author-banner
Prince Molina
Prince Molina
Author

Novels by Prince Molina

Pusaka Idaman Gadis Desa

Pusaka Idaman Gadis Desa

Dijuluki perjaka gendeng, aku sebenarnya tampan dan perkasa, tapi jadi musuh bersama para lelaki di desa itu. Bagaimana tidak, tempat praktikku selalu jadi incaran para gadis karena memang obat yang aku ramu itu manjur. Di luar, aku dikenal sebagai ahli pengobatan medis dan herbal, namun di balik pintu praktikku, aku adalah tempat para wanita menumpahkan keluh kesah rumah tangga dan kadang, hasrat mereka juga. Dari tiap wanita, aku kemudian menjelma jadi seorang pahlawan di desa, bahkan bisa menjadi penyelamat desa dari segala ancaman korupsi kades dan konglomerat. Semua wanita di desa yang awalnya menghinaku, berubah jadi memperebutkanku.
อ่าน
Chapter: Bab 313
Dari arah kegelapan jalan raya, sorot lampu jauh dari tiga unit truk tronton berukuran raksasa tampak membelah kabut malam.Namun, di barisan paling depan, sebuah truk bak terbuka yang dipenuhi oleh puluhan orang sakit dari desa seberang melaju kencang, menderu liar menerobos portal bambu pembatas wilayah hingga patah menjadi dua.BRAKKK!"Mas! Mereka ndak mau berhenti! Portalnya ditabrak!" jerit Clara dari teras, tangannya gemetar menunjuk ke arah jalan raya.Melihat armada itu nekat merangsek masuk, Linda ndak membuang waktu lagi. Jiwa kepemimpinannya sebagai kepala desa baru mendidih. Tanpa rasa takut sedikit pun, Linda langsung melesat lurus ke tengah jalan tanah yang berdebu. Dia berdiri tegak tepat di jalur roda, lalu merentangkan kedua tangannya lebar-lebar untuk mengadang laju kendaraan berat tersebut."Mbak Linda! Jangan, Mbak! Bahaya!" teriak beberapa pemuda karang taruna yang baru berdatangan dari arah pos ronda.Sopir truk seberang itu terkejut melihat sosok kepala desa pe
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-14
Chapter: Bab 312
"Mas... hangat banget," bisik Silvi yang memperhatikan dari balik pintu dengan mata berbinar kagum. Karisma mistis Tresna selalu sukses membuat para wanitanya tunduk dan terpesona."Clara, pantau nadinya sekarang," perintah Tresna rendah, keringat jantannya mulai tampak berkilau di pelipis.Clara dengan cekatan menempelkan alat pemantau portabel ke pergelangan kaki si pemuda yang bebas dari luka melepuh. Matanya melekat pada layar kecil di tangannya."Astaga... naik, Mas! Detak jantungnya mulai stabil! Pernapasannya juga nggak seengap-engap tadi!" seru Clara nggak bisa menyembunyikan rasa takjubnya pada kemampuan pria pelindung desa itu."Hebat kamu, Mas. Energi panasmu bisa menekan penyebaran racun biologis di dalam darahnya buat sementara waktu.""Ini cuma buat bertahan beberapa jam. Sisa urusannya tetap ada di tangan medismu," sahut Tresna, menurunkan tangannya kembali sambil mengembuskan napas panjang.Linda yang berdiri di belakang mereka berdua sejak tadi hanya bisa terdiam deng
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-13
Chapter: Bab 311
"Iya, Mas. Ini menular lewat cairan tubuh dan kontak kulit. Makanya aku larang kalian pegang! Sekali tertular, dalam waktu dua puluh empat jam kulit kita bakal melepuh seperti ini!" jelas Clara, peluh dingin mulai membasahi dahinya sendiri di balik sarung tangan karet.Mendengar penjelasan Clara, pemuda yang terkapar di lantai itu mendadak menggerakkan tangannya yang penuh luka melepuh. Dengan sisa-sisa tenaga terakhirnya, dia memegang ujung celana panjang Tresna."M-Mas... Tresna..." rintihnya dengan mata yang mulai memutih, berada di ambang maut.Tresna tidak mundur sedikit pun. Dia tetap berdiri kokoh bak batu karang meski ujung celananya dikotori oleh tangan penuh luka itu. Matanya menatap ke bawah dengan pandangan tajam."Iya, aku di sini. Ada apa? Siapa yang bikin kamu jadi begini?" tanya Tresna, suaranya berat dan dalam."J-Juragan... Juragan Karso..." bisik pemuda itu, napasnya putus-putus seperti ikan yang kekurangan air."Kenapa dengan Juragan Karso? Bicara yang jelas!" tunt
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-13
Chapter: Bab 310
Sisa-sisa gairah yang baru saja mereda seketika menguap. Suasana hangat di dalam kamar tidur utama itu berubah mencekam dalam hitungan detik."Nggak usah panik. Pakai bajumu, Lin. Biar aku yang urus," perintah Tresna rendah, suaranya dingin dan menenangkan namun tak menerima bantahan.Tresna dan Linda segera melompat turun dari atas kasur kapuk mereka. Dengan gerakan yang sangat terburu-buru, keduanya menyambar pakaian masing-masing yang terserak di lantai kayu.Sambil mendengarkan gedoran pintu yang kian kencang di luar, Tresna memastikan seluruh kancing celananya terpasang rapi, lalu menyampirkan kaos dalamnya. Pria itu bergerak cepat, melangkah lebar keluar kamar menuju ruang tamu untuk membuka pintu utama rumah joglo.Di luar kamar, lampu ruang tengah sudah menyala. Silvi dan Clara rupanya sudah berdiri di dekat meja panjang dengan wajah tegang, merapatkan pakaian mereka karena hawa dingin malam yang mencekam."Mas Tresna! Itu siapa yang gedor-gedor? Kok ngeri banget suaranya?" bi
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-13
Chapter: Bab 309
"I-iya, Mas... ahh! Aku... mau keluar, Mas Tresna! Uhh!" jerit Linda pasrah, ayunan pinggulnya semakin cepat dan bergetar hebat seiring dengan puncak kepuasan yang sudah di ambang mata.Tresna segera menahan pinggul ramping Linda menggunakan kedua telapak tangannya yang lebar dan kasar. Otot-otot lengannya menegang kuat, membantu wanita itu menjaga keseimbangan ritme gerakan yang semakin liar di atas perutnya."Mas... Mas Tresna... uhnn, cepet banget... aku nggak kuat," rintih Linda dengan napas yang putus-putus."Tahan, Lin. Ikutin gerakanku," bisik Tresna rendah, matanya menggelap penuh kepuasan dominasi.Keringat deras mengalir membasahi tubuh mereka berdua di dalam kamar tidur utama tersebut. Suhu ruangan terus meningkat drastis, terasa sangat panas akibat gesekan fisik yang terjadi tanpa henti di atas kasur kapuk.Linda yang sudah berada di puncak kenikmatan mendadak mencondongkan tubuh mulusnya ke depan. Sambil terengah-engah, dia menempelkan dua buah kembarnya yang sangat padat
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-12
Chapter: Bab 308
"Ke dalam mana, Lin? Ini piringnya belum kelar semua," sahut Tresna pura-pura bertanya, meskipun dia tahu betul arti dari tatapan mata Linda."Udah, biarin Clara sama Silvi yang beresin di belakang. Aku mau kasih sesuatu buat kamu. Hadiah pribadi dari aku," bisik Linda lagi, merapatkan tubuhnya hingga dadanya yang kenyal menyenggol lengan kekar Tresna.Tresna terkekeh rendah, merasakan kehangatan kulit Linda. "Ya sudah, ayo. Aku mau lihat hadiah apa yang mau kamu kasih."Linda menarik tangan Tresna dengan langkah tergesa-gesa, menuntun pria itu masuk ke dalam kamar tidur utama rumah joglo yang bernuansa kayu jati kuno. Begitu mereka berdua berada di dalam, Linda langsung menutup pintu kayu yang tebal itu dengan rapat.Cklek!Suara kunci pintu yang berputar dari arah dalam mengunci dunia luar. Di dalam kamar yang hanya diterangi oleh lampu tidur kuning remang-remang itu, atmosfer seketika berubah menjadi sangat panas dan pekat.Tresna bersandar di dekat lemari pakaian kayu, menyilangka
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-12
Ojol Simpanan Artis Cantik

Ojol Simpanan Artis Cantik

"Kipli, mulai malam ini, kamu resmi jadi pengawal pribadiku. Tugasmu menjagaku dua puluh empat jam... termasuk di dalam kamar." Menjadi pelindung Diva Prameswari, ratu film dewasa yang paling digilai sejagat raya, jelas impian semua pria. Tapi statusku yang cuma ojol dekil Bekasi, membuatku dihina dan direndahkan oleh orang-orang studio. Mereka tidak tahu saja, di balik jaket apekku, aku punya kekuatan rahasia yang tidak masuk akal. Ketika mantan pacarku memamerkan kekasih barunya yang kaya, aku justru melangkah masuk ke surga dunia yang penuh dendam. Dua pelayan seksi Diva pun mulai ikut memohon untuk menjamahnya. Sampai akhirnya, sang Diva sendiri yang berlutut di depanku dan berbisik, "Malam ini, pintunya jangan dikunci ya, Sayang..."
อ่าน
Chapter: BAB 66
Diva melirik kemejaku yang berantakan, lalu tersenyum miring penuh kemenangan. "Kemeja kamu berantakan banget. Kalau ada yang lihat di lift, pasti tahu kita habis ngapain.""Ya ini gara-gara Mbak Diva narik-narik tadi," balasku sambil memakai kembali jas hitamku untuk menutupi bagian kemeja yang kusut dan kancing yang copot. Setelah jas terpasang kancingnya, penampilanku kembali terlihat rapi seperti seorang pengawal pribadi pada umumnya."Nah, kalau pakai jas begitu kan lumayan ketutup," ujar Diva, kini dia sendiri sedang sibuk menyisir rambut panjangnya menggunakan jari-jari tangannya, lalu mengambil bedak padat dari tas jinjingnya untuk menyamarkan keringat di wajahnya."Lipstik saya aman nggak?" tanya Diva sambil memajukan wajahnya ke arahku.Aku menatap bibir sensualnya yang kini tampak sedikit bengkak dan basah akibat ciuman intens kami tadi. "Agak berantakan di bibir kiri, Mbak. Sama warnanya agak pudar.""Sialan, ini pasti gara-gara kamu lumat terlalu kencang tadi," umpat Diva
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-14
Chapter: BAB 65
Mendengar rintihan pasrah dari Diva, gairahku melonjak drastis. Ratapan dari seorang ratu film dewasa termahal yang memohon agar aku menumpahkan segalanya di dalam rahimnya benar-benar godaan yang luar biasa gila.Namun, tepat di saat aku sudah berada di ujung pelepasan, akal sehatku yang tersisa mendadak berputar cepat. Aku teringat siapa wanita yang ada di pangkuanku ini. Dia Diva. Kariernya sedang berada di puncak, dan satu kecerobohan kecil bisa menghancurkan segalanya.Aku menahan pinggulku kuat-kuat, menghentikan hentakan brutal itu secara mendadak tepat di titik terdalam."Kipli... ahhh, kenapa berhenti? Terus... masuk lagi, Kipli..." rintih Diva dengan mata yang sayu dan sayup-sayup berair, menatapku penuh harap."Nggak bisa, Mbak," bisikku dengan napas yang memburu berat, menahan desakan pelepasan yang sudah terasa di ujung."Kenapa? Kamu... nggghhh, kamu mau menyiksa saya?" Diva menggeliat gelisah, mencoba menggerakkan pinggulnya sendiri untuk memancingku kembali bergerak. "
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-14
Chapter: BAB 64
Melalui celah embun kaca yang sedikit tersapu, aku bisa melihat ekspresi Kanya di luar sana mendadak membeku.Namun, di luar dugaanku, dia tidak berteriak atau memanggil nama Diva lagi. Gadis polos itu hanya berdiri terpaku selama dua detik dengan mata membelalak lebar, sebelum akhirnya berbalik cepat dan melangkah terburu-buru meninggalkan area parkir kami, seolah-olah dia baru saja melihat sesuatu yang terlarang.Melihat siluet mungil itu menghilang di balik lift basement, Diva seketika mengembuskan napas lega yang panjang."Dia... langsung pergi," bisik Diva, suaranya bergetar tipis menahan napas yang masih memburu.Dia menjatuhkan keningnya yang basah oleh keringat di bahuku. Tubuhnya yang tadi kaku perlahan kembali melunak, namun aku bisa merasakan detak jantungnya masih bertalu cepat di dadaku."Kipli, dia lihat nggak ya?" tanya Diva tiba-tiba. Dia mendongak, sepasang mata sayunya memancarkan kilat panik yang jarang sekali dia tunjukkan.Dia menoleh sekilas ke arah kaca samping
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-14
Chapter: BAB 63
Sepasang tanganku yang kekar langsung turun mengunci pinggang rampingnya. Aku mencengkeram kulit halusnya dengan erat hingga dia tidak bisa bergerak bebas lagi.Dengan satu sentakan tangan, aku mengangkat tubuhnya sedikit, lalu menurunkannya kembali dengan telak. Di saat yang sama, aku memberikan hentakan balasan dari bawah yang jauh lebih dalam, bertenaga, dan menghunjam tepat sasaran."Ahhh! Kipli!" jerit Diva tertahan, matanya langsung terbelalak sempurna karena terkejut oleh serangan balasanku yang begitu masif.Keangkuhan sang ratu agensi runtuh total dalam sekejap mata. Pinggulnya langsung terkunci pasrah, dan dia tidak lagi punya kekuatan untuk mengatur ritme. Aku mengambil alih kendali sepenuhnya.Plak! Plak! Plak!Suara kulit kami yang berbenturan intens menggema berulang kali, mendominasi keheningan kabin mobil yang kedap suara. Aku menghujamnya tanpa ampun dari bawah."Ahh! Ahh! Kipli... ssshh, pelan... pelan..." ratap Diva dengan suara yang pecah dan terengah-engah.Hantam
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-13
Chapter: BAB 62
Kami berdua sama-sama terpaku. Tidak ada yang bergerak mundur.Diva menatap bibirku sekilas sebelum kembali mengunci mataku dengan tatapan binar laparnya yang tajam namun berkelas. Tangan indahnya terangkat perlahan, jemarinya yang halus menyentuh rahangku, mengusapnya dengan sangat lembut."Kamu sengaja ya dari tadi?" bisik Diva, deru napasnya yang hangat terasa begitu intim di kulit wajahku. "Sengaja membuat saya terus memikirkan kejadian di ruang ganti tadi sepanjang jalan?"Tenggorokanku mendadak terasa kering kerontang melihat kedekatan ini. "Saya nggak sengaja, Mbak. Tapi kalau Mbak Diva merasa terganggu... saya minta maaf."Diva terkekeh sinis, sebuah tawa kecil yang terdengar sangat seksi dan dominan. "Minta maaf? Setelah membuat kepala saya berantakan, kamu pikir maaf saja cukup, Kipli?"Ucapan bernada menantang dari sang ratu film dewasa ini meruntuhkan sisa-sisa profesionalismeku.Alih-alih mundur, aku justru melangkah maju, mempersempit jarak yang tersisa. Kedua tanganku
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-13
Chapter: BAB 61
Diva langsung membalikkan badannya menghadap meja rias, mengambil sebotol parfum dari dalam tas jinjingnya, lalu menyemprotkannya sedikit ke leher."Sudah, jangan macam-macam lagi. Kita pergi sekarang," ujar Diva sambil merapikan letak gaun merahnya sekilas, lalu berjalan mendahuluiku menuju pintu.Aku mengambil tas jinjingnya yang tertinggal di meja, merapikan jas hitamku yang agak kusut, lalu segera melangkah menyusulnya keluar.Koridor studio sudah agak sepi saat kami lewat. Beberapa kru masih sibuk menggulung kabel di area set, dan Doni tampak melambaikan tangan dengan senyum lebar saat melihat Diva berjalan anggun menuju pintu keluar gedung.Aku terus berjalan tepat satu langkah di belakangnya, memasang wajah sedingin es, menjaga jarak aman sampai kami tiba di area parkir luar.Begitu sampai di depan mobil mewahnya, aku mengambil alih kunci dari tangannya. Aku membukakan pintu penumpang untuknya terlebih dahulu. Setelah Diva duduk dengan anggun di dalam, aku memutar ke depan kap
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-13
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status