Home / Romansa / RAHASIA WASIAT PUTRI YANG TERTUKAR / Bab 9 Apa Isi Surat Wasiat Yang Kedua?

Share

Bab 9 Apa Isi Surat Wasiat Yang Kedua?

last update Last Updated: 2025-08-17 00:21:20

"Halo Nak. Bagaimana kabarmu hari ini?"

Widipa baru saja memasuki rumah saat senja mulai datang.

Kemeja putihnya yang sedikit kusut dengan dasi longgar tergantung di leher dan wajahnya tampak lelah setelah seharian rapat. Dia meletakkan tas kerja di kursi sembari melepas jam tangan.

Sang ayah Sailendra sedang duduk menikmati secangkir teh hangat dan roti goreng buatan sang ibu sambil membaca menonton pertandingan sepak bola sedangkan dari arah dapur tercium masakan sang ibu.

"Sayang, anakmu sudah pulang. Tampaknya dia butuh sesuatu untuk mendinginkan pikirannya," ucap sang ayah sembari memanggil sang ibu.

"Aku tak apa-apa, Yah. Hanya sedikit lelah saja," sahut Widipa pelan, dia menoleh ke sisi kanan dan mendapati sang ibu dengan celemeknya sedang membawa nampan minuman segar.

"Kenapa wajahmu kusut, Nak? Ada masalah di kantor?" tanya sang ibu Arumi lalu duduk sebentar di sampingnya.

"Hanya masalah kecil di kantor yang sempat membuatku jengkel, Bu. Namun tidak ada masalah besar, ibu ten
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • RAHASIA WASIAT PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 11 Rencana Busuk Ayah Danastri

    Pertemuan kemarin dengan dua orang yang Danastri kenal telah meninggalkan rasa kebencian kian membara pada kedua orang tua terutama sang ayah. Jika bukan karena Widipa yang mendatangkan mereka mungkin saja rekaman video mengenai kematian sang kakek akan menjadi misteri selamanya.Di rekaman tersebut menampilkan Bagas dan Dinara menyingkirkan kursi roda yang selama ini selalu berada dekat di samping tempat tidur. Pada saat sang kakek hendak meraih kursi rodanya, terpeleset dan jatuh.Kegeraman Danastr tak berhenti di sana. Saat sang kakek jatuh hingga mencari obat di saku, Dinara datang menghampiri lalu mengambil obat itu dari tangan sang kakek. Dinara melihat detik-detik kematian sang kakek disaksikan Bagas berdiri di depan pintu dengan senyuman senang."Kematian kakekmu akan sia-sia jika kau tak menuntut balas kepada mereka," kata Widipa duduk di ruang kerjanya."Apa kau kenal dengan paman Aji dan bibi Inah, Dipa?" Kelakuan Widipa semak

  • RAHASIA WASIAT PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 10 Kedatangan Tamu

    Cahaya pagi yang menghangatkan masuk melewati tirai tipis kamar Danastri. Dia duduk di ujung ranjang menatap bungkusan besar di atas meja rias—hadiah dari sang kakek untuk ulang tahunnya yang ke-12. Hatinya berdebar senang.Dengan hati-hati, Danastri membuka bungkusan itu. Di dalamnya terlipat rapi sebuah gaun biru muda dengan renda putih di lehernya, cantik seperti yang dia lihat di majalah. Jemarinya menyentuh kain satin halusnya dan senyum lebar pun terbit di wajahnya.["Selamat ulang tahun cucu kakek. Maaf kakek belum bisa datang untuk merayakan bersama seperti tahun sebelumnya. Kakek masih dalam pengobatan. Doakan kakek biar cepat pulang ya."]Danastri mendekap surat tersebut, dia tak boleh bersedih karena dia tahu sang kakek juga berjuang dengan sakit yang dideritanya. Hadiah gaun yang dipesan sang kakek untuknya selalu terlihat indah.“Apa itu? Cantik sekali gaun itu!" Dinara menyeringai lebar, matanya berbinar ingin merebutnya.Danastri menahan gaun itu di pangkuannya, "Ini da

  • RAHASIA WASIAT PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 9 Apa Isi Surat Wasiat Yang Kedua?

    "Halo Nak. Bagaimana kabarmu hari ini?"Widipa baru saja memasuki rumah saat senja mulai datang.Kemeja putihnya yang sedikit kusut dengan dasi longgar tergantung di leher dan wajahnya tampak lelah setelah seharian rapat. Dia meletakkan tas kerja di kursi sembari melepas jam tangan.Sang ayah Sailendra sedang duduk menikmati secangkir teh hangat dan roti goreng buatan sang ibu sambil membaca menonton pertandingan sepak bola sedangkan dari arah dapur tercium masakan sang ibu."Sayang, anakmu sudah pulang. Tampaknya dia butuh sesuatu untuk mendinginkan pikirannya," ucap sang ayah sembari memanggil sang ibu."Aku tak apa-apa, Yah. Hanya sedikit lelah saja," sahut Widipa pelan, dia menoleh ke sisi kanan dan mendapati sang ibu dengan celemeknya sedang membawa nampan minuman segar."Kenapa wajahmu kusut, Nak? Ada masalah di kantor?" tanya sang ibu Arumi lalu duduk sebentar di sampingnya."Hanya masalah kecil di kantor yang sempat membuatku jengkel, Bu. Namun tidak ada masalah besar, ibu ten

  • RAHASIA WASIAT PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 8 Harus Menjadi Milikku

    Pesona Widipa yang dingin dan cuek membuat Dinara tergila-gila. Dia ingin memiliki pria tersebut untuk dirinya sendiri bukan untuk perempuan lain di luar sana. Daya pikat Widipa berhasil membuat Bagas menuruti keinginan Dinara bertemu.Di hari ini mereka sedang duduk berhadapan di sebuah kafe. Widipa hanya berdiam diri saat gadis manja di depannya mengoceh terus tentang hidupnya. Tak sekalipun dia bertanya dan hanya menyahut dua kata. Tidak atau iya hingga membuat Dinara kesal."Aku suka sama kamu, Widipa," ungkap Dinara berterus terang di hadapan Widipa yang tak memedulikan dirinya sejak tadi."Jika kita cocok, nanti aku ingin kita menikah. Apa kamu setuju," usulnya dengan gembira."Bagaimana jika aku tak mau?" tanya Widipa melihat layar ponselnya tanpa menatap Dinara."Tentu kamu akan mau dan bersedia menikahiku. Ayahku akan mengabulkan semua permintaanku," sahutnya santai seolah semua yang diinginkan dapat dikabulkan."Ay

  • RAHASIA WASIAT PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 7 Hadiah Dari Seseorang

    "Sudah sadar? Merepotkan sekali dirimu." Belum sepenuhnya sadar dari pingsannya, Danastri harus mendengar ocehan kekesalan dari sahabatnya. Mata gadis itu terbuka pelan dan melihat Julius duduk bersidekap dengan wajah terlihat marah. "Kenapa kau menolongku dan membawaku ke rumah sakit?" tanya Danastri lemah sembari bangun dan menyandarkan kepala di sisi ranjang. "Itu karena bibi Sumiati terus meneleponku hanya untuk membawamu ke rumah sakit. Apa pelayan-pelayanmu tidak bisa melakukannya sendiri?" Julius terus mengomel seraya bangkit dari tempat duduknya. "Maafkan mereka, Julius. Mereka hanya tahu dirimu yang menjadi sahabatku selama ini." Ditatapnya Julius dengan lembut hingga membuat pemuda itu tampak bersalah. "Baiklah aku akan pulang dan jangan pernah menghubungiku lagi kalau kau sakit atau hal apapun. Kau sudah dewasa bukan anak kecil," gerutu Julius mengambil jaket hendak pergi.

  • RAHASIA WASIAT PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 6 Kisah Danastri

    [ Kisah Danastri di Masa Lalu ]Sejak kedatangan Dinara, kedua orang tua serta sang kakak lebih memerhatikan gadis itu. Semua permintaan dipenuhi bahkan merebut barang Danastri tak dipermasalahkan oleh Bagas maupun Vero.Danastri tahu diri dan selalu mengalah. Mereka menempuh pendidikan di sekolah yang berbeda, Dinara bersekolah di tempat elit agar Dinara bisa berteman dengan anak-anak para petinggi. Namun hal yang tak diketahui mereka, Danastri bersekolah di tempat para anak pandai yang memiliki IQ di atas rata-rata. Semua itu karena sang kakek Daru ikut andil.Daru Wirajaya tak pernah mengakui dan percaya jika Dinara yang ditemukan Bagas di panti asuhan luar kota adalah cucu kandungnya yang tertukar. Meski sudah ada keterangan tes darah, hati kecil Daru tetap mengakui Danastri cucu kesayangannya.Danastri hanya mendapatkan limpahan kasih sayang dari sang kakek. Dinara iri dan cemburu, karena dia tak bisa merasakan kedekatan dengan sang kake

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status