Share

BAB, 36. BUAH HATI

Penulis: Upik abu
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-20 16:52:15

BUAH HATI

☘️☘️☘️

Buah hati adalah doa yang menemukan wujudnya.

Ia hadir tanpa banyak kata, namun keberadaannya mampu meruntuhkan lelah, mematahkan takut, dan menenangkan dunia yang gaduh. Dalam matanya yang bening, tersimpan langit yang belum tercemar luka; dalam tawanya, ada harapan yang tumbuh tanpa syarat.

Buah hati mengajarkan cinta yang paling jujur-cinta yang tak menuntut balasan, tak meminta penjelasan. Ia membuat waktu terasa berjalan lebih pelan, seolah setiap detik ingin disimpan agar tak cepat berlalu. Tangannya yang kecil menggenggam jari orang tuanya, dan sejak itu, hidup tak lagi hanya tentang diri sendiri.

Ia adalah alasan pulang, bahkan ketika jalan terasa berat.

Adalah kekuatan yang lahir dari tubuh yang rapuh, keberanian yang tumbuh dari suara paling lembut. Buah hati bukan sekadar darah yang mengalir dalam nadi, melainkan bagian jiwa yang berjalan di luar raga.

Dan kelak, saat ia melangkah menjauh untuk menemukan dunianya sendiri, cinta itu tak berkurang-ia h
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • RESEP CINTA UNTUK HATI YANG RETAK    BAB, 36. BUAH HATI

    BUAH HATI ☘️☘️☘️ Buah hati adalah doa yang menemukan wujudnya. Ia hadir tanpa banyak kata, namun keberadaannya mampu meruntuhkan lelah, mematahkan takut, dan menenangkan dunia yang gaduh. Dalam matanya yang bening, tersimpan langit yang belum tercemar luka; dalam tawanya, ada harapan yang tumbuh tanpa syarat. Buah hati mengajarkan cinta yang paling jujur-cinta yang tak menuntut balasan, tak meminta penjelasan. Ia membuat waktu terasa berjalan lebih pelan, seolah setiap detik ingin disimpan agar tak cepat berlalu. Tangannya yang kecil menggenggam jari orang tuanya, dan sejak itu, hidup tak lagi hanya tentang diri sendiri. Ia adalah alasan pulang, bahkan ketika jalan terasa berat. Adalah kekuatan yang lahir dari tubuh yang rapuh, keberanian yang tumbuh dari suara paling lembut. Buah hati bukan sekadar darah yang mengalir dalam nadi, melainkan bagian jiwa yang berjalan di luar raga. Dan kelak, saat ia melangkah menjauh untuk menemukan dunianya sendiri, cinta itu tak berkurang-ia h

  • RESEP CINTA UNTUK HATI YANG RETAK    BAB, 35. SAAT SUMPAH MEMANGGIL

    SAAT SUMPAH MEMANGGIL ☘️☘️☘️ Ruang auditorium departemen bedah itu terasa lebih dingin dari biasanya. Deretan kursi berlapis kain abu-abu dipenuhi jas putih yang duduk tegak dengan wajah serius. Di layar proyektor terpampang peta Afrika dengan titik-titik merah menandai wilayah konflik dan krisis kesehatan. Bau kopi yang mulai mendingin bercampur dengan aroma antiseptik dari jas operasi yang baru saja ditanggalkan. Ketua Departemen Bedah, Prof. Hadi Wicaksono, berdiri di podium. Suaranya berat, penuh wibawa. "Rekan sejawat," katanya pelan namun menekan, "kita menerima permintaan resmi dari organisasi medis internasional untuk mengirim satu tenaga ahli bedah sebagai relawan dalam misi kemanusiaan di Afrika Tengah. Daerah tersebut mengalami krisis fasilitas kesehatan, minim tenaga medis, dan lonjakan kasus trauma akibat konflik." Ruangan hening. Beberapa dokter saling berpandangan. Prof. Hadi melanjutkan, "Misi ini membutuhkan seseorang dengan kompetensi tinggi dalam bedah u

  • RESEP CINTA UNTUK HATI YANG RETAK    BAB, 34. ATAS NAMA KEHORMATAN

    ATAS NAMA KEHORMATAN ☘️☘️☘️ Ia berjalan seolah bumi diciptakan untuk menopang langkahnya saja. Dada terangkat, dagu menantang langit, dan tatapannya tajam-bukan untuk melihat, melainkan untuk menilai. Dunia baginya adalah cermin besar yang hanya pantas memantulkan bayang dirinya sendiri. Kata-katanya rapi namun dingin, tersusun seperti pisau: berkilau, tapi melukai. Ia percaya suara paling keras adalah kebenaran, dan keheningan orang lain adalah tanda kekalahan. Dalam kepalanya, kemenangan tak perlu alasan, cukup keyakinan bahwa ia selalu lebih tinggi dari siapa pun yang berdiri di seberang. Namun arogan adalah menara tanpa jendela. Tinggi, tetapi sunyi. Kokoh di luar, rapuh di dalam. Ia tak pernah menunduk, bukan karena kuat, melainkan takut melihat retak yang tumbuh di kakinya sendiri. Setiap pujian ia telan mentah, setiap kritik ia ludahkan sebagai dengki. Ia lupa, kesombongan tak pernah abadi-ia hanya menunggu waktu untuk runtuh oleh beban yang ia bangun sendiri. Dan saa

  • RESEP CINTA UNTUK HATI YANG RETAK    BAB, 33. ANCAMAN SKORS

    ANCAMAN SKORS ☘️☘️☘️ Anasera melangkah mantap menyusuri koridor bangsal rawat. Suaranya tertangkap jelas bahkan dari kejauhan-teriakan kasar seorang pria yang tubuhnya tinggi besar, bahunya lebar, rahangnya mengeras oleh amarah. Di hadapannya, seorang dokter muda berseragam putih tampak menunduk, wajahnya pucat. Status PPDS seolah menjadikannya sasaran empuk bentakan, meski nada suaranya tetap berusaha profesional. Anasera berhenti tepat di sisi mereka. Tatapannya tenang, bahunya tegak. "Permisi," ucapnya dengan suara datar namun berwibawa. "Memangnya Bapak siapa?" Pria itu menoleh cepat, sorot matanya tajam. "Saya wali pasien. Dan kebetulan," katanya dengan nada menantang, "saya anggota penegak hukum." Anasera mengangguk pelan, seakan menerima informasi itu tanpa perlu terkejut. Bibirnya kemudian bergerak, suaranya tetap terkendali—tidak meninggi, tidak pula merendah. "Kalau begitu, sebagai penegak hukum," katanya, "seharusnya Bapak tahu bagaimana cara bersikap sopan santun.

  • RESEP CINTA UNTUK HATI YANG RETAK    BAB, 32. KAMU TAHU SIAPA SAYA?

    KAMU TAHU SIAPA SAYA? ☘️☘️☘️ Rumah sakit selalu tahu cara membuat segalanya terasa sementara. Waktu berjalan pelan di lorong-lorongnya, di antara bau antiseptik dan langkah kaki yang ditahan. Di tempat itulah, aku mulai mengenalmu-bukan sebagai nama, melainkan sebagai kehadiran yang berulang. Pendekatan kami dimulai tanpa rencana. Hanya sapa singkat di depan ruang rawat, kopi yang dingin karena terlalu lama menunggu, dan percakapan kecil tentang jadwal jaga yang berantakan. Tak ada janji, tak ada kata yang berlebihan, hanya perhatian yang tumbuh diam-diam. Kau selalu berjalan sedikit lebih lambat saat bersamaku, menyesuaikan langkah di lorong sempit itu. Aku pura-pura tidak memperhatikan, padahal hatiku mencatatnya dengan rapi. Di rumah sakit, orang terbiasa menahan rasa °°° dan kami melakukannya dengan terlalu baik. Pendekatan di tempat ini terasa berbeda. Setiap senyum seolah harus sopan, setiap rindu disembunyikan di balik profesionalisme. Namun dari cara ka

  • RESEP CINTA UNTUK HATI YANG RETAK    BAB, 31. INGATAN YANG SEMPAT BERLALU

    INGATAN YANG SEMPAT BERLALU ☘️☘️☘️ Altar pernikahan berdiri sunyi di tengah ruangan, seolah menjadi pusat dari segala harap yang pernah disematkan padanya. Kain putih menjuntai lembut, dihiasi bunga-bunga yang dipilih dengan hati berdebar, masing-masing kelopaknya menyimpan doa yang tak terucap. Lilin-lilin kecil menyala tenang, cahayanya bergetar seperti perasaan dua insan yang sebentar lagi akan mengikat janji. Di hadapan altar itu, waktu terasa melambat. Masa lalu dengan segala keraguan dan luka seakan ditinggalkan di belakang, sementara masa depan berdiri samar, menunggu untuk disapa. Altar bukan sekadar tempat berdiri dan berucap, melainkan ruang di mana dua kehidupan dipertemukan-membawa cerita masing-masing, lalu menyerahkannya untuk dirajut menjadi satu. Langkah kaki yang mendekat terdengar pelan, namun setiap dentingnya sarat makna. Di sana, di bawah lengkung bunga dan cahaya yang lembut, janji diucapkan dengan suara bergetar namun teguh. Altar pernikahan menjadi saks

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status