共有

Bab 71

作者: Prince Molina
last update 最終更新日: 2026-03-12 10:34:03

Tresna menggeram rendah dari posisi merangkaknya di atas lantai semen yang dingin dan berdebu itu. Ia merasakan sisa tenaga herbal di dalam aliran darahnya mulai memuncak kembali seiring dengan adrenalin yang meledak hebat.

"Sialan kalian semua... rasain ini!" gumam Tresna dengan suara parau di tengah amarah yang membakar dadanya.

Tangan kanannya yang kasar mencengkeram botol kaca kecil di dalam saku dasternya dengan sangat kuat. Urat-urat di punggung tangannya sampai menonjol keluar karena tek
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Pusaka Idaman Gadis Desa   Bab 93

    Tresna menyadari kalau waktu tersebut adalah saat di mana para pemuda desa biasanya mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap orang asing. Ia mengatur napasnya yang memburu dan terus menatap ke arah jalur setapak yang menuju ke arah rumah Silvi."Sial, aku harus cepat sebelum mereka mulai berkeliling ke arah rumah Silvi," gumam Tresna dengan suara yang sangat pelan.Tresna merapatkan kemejanya yang sudah robek-robek untuk melindungi permukaan kulit dadanya dari terpaan angin malam yang menusuk tulang. Ia merasakan stamina herbal di dalam darahnya masih bekerja dengan sangat baik dan membuat penglihatannya tetap tajam di kegelapan.Tresna mempercepat irama langkah kakinya menyusuri bagian pinggiran selokan irigasi yang airnya sedang mengalir dengan sangat deras. Ia sengaja menjauh dari jalur utama desa untuk menghindari pertemuan langsung dengan warga yang sedang bertugas ronda malam.Bau air selokan yang bercampur dengan aroma lumpur sawah tercium sangat kuat di hidung Tresna saat ia te

  • Pusaka Idaman Gadis Desa   Bab 92

    Linda segera memutar kunci pintu kamarnya rapat-rapat setelah memastikan langkah kaki ayahnya benar-benar terdengar menjauh dari area lorong lantai dua rumah dinas itu. Suara klik dari gerendel pintu kayu jati itu terdengar sangat jelas di telinga Linda yang sejak tadi menahan napas sampai dadanya terasa sesak.Linda menyandarkan punggungnya di daun pintu sambil memegangi dadanya yang masih naik-turun dengan cepat karena rasa panik yang belum hilang. Keringat dingin masih membasahi daster sutra tipisnya hingga meninggalkan jejak transparan yang memperlihatkan lekuk tubuhnya setelah berhubungan intim dengan sang mantri."Mas... Mas Tresna, keluar! Ayah udah beneran pergi ke bawah!" bisik Linda dengan suara yang sangat serak sambil terus mengawasi celah bawah pintu.Tresna mendorong pintu lemari kayu jati itu dari arah dalam lalu keluar dengan napas tersengal-sengal untuk mencari pasokan oksigen yang sangat ia butuhkan. Wajahnya nampak sangat merah padam dan otot-otot di lengan serta da

  • Pusaka Idaman Gadis Desa   Bab 91

    Kepala desa melangkah mendekati pintu lemari kayu jati itu dengan langkah kaki yang terdengar sangat berat dan mengancam. Setiap detak jantung Tresna seolah beradu dengan irama langkah sepatu pantofel sang penguasa desa yang semakin mendekat."Ayah, kenapa Ayah masih di sini? Linda mau istirahat sekarang juga!" teriak Linda dengan nada suara yang sengaja ditinggikan.Linda melakukan itu buat menutupi getaran di jemarinya yang nampak sangat jelas karena rasa takut. Ia menelan ludah menahan gugup sambil terus merapikan rambut panjangnya yang masih nampak sangat berantakan.Kepala desa tidak menghiraukan ucapan putrinya dan justru semakin mendekatkan wajahnya ke celah pintu lemari jati tersebut. Ia mengendus-endus udara di sekitar pintu lemari dengan sangat teliti menggunakan hidungnya yang tajam."Bau ini... bau keringat laki-laki ini sangat kuat, Linda!" bentak Kepala Desa dengan mata yang berkilat sangat tajam."Kamu nggak bisa bohongin ayah yang udah puluhan tahun hidup!" lanjut Kepa

  • Pusaka Idaman Gadis Desa   Bab 90

    Kepala desa melangkah masuk dengan raut wajah yang sangat marah dan sorot mata yang nampak berkilat-kilat penuh emosi. "Ayah... kenapa sampai harus dobrak pintu begitu? Linda cuma lagi ganti baju karena gerah!" ucap Linda.Linda sengaja membuat suaranya terdengar kesal padahal jantungnya berdegup sangat kencang melihat wajah garang ayahnya. Ia memegangi bagian belakang pakaian tidurnya agar kulit punggungnya yang masih kemerahan tidak terlihat oleh sang ayah.Kepala Desa tidak menjawab dan justru berdiri diam di tengah ruangan sambil mengamati setiap jengkal kamar yang luas itu. Hidungnya langsung mengendus aroma khas keringat dari kegiatan fisik pria dan wanita yang memenuhi udara ruangan.Aroma itu terasa sangat menyengat dan memenuhi indra penciuman sang penguasa desa dengan sangat jelas. "Bau apa ini, Linda? Bau ini bukan bau parfum mawar yang biasa kamu pakai," tanya Kepala Desa.Suara baritonnya terdengar rendah dan sangat mengancam hingga membuat suasana kamar menjadi sangat me

  • Pusaka Idaman Gadis Desa   Bab 89

    Suasana tenang di dalam kamar mendadak pecah oleh suara langkah kaki terburu-buru dari arah lorong luar lantai dua rumah dinas itu. Suara sepatu pantofel yang menghantam lantai kayu jati terdengar sangat berat dan penuh dengan nada amarah.Tresna langsung terduduk tegak di atas kasur dengan sorot mata yang kembali tajam menatap ke arah pintu kamar. "Linda! Buka pintunya sekarang! Ayah tahu kamu ada di dalam sama mantri brengsek itu!" teriak sebuah suara bariton.Itu adalah suara Kepala Desa, ayah kandung Linda sendiri yang terdengar sedang sangat emosi. Seseorang menggedor pintu kamar Linda dengan sangat kasar menggunakan kepalan tangan yang besar dan kuat.Gedoran itu menimbulkan bunyi dentuman keras yang sangat memuakkan telinga dan menggetarkan bingkai pintu yang masih terkunci rapat. "Linda! Jangan sampai ayah d

  • Pusaka Idaman Gadis Desa   Bab 88

    Tresna terus memompa pinggulnya dengan kecepatan yang semakin meningkat di atas tubuh Linda yang sudah pasrah sepenuhnya. Seluruh sisa tenaga herbal purwaceng yang mendidih di dalam darahnya seolah harus ditumpahkan dalam satu sesi pergulatan binal ini.Setiap dorongan jantannya menghujam sangat dalam hingga menyentuh dasar rahim Linda yang sempit. Gerakan itu menciptakan sensasi gesekan kulit yang panas dan basah di antara pertemuan selangkangan mereka yang sudah dipenuhi cairan."Ahhh... terus, Mas! Ahhh... masukin terus jangan kasih lepasin!" teriak Linda dengan suara yang melengking tinggi.Kepala Linda mendongak ke belakang dengan posisi mata yang hampir memutih karena menahan kenikmatan yang terlalu besar. Ranjang kayu jati berukuran besar itu berderit sangat kencang merespons setiap benturan fisik yang mereka

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status