Chapter: Bab 89Suasana tenang di dalam kamar mendadak pecah oleh suara langkah kaki terburu-buru dari arah lorong luar lantai dua rumah dinas itu. Suara sepatu pantofel yang menghantam lantai kayu jati terdengar sangat berat dan penuh dengan nada amarah.Tresna langsung terduduk tegak di atas kasur dengan sorot mata yang kembali tajam menatap ke arah pintu kamar. "Linda! Buka pintunya sekarang! Ayah tahu kamu ada di dalam sama mantri brengsek itu!" teriak sebuah suara bariton.Itu adalah suara Kepala Desa, ayah kandung Linda sendiri yang terdengar sedang sangat emosi. Seseorang menggedor pintu kamar Linda dengan sangat kasar menggunakan kepalan tangan yang besar dan kuat.Gedoran itu menimbulkan bunyi dentuman keras yang sangat memuakkan telinga dan menggetarkan bingkai pintu yang masih terkunci rapat. "Linda! Jangan sampai ayah d
Terakhir Diperbarui: 2026-03-16
Chapter: Bab 88Tresna terus memompa pinggulnya dengan kecepatan yang semakin meningkat di atas tubuh Linda yang sudah pasrah sepenuhnya. Seluruh sisa tenaga herbal purwaceng yang mendidih di dalam darahnya seolah harus ditumpahkan dalam satu sesi pergulatan binal ini.Setiap dorongan jantannya menghujam sangat dalam hingga menyentuh dasar rahim Linda yang sempit. Gerakan itu menciptakan sensasi gesekan kulit yang panas dan basah di antara pertemuan selangkangan mereka yang sudah dipenuhi cairan."Ahhh... terus, Mas! Ahhh... masukin terus jangan kasih lepasin!" teriak Linda dengan suara yang melengking tinggi.Kepala Linda mendongak ke belakang dengan posisi mata yang hampir memutih karena menahan kenikmatan yang terlalu besar. Ranjang kayu jati berukuran besar itu berderit sangat kencang merespons setiap benturan fisik yang mereka
Terakhir Diperbarui: 2026-03-16
Chapter: Bab 87Linda menatap wajah Tresna dengan pandangan mata yang sangat lapar seolah ingin segera melahap seluruh tubuh sang mantri. Ia mengarahkan pusaka itu tepat ke depan pintu masuk area sensitifnya yang sudah sangat basah oleh cairan bening.Cairan itu melimpah keluar akibat rangsangan bibir dan lidah Tresna pada bagian dadanya selama beberapa menit tadi. Tresna menahan berat tubuhnya menggunakan kedua siku di sisi tubuh Linda agar tidak terlalu menekan fisik wanita itu.Ia menatap mata putri Kepala Desa itu dengan tatapan yang penuh dengan api gairah yang siap meledak kapan saja. "Siap-siap, Linda... ini bakal terasa sangat penuh di dalem sana," ancam Tresna dengan nada suara yang binal."Jangan salahin aku kalau kamu sampai nggak bisa jalan besok pagi karena ini," sambung Tresna sambil mengatur napas. Ancaman itu justru
Terakhir Diperbarui: 2026-03-16
Chapter: Bab 86Sentuhan itu memberikan sensasi hangat yang meresap kuat ke dalam jaringan otot punggung putri penguasa desa tersebut. Linda mendesah pelan merasakan kenyamanan dari sentuhan ahli pengobatan tradisional yang sedang memijatnya dengan penuh tenaga."Ahhh... terus di situ, Mas... tekan lebih kuat lagi, jangan ragu buat pakai tenaga jantanmu itu," igau Linda dengan mata terpejam.Tresna semakin meningkatkan tekanan tangannya karena merasakan kulit Linda yang licin akibat minyak mulai bergesekan dengan telapak tangannya. Ia merasakan energi stamina herbal di dalam darahnya mulai mengalir ke ujung-ujung jari tangannya yang hangat.Setiap kali jari Tresna menyentuh bagian pinggang bawah, Linda akan menggeliat kecil seperti seekor kucing yang sedang merasa sangat nyaman. "Kamu memang punya bakat luar biasa, Mas... pantesan
Terakhir Diperbarui: 2026-03-16
Chapter: Bab 85Mobil sedan mewah itu akhirnya tiba di halaman rumah dinas kepala desa yang ukurannya sangat luas dan dipagari besi tempa menjulang tinggi. Ban mobil yang mahal itu berderit halus saat melindas hamparan kerikil putih di sepanjang jalan masuk rumah tersebut.Suara gesekan ban dan kerikil itu terdengar sangat kontras dengan kesunyian malam di pusat desa Sukamaju. "Ayo turun, jangan cuma diam saja kayak orang bodoh begitu, Mas," perintah Linda dengan nada yang tegas.Linda membuka pintu mobil dengan gerakan yang sangat anggun namun tetap memberikan penekanan pada setiap kata-katanya. Ia langsung menarik tangan Tresna buat masuk ke dalam bangunan rumah besar yang nampak sangat megah itu.Linda sama sekali nggak memedulikan tatapan para pembantu rumah tangga yang berdiri berjajar di dekat ruang tamu. Para pembantu itu menatap mereka dengan wajah penuh tanya melihat sang mantri desa masuk dengan kondisi kemeja robek."Linda, pelan-pelan... tubuhku masih sakit semua karena dihajar preman tad
Terakhir Diperbarui: 2026-03-15
Chapter: Bab 84Kepala desa terpaksa menuruti keinginan putri tunggalnya itu dan menyuruh para pemuda melepaskan cengkeraman tangan mereka. Ia tidak ingin berdebat lebih lama lagi di depan umum karena bisa merusak reputasi kepemimpinannya di desa Sukamaju.Ia tahu betul kalau Linda sudah bicara, maka tidak ada satu orang pun yang berani membantahnya di rumah maupun di kantor desa. Kepala desa sendiri sebenarnya sangat bergantung pada kecerdasan putrinya dalam mengelola semua administrasi gelap desa."Lepaskan dia! Tapi ingat Tresna, urusan kita belum selesai malam ini!" gumam Kepala Desa dengan nada yang sangat penuh dendam."Jangan kira kamu bisa lolos begitu saja dari genggamanku setelah ini!" sambungnya sambil menunjuk ke arah wajah Tresna. Ketiga pemuda gempal itu akhirnya melepaskan pegangan mereka dari lengan kekar Tresna secara perlahan karena takut pada Linda.Linda tersenyum puas sambil mendekati posisi Tresna yang masih terengah-engah dengan kondisi kemeja compang-camping. Wajah Tresna namp
Terakhir Diperbarui: 2026-03-15