Share

Bab 39. Menguntit

last update Last Updated: 2026-01-10 11:41:53

Evan langsung menjalankan rencananya saat malam hari. Tidak buang-buang waktu lagi. Dia memasukkan serbuk obat yang didapatkan dari temannya ke dalam teh. Memberikan racun lewat teh itu kepada Liana.

"Liana," panggil Evan mencari Liana setelah teh itu selesai dibuat.

Liana berada di depan TV sedang mengerjakan laporan. Bukan hal besar yang harus diperiksa. Hanya mencocokkan data saja. Jadi dia memutuskan mengerjakan di ruang TV sambil menyalakan TV. Supaya tidak terlalu sunyi.

"Ada apa Evan," sahut Liana menatap ke arah Evan yang melangkah ke arahnya.

"Ini, aku buatkan teh buat kamu. Kamu pasti sangat capek dan mengurus itu. Ini, minum dulu," kata Evan menyodorkan gelas teh ke arah Liana.

'Tumben dia buat aku teh. Ini pasti ada sesuatu yang tidak beres. Tidak mungkin dia langsung berubah,' curiga Liana.

"Terima kasih ya. Kamu sangat baik," sahut Liana tetap menerima teh tersebut. Mencegah Evan curiga jika dia mencurigai teh tersebut.

Liana hanya meletakkan teh itu di di atas me
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pura-Pura Tuli Untuk Membongkar Rahasia Suamiku   Bab 42. Tamat

    "Virga! Cukup!" ucap Darman keluar dari mobil bersama Liana. Liana dan Darman tiba bersamaan dengan polisi. "Jangan bergerak! Kalian berdua sudah terkepung. Kalian akan kami tahan dengan kasus percobaan pembunuhan, penipuan dan perampokan." "Jangan dulu, aku belum puas mengajar mereka," larang Virga. "Virga, cukup!" Virga mengabaikan larangan mereka. Dia yang masih berada di atas tubuh Evan membalikkan badan Evan. Dia melanjutkan menghajar Evan. Evan sama sekali tidak bisa melawan. Tangannya sangat sakit dan tidak bisa digerakkan lagi. Polisi segera menahan tubuh Virga. Virga menghajar Evan bagaikan orang kesurupan. Sedangkan Evan yang tidak sanggup menahan lagi akhirnya jatuh pingsan. "Liana, tolong maafkan aku," mohon Karin tidak mau masuk penjara. "Maaf? Kemana saja kamu selama ini. Sekarang sudah terlambat kamu minta maaf. Andai saja waktu itu kamu minta maaf, mungkin aku akan melepaskan kamu," sahut Liana. "Liana, aku bersalah Liana. Aku benar-benar minta maaf." "P

  • Pura-Pura Tuli Untuk Membongkar Rahasia Suamiku   Bab 41. Kemarahan Virga

    Virga menutup telepon dari Liana. Dia segera mengambil kunci mobil milik dan sebelah tangan tangan menghubungi bawahnya. "Kamu cepat cari di mana lokasi Evan. Aku ingin secepatnya kamu menemukan mereka. Jangan sampai mereka kabur ke luar negeri," perintah Virga. Virga menutup kembali handphone. Segera masuk ke dalam mobil. Tangannya dengan cekatan menghidupkan dan membawa mobil mengelilingi kota. Virga berkeliling kota sambil menunggu bawahan mendapat posisi pasti Evan dan Karin. Setelah berhasil mendapatkan titik mereka, Virga langsung menuju ke sana. "Ternyata mereka berniat kabur ke luar negeri sesuai dugaan aku. Jangan harap kalian bisa lepas dari genggaman tangan aku." Virga segera memutar arah mobil. Dengan kecepatan tinggi dia mengejar mobil milik Evan dan Karin. Setelah mobil milik Evan ditemukan, dia menghadang mobil milik mereka berdua. "Evan, awas!" teriak Karin terkejut. Evan juga terkejut dengan mobil yang tiba-tiba berhenti di depannya. Dia dengan cepat menginjak

  • Pura-Pura Tuli Untuk Membongkar Rahasia Suamiku   Bab 40. Kabur

    "Apa yang ingin kamu katakan sama Paman. Sepertinya sangat penting," ujar Darman. "Paman, kemarin Evan berencana ingin meracuni aku. Semalam dia tiba-tiba kasih aku teh. Dalam teh itu ada sesuatu obat," terang Liana. "Apa? Evan ingin meracuni kamu?" tanya Darman terkejut. Darman tidak akan melepaskan Evan jika terjadi sesuatu yang buruk sama Liana. Dia beserta anaknya akan mengejar Evan sampai ke ujung dunia sekalipun. "Iya Paman. Untung saja Liana cepat sadar. Selama ini Evan tidak pernah membuat aku teh. Jadi Liana tanpa pikir panjang membuang teh tersebut." "Apa? Evan gagal meracuni Liana. Apa Liana sudah curiga sama Evan. Sejak kapan dia mengetahui semua ini. Gawat, aku harus bilang hal ini kepada Evan. Tapi aku harus menunggu mereka selesai bicara dulu," putus Karin tetap berada di sana. "Kamu tenang saja Liana. Kita akan memenjarakan Evan dengan kasus percobaan pembunuhan. Sekarang kita sudah berhasil mengambil semua harta milik kamu yang diambil oleh mereka." 'Ternyata

  • Pura-Pura Tuli Untuk Membongkar Rahasia Suamiku   Bab 39. Menguntit

    Evan langsung menjalankan rencananya saat malam hari. Tidak buang-buang waktu lagi. Dia memasukkan serbuk obat yang didapatkan dari temannya ke dalam teh. Memberikan racun lewat teh itu kepada Liana. "Liana," panggil Evan mencari Liana setelah teh itu selesai dibuat. Liana berada di depan TV sedang mengerjakan laporan. Bukan hal besar yang harus diperiksa. Hanya mencocokkan data saja. Jadi dia memutuskan mengerjakan di ruang TV sambil menyalakan TV. Supaya tidak terlalu sunyi. "Ada apa Evan," sahut Liana menatap ke arah Evan yang melangkah ke arahnya. "Ini, aku buatkan teh buat kamu. Kamu pasti sangat capek dan mengurus itu. Ini, minum dulu," kata Evan menyodorkan gelas teh ke arah Liana. 'Tumben dia buat aku teh. Ini pasti ada sesuatu yang tidak beres. Tidak mungkin dia langsung berubah,' curiga Liana. "Terima kasih ya. Kamu sangat baik," sahut Liana tetap menerima teh tersebut. Mencegah Evan curiga jika dia mencurigai teh tersebut. Liana hanya meletakkan teh itu di di atas me

  • Pura-Pura Tuli Untuk Membongkar Rahasia Suamiku   Bab 38. Meracuni Liana

    "Apa? Terus bagaimana dengan pak Dirga. Dia orang yang sangat penting di perusahaan kita?" "Dia juga ikut membatalkan proyek dengan kita. Andai dia masih membantu kita, perusahaan kita masih bisa diselamatkan." "Apa kamu sudah membujuk pak Dirga, Evan?" "Aku sudah berusaha membujuk dia. Dia tetap tidak mau membantu kita. Kamu lihat memar di wajah aku, dia yang menghajar aku sampai begini," ujar Evan menunjukkan memar di beberapa tempat di tubuhnya. "Dia menghajar kamu?" tanya Karin kurang percaya. Setahu Karin, pak Dirga bukan tipe orang yang akan bersikap kasar. "Kenapa pak Dirga memukul kamu?" tanya Karin penasaran. "Tadi aku ingin menjamin Liana jika dia mau tetap bekerja sama dengan kita. Kamu kan tahu, pak Dirga itu menyukai Liana. Jadi aku berusaha membujuk dia mau membantu kita dan aku akan memberikan Liana untuk dia." "Kamu menjual Liana begitu saja?" "Iya." 'Pantas saja pak Dirga marah. Tidak semua orang akan berpikir bijak seperti dia. Lagian, kenapa Evan bisa ne

  • Pura-Pura Tuli Untuk Membongkar Rahasia Suamiku   Bab 37. Hadiah Istimewa

    "Ada apa Pak Evan menemui saya?" "Pak Dirga, kenapa Bapak membatalkan proyek yang sudah kita buat?" "Proyek yang telah kita buat mengalami banyak kendala. Jika saya melanjutkan ini, maka hanya akan sia-sia." "Pak, saya masih bisa mengelola semua itu. Saya hanya perlu modal sedikit saja dari Bapak," pinta Evan menyakinkan Dirga. "Saya tidak mau melanjutkan lagi. Saya tidak ingin waktu saya terbuang sia-sia." Evan bingung harus bagaimana. Dia tidak ingin kehilangan pak Dirga. Hanya Dirga satu-satunya penolong. "Pak, tolong lah. Tolong berikan kesempatan buat saya sekali lagi," mohon Evan dengan bersujud. Evan rela bersujud. Dia akan melakukan apapun untuk menyelamatkan perusahaan. "Maaf Pak, perusahaan kami hanya memberikan kesempatan sekali saja. Orang di perusahaan kami menghindari resiko yang sangat berbahaya. Karena itu akan mempengaruhi perusahaan kami." "Pak, jika Bapak berjanji mau membantu saya maka saya akan melakukan apapun," ucap Evan dengan nekad. "Apa maksud Bapa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status