Home / Urban / Pusaka Warisan Semut Rangrang / Bab 291: Kuda-kudaan

Share

Bab 291: Kuda-kudaan

Author: Ibrahiman
last update Petsa ng paglalathala: 2026-08-31 15:01:30

​Matahari pagi di kawasan elit Menteng menyapa dengan pendar keemasan yang hangat, menembus celah-celah jendela kaca besar kamar utama keluarga Madun. Pukul enam lewat tigaratus pagi, udara luar masih terasa sejuk, namun suasana di dalam kamar tidur utama sudah jauh dari kata tenang.

​Madun, sang jagoan desa legendaris, sudah terbangun lebih dulu. Ia berdiri di tengah ruangan beralaskan karpet bulu tebal, hanya mengenakan kaos oblong putih polos dan celana training hitam longgar. Tentu saja, di
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Pusaka Warisan Semut Rangrang    Bab 435: Puncak Keharmonisan Rumah Tangga Mutasi

    ​Pukul 06.00 pagi, Jumat, 31 Oktober 2026. Sinar matahari pagi menyinari kawasan elit Menteng, Jakarta Pusat, dengan kehangatan yang menenangkan setelah malam penuh romantisme di balkon istana. Suasana di dalam area Istana RM Jagoan Rasa mulai berangsur hidup, menyambut hari baru dengan semangat dan optimisme yang luar biasa tinggi di bawah komando sang pemilik mutlak.​"Pagi yang cerah untuk mengawali hari penuh berkah dan kesuksesan di istana kita tercinta," sapa Madun ramah sambil merapikan apron dapurnya dengan cekatan.​Vanesha bangun dengan anggun dari kamar tidurnya, mengenakan pakaian santai rumah yang tetap memancarkan wibawa tingkat tinggi sebagai permaisuri agung Menteng. Tatapan matanya yang tajam langsung mengamati setiap sudut ruangan untuk memastikan semuanya berada dalam kendali sempurna tanpa ada celah sedikit pun.​"Pastikan semua persiapan bahan baku pembuka kedai sudah siap tepat waktu tanpa ada keterlambatan sekecil apa pun," instruksi Vanesha tegas kepada staf ya

  • Pusaka Warisan Semut Rangrang    Bab 434: Malam Romantis Spesial di Menteng

    ​Pukul 21.00 malam, Kamis, 30 Oktober 2026. Jam operasional harian di Istana RM Jagoan Rasa resmi ditutup untuk umum. Seluruh lampu utama kedai dipadamkan secara bergantian, menyisakan pencahayaan temaram hangat yang menciptakan suasana privat dan tenang di kawasan elit Menteng, Jakarta Pusat. Para staf dan pegawai bergerak cepat merapikan area makan serta memastikan seluruh fasilitas bersih tanpa cela.​"Semua pintu utama, jendela, dan brankas kasir sudah dikunci rapat sesuai prosedur, Ratu Menteng," lapor kepala staf kedai dengan sikap hormat sempurna kepada sang pimpinan.​Di meja manajerial utamanya, Vanesha menyelesaikan pengecekan laporan keuangan harian terakhir dengan hasil surplus yang sangat memuaskan. Sebagai permaisuri agung Menteng, ketelitian dan kedisiplinan tidak pernah menurun sedikit pun meski hari sudah larut malam.​"Kerja bagus untuk hari ini. Pastikan besok pagi seluruh bahan baku segar sudah siap di dapur sebelum jam buka," perintah Vanesha dengan suara anggun n

  • Pusaka Warisan Semut Rangrang    Bab 433: Madun Menguji Kesetiaan Sambil Merayu Nakal

    ​Pukul 13.00 siang, Kamis, 30 Oktober 2026. Suasana di kawasan elit Menteng, Jakarta Pusat, kembali dipadati oleh para pelanggan setia yang mengular rapi di depan pintu masuk Istana RM Jagoan Rasa. Kepulan asap bakaran arang berpadu harmonis dengan aroma bumbu kacang pekat, menciptakan atmosfer kuliner jalanan kelas atas yang sangat dinamis dan menggugah selera.​"Pesanan sate jando ekstra pedas untuk meja VIP segera disiapkan sekarang juga!" seru staf dapur sigap menyambut gelombang pengunjung siang itu.​Sesuai dengan izin bersyarat dan aturan ketat yang diberikan oleh Vanesha beberapa hari lalu, Cleo dan Michelle kembali datang untuk menikmati makan siang di kedai legendaris tersebut. Mengenakan pakaian kasual yang sopan, kedua mahasiswi high class itu melangkah masuk dengan penuh kehati-hatian.​"Wah, kita diterima dengan baik dan boleh masuk sesuai janji Ratu Menteng kemarin," bisik Cleo senang sambil merapikan tasnya.​Mereka menempuh langkah tertib menuju meja sudut VIP favorit

  • Pusaka Warisan Semut Rangrang    Bab 432: Vanesha Memberi Restu dengan Syarat

    ​Pukul 16.30 sore, Rabu, 29 Oktober 2026. Suasana di kawasan elit Menteng, Jakarta Pusat, mulai berangsur melandai setelah gelombang pelanggan jam makan siang hingga sore hari mereda dengan sukses besar. Di dalam area Istana RM Jagoan Rasa, aroma sate jando yang lezat perlahan berganti dengan kesejukan angin sore ibu kota.​"Alhamdulillah, operasional restoran kita hari ini berjalan sangat lancar, tertib, dan mencetak surplus luar biasa tanpa kendala sedikit pun," gumam Vanesha puas sambil merapikan beberapa catatan di meja kerjanya.​Sementara itu, Cleo dan Michelle masih duduk manis di salah satu sudut meja VIP yang tenang. Kedua mahasiswi high class tersebut tampak menikmati sisa-sisa hidangan sate jando terakhir di piring mereka sambil berbincang pelan dengan penuh kekaguman.​"Makanan di sini bener-bener gak ada duanya, enak banget dan bikin ketagihan," puji Cleo berbisik pelan kepada Michelle dengan mata berbinar.​Dengan langkah anggun mengenakan sepatu hak tinggi yang berketuk

  • Pusaka Warisan Semut Rangrang    Bab 431: Kunjungan Susulan Cleo dan Michelle ke Kedai

    ​Siang hari yang cerah, hangat, dan dipenuhi terik matahari menyinari kawasan elit Menteng, Jakarta Pusat. Suasana di sekitar Istana RM Jagoan Rasa tampak begitu hidup dan sibuk. Aroma harum bakaran arang berpadu sempurna dengan kepekatan bumbu kacang khas sate jando legendaris yang kembali menguar memenuhi udara jalanan protokol, menarik perhatian siapa saja yang melintas di kawasan tersebut.​Di balik meja panggangan utama, Madun berdiri tegap mengenakan apron dapur kesayangannya. Dengan gerakan tangan yang sangat cekatan, gesit, dan penuh pengalaman, ia membalik puluhan tusuk sate di atas bara api menyala. Sebagai jagoan jalanan penguasa Jakarta Pusat, kewibawaannya di dapur tidak pernah diragukan oleh siapa pun.​"Pesanan meja sepuluh jangan sampai keliru urutan bumbunya, Om! Pastikan porsinya pas!" seru Vanesha tegas namun anggun dari meja kasir VIP.​Vanesha duduk dengan postur sempurna di singgasana manajerialnya, mengawasi seluruh jalannya operasional restoran dengan mata jeli

  • Pusaka Warisan Semut Rangrang    Bab 430: Kembalinya Sang Jagoan ke Kedai Legendaris

    ​Pukul 12.00 siang, Rabu, 29 Oktober 2026. Suasana di kawasan elit Menteng, Jakarta Pusat, tampak begitu hidup, sibuk, dan dipadati oleh deru kendaraan roda empat yang lalu-lalang di bawah terik matahari siang yang menyengat. Tepat di pekarangan luas Istana RM Jagoan Rasa, SUV hitam legendaris yang membawa pasutri Menteng baru saja mematikan mesinnya dengan mulus setelah menempuh perjalanan pulang dari pegunungan Puncak.​Madun membuka pintu kemudi, lalu melangkah keluar mengenakan kaos kasual rapi dengan postur tegapnya sebagai seorang jagoan jalanan yang sangat disegani di seluruh penjuru ibu kota. Di sisi lain, Vanesha turun dengan langkah anggun mengenakan blazer modis bernuansa profesional, memancarkan aura permaisuri agung yang memegang kendali penuh atas segala urusan domestik maupun bisnis keluarga.​"Akhirnya kita injek tanah Menteng lagi setelah liburan seru dan penuh dinamika di Puncak kemarin," ucap Madun lega sambil merenggangkan otot-otot tubuhnya.​Namun, begitu mereka

  • Pusaka Warisan Semut Rangrang    Bab 5 : Rivalitas Dua Bidan Cantik

    Sore menjelang malam Jum'at, Madun mau tak mau kembali ke rumah Siska sesuai jadwal periksa yang ditetapkan Siska.Sebenarnya Madun merasa aneh karena diminta ke rumah bukan ke klinik. Tapi, karena tidak tahan ingin berduaan dengan Bidan Siska yang cantik, Madun menurut saja. "Madun, sebelum kita

  • Pusaka Warisan Semut Rangrang    Bab 4 : Terapi Lanjutan di Rumah Bidan

    ​"Madun! Di sini!" bisik Siska dari balik gerbang rumahnya yang tinggi setelah Madun mengetuknya.​Malam itu, Siska terlihat sangat berbeda. Ia hanya mengenakan daster satin tipis berwarna putih tulang yang hampir transparan jika terkena cahaya lampu teras. Rambutnya yang hitam legam dibiarkan teru

  • Pusaka Warisan Semut Rangrang    Bab 3: Malam Terdahsyat

    ​"Madun! Cepat masuk! Jangan celingak-celinguk begitu, nanti dikira maling!" bisik Siska dari balik pintu klinik yang terbuka sedikit. Suaranya serak, matanya yang dilapisi riasan tipis tampak berkilat-kilat di bawah lampu remang koridor. Siska malam itu mengenakan seragam bidan yang sengaja dilep

  • Pusaka Warisan Semut Rangrang    Bab 1 : Pusaka di Balik Celana Kuli

    ​"Madun! Ngaca, Dun! Muka pas-pasan, kerja cuma kuli panggul pasar, kok ya masih berani ngarep dapet cewek cantik nan bening? Mimpi ketinggian kamu!" Tawa keras pelayan toko kelontong itu pecah seketika, menggelegar menghina Madun tepat di depan kerumunan orang yang sedang lalu lalang. Beberapa o

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status