LOGINAnd Here It Comes #A_Pure_Vampir . . "Sometimes death isn't the end.......my death was the beginning.....and my true beginning began the day a vampire killed me...." Analise Walker has a tough everyday life. Her older sister torments her on a daily basis. Ana copes by eating and gains a lot of weight further adding fuel to her sister and classmates teasing..... One day it goes too far and Ana runs away..... Right into one of the cruelest vampires existing..... He kills her. But when she transforms into the most beautiful vampire he's ever seen he takes her prisoner... Two years later she escapes...... Follow Ana's story as she deals with life as a human, vampire and then something much much more dangerous..
View MoreHari ini adalah hari terkstream bagi Helix. Berulang kali ia mencoba mengatur nafas demi mencapai ketenangan. Jantungnya tak berhenti berdegup dengan kencangnya. Sesekali ia mengusap telapak tangannya yang basah di celana.
Sembari berjalan menuju sang wanita impiannya itu, sesekali ia mengelus dadanya yang bidang sambil terus mencoba berlaku santai walau sesungguhnya itu sulit.
“Lea, aku mencintaimu” akhirnya perasaan itu tersampaikan juga. Perasaan yang selama ini ia pendam begitu lama.
Helix telah jatuh cinta. Cinta yang bermula dari pandangan pertama dengan seorang wanita yang dilihatnya di depan sebuah minimarket 2 tahun lalu. Saat itu rambut indah sang wanita tertiup angin sehingga menutupi raut wajahnya yang kala itu sedang melamun sambil meminum segelas kopi racikan. Terlihatlah kecantikkan sang wanita dengan leganya oleh Helix kala dia menyapu rambut dengan jemarinya yang lentik.
Saat itu Helix masih dalam tahap mengagumi saja. Namun, kekagumannya kali ini membuat Helix selalu memikirkan wajah wanita itu. Bahkan sebelum ia terlelap tidur di malam hari, ia selalu berharap akan adanya suatu keajaiban yang dapat mempertemukan mereka lagi di suatu hari nanti.
Helix adalah seorang seniman lukis. Ia telah memiliki beberapa karya yang diakui oleh banyak orang. Dengan kelebihannya ini pula, ia menyentuh canvas miliknya dengan goresan-goresan indah penuh cinta dan menghasilkan wajah cantik sang wanita. Helix sengaja melukis wajah sang wanita yang dikagumi itu dengan tujuan agar ingatannya tak hilang dimakan oleh waktu.
Hari demi hari ia lewati tanpa mencoba membuka hati pada wanita lain yang ia temui. Semua semata-mata karena ia masih tetap berharap bisa bertemu dengan sang pujaan hati. Kali ini perasaannya cukup dalam walau hanya dengan memandang sekian detik saja.
Helix berjuang mencari tahu tentang keberadaan wanita itu. Hampir setiap hari ia menghampiri mini market tersebut hanya demi menemukan keajaiban. Helix juga mencoba memamerkan foto lukisan gambar wajah cantik wanita itu pada petugas mini market, namun tetap tidak ada hasilnya.
Dua tahun pun berlalu. Waktu yang cukup untuk dihabiskan Helix mencari sesuatu yang seperti tidak akan ada ujungnya. Masih juga dengan keadaan yang sama, ia menghampiri setiap sudut taman kota. Menatap setiap gadis yang ada disana. Berjalan menyusuri setiap restoran atau rumah makan di perkotaan. Sampai akhirnya ia mulai merasa lelah dan jenuh.
Hingga suatu pagi yang cerah, Helix mencoba melangkahkan kakinya masuk ke sebuah perusahaan yang kebetulan sedang mencari staff entertainment. Saat itu niatnya memang melamar pekerjaan, akibat rasa jenuhnya menggambar setiap hari. Dia ingin mencoba pengalaman baru diluar hobinya yang sebenarnya juga menghasilkan uang yang lumayan.
Saat Helix memasukki lobby, tepat di balik meja receptionis ada seorang wanita cantik nan anggun yang dengan sigap mengacupkan tangan dengan senyum yang begitu indah. Kala itu jantung Helix berdetup dengan begitu kerasnya.
Wanita yang kini berada di depannya itu adalah orang yang selama ini ia cari. Ini sebuah takdir, ucapnya di dalam hati. Helix memandang name tag yang tergantung pada saku seragam reception cantik itu dan akhirnya ia pun tau siapa namanya. Wailea Rose, ya itu namanya. Nama yang cantik hingga mampu menghipnotis Helix saat itu.
“Apa kamu sudah gila, Hel?” jawab Lea. Wailea begitu kaget mendengar pernyataan dari rekan kerjanya itu.
“Aku serius. Sudah tidak bisa dibendung lagi. Perasaan ini terlalu dalam untuk kamu” Helix memegang bahu Wailea dengan sangat erat. Wailea yang tadinya sedang duduk di meja makan, seketika itu juga bangkit berdiri dan menjauhi Helix.
..****LilyThe moment Bobby walked out the door her heart dropped. She couldn't just let him walk away from her. Lily refused to believe all their secret kissing sessions meant nothing to him."Hey wait!" she shouted jogging down the dirt driveway after Bobby. He stopped and turned to face her. "That's it. You're just leaving?" she asked angrily."Yes I am. I'm not dying for this shit. If you are smart you'd leave too" He replied casually. Lily placed her hand on her hip."What about me? About us?" She questioned steeping closer."Get real, there is no us. I mean come on the making out was ok but I only did it because my options were limited and I knew you wanted me" He arrogantly gloated. Lily slapped him hard across the face. The
Pain Of Rejection.Cassius PovBeing locked in a dark cell for two days was not something Cassius was not used to. He is a prince and princes should never be treated this way. It made him angry! More than angry but furious.How could my father do this to me ? Cassius thought.It was bad enough Ferox killed Acacia but locking him up for defending his mate was beyond unnecessary. Cassius couldn't do anything to save his mother but he would do something to save Ana."Fuck! I need to get out of this cage!" he yelled pulling on the bars for the hundredth time. It was no use. These cells were built especially to keep vampires trapped inside."I see you've settled in nicely my prince" Raven said popping up outside his prison right before his eyes.
He Is The OneAna Pov"Seb?" I say again hesitantly.The wolf stops licking and slowly nods its massive head. I slap my hand to my mouth to keep the scream in. Oh my goodness! Seb's a wolf! How did this happen? As I continue to look into his eyes I realize he doesn't look upset. His silver tail is gently wagging as he continues to patiently watch me."Can you change back?" I ask. This is such a blow to my mind that Seb is actually a werewolf! I wonder how all this happened? And when? Seb's ears perked up and he tilted his head to the side curiously. The act was so adorable I couldn't help but smile.Maybe he can't change back and is stuck this way . The thought breaks my heart and I can't help but reach out and comfort him. My hand caresses the side of his jaw. The fur is so soft I could rub it forever.
Marie PovIn a matter of seconds, everything changed. The brother I grew up with was no more...Everyone watched speechless as Seb disappeared right before their eyes. The sound he was making was anything but human. Marie thought it reminded her of a lion but deeper. So deep in fact that she could feel it in her own chest."What do you mean roar of the wolf?" She questioned Helia"I mean that your brother is very special. Just watch" The crone replied.Marie turned her attention back to Seb and her heart dropped. Seb wasn't howling anymore but growling. His eyes were beaming a bright yellow and had doubled in size. His fingernails had changed into claws and he began using them to rip off large chucks of skin off his chest. Beneath the skin was black thick fur like hair. It was the color of the night sky and so






Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.
reviews