LOGINAyah minggat meninggalkan hutang, ibu meninggal kecelakaan tragis, rumah di sita rentenir, dan tanggungan tiga orang adik yang masih sekolah membuat Namiya hampir gila. Tawaran gila dari rentenir kasman untuk jadi istri keempat nya membuat Namiya memutuskan untuk pergi, dan mencari pekerjaan di kota mengikuti mbak Lina yang sudah sukses di ibu kota. Tapi semua nya hanya angin segar. Mbak Lina adalah seorang tangan kanan mucikari yang memang bertugas mengumpulkan para gadis dari desa. Saat dia mencoba kabur dia di tabrak oleh mobil yang di kendarai sepasang suami istri yang menawarinya hal gila dengan imbalan tak masuk akal. Apa tawaran gila pasutri itu? bagaimana nasib Namiya selanjutnya. Mampukah dia menjadi tiang kokoh sebagai tempat bergantung ketiga adik nya yang masih kecil?
View MoreNamiya meletakkannya hidangan terakhir di atas meja dan menatap kerah tangga menunggu kedua buah hati nya turun untuk sarapan, benar saja tak lama kemudian derap langkah kedua anak terdengar menuruni tangga. "Jangan berlari di tangga..." sayup sayup namiya mendengar suara Allarick menegur kedua anak kembar mereka. Dan tak lama tiga sosok muncul dari di pintu dapur, sikembar yang sudah rapi menggunakan pakaian sekolah nya yang berwarna biru muda di ikuti ayah mereka yang berjalan di belakang dengan jas berwarna hitam pekat. "Mommy masak apa, harum sekali, aku jadi sangat lapar" ucap Niscalla sambil memanjat naik ke atas kursi meja makan di ikuti oleh arunika yang duduk di samping sang kembaran. "mami bikin nasi goreng sayur, ayo cepat makan, jangan sampai telat ke sekolah" ucap namiya sambil mengisi satu persatu piring di depan kedua anak nya. "kamu juga mas, ayo cepat makan, bukan ya kamu ada meeting pagi ini"ucap namiya pada sang suami yang duduk du ujung meja. "terima ka
"Mas mau ngebahas masalah apa?" tanya Namiya "ini tentang rumah tangga kita, mau di bawa kemana pernikahan ini? sejak kita rujuk di rumah sakit minggu lalu kita belum sempat ngobrolin ini karena sibuk dengan acara pemakaman dan tahlilan Moana" ucap Allarick Namiya menundukkan kepala nya, tidak tau mau menjawab apa pertanyaan sang suami. Seminggu ini mereka hidup seperti orang asing yang ngekos di rumah yang sama, hanya bertemu jika kebetulan keluar dari kamar. Tidak pernah makan bersama, tidak pernah ngobrol berdua, bahkan saat tidak sengaja bertemu di dapur atau di mana pun mereka hanya menyapa sekadar nya. "apa kamu terpaksa rujuk sama mas?" tanya Allarick lirih sambil menggenggam tangan gadis 24 tahun tersebut. "tidak mas... aku tidak terpaksa, ini permintaan terakhir mbak Moana, mana mungkin aku menyesal, hanya saja...." Namiya tidak melanjutkan ucapan nya. "hanya saja kenapa?" tanya Allarick "hanya saja aku juga tidak mengerti bagaimana cara nya semua ini bisa kem
dengan sangat kesusahan dan langkah kaki sempoyongan Namiya berhasil membawa Allarick yang setengah sadar ke dalam kamar nya di lantai dua. tubuh Namiya penuh oleh keringat, selain karena menopang tubuh besar Allarick, suhu tubuh Allarick yang tinggi membuat tubuh Namiya ikut kepanasan. "mas tidur rebahan dulu, aku mau ambil air buat kompres mas sekalian nyari Paracetamol buat bikin suhu tubuh mas kembali normal" ucap Namiya "jangan... jangan pergi, tolong temani aku di sini" dengan mata yang masih terpejam Allarick menarik gaun tidur Namiya mencoba menahan agar gadis itu tidak pergi. "mas... aku nggak lama, tunggu sebentar, aku cuma mau nyari obat buat mas Al, mas tunggu sebentar ya" ucap Namiya dengan lembut sambil membuka jemari Allarick yang mencengkram erat gaun satin nya. "tidak... ku mohon... jangan pergi..." Namiya Tidak tau buat siapa igauan yang keluar dari mulut suami nya itu, entah buat diri nya atau buat Moana yang sudah pergi meninggalkan mereka. Namiya jo
"mom... jadi bunda benar benar sudah meninggal ya?" Niscalla yang sedang di tidur kan oleh Namiya di ranjang nya bertanya lirih. "Kenapa Niscalla bertanya kayak gitu? memang nya Niscalla tau apa arti nya meninggal dunia?" tanya Namiya sambil mengelus punggung sang putra yang tertidur miring memeluk pinggangnya. "tau... meninggal itu adalah saat bunda tidak sakit lagi karena bunda sudah bersama Allah, dan Niscalla tidak akan pernah bertemu lagi sama bunda" ucap nya dengan suara bergetar. "apa Niscalla sedih? Niscalla merindukan bunda?" tanya Namiya. sang putra tidak menjawab tapi Namiya bisa merasakan anggukan kepala Niscalla di dada nya. "apa Niscalla tau, walaupun bunda udah bersama Allah, tapi bunda masih bisa melihat Niscalla, jadi Niscalla harus jadi anak Sholeh, jangan tinggalkan sholat, jangan lupa doakan bunda selalu bahagia bersama Allah " ucap Namiya "apa jika Niscalla banyak berdoa bunda akan masuk surga?" tanya Niscalla. "tentu saja, karena Allah sangat menci
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews