetelah melakukan satu sesi panas di bar dapur, Kevin akhirnya memutuskan memesan makan malam untuk dirinya dan Irina. Keduanya kembali membersihkan diri sebelum kemudian makan malam bersama dengan saling menggoda. Setelah makan malam bersama, Kevin dan Irina kini sudah beristirahat di ranjang Kevin dengan posisi saling memeluk satu sama lain. Kevin bahkan tak berhenti mengusap lembut perut Irina yang di dalamnya terdapat buah hatinya.“Aku melihatmu dengan Maharani tadi siang.” Irina akhirnya membuka suaranya. Kevin menghentikan pergerakannya seketika. “Di mana?”“Di kafe yang letaknya tak jauh dari kantor kamu.”“Ngapain kamu ke sana?” tanya Kevin lagi.“Aku kangen kamu. Jadi, rencananya aku mau datang jenguk kamu dan bawain kopi. Tapi… aku lihat kamu sama Rani yang terlihat…” Irina menggantung kalimatnya.“Terlihat bagaimana?” tanya Kevin lagi.“Kevin, kalau kamu—”“Aku memang mengajak ketemuan Rani.” Kevin memotong kalimat Irina. “Tapi untuk mengatakan

  • Pujaan Hati Sang Tuan Muda   Bab 30 - Pernyataan Cinta

    Bab 30 – Pernyataan CintaRupanya, Kevin tidak membawa Irina pulang ke rumahnya, melainkan ke apartmen Kevin yang letaknya memang tak jauh dari kafe tempat Irina menunggu tadi. Irina sebenarnya ingin bertanya pada Kevin, kenapa Kevin membawanya ke sana, tapi Kevin tampak tak ingin membuka suara dan hanya fokus dengan jalanan di hadapannya.Saat mobil Kevin sudah terparkir di basement, Kevin segera keluar, lalu tanpa diduga, ketika Irina juga keluar dari mobil, Kevin segera menggendong Irina kembali, membuat Irina terpekik lagi karena ulah Kevin.“Kevin, aku bisa jalan sendiri,” ucap Irina, tapi Kevin tak mengindahkan ucapan Irina dan malam fokus berjalan menuju unit apartmennya.Sampai di dalam apartmen Kevin, Irina masih belum juga diturunkan. Dia baru diturunkan di dalam kamar mandi oleh Kevin. “Mandilah, air hujan bisa mmebuatmu sakit. Ada handuk dan kimono di sini.” Kevin menunjuk ke sebuah lemari kecil di dalam kamar mandi. Kemudian, Kevin membalikkan tubuhnya dan akan pergi. Na

  • Pujaan Hati Sang Tuan Muda   Bab 29 - Jatuh Cinta

    Bab 29 – Jatuh CintaIrina memutuskan tidak turun dari mobilnya, dan memilih untuk membatalkan niatnya bertemu dengan Kevin. Irina akhirnya mengingat janjinya pada Maharani, bahwa dia akan menjanjikan perpisahan dengan Kevin. Mungkin saat ini, Maharani dan Kevin sedang mencoba memperbaiki hubungan mereka. Seharusnya Irina bisa tenang, karena setelah berpisah dengannya nanti, kehidupan Kevin akan kembali normal. Namun nyatanya, Irina merasakan dadanya sesak karena sebuah perasaan yang cukup dia mengerti saat ini. Rasa cemburu.“Pak, kita ke mall terdekat saja ya, Pak,” ucap Irina pada sang sopir.“Baik, Bu.” Irina kembali mengusap lembut perutnya, mencoba menghibur dirinya sendiri dengan bayi yang dikandungnya. “Kita tunda dulu bertemu Papa. Kita akan belanja baju-baju kamu, ya…” bisik Irina pelan pada bayinya.Irina sadar, dia tak bisa memberi Kevin apapun karena pria itu sudah memiliki segalanya, dia hanya bisa memberikan pria itu kebebasan saat ini, meskipun dalam hatinya yang pali

  • Pujaan Hati Sang Tuan Muda   Bab 28 - Pisah Rumah

    Bab 28 – Pisah Rumah Setelah sesi panas dan sesi sedih di atas ranjang, keduanya memutuskan untuk membersihkan diri. Mengganti pakaian mereka dengan pakaian santai, kemudian menuju ke ruang makan untuk menyantap hidangan makan malam.Makan malam kali ini terasa hening, namun tak tegang atau dingin seperti biasanya. Keheningan terjadi lebih karena keduanya tak tahu harus membahas atau berbicara tentang apalagi. Mereka tadi sudah memutuskan jika akan berpisah setelah bayinya lahir. Itu adalah keinginan Irina, dan Kevin mengiyakan keinginan perempuan itu.Kevin memeng berada pada titik tak mampu menolak keinginan Irina. Kadang, Kevin merasa kesal, kenapa dia bisa memiliki perasaan sedalam ini pada perempuan itu? Hingga dia tak mampu menolak apapun yang diinginkan perempuan tersebut.“Uuum, begini, karena kita sudah sepakat, apa… nggak sebaiknya kita…” Irina ragu melanjutkan kalimatnya. “Tinggal secara terpisah maksudmu?” tanya Kevin seakan melanjutkan kalimat Irina.“Uuum… aku hanya me

  • Pujaan Hati Sang Tuan Muda   Bab 27 - Berpisah Baik-baik

    Bab 27 – Berpisah Baik-baikKevin baru menghentikan aksinya saat dirasa napas Irina mulai terputus-putus. Lalu, keduanya baru sadar jika kini mereka tak hanya berdua di area dapur. Mereka menolehkan kepala ke arah jalan masuk ke area dapur, dan mendapati ibu Kevin berada di sana dengan beberapa tamunya dan juga Maharani yang masih menatap mereka dengan wajah ternganga masing-masing.Irina segera melepaskan diri dari Kevin kemudian sedikit menjaga jarak, hal itu membuat Kevin menatap ke arah Irina seketika. Dia kesal dengan sikap Irina, kemudian Kevin kembali menatap ibunya dan juga para tamu sang ibu yang tampak masih terdiam di tempatnya berdiri.“Ada masalah?” tanya Kevin dengan santainya.“Vin, apa yang kamu lakukan?”“Apa yang kulakukan bagaimana, Ma? Aku sedang mencium istriku. Apa salah?”“Kevin!” Dewi tampak kesal dengan pengakuan terang-terangan yang dilakukan oleh Kevin di hadapan para teman-temanya.“Ma, Mama nggak seharusnya ngelakuin ini. Irina sedang mengandung anakku, cu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status