เข้าสู่ระบบAnd Here It Comes #A_Pure_Vampir . . "Sometimes death isn't the end.......my death was the beginning.....and my true beginning began the day a vampire killed me...." Analise Walker has a tough everyday life. Her older sister torments her on a daily basis. Ana copes by eating and gains a lot of weight further adding fuel to her sister and classmates teasing..... One day it goes too far and Ana runs away..... Right into one of the cruelest vampires existing..... He kills her. But when she transforms into the most beautiful vampire he's ever seen he takes her prisoner... Two years later she escapes...... Follow Ana's story as she deals with life as a human, vampire and then something much much more dangerous..
ดูเพิ่มเติมRaja terjaga setelah mendengar deringan alarm ponselnya memekik. Pria itu merasakan kepalanya sedikit pening. Tidak biasanya ia terbangun dengan keadaan begini. Walau ia merasakan stamina tubuhnya begitu berbeda.
Pria itu merasa asing menatap sekitar. Jelas sekali ini bukan kamarnya. Lalu di mana? Ia menoleh memastikan keadaan. Netranya hampir melompat dari tempatnya kala mendapati bahu seputih susu terpampang di depannya."Astaghfirullahalazim ...," ucap pria tampan itu shock seketika. Ia langsung memandang dirinya sendiri dengan perasaan tak terduga.Hatinya bergemuruh kala mendapati pakaiannya, dan juga pakaian gadis yang kini masih lelap di bawah selimutnya itu berserakan di lantai kamar.Raja bergegas turun dari ranjang. Memungut pakaiannya dengan kasar, lalu beranjak ke kamar mandi. Sungguh ini tidak benar. Apa yang telah terjadi. Mengapa dia bisa satu kamar dengan seorang gadis.Bukan hanya itu, dia telah melanggar norma agama yang seharusnya tidak boleh dilakukan tanpa adanya sebuah ikatan yang sah.Sepanjang membersihkan tubuhnya. Raja mulai menggali kejadian semalam di mana dirinya berada. Kenapa dia bisa berakhir di kamar yang begitu asing. Apakah seseorang telah menjebaknya.Raja harus mencari tahu setelah ini. Lantas siapakah wanita yang telah menghabiskan satu malam bersamanya. Apakah gadis itu telah menjebaknya dan sengaja menjeratnya. Atau justru sama-sama korban dari skandal yang terencana. Naasnya, Raja kali ini yang menjadi korbannya.Pria itu keluar kamar mandi dengan perasaan yang masih sama. Marah dengan keadaan yang telah membuat dirinya berstatus perjaka ternoda."Astaghfirullahalazim ... siapakah perempuan ini, aku sungguh tidak mengenalnya. Kenapa dia dan aku bisa berada di ranjang yang sama," gumam Raja mencoba menemukan jawaban atas ketidak pastian ini.Pria itu duduk termenung begitu lama. Sembari menanti gadis yang masih lelap itu terjaga. Sebenarnya Raja sudah risih ingin segera meninggalkan tempat itu. Namun, bukankah ia harus bersikap gentleman sebagai seorang pria. Berani berbuat, harus berani bertanggungjawab. Walaupun kali ini kasusnya jelas berbeda. Raja tidak berniat merusak tahta seorang wanita.Jangankan melakukannya, memikirkannya pun tidak pernah terbesit dari otaknya. Dia tahu betul batasan yang harus dikerjakan dan mana yang tidak boleh dia langgar. Namun, hari ini, dia seperti tertampar pada sebuah kenyataan. Terlempar dalam dosa besar yang dari awalnya saja dia tidak paham cara memulainya. Hingga bisa terdampar di tempat yang sama dengan seorang perempuan tanpa sebuah ikatan sah.Hati pria itu bergemuruh sesak. Apa yang harus ia katakan pada kedua orang tuanya. Bagaimana dengan rencana pernikahannya yang digadang-gadang tidak lama lagi. Sungguh, dia dalam masalah serius kali ini.Pria itu tengah berdiri di pinggir jendela menatap luar ketika seorang wanita dibalik punggungnya terjaga dari tidur panjangnya.Ruma sayu-sayu membuka matanya. Netra lentik itu berkedip lembut memulihkan kesadarannya."Siapa yang mengutusmu ke sini?" tanya Raja mengalihkan pandangan. Tahu betul dia menjaga itu, walaupun dia telah melewati satu malam panas dengannya. Bukan berarti setelahnya melupakan batasan di antara apa-apa yang tidak boleh dan boleh untuk dirinya.Mendengar suara seorang pria, Ruma masih nampak santai. Dia mengira itu suaminya yang masuk ke kamarnya pagi-pagi karena ingin meminta disiapkan ganti.Bukankah seperti itu kesehariannya. Ruma harus menjadi istri yang siap mengabdi tanpa diberikan kompensasi hatinya. Sudah menikah selama satu tahun ini. Dan semalam adalah tepat satu tahun pernikahan mereka. Aniversary yang tak akan terlupa, di mana dia akhirnya menjadi istri sepenuhnya dari seorang pria yang telah mempersuntingnya melalui jalur perjodohan.Ya, demi baktinya terhadap kedua orang tua angkatnya. Ruma yang sudah dibesarkan, dan bahkan disekolahkan hingga menjadi calon dokter seperti saat ini, dia harus menuruti keinginan kedua orang tuanya dengan menikahi seorang pria enam tahun lebih tua darinya.Wanita itu menarik selimutnya untuk menutupi tubuh nakednya. Menatap sisi kiri hingga nampak siluet seorang pria yang memunggunginya."Mas Rasya," gumam Ruma menatap dengan terkejut. Begitu mendapati pria di ujung sana menampakkan wajahnya."K-kamu siapa?" tanya Ruma tergeragap. Shock seketika melihat ada seorang pria di kamar yang sama."Seharusnya aku yang bertanya padamu, kamu siapa? Apakah kamu sengaja menarikku ke tempat tidurmu."Raja berkata sembari menyampingkan tubuhnya. Tidak mau menatap tubuh wanita yang semalam telah memuaskannya."Ck, bagaimana mungkin aku melakukan itu. Seharusnya aku yang bertanya padamu. Kenapa kamu melakukan ini padaku?" tanya Ruma terisak.Dia menjaga itu selama ini hanya untuk suaminya. Walaupun sampai sekarang dia belum pernah melewati satu malam pun dengan kekasih halalnya. Namun, seharusnya Rumaisha tetap menjaga itu semua.Hari ini, berakhir sudah apa yang dia jaga selama ini. Bagaimana dia harus mengatakan itu pada suaminya jika saatnya tiba nanti."Sudahlah, tak usah terlalu risau Ruma, Rasya sendiri bahkan tidak peduli padamu. Bukankah semalam seharusnya kamu bersama dengannya. Menikmati malam panjang berdua yang sudah dinantikan. Kenapa sekarang justru dia meninggalkanmu dengan pria lain. Apakah pria ini utusan suaminya?" batin Ruma menduga-duga.Ruma turun dari pembaringan yang menjadi saksi petualangan panas mereka. Ia merasakan sesuatu di bawah sana terasa begitu ngilu luar biasa.Wanita itu berjalan pelan menormalkan langkahnya. Hal yang sempat membuat Raja tertegun seketika. Mendapati Ruma yang sepertinya kesulitan berjalan."Apakah ini pertama kali untuknya," batin Raja melihat itu semua. Jelas petualangan malam tadi begitu menakjubkan. Sampai ia terlena dalam pusara kenikmatan terdalam.Menikmati sesuatu yang seharusnya tidak boleh terjadi. Melanggar apa yang seharusnya terjaga.Raja semakin merasa bersalah kala mendapati bercak merah di atas sprei yang jelas noda sisa semalam. Dia benar-benar melakukannya. Merampas mahkota seorang wanita.Pria itu marah, menyesali perbuatannya sendiri dan keadaan yang membuatnya begini. Dia bersungguh-sungguh akan mencari tahu sebab musabab dirinya bisa terjebak dalam lembah nista begini.Pria itu menunggu gadis yang entah namanya siapa di dalam kamar mandi dengan gelisah. Haruskah dia meminta maaf atas kesalahan semalam yang bahkan tidak pernah ia sengaja.Derit pintu yang terbuka langsung menampakan wajah sembab Ruma. Gadis itu menatap dengan dingin. Melewatinya begitu saja seraya mencari-cari sling bag miliknya."Kita harus bicara," kata Raja yang tidak lagi didengarkan oleh Ruma. Langkahnya tergesa ingin segera meninggalkan kamar durjana ini.Gadis itu menatap dengan dingin, mengamati wajahnya yang nampak tidak sekaku tadi. Haruskah dia bersikap kompromi. Atau membiarkan saja seolah tidak pernah terjadi apa pun semalam."Aku akan bertanggung jawab," ucap Raja pada akhirnya. Menimbang wajahnya yang terlihat begitu sendu.Ruma tidak menyahut, selebihnya dia berjalan pelan meninggalkan tempat itu begitu saja."Tunggu, siapa namamu?" tanya Raja benar-benar tidak tahu. Walaupun sekilas seperti tidak asing baginya, tetapi dia tidak mengenalnya dengan jelas...****LilyThe moment Bobby walked out the door her heart dropped. She couldn't just let him walk away from her. Lily refused to believe all their secret kissing sessions meant nothing to him."Hey wait!" she shouted jogging down the dirt driveway after Bobby. He stopped and turned to face her. "That's it. You're just leaving?" she asked angrily."Yes I am. I'm not dying for this shit. If you are smart you'd leave too" He replied casually. Lily placed her hand on her hip."What about me? About us?" She questioned steeping closer."Get real, there is no us. I mean come on the making out was ok but I only did it because my options were limited and I knew you wanted me" He arrogantly gloated. Lily slapped him hard across the face. The
Pain Of Rejection.Cassius PovBeing locked in a dark cell for two days was not something Cassius was not used to. He is a prince and princes should never be treated this way. It made him angry! More than angry but furious.How could my father do this to me ? Cassius thought.It was bad enough Ferox killed Acacia but locking him up for defending his mate was beyond unnecessary. Cassius couldn't do anything to save his mother but he would do something to save Ana."Fuck! I need to get out of this cage!" he yelled pulling on the bars for the hundredth time. It was no use. These cells were built especially to keep vampires trapped inside."I see you've settled in nicely my prince" Raven said popping up outside his prison right before his eyes.
He Is The OneAna Pov"Seb?" I say again hesitantly.The wolf stops licking and slowly nods its massive head. I slap my hand to my mouth to keep the scream in. Oh my goodness! Seb's a wolf! How did this happen? As I continue to look into his eyes I realize he doesn't look upset. His silver tail is gently wagging as he continues to patiently watch me."Can you change back?" I ask. This is such a blow to my mind that Seb is actually a werewolf! I wonder how all this happened? And when? Seb's ears perked up and he tilted his head to the side curiously. The act was so adorable I couldn't help but smile.Maybe he can't change back and is stuck this way . The thought breaks my heart and I can't help but reach out and comfort him. My hand caresses the side of his jaw. The fur is so soft I could rub it forever.
Marie PovIn a matter of seconds, everything changed. The brother I grew up with was no more...Everyone watched speechless as Seb disappeared right before their eyes. The sound he was making was anything but human. Marie thought it reminded her of a lion but deeper. So deep in fact that she could feel it in her own chest."What do you mean roar of the wolf?" She questioned Helia"I mean that your brother is very special. Just watch" The crone replied.Marie turned her attention back to Seb and her heart dropped. Seb wasn't howling anymore but growling. His eyes were beaming a bright yellow and had doubled in size. His fingernails had changed into claws and he began using them to rip off large chucks of skin off his chest. Beneath the skin was black thick fur like hair. It was the color of the night sky and so






Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.
ความคิดเห็น