Share

Bab 14. Kedatangan Saudara Ipar

last update Last Updated: 2025-11-19 23:04:21

Sekarang adalah hari Minggu. Mereka bertiga tidak ada rencana kemana pun. Liana terlalu malas untuk keluar. Sedangkan Karin tidak ada lagi uang untuk berbelanja. Jadi terpaksa duduk berdiam diri di rumah.

"Maaf Nyonya, di depan ada tamu," ucap salah satu pembantu menyapa Liana.

"Siapa Bi?" tanya Liana penasaran.

"Itu …."

"Halo Liana, Evan" sapa Mirna, kakaknya Evan dengan ceria.

"Kak Mirna," ucap Evan dan Liana berbarengan.

Liana terkejut melihat tamu yang tidak diundang. Tidak menyangka jika Mirna akan datang ke rumah. Dia sedikit tidak suka dengan kakak iparnya. Kalau sudah ada Mirna, sering sekali rumahnya kehilangan barang. Termasuk barang pribadi miliknya. Dia tidak mau menuduh Mirna karena tidak memiliki bukti.

"Kak, kenapa Kakak bisa ada sini?" tanya Evan mewakili Liana.

"Apa Kakak tidak boleh bermain ke rumah adik ipar Kakak sendiri. Kakak kan kangen sama Liana. Kenapa kamu yang sewot," sahut Mirna.

Evan menatap kakaknya tidak suka. Firasatnya sama seperti Liana. Walaupun
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pura-Pura Tuli Untuk Membongkar Rahasia Suamiku   Bab 30. Kesalahpahaman

    Liana kembali mendorong Dirga. Kemudian dia menampar Dirga dengan sangat keras. Sekalian melampiaskan kekesalannya saat dia masih kecil. Kapan lagi dia bisa membalas tanpa dikerjain balik. Dirga memegang pipinya yang berdenyut. Dia tidak menyangka kalau Liana akan menamparnya sekeras itu. Menyesal dia menyuruh Liana berbuat senatural mungkin. "Pak, kalau punya mulut itu dijaga. Saya tidak akan pernah tertarik sama lelaki seperti anda. Bagi saya Evan adalah suami terbaik di dunia ini," ujar Liana keras agar Evan bisa mendengar dengan baik. "Terbaik? Aku ini jauh lebih kaya daripada Evan. Perusahaan aku sudah bertahun-tahun sukses. Perusahaan suami kamu itu bisa sukses berkat aku. Aku bisa saja memutuskan kontak di antara kami. Kita lihat, apa suami kamu itu masih bisa bertahan." "Suami saya memang tidak sekaya Bapak. Tapi hati anda itu jauh lebih miskin," ujar Liana meninggalkan Dirga sendiri. *** Evan dari tadi menyaksikan interaksi Liana dan Dirga. Dia sangat kaget ketika Lia

  • Pura-Pura Tuli Untuk Membongkar Rahasia Suamiku   Bab 29. Kemunculan Sepupu

    "Kenapa kamu bisa ada di sini? Kamu mengikuti aku? Di mana Evan?" tanya Liana panik. Liana melirik ke arah belakang Dirga. Sepanjang mata memandang, tidak ada sosok Evan. Ada perasaan lega jika hanya ada mereka berdua. "Apa aku tidak boleh mengikuti orang yang aku sayangi," sahut Dirga cuek. "Kamu kalau ngomong dijaga ya. Nanti kalau ada yang dengar bisa salah paham. Apalagi di dengar oleh Evan," tegur Liana. "Salah paham apanya. Wajar dong jika seorang kakak sepupu menyayangi adik sepupunya sendiri. Kalau masalah Evan, dia masih di meja makan. Jadi kamu tidak perlu takut jika kita akan ketahuan," ujar Dirga. Benar, Dirga dan Liana adalah saudara sepupu. Jadi Liana sangat terkejut saat tahu klien Evan adalah Dirga. Padahal sudah jauh-jauh hari mewanti-wanti paman agar sepupu tidak ikut campur masalahnya. "Sudahlah, jangan banyak basa-basi. Apa paman yang menyuruh kamu menjadi klien dari Evan?" "Bukan." "Terus," ujar Liana memicing mata. Tidak percaya dengan mudah jawaban Sepup

  • Pura-Pura Tuli Untuk Membongkar Rahasia Suamiku   Bab 28. Sosok Yang Tidak Asing

    Evan ingin menghubungi kliennya, namun sebelum berhasil menghubungi klien, klien sudah terlebih dahulu muncul di depan Evan. "Selamat malam Pak Dirga," sapa Evan. Evan segera berdiri dan memberi hormat. Sedangkan posisi Liana membelakangi Dirga. "Selamat malam juga Pak Evan," balasnya. Mata Liana sontak membesar ketika Evan menyebutkan nama Dirga. Apalagi suara Dirga yang terasa tidak asing. Dia berharap kalau Dirga yang disebutkan oleh Evan adalah orang yang berbeda dengan yang dia kenal. "Maaf Pak, saya telat. Tadi saya mengalami mogok di jalan," terang Dirga. "Tidak apa-apa Pak. Saya maklum kok. Kami juga baru datang," ujar Evan cari muka. Mata Dirga beralih ke arah punggung Liana. Liana masih saja membeku di tempat. "Apa ini istri Bapak?" tanya Dirga basa basi. "Iya Pak, ini istri saya," sahut Evan. Evan tidak enak dengan Klien. Liana masih belum bangun juga dari kursi. Itu sikap yang tidak sopan kepada klien. "Liana," panggil Evan dengan suara kecil. Liana tersadar

  • Pura-Pura Tuli Untuk Membongkar Rahasia Suamiku   Bab 27. Akhirnya Pergi Juga

    Mirna gugup dengan pertanyaan Evan. Dia segera memutarkan otaknya mencari alasan. "Ah, tadi Kakak haus. Jadi Kakak mau ambil minum," jawab Mirna menyakinkan mereka tapi tidak mempan pada Liana yang sudah tahu semuanya. "Kenapa kalian berdua malam ini kompak cari minum." "Kakak kan juga haus. Kakak pamit duluan ke kamar ya. Kakak masih ngantuk. Hoam … " kata Mirna sambil menguap. Lalu segera kabur dari sana. "Evan …." "Aku juga ngantuk berat Liana. Aku pergi duluan ya. Lampunya juga sudah nyala," potong Evan yang ikut pergi. Evan sama sekali tidak mau menggantikan guci yang telah dihancurkan oleh Mirna. Oleh karena itu dia memilih kabur. "Kakak dan adik sama-sama saja. Lari dari tanggung jawabnya. Untung saja guci ini guci KW. Kalau enggak, aku bisa rugi," kata Liana berdecak lidah. *** Mirna langsung lari ke dalam kamarnya. Setelah berada di dalam kamar, dia dengan cepat mengunci pintu agar tidak ada yang masuk. Dia sangat gugup dan panik. Lalu segera menghubungi suaminya yan

  • Pura-Pura Tuli Untuk Membongkar Rahasia Suamiku   Bab 26. Panik

    *** Ketika tengah malam Mirna terbangun. Sengaja memasang alarm untuk menjalankan misinya sebelum tidur. Dia juga sudah menghubungi sang suami untuk menunggunya di depan rumah Liana. Mirna bekerjasama dengan sang suami untuk membawa kabur guci milik Liana. Tidak mungkin bisa dibawa sendiri. Setelah itu mereka bisa kabur. Keadaan malam sangat sunyi. Dimana orang-orang sudah tertidur lelap. Jam masih menunjukkan pukul 1 dini hari. Sehingga semua orang masih berada di dalam dunia mimpi. Dalam gelapnya ruangan yang hanya disinari oleh sinar bulan dan lampu yang berada di luar rumah yang menembus kaca, Mirna berjalan secara mengendap-ngendap. Berjalan hati-hati agar tidak menabrak barang lain. Supaya tidak membangunkan orang lain. Sekarang dia sudah berdiri dekat dengan guci. Setelah memastikan semuanya aman, tangannya langsung mengelus guci tersebut. "Kamu adalah milik aku. Setelah ini aku bisa pergi dari sini. Setelah uangnya habis, baru aku akan kembali ke sini, deh," ucap Mirna

  • Pura-Pura Tuli Untuk Membongkar Rahasia Suamiku   Bab 25. Gadai

    "Kenapa kamu lama sekali?" tanya Karin dengan kedua tangan di pinggang. Menghadang Evan tepat di depan pintu masuk. Karin sudah menunggu Evan sejak tadi pagi. Mereka sudah membuat janji akan bertemu jam 8. Namun sekarang sudah jam 9 lewat. "Nanti aku jelaskan. Kita masuk dulu," ajak Evan masuk ke dalam rumah setelah menggeser tubuh Karin. Karin berdecak kesal. Menurunkan kedua tangan untuk menutup pintu. Setelah menutup pintu, dia mengikuti Evan yang sudah duduk di atas sofa. "Apa Liana curiga kamu pergi. Atau dia malah melarang kamu pergi?" tanya Karin ikut duduk di samping Evan. "Dia hanya tanya aku pergi kemana saja." "Terus." "Aku bilang saja ingin menemui teman-teman aku. Dia sama sekali tidak melarang aku pergi." "Owh," jawab Karin pendek. "Kamu kenapa cemberut. Aku kan sudah ada di sini." "Aku masih kesal dengan kakak kamu. Setidaknya kita bisa sering jumpa di rumah Liana. Ditambah aku tidak bisa kerja bersama kamu. Kenapa sih dengan keluargamu, tidak ada satupun yan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status