Chapter: Bab 5Linda menelan ludah dengan susah payah saat menyadari bahwa mantri itu ternyata memiliki ukuran yang sangat tidak masuk akal bagi ukuran laki-laki desa pada umumnya. Dia segera membuang muka dan keluar dari klinik dengan langkah seribu, menyisakan Tresna yang hanya bisa tertawa kecil melihat tingkah laku Linda yang nampak sangat ketakutan.Tresna merasa sangat senang bukan main karena sekarang dia punya modal yang cukup untuk membeli kopi hitam kesukaannya. Dia segera mengunci klinik sejenak dan melangkah menuju warung kopi milik Mbak Yul yang letaknya berada tepat di sebelah bangunannya.Tresna memesan kopi hitam panas, teh hangat untuk tantenya, serta dua bungkus indomie goreng untuk mereka makan siang nanti di rumah."Tumben amat Mas Mantri borong makanan, habis dapet pasien kaya ya tadi di tempat praktek?" tanya Mbak Yul sambil membungkus belanjaan Tresna."Iya Mbak, baru saja ada pasien yang bayarnya pakai uang kertas baru, rezeki anak sholeh memang nggak bakal tertukar."Tresna
Last Updated: 2026-01-29
Chapter: Bab 4Linda masih terbaring pasrah di atas ranjang periksa yang reot. Saat ini dia napasnya sudah memburu seperti orang habis lari keliling lapangan desa.Tresna tidak menunjukkan tanda-tanda ingin melepaskan cengkeramannya yang mantap pada betis Linda yang putih mulus dan terasa sangat hangat di bawah telapak tangannya. Matanya menatap lekat ke arah pergelangan kaki Linda yang mulai mengempis bengkaknya, namun pikirannya sudah melayang jauh ke arah lain yang lebih menggoda."Mas Tresna, ini sudah cukup belum pijatnya, rasanya kaki aku sudah mulai enteng dan nggak senut-senut lagi kayak tadi pas baru jatuh.""Belum Linda, ini baru luarnya saja yang sembuh, urat bagian dalamnya masih banyak yang mlintir dan butuh saya luruskan biar nggak permanen sakitnya."Dengan alasan medis untuk meluruskan urat yang terjepit. Jemari kasar Tresna mulai menekan satu titik sensitif yang berada tepat di lekukan balik lutut Linda.Tekanan itu seketika membuat Linda tersentak kaget. Tubuhnya melengkung ke atas
Last Updated: 2026-01-29
Chapter: Bab 3Keadaan di atas lantai semen klinik yang dingin itu mendadak jadi sangat kacau balau buat Tresna yang posisinya berada tepat di bawah tubuh molek Linda.Rok pendek milik anak Pak Kades itu tersingkap total ke atas akibat benturan keras saat mereka berdua jatuh tadi. Sehingga tidak menyisakan ruang sedikit pun bagi imajinasi liar.Tresna hanya bisa melotot saat melihat paha Linda yang putih mulus dan celana dalam renda warna merah jambu terpampang nyata tepat di depan batang hidungnya sendiri.Aroma khas dari area kewanitaan Linda yang sangat wangi karena perawatan mahal bercampur dengan parfum branded langsung menampar indra penciuman Tresna dengan sangat keras sekali. Tresna merasa otaknya mendadak macet total, sementara Si Gatot di balik celana kainnya yang tadi sudah mulai tenang sekarang malah makin mengeras dan menegang hebat.Linda yang tersadar dengan posisinya yang sangat memalukan itu langsung berteriak kencang sambil mencoba memukul pundak Tresna dengan sisa tenaga yang ada.
Last Updated: 2026-01-29
Chapter: Bab 2Tresna hanya bisa mematung seperti patung selamat datang di pinggir desa Sukamaju yang kusam. Napasnya memburu tidak keruan karena ucapan Silvi yang benar-benar di luar nalar sehatnya sebagai seorang mantri.Janda kembang itu malah makin menjadi-jadi dalam melancarkan aksi godaannya yang maut di siang bolong itu. Dia memutar badannya sedikit hingga posisi duduknya sekarang benar-benar berhadapan langsung dengan wajah Tresna yang pucat.Tresna masih memegang koin logam untuk kerokan dengan ujung jari yang gemetar hebat karena menahan gejolak batin.Mata Silvi yang sayu namun penuh gairah itu menatap tepat ke arah tonjolan di balik celana kain Tresna. Tangan Silvi yang halus perlahan mulai merayap naik ke paha sang mantri dengan gerakan yang sangat berani.Tresna merasa seluruh saraf di tubuhnya seperti baru saja kesetrum aliran listrik tegangan tinggi dari kabel yang terkelupas. Otaknya sudah berteriak sangat keras supaya dia segera lari, tapi kakinya seolah sudah tertanam kuat di lant
Last Updated: 2026-01-29
Chapter: Bab 1"Mas Tresna, tolongin, ini punggungku rasanya mau copot, kayak ada beban berat yang nempel nggak mau lepas dari tadi pagi!"Pintu klinik kayu yang sudah agak miring itu terbuka dengan suara debuman keras. Menampilkan sosok Silvi yang berdiri dengan napas tersenggal-senggal di ambang pintu.Tresna yang sedang melamun memikirkan nasib dompetnya yang makin menipis di usia dua puluh delapan tahun, hampir saja terjungkal dari kursi kayunya karena kaget bukan main.Dia mengusap wajahnya yang kusam. Menatap janda kembang itu dengan pandangan bingung sambil berusaha merapikan kaos oblongnya yang sudah melar di bagian leher.Pikirannya yang tadi penuh dengan bayangan ancaman Pak Kades Aditama tentang penutupan klinik ilegalnya langsung buyar seketika, digantikan oleh pemandangan di depan matanya."Mbak Silvi, kalau masuk itu mbok ya ketok pintu dulu toh, ini klinik pengobatan bukan gerbang tol yang main terobos saja," jawab Tresna dengan nada yang diusahakan tetap tenang meskipun jantungnya su
Last Updated: 2026-01-29