Share

Bab 774

Author: Si Kecil Tangguh​
Begitu kalimat itu terlontar, yang menyusul hanyalah keheningan yang berat. Mengingat butiran biji bodhi yang berserakan di kamarnya, Rangga tidak bisa membantah tudingan itu.

Namun, Rangga juga bukan tipe yang akan membiarkan Kalingga terus menekannya. Dia terkekeh dingin, lalu mengangkat alis dan balik bertanya, "Lalu hatimu sendiri, sebersih apa?"

Mendengar pertanyaan itu, kening Kalingga berkerut samar. "Apa maksudmu?" Dia sendiri yakin bahwa dirinya tidak menaruh niat buruk terhadap Andini.

Namun tak disangka, Rangga justru melanjutkan, "Waktu Arjuna masih di sini, kenapa aku nggak pernah melihatmu sepeduli ini pada Andini?"

Kalingga terdiam sejenak. Dalam matanya bahkan sempat terlintas kepanikan.

Sebaliknya, nada bicara Rangga terdengar semakin percaya diri dan penuh sindiran. "Di depanku kamu bisa bersikap seperti kesatria, bilang ingin bersaing secara adil. Tapi kenapa waktu itu, saat Arjuna masih ada, kamu langsung mundur?"

"Meskipun dia teman baikmu, meskipun kamu berutang b
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Ros Dianie
Knapa Andini ga ikut pa geran Surya ya, biar bs ngobati prajurit yg cedera. Gmana kabar pangeran surya dan geng Harimau nya. *d andini ga pusing sm Istana, kel Adipati Kresna dan rangga dan kalingga, juga putri firra....
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1363

    Bukan berarti Ikhsanun belum pernah menyaksikan sendiri aksi Braja yang dingin dan kejam. Braja bahkan pernah menggendong sendiri anak kandungnya sendiri dan membawanya ke wilayah terlarang itu. Namun, di lubuk hatinya, dia selalu berharap nasib Rinun akan berbeda.Rinun bukan bayi polos yang tidak mengerti apa pun, melainkan sudah berusia enam belas tahun. Selama itu, dia selalu hidup dengan patuh dan cerdas di Keluarga Gutawa. Dia bahkan memanggil Braja dengan sebutan paman buyut.Braja selalu memperhatikan dan berpihak pada Rinun sebagai anak perempuan satu-satunya Keluarga Gutawa di generasi ini dan Ikhsanun juga menyaksikan semuanya dengan matanya sendiri. Dia pernah percaya dengan naif bahwa sedikit ikatan darah itu setidaknya cukup untuk membuat Rinun aman di Paviliun Tafakur.Namun, ucapan Braja hari ini sudah menghancurkan sepenuhnya ilusi yang sudah dipertahankan Ikhsanun mati-matian. Dia akhirnya melihat bagaimana seorang kepala keluarga bisa bersikap begitu dingin dan kejam

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1362

    Malam yang gelap dan menekan berat di atas atap-atap bersusun serta balok ukiran kediaman Keluarga Gutawa, seolah-olah hendak menelan seluruh denyut kehidupan. Di dalam halaman, hanya terdengar suara angin bertiup di antara koridor-koridor sunyi dan menambah kesan hening yang mematikan.Saat duduk sendirian di bawah lampu tunggal yang cahayanya bergoyang-goyang, ujung jari Andini tanpa sadar mengusap sebuah jarum perak yang dingin. Namun, sentuhan dingin itu juga tidak mampu menenangkan pikirannya yang kacau.Racun Belenggu Tulang di tubuh Rangga, Rinun yang dikurung Paviliun Tafakur, dan perjalanan ke wilayah terlarang di malam bulan purnama besok. Semua itu mengacaukan pikiran Andini dan membuatnya terus gelisah.Saat itu, tiba-tiba terdengar suara serak dan rendah Soekarno dari sudut yang gelap. "Kepala Lembah, ada pergerakan di luar halaman. Dari posturnya, sepertinya itu Ikhsanun."Ikhsanun?Apa yang diinginkan Ikhsanun?Andini tiba-tiba menyipitkan matanya, lalu langsung menggeng

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1361

    "Baik ...."Ikhsanun berusaha mengeluarkan kata itu dari tenggorokannya dengan suara kering dan parau, seolah-olah sudah mengerahkan seluruh tenaganya. Dia menundukkan kepala dan bulu matanya yang tebal pun menutupi gejolak rasa sakit dan tidak berdaya di tatapannya. Dia tidak berani dan tidak boleh membantah juga. Di hadapan kepentingan Keluarga Gutawa, kasih sayang pribadi kecil dan tak berarti.Braja menatap kedua orang itu dengan dingin. Seolah-olah cukup puas dengan reaksi itu, dia baru kembali duduk di kursi besar berukir. Dia mengambil sebuah kuas dan tanpa sadar memutarnya di antara jari-jarinya, lalu menatap nyala lilin yang bergetar dan berkata dengan nada yang kembali tenang khas seorang pemegang kendali, "Bagaimana keadaan di Penjara Air Hitam sekarang?"Hasanun menahan sakit di keningnya dan pusing yang datang beruntun, lalu berkata dengan lemah dan napas yang terengah-engah, "Semalam ... aku baru pergi melihatnya. Surya dan para Pasukan Harimau ... semuanya seperti anjing

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1360

    Mendengar ucapan itu, Ikhsanun pun segera berlutut ke lantai. Sama seperti Hasanun, dia menundukkan kepalanya dan tidak berani mengucapkan sepatah kata pun lagi.Darah di pelipis Hasanun masih mengalir dengan tanpa suara, beberapa tetes bahkan menetes ke lantai dan mengembang menjadi noda gelap yang kecil.Tatapan Braja yang keruh sekaligus tajam perlahan-lahan mengamati kedua sosok yang menundukkan kepala dengan rendah diri itu, lalu perlahan-lahan bangkit. Langkah kakinya yang berat menimbulkan suara yang pelan sekaligus jelas saat melangkah di lantai, terdengar seperti lonceng kematian yang berdentang di hati.Braja berhenti tepat di hadapan kedua orang itu, lalu menundukkan kepala dan menatap dua generasi muda terbaik di Keluarga Gutawa itu."Angkat kepala kalian," kata Braja dengan suara rendah dan nadanya penuh wibawa yang tak bisa dibantah, tetapi di baliknya terselip kelelahan dan kekecewaan yang sulit disembunyikan.Ikhsanun dan Hasanun yang menurut pun berusaha mengangkat kep

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1359

    Kalimat singkat itu bagaikan petir yang meledak tepat di telinga Bahlil. Rona di wajahnya pun langsung lenyap dan menjadi pucat pasi.Tanpa ragu sedikit pun, Bahlil langsung mengulurkan tangan dan mencengkeram pergelangan tangan Rangga. Dia meletakkan tiga jarinya di titik nadi dengan tepat dan fokus memeriksa denyut nadi Rangga. Namun, denyut nadi yang terasa di ujung jarinya membuat ekspresinya makin buruk, seolah-olah diselimuti lapisan embun beku.Meridian di dalam tubuh Rangga memang telah pulih dan tersambung secara ajaib. Tenaga dalamnya memang masih lemah, tetapi sudah mampu beredar dengan sendirinya. Hanya perlu dirawat dengan baik, dia bisa pulih sepenuhnya. Namun, gumpalan darah yang menyumbat di dalam kepalanya bukan hanya tidak berkurang, malahan makin berat dan terhenti seperti binatang buas yang terusik.Yang lebih mengerikan, racun Belenggu Tulang yang tersembunyi seperti mencium aroma kelemahan yang ekstrem dari inangnya. Dengan memanfaatkan kesempatan ini, racun itu m

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1358

    Terdengar jelas sebuah suara nyaring yang bergema di telinga Rangga di tengah kegelapan itu, bagaikan cahaya bintang yang membelah malam dan menuntun jiwa yang tersesat kembali ke arahnya."Kak Rangga, ini permen untukmu. Nenek bilang kalau makan permen, nggak akan sakit lagi.""Kak Rangga, dengarkan kata ayah dan ibumu. Jangan menghajar orang-orang brengsek itu untuk membelaku lagi, aku akan mencari caraku sendiri untuk menghadapi mereka.""Kak Rangga, lihatlah, ini adalah sepasang bebek mandarin yang aku sulam.""Kak Rangga, kamu mau menikah denganku?"Saat sebuah bayangan mungil perlahan-lahan menjadi jelas, Rangga secara refleks mengulurkan tangan untuk meraihnya. Tak disangka, bayangan itu malah melayang ke tempat yang sangat jauh."Kak Rangga .... Kak Rangga ...."Siapa itu?Kesadaran Rangga bagaikan kapal karam, berjuang naik dari dasar laut yang gelap dan membeku dengan susah payah. Kelopak matanya terasa seolah-olah dilekat dengan beban ribuan kati, selalu menguras sisa tenaga

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status