Share

Bab 15. Dara Mendaging

last update Terakhir Diperbarui: 2025-11-20 22:21:48

"Iya ya, Karin. Kenapa kamu tidak menjadi sekretaris aku saja. Padahal kita sudah sangat kenal lama, tapi kamu malah bekerjasama dengan Evan. Apa kamu tidak nyaman bersama dengan aku?" tanya Liana dengan raut wajah berfikir menanggapi perkataan Mirna.

Karin mati kutu. Tidak tahu harus membalas kata-kata Liana. Dia bekerja di kantor Evan karena itu perusahaan yang mereka kembangkan berdua dari uang Liana. Mana mau dia bekerja di perusahaan Liana.

"Aku dan Karin tidak ada hubungan apapun. Karin menjadi sekretaris aku karena sesuai dengan bidang dan perusahaan aku. Perusahaan aku dan Liana di bidang yang beda. Apa yang salah dengan itu," bela Evan.

"Iya Liana, aku bekerja sama dengan Evan karena pekerjaannya lebih sesuai dengan bidang aku. Bukannya aku tidak mau bekerja sama kamu. Apalagi aku tidak mau dibilang memanfaatkan posisi kamu untuk mendapat pekerjaan. Aku tidak enak sama karyawan lain. Aku ingin berusaha dengan kemampuan aku sendiri," sambung Karin mengikuti ide Evan.

"Ma
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pura-Pura Tuli Untuk Membongkar Rahasia Suamiku   Bab 36. Kenekatan Evan

    Setelah mengantar Evan pulang ke rumah, Liana segera menuju ke rumah Darman. Dia ingin menemui Virga. Dia sangat marah karena Virga menabrak Evan. "Sayang, kenapa kamu tidak kabari Bibi mau ke sini. Kalau tahu kamu ke sini, Bibi akan menyiapkan makanan enak untuk kamu," ujar Sulastri yang menyambut kedatangan Liana di depan pintu. "Bibi, apa Kak Virga ada di rumah?" tanya Liana to the point. "Kenapa kamu langsung cari Kak Virga. Apa kamu tidak kangen sama Bibi," sahut Sulastri sedih. "Bukan gitu Bi. Liana ada urusan sama Kak Virga." "Apa dia buat ulah lagi? Anak itu suka sekali cari gara-gara sama kamu. Ayo masuk, Virga lagi bersama Paman kamu di belakang," ajak Sulastri. Sulastri membawa Liana ke tempat Darman dan Virga berada. Mereka berdua sedang sibuk membahas perusahaan. "Kak Virga, Liana ingin bicara sama Kakak," ujar Liana saat sudah melihat batang hidung Virga. "Liana," panggil Virga dengan senang. Akhirnya Virga bisa menemui Liana setelah beberapa tahun. Dia segera

  • Pura-Pura Tuli Untuk Membongkar Rahasia Suamiku   Bab 35. Kecoa Kaki Dua

    "Evan kamu tidak apa-apa?" tanya Karin yang segera pergi ke rumah sakit saat Evan menghubunginya. "Ah, kepala aku sakit," gumam Evan memegang kepala yang nyeri. "Kenapa ini bisa terjadi. Kenapa kamu nggak hati-hati," tegur Karin khawatir. "Aku juga tidak tahu Karin. Tiba-tiba mobil itu datang menabrak aku. Bukan aku yang membawa mobil asal-asalan." "Apa? Kenapa ada orang sejahat itu sama kamu. Kamu sudah lapor polisi?" "Iya, aku sudah lapor polisi. Tapi tidak ada petunjuk dan bukti sama sekali." "Kok bisa?" "Mana aku tahu." "Suster, dimana ruang Evan?" Karin dan Evan kaget mendengar suara Liana yang sudah berada di dekat pintu. Mereka bisa kepergok. "Kenapa dia cepat sampai ke sini. Bagaimana ini? Aku harus sembunyi," gumam Karin Panik. "Karin, cepat kamu sembunyi sebelum Liana masuk ke dalam sini," suruh Evan tidak kalah panik. Karin bingung ingin bersembunyi di mana. Bersembunyi di kamar mandi takut nanti Liana malah ke kamar mandi. "Ayo cepat sembunyi?" "Aku harus

  • Pura-Pura Tuli Untuk Membongkar Rahasia Suamiku   Bab 34. Ulah Siapa?

    Liana memasuki restoran dengan langkah pelan. Dia langsung pergi ke tempat yang sudah dipesan atas nama Evan. Tanpa curiga langsung masuk ke dalam ruangan tersebut. Ketika Liana berada di ruangan, dia sangat kaget menemukan Dirga, bukan Evan. "Kenapa kamu yang di sini? Kemana Evan?" tanya Liana masih di depan pintu masuk. "Kamu duduk dulu. Baru kita bicara," sahut Dirga menyuruh Liana duduk di kursi di depannya dengan menggunakan dagu. Liana mematuhi perkataan Dirga. Dia langsung duduk di kursi depan Dirga. "Kenapa kamu bisa di sini?" tanya Liana ulang. "Suami kamu sendiri yang menyodorkan kamu ke aku. Ya aku terima lah," balas Dirga. "Maksudnya, Evan mau menjual aku?" tanya Liana speechless. "Iya. Tadi aku diajak makan siang sama Evan. Aku bilang kalau aku sedang tidak ada nafsu makan. Aku malas lihat muka dia terus. Tiba-tiba dia menawarkan kamu untuk makan siang dengan aku. Mana mungkin aku melewatkan kesempatan seperti ini," terang Dirga. "Evan sudah keterlaluan. Dia ber

  • Pura-Pura Tuli Untuk Membongkar Rahasia Suamiku   Bab 33. Memancing Singa

    Evan saat ini sedang berada di kantor milik Dirga. Mereka melakukan rapat untuk membahas perkembangan proyek yang sedang mereka lakukan. "Pak Dirga, bagaimana kalau kita makan siang bersama. Ini sudah waktunya makan siang," kata Evan melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 12 lewat. Sudah waktunya makan siang. Dirga melihat ke arah jam tangannya. Mereka terlalu larut dalam membahas proyek sehingga lupa waktu. Sekarang rapat mereka juga sudah selesai. Tidak ada masalah lagi. Semuanya berjalan lancar. "Pak Evan duluan saja," ujar Dirga tidak mau makan barengan Evan. Mending dia makan sendiri. Melihat wajah itu saja sudah membuatnya kehilangan nafsu makan. "Apa Bapak tidak makan siang?" "Bukan, saya lagi tidak ada nafsu makan dan sedikit lelah saja," sahut Dirga pendek. "Bagaimana kalau Bapak makan siang bersama istri saya saja, Liana," celetuk Evan ingin mendorong Liana agar kerjasama mereka semakin baik. Dirga berhenti mencoret dokumen yang akan ditandatangani. Ketika nama Lian

  • Pura-Pura Tuli Untuk Membongkar Rahasia Suamiku   Bab 32. Rencana Busuk Evan

    Evan tiba di tempat karin. Begitu pintu terbuka, Karin menyambut Evan dengan suka cita. "Aku punya kabar bagus untuk kamu," ujar Evan sumringah. "Kabar bagus apa?" tanya Karin ikut senang melihat Evan dengan raut wajah yang cerah. Itu pertanda baik juga untuknya. "Aku ada dua kabar bagus." "Dua?" "Iya. Kabar yang pertama, proyek yang lagi kita bangun sekarang berjalan dengan mulus. Kalau terus seperti ini, maka modalnya akan cepat kembali," ujar Evan angkuh. "Wah, beneran?" sahut Karin yang tidak bisa menutupi rasa senangnya. Bahkan dia sampai melompat kecil karena kegirangan. "Iya." "Berarti aku bisa shopping dan jalan-jalan ke luar negeri dong," pinta Karin. "Jangankan keluar negeri atau shopping, apapun yang kamu inginkan pasti aku turuti," ujar Evan dengan sombong. Sebelah tangan Evan melingkar di pinggang Karin. Satu lagi menyentuh dagu. Karin membalas pelukan Evan. Kedua tangannya di taruh di atas bahu leher. Kini wajah mereka berdua saling bertatapan

  • Pura-Pura Tuli Untuk Membongkar Rahasia Suamiku   Bab 31. Ditambah Satu Lagi

    "Bagaimana menurut kamu tentang pak Dirga?" tanya Evan setelah mobil Dirga menghilang dari pandangan mereka. "Apa maksud kamu?" tanya Liana balik. "Ya, penilaianmu terhadap pak Dirga itu bagaimana. Bagaimana kamu sebagai seorang perempuan melihat pak Dirga." "Beliau itu orang yang baik. Terlihat sangat bertanggung jawab, mapan. Lelaki yang sempurna." 'Kecuali kalau lagi kumat,' sambung Liana dalam hati. "Kalau dia menyukai kamu, bagaimana?" pancing Evan penuh maksud. "Apa maksud kamu sih. Aku kan sudah menikah sama kamu. Aku tidak akan mencintai orang lain selain kamu. Kamu jangan bicara ngawur, deh. Kita pulang saja," sahut Liana bohong yang sudah tidak ada rasa lagi sama Evan. Liana meninggalkan Evan dan masuk ke dalam mobil. Sedangkan Evan menatap kepergian Liana dalam diam. Diam-diam merencanakan sesuatu antara Liana dan Dirga. Jika bisa dimanfaatkan, kenapa harus dilewatkan. *** Di dalam mobil Dirga, dia tidak hanya berdua dengan sang sopir. Di dalamnya sudah ada Virg

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status