author-banner
Prince Molina
Prince Molina
Author

Romans de Prince Molina

Pusaka Idaman Gadis Desa

Pusaka Idaman Gadis Desa

Dijuluki perjaka gendeng, aku sebenarnya tampan dan perkasa, tapi jadi musuh bersama para lelaki di desa itu. Bagaimana tidak, tempat praktikku selalu jadi incaran para gadis karena memang obat yang aku ramu itu manjur. Di luar, aku dikenal sebagai ahli pengobatan medis dan herbal, namun di balik pintu praktikku, aku adalah tempat para wanita menumpahkan keluh kesah rumah tangga dan kadang, hasrat mereka juga. Dari tiap wanita, aku kemudian menjelma jadi seorang pahlawan di desa, bahkan bisa menjadi penyelamat desa dari segala ancaman korupsi kades dan konglomerat. Semua wanita di desa yang awalnya menghinaku, berubah jadi memperebutkanku.
Lire
Chapter: Bab 212
"Hmpff—!"Joko hanya sempat mengeluarkan suara tercekik sebelum tangan Tresna membekap mulutnya dengan sangat kuat dan mematikan.Tresna menekan titik saraf di pangkal leher Joko, membuat pria gempal itu lemas seketika dan kehilangan kesadarannya tanpa perlawanan. Dia perlahan merebahkan tubuh Joko di atas lantai semen agar tidak menimbulkan suara debuman keras yang memicu kecurigaan."Jok? Kok diem aja? Ketiduran lo ya?" panggil suara di pintu lorong, kali ini terdengar langkah kaki yang mulai masuk.Tresna segera berdiri di balik pintu, jantungnya berpacu stabil namun matanya berkilat tajam menatap bayangan yang mendekat. Penjaga kedua itu muncul di ambang pintu, wajahnya tampak bingung saat melihat temannya terkapar di lantai dekat rak besi.
Dernière mise à jour: 2026-04-30
Chapter: Bab 211
Kedua tangan Tresna mencengkeram pinggiran besi bergelombang peti kemas dengan urat-urat lengan yang menonjol tegang. Dia segera memanjat dinding logam itu, bergerak secepat kilat sebelum cahaya senter sempat menyinari tubuhnya. Lelaki itu menahan napas di ketinggian, membiarkan dadanya menempel pada permukaan besi dingin yang berbau karat.Di bawah sana, dua penjaga itu berjalan menjauh meninggalkan area tersebut dengan langkah kaki yang terdengar santai. Mereka tampak yakin tidak menemukan hal mencurigakan di sekitar tumpukan besi berkarat yang menjadi persembunyian sang mantri. Tresna tetap bergeming selama beberapa detik, memastikan suara langkah sepatu bot itu benar-benar menghilang.Setelah merasa aman, Tresna melompat turun tanpa menimbulkan suara sedikit pun. Dia merangkak cepat memanfaatkan bayangan mesin-mesin tua terbengkalai, mendekati sebuah lubang ventilasi udara di dinding samping gudang. Posisi ventilasi itu cukup tersembunyi di balik pipa-pipa uap raksasa yang sudah t
Dernière mise à jour: 2026-04-29
Chapter: Bab 210
Deru mesin SUV hitam rampasan itu meraung keras, membelah kesunyian aspal perkotaan yang melompong di bawah temaram lampu jalan. Tresna menginjak pedal gas sedalam mungkin, memacu jarum speedometer hingga menyentuh angka yang nyaris membuat ban mobil kehilangan traksi sepenuhnya.Fokusnya terkunci pada jalanan yang membentang lurus menuju arah utara kota. Kawasan industri tua itu kini mulai ditinggalkan oleh para penghuninya, menyisakan reruntuhan beton yang membisu.Sesekali mata tajamnya melirik spion tengah dan samping dengan tingkat kewaspadaan yang sangat tinggi. Dia harus memastikan tidak ada sorot lampu kendaraan musuh yang membuntuti atau menyadari pergerakannya menuju jantung pertahanan sindikat.Amarah yang sedari tadi mendidih membuat genggamannya pada kemudi terasa begitu kencang. Seolah-olah dia ingin meremukkan kulit setir yang terasa dingin di bawah jemarinya yang menegang.Setiap tikungan tajam diterjangnya dengan teknik mengemudi yang kasar namun penuh perhitungan. Ra
Dernière mise à jour: 2026-04-28
Chapter: Bab 209
"Mas... aku pikir kamu... makasih sudah selamat!" isak Clara di dada bidang Tresna."Udah, nggak usah nangis. Kita belum benar-benar aman. Sekarang kamu turun, ajak Silvi, Linda, sama Tante Arum!" perintah Tresna dengan tegas.Tresna menggandeng tangan Clara, membimbingnya menuruni tangga menuju lantai bawah dengan sangat waspada. Di sana, Silvi dan Linda sudah menunggu dengan wajah yang sama pucatnya, sementara Tante Arum tampak sangat lemas di kursi ruang makan. Tanpa banyak penjelasan, Tresna mengarahkan mereka menuju ke sebuah pintu tersembunyi di balik rak buku ruang perpustakaan."Mas... kita mau ke mana? Ini pintu apa?" tanya Linda dengan suara gemetar."Ini ruang bawah tanah rahasia, Mbak. Mas Tresna benar, kalian harus masuk ke sana," sela Clara sambil membuka p
Dernière mise à jour: 2026-04-27
Chapter: Bab 208
Lantai dapur yang dingin kini menjadi saksi bisu betapa hinanya seorang tentara bayaran di hadapan amarah sang mantri desa. Tresna menarik napas panjang, mencoba menstabilkan detak jantungnya yang masih memompa kencang akibat sisa pertarungan di ruang tengah.Dia tidak butuh waktu lama untuk memikirkan cara paling efisien guna memeras informasi dari mulut pria bermasker yang kini sudah gemetar hebat di bawah kakinya itu. Kemarahan yang sempat terdistraksi oleh gairah bersama Clara tadi, kini telah sepenuhnya berubah menjadi insting predator yang haus akan jawaban.Tresna melangkah cepat menuju kulkas dua pintu yang berdiri angkuh di sudut dapur, lalu menyambar sebuah gelas besar berisi air dingin. Tanpa banyak bicara, dia menyiramkan air tersebut langsung ke wajah pasukan elit mafia itu untuk mengembalikan kesadarannya secara paksa.BYAARRRR!"Uhuk! Uhuk! Aduh... dingin!" raung pria itu sambil tersedak. Matanya yang merah karena uap panas kini terbelalak lebar, mencoba menangkap bayan
Dernière mise à jour: 2026-04-26
Chapter: Bab 207
Dengan gerakan seperti hantu di tengah kabut, dia melesat maju dengan sisa tenaga yang dipicu oleh adrenalin murni. Dia tidak butuh mata untuk melihat, karena instingnya sebagai petarung sudah mengunci target-targetnya dengan sangat akurat.BUGH! BUGH!Tresna meninju perut dua pasukan mafia tersebut secara bergantian dengan kekuatan yang sanggup mematahkan tulang rusuk manusia biasa. Pukulan itu mendarat tepat di hulu hati mereka, membuat keduanya langsung tumbang ke lantai keramik sambil memegangi perut dengan wajah yang membiru.Mereka bahkan nggak sempat menarik pelatuk senjata masing-masing karena rasa sakit yang jauh lebih mendominasi daripada tugas mereka sebagai pembunuh. Di dalam kepulan uap yang menyesakkan itu, sang mantri kampung kembali mengambil alih kendali atas nyawanya sendiri.
Dernière mise à jour: 2026-04-25
Vous vous intéresseriez aussi à
Kekuatan Harvey York untuk Bangkit
Kekuatan Harvey York untuk Bangkit
Urban · Kentang Pecinta Serigala
39.5M Vues
Lelaki yang Tak Terlihat Kaya
Lelaki yang Tak Terlihat Kaya
Urban · Bodhi Si Dua Telinga
24.9M Vues
Suamiku yang Perkasa
Suamiku yang Perkasa
Urban · Serigala Ciumlangit
7.2M Vues
Pejuang Terhebat No. 1
Pejuang Terhebat No. 1
Urban · Moneto
6.9M Vues
Sang Dewa Perang
Sang Dewa Perang
Urban · Kata Memecah Venice
3.9M Vues
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status