Teilen

Bab 25. Gadai

last update Zuletzt aktualisiert: 03.01.2026 16:17:37

"Kenapa kamu lama sekali?" tanya Karin dengan kedua tangan di pinggang. Menghadang Evan tepat di depan pintu masuk.

Karin sudah menunggu Evan sejak tadi pagi. Mereka sudah membuat janji akan bertemu jam 8. Namun sekarang sudah jam 9 lewat.

"Nanti aku jelaskan. Kita masuk dulu," ajak Evan masuk ke dalam rumah setelah menggeser tubuh Karin.

Karin berdecak kesal. Menurunkan kedua tangan untuk menutup pintu. Setelah menutup pintu, dia mengikuti Evan yang sudah duduk di atas sofa.

"Apa Liana curiga kamu pergi. Atau dia malah melarang kamu pergi?" tanya Karin ikut duduk di samping Evan.

"Dia hanya tanya aku pergi kemana saja."

"Terus."

"Aku bilang saja ingin menemui teman-teman aku. Dia sama sekali tidak melarang aku pergi."

"Owh," jawab Karin pendek.

"Kamu kenapa cemberut. Aku kan sudah ada di sini."

"Aku masih kesal dengan kakak kamu. Setidaknya kita bisa sering jumpa di rumah Liana. Ditambah aku tidak bisa kerja bersama kamu. Kenapa sih dengan keluargamu, tidak ada satupun yan
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Pura-Pura Tuli Untuk Membongkar Rahasia Suamiku   Bab 32. Rencana Busuk Evan

    Evan tiba di tempat karin. Begitu pintu terbuka, Karin menyambut Evan dengan suka cita. "Aku punya kabar bagus untuk kamu," ujar Evan sumringah. "Kabar bagus apa?" tanya Karin ikut senang melihat Evan dengan raut wajah yang cerah. Itu pertanda baik juga untuknya. "Aku ada dua kabar bagus." "Dua?" "Iya. Kabar yang pertama, proyek yang lagi kita bangun sekarang berjalan dengan mulus. Kalau terus seperti ini, maka modalnya akan cepat kembali," ujar Evan angkuh. "Wah, beneran?" sahut Karin yang tidak bisa menutupi rasa senangnya. Bahkan dia sampai melompat kecil karena kegirangan. "Iya." "Berarti aku bisa shopping dan jalan-jalan ke luar negeri dong," pinta Karin. "Jangankan keluar negeri atau shopping, apapun yang kamu inginkan pasti aku turuti," ujar Evan dengan sombong. Sebelah tangan Evan melingkar di pinggang Karin. Satu lagi menyentuh dagu. Karin membalas pelukan Evan. Kedua tangannya di taruh di atas bahu leher. Kini wajah mereka berdua saling bertatapan

  • Pura-Pura Tuli Untuk Membongkar Rahasia Suamiku   Bab 31. Ditambah Satu Lagi

    "Bagaimana menurut kamu tentang pak Dirga?" tanya Evan setelah mobil Dirga menghilang dari pandangan mereka. "Apa maksud kamu?" tanya Liana balik. "Ya, penilaianmu terhadap pak Dirga itu bagaimana. Bagaimana kamu sebagai seorang perempuan melihat pak Dirga." "Beliau itu orang yang baik. Terlihat sangat bertanggung jawab, mapan. Lelaki yang sempurna." 'Kecuali kalau lagi kumat,' sambung Liana dalam hati. "Kalau dia menyukai kamu, bagaimana?" pancing Evan penuh maksud. "Apa maksud kamu sih. Aku kan sudah menikah sama kamu. Aku tidak akan mencintai orang lain selain kamu. Kamu jangan bicara ngawur, deh. Kita pulang saja," sahut Liana bohong yang sudah tidak ada rasa lagi sama Evan. Liana meninggalkan Evan dan masuk ke dalam mobil. Sedangkan Evan menatap kepergian Liana dalam diam. Diam-diam merencanakan sesuatu antara Liana dan Dirga. Jika bisa dimanfaatkan, kenapa harus dilewatkan. *** Di dalam mobil Dirga, dia tidak hanya berdua dengan sang sopir. Di dalamnya sudah ada Virg

  • Pura-Pura Tuli Untuk Membongkar Rahasia Suamiku   Bab 30. Kesalahpahaman

    Liana kembali mendorong Dirga. Kemudian dia menampar Dirga dengan sangat keras. Sekalian melampiaskan kekesalannya saat dia masih kecil. Kapan lagi dia bisa membalas tanpa dikerjain balik. Dirga memegang pipinya yang berdenyut. Dia tidak menyangka kalau Liana akan menamparnya sekeras itu. Menyesal dia menyuruh Liana berbuat senatural mungkin. "Pak, kalau punya mulut itu dijaga. Saya tidak akan pernah tertarik sama lelaki seperti anda. Bagi saya Evan adalah suami terbaik di dunia ini," ujar Liana keras agar Evan bisa mendengar dengan baik. "Terbaik? Aku ini jauh lebih kaya daripada Evan. Perusahaan aku sudah bertahun-tahun sukses. Perusahaan suami kamu itu bisa sukses berkat aku. Aku bisa saja memutuskan kontak di antara kami. Kita lihat, apa suami kamu itu masih bisa bertahan." "Suami saya memang tidak sekaya Bapak. Tapi hati anda itu jauh lebih miskin," ujar Liana meninggalkan Dirga sendiri. *** Evan dari tadi menyaksikan interaksi Liana dan Dirga. Dia sangat kaget ketika Lia

  • Pura-Pura Tuli Untuk Membongkar Rahasia Suamiku   Bab 29. Kemunculan Sepupu

    "Kenapa kamu bisa ada di sini? Kamu mengikuti aku? Di mana Evan?" tanya Liana panik. Liana melirik ke arah belakang Dirga. Sepanjang mata memandang, tidak ada sosok Evan. Ada perasaan lega jika hanya ada mereka berdua. "Apa aku tidak boleh mengikuti orang yang aku sayangi," sahut Dirga cuek. "Kamu kalau ngomong dijaga ya. Nanti kalau ada yang dengar bisa salah paham. Apalagi di dengar oleh Evan," tegur Liana. "Salah paham apanya. Wajar dong jika seorang kakak sepupu menyayangi adik sepupunya sendiri. Kalau masalah Evan, dia masih di meja makan. Jadi kamu tidak perlu takut jika kita akan ketahuan," ujar Dirga. Benar, Dirga dan Liana adalah saudara sepupu. Jadi Liana sangat terkejut saat tahu klien Evan adalah Dirga. Padahal sudah jauh-jauh hari mewanti-wanti paman agar sepupu tidak ikut campur masalahnya. "Sudahlah, jangan banyak basa-basi. Apa paman yang menyuruh kamu menjadi klien dari Evan?" "Bukan." "Terus," ujar Liana memicing mata. Tidak percaya dengan mudah jawaban Sepup

  • Pura-Pura Tuli Untuk Membongkar Rahasia Suamiku   Bab 28. Sosok Yang Tidak Asing

    Evan ingin menghubungi kliennya, namun sebelum berhasil menghubungi klien, klien sudah terlebih dahulu muncul di depan Evan. "Selamat malam Pak Dirga," sapa Evan. Evan segera berdiri dan memberi hormat. Sedangkan posisi Liana membelakangi Dirga. "Selamat malam juga Pak Evan," balasnya. Mata Liana sontak membesar ketika Evan menyebutkan nama Dirga. Apalagi suara Dirga yang terasa tidak asing. Dia berharap kalau Dirga yang disebutkan oleh Evan adalah orang yang berbeda dengan yang dia kenal. "Maaf Pak, saya telat. Tadi saya mengalami mogok di jalan," terang Dirga. "Tidak apa-apa Pak. Saya maklum kok. Kami juga baru datang," ujar Evan cari muka. Mata Dirga beralih ke arah punggung Liana. Liana masih saja membeku di tempat. "Apa ini istri Bapak?" tanya Dirga basa basi. "Iya Pak, ini istri saya," sahut Evan. Evan tidak enak dengan Klien. Liana masih belum bangun juga dari kursi. Itu sikap yang tidak sopan kepada klien. "Liana," panggil Evan dengan suara kecil. Liana tersadar

  • Pura-Pura Tuli Untuk Membongkar Rahasia Suamiku   Bab 27. Akhirnya Pergi Juga

    Mirna gugup dengan pertanyaan Evan. Dia segera memutarkan otaknya mencari alasan. "Ah, tadi Kakak haus. Jadi Kakak mau ambil minum," jawab Mirna menyakinkan mereka tapi tidak mempan pada Liana yang sudah tahu semuanya. "Kenapa kalian berdua malam ini kompak cari minum." "Kakak kan juga haus. Kakak pamit duluan ke kamar ya. Kakak masih ngantuk. Hoam … " kata Mirna sambil menguap. Lalu segera kabur dari sana. "Evan …." "Aku juga ngantuk berat Liana. Aku pergi duluan ya. Lampunya juga sudah nyala," potong Evan yang ikut pergi. Evan sama sekali tidak mau menggantikan guci yang telah dihancurkan oleh Mirna. Oleh karena itu dia memilih kabur. "Kakak dan adik sama-sama saja. Lari dari tanggung jawabnya. Untung saja guci ini guci KW. Kalau enggak, aku bisa rugi," kata Liana berdecak lidah. *** Mirna langsung lari ke dalam kamarnya. Setelah berada di dalam kamar, dia dengan cepat mengunci pintu agar tidak ada yang masuk. Dia sangat gugup dan panik. Lalu segera menghubungi suaminya yan

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status