แชร์

Bab 1344

ผู้เขียน: Si Kecil Tangguh​
"Rumput Giok Ungu Beku?"

Andini mengernyit. Dia merasa telah membolak-balik seluruh kitab Lembah Raja Obat yang jumlahnya seluas samudra dan memahami berbagai tanaman langka di dunia, tetapi empat kata itu belum pernah dijumpainya sama sekali.

"Apa itu? Kenapa aku sama sekali belum pernah mendengarnya?"

Pandangan Bahlil menyapu wajah Andini yang kebingungan, lalu akhirnya berhenti di kedalaman halaman di luar jendela. Dia berkata dengan suara yang direndahkan, "Karena benda ini ... sudah bukan lagi tanaman biasa di dunia manusia."

"Ia disebut 'Rumput Abadi'. Konon, rumput ini mampu menyambung kembali meridian, mengumpulkan jiwa yang tercerai-berai, bahkan menghidupkan kembali orang yang telah mati. Justru karena itulah, rumput ini tak ditoleransi oleh dunia dan menjadi sasaran kecemburuan langit."

"Selama ribuan tahun, rumput ini pun dianggap telah punah. Sepengetahuanku, di dunia ini hanya tersisa dua batang."

Bahlil berhenti sejenak seolah mempertimbangkan kata-katanya, atau memastik
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1361

    "Baik ...."Ikhsanun berusaha mengeluarkan kata itu dari tenggorokannya dengan suara kering dan parau, seolah-olah sudah mengerahkan seluruh tenaganya. Dia menundukkan kepala dan bulu matanya yang tebal pun menutupi gejolak rasa sakit dan tidak berdaya di tatapannya. Dia tidak berani dan tidak boleh membantah juga. Di hadapan kepentingan Keluarga Gutawa, kasih sayang pribadi kecil dan tak berarti.Braja menatap kedua orang itu dengan dingin. Seolah-olah cukup puas dengan reaksi itu, dia baru kembali duduk di kursi besar berukir. Dia mengambil sebuah kuas dan tanpa sadar memutarnya di antara jari-jarinya, lalu menatap nyala lilin yang bergetar dan berkata dengan nada yang kembali tenang khas seorang pemegang kendali, "Bagaimana keadaan di Penjara Air Hitam sekarang?"Hasanun menahan sakit di keningnya dan pusing yang datang beruntun, lalu berkata dengan lemah dan napas yang terengah-engah, "Semalam ... aku baru pergi melihatnya. Surya dan para Pasukan Harimau ... semuanya seperti anjing

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1360

    Mendengar ucapan itu, Ikhsanun pun segera berlutut ke lantai. Sama seperti Hasanun, dia menundukkan kepalanya dan tidak berani mengucapkan sepatah kata pun lagi.Darah di pelipis Hasanun masih mengalir dengan tanpa suara, beberapa tetes bahkan menetes ke lantai dan mengembang menjadi noda gelap yang kecil.Tatapan Braja yang keruh sekaligus tajam perlahan-lahan mengamati kedua sosok yang menundukkan kepala dengan rendah diri itu, lalu perlahan-lahan bangkit. Langkah kakinya yang berat menimbulkan suara yang pelan sekaligus jelas saat melangkah di lantai, terdengar seperti lonceng kematian yang berdentang di hati.Braja berhenti tepat di hadapan kedua orang itu, lalu menundukkan kepala dan menatap dua generasi muda terbaik di Keluarga Gutawa itu."Angkat kepala kalian," kata Braja dengan suara rendah dan nadanya penuh wibawa yang tak bisa dibantah, tetapi di baliknya terselip kelelahan dan kekecewaan yang sulit disembunyikan.Ikhsanun dan Hasanun yang menurut pun berusaha mengangkat kep

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1359

    Kalimat singkat itu bagaikan petir yang meledak tepat di telinga Bahlil. Rona di wajahnya pun langsung lenyap dan menjadi pucat pasi.Tanpa ragu sedikit pun, Bahlil langsung mengulurkan tangan dan mencengkeram pergelangan tangan Rangga. Dia meletakkan tiga jarinya di titik nadi dengan tepat dan fokus memeriksa denyut nadi Rangga. Namun, denyut nadi yang terasa di ujung jarinya membuat ekspresinya makin buruk, seolah-olah diselimuti lapisan embun beku.Meridian di dalam tubuh Rangga memang telah pulih dan tersambung secara ajaib. Tenaga dalamnya memang masih lemah, tetapi sudah mampu beredar dengan sendirinya. Hanya perlu dirawat dengan baik, dia bisa pulih sepenuhnya. Namun, gumpalan darah yang menyumbat di dalam kepalanya bukan hanya tidak berkurang, malahan makin berat dan terhenti seperti binatang buas yang terusik.Yang lebih mengerikan, racun Belenggu Tulang yang tersembunyi seperti mencium aroma kelemahan yang ekstrem dari inangnya. Dengan memanfaatkan kesempatan ini, racun itu m

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1358

    Terdengar jelas sebuah suara nyaring yang bergema di telinga Rangga di tengah kegelapan itu, bagaikan cahaya bintang yang membelah malam dan menuntun jiwa yang tersesat kembali ke arahnya."Kak Rangga, ini permen untukmu. Nenek bilang kalau makan permen, nggak akan sakit lagi.""Kak Rangga, dengarkan kata ayah dan ibumu. Jangan menghajar orang-orang brengsek itu untuk membelaku lagi, aku akan mencari caraku sendiri untuk menghadapi mereka.""Kak Rangga, lihatlah, ini adalah sepasang bebek mandarin yang aku sulam.""Kak Rangga, kamu mau menikah denganku?"Saat sebuah bayangan mungil perlahan-lahan menjadi jelas, Rangga secara refleks mengulurkan tangan untuk meraihnya. Tak disangka, bayangan itu malah melayang ke tempat yang sangat jauh."Kak Rangga .... Kak Rangga ...."Siapa itu?Kesadaran Rangga bagaikan kapal karam, berjuang naik dari dasar laut yang gelap dan membeku dengan susah payah. Kelopak matanya terasa seolah-olah dilekat dengan beban ribuan kati, selalu menguras sisa tenaga

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1357

    Bahlil yang berdiri di samping pun membuka mulut untuk membujuk, "Jenderal Rangga sudah memikirkannya matang-matang? Kalau nggak mampu bertahan, takutnya kamu nggak akan sempat melihat Andin untuk yang terakhir kalinya."Rangga menggertakkan giginya dengan keras, tetapi dia tidak menjawab. Dengan tekad yang seperti mendekati situasi tragis, dia melangkah masuk ke dalam bak mandi yang mengepulkan uap panas itu.Khasiat obat yang ganas dan bahkan lebih kuat sepuluh kali lipat dibandingkan sebelumnya langsung menyapu seluruh tubuh Rangga dengan rasa sakit yang dahsyat. Cairan obat yang mendidih itu seolah-olah bukan ramuan penyembuh lagi, melainkan besi yang membara. Itu seperti ribuan jarum baja beracun yang menusuk kulitnya dengan liar sampai menembus otot dan melahap tulangnya.Rangga bahkan bisa merasakan satu kekuatan yang sangat liar bertabrakan di dalam meridiannya yang telah rusak. Ke mana pun kekuatan itu lewat, setiap inci meridiannya terasa seperti dicabik. Seluruh pembuluh dar

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1356

    "Tuan Bahlil?"Ganendra menyembunyikan tatapannya yang dingin, lalu tersenyum. "Kenapa kamu bisa datang ke sini?"Bahlil tersenyum. "Tentu saja untuk menemui Jenderal Rangga. Sebelum pergi, Andin berpesan agar aku menjaga Jenderal Rangga."Setelah mengatakan itu, Bahlil meraih lengan Rangga dengan satu tangan. Setelah menopang Rangga agar berdiri dengan stabil, dia baru berkata, "Kondisi tubuh Jenderal Rangga sedang lemah, seharusnya beristirahat dengan baik."Suaranya terdengar tenang, tetapi mengandung tekanan yang tidak memberikan ruang untuk penolakan.Saat mendengar Andini yang meminta Bahlil untuk menjaganya, ekspresi Rangga terlihat agak rileks. Dia menatap Ganendra, lalu menoleh ke arah Bahlil. Jika membandingkan keduanya, jelas Bahlil jauh lebih layak dipercaya. Oleh karena itu, dia pun menganggukkan kepalanya.Bahlil menganggukkan kepalanya ke arah Ganendra dengan sopan, lalu tersenyum. "Kalau begitu, aku antar Jenderal Rangga untuk kembali untuk beristirahat lebih dulu."Tan

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status