Share

Bab 13

Author: Zuinal 'Aini
last update publish date: 2026-08-04 13:49:53

Sudah tiga puluh menit Ella menatap layar ponselnya. Sebuah notifikasi "Panggilan Tak Terjawab dari Leo" masih terpampang di sana.

Dia mengambil napas berat untuk kesekian kalinya. Pikirannya dipenuhi oleh banyak pertanyaan, kenapa Leo menelponnya kemarin? Apakah dia akan siap jika kembali bertemu dengan laki-laki itu? Seandainya mereka benar-benar bertemu, apa yang akan Leo lakukan kepadanya? Lagi-lagi Ella kembali mengambil napas berat.

"Ell?" Panggilan dari Yura mengalihkan pandangan Ella.
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • ROMANSA BALAS DENDAM SANG MODEL    Bab 16

    "Terimakasih atas kerjasamanya hari ini. Sampai jumpa besok," ucap Dita mengakhiri pemotretan hari pertama.Para model dan seluruh kru sedang bersiap-siap untuk pulang dari lokasi pemotretan. Termasuk Ella yang baru saja selesai mengganti pakaiannya dengan yang lebih santai. Celana jeans dipadukan dengan baju off shoulder bewarna broken white. Rambutnya diikat halfbun, memberikan kesan dandy."Ell, boleh bicara sebentar?" Suara bariton yang sudah bertahun-tahun Ella dengar berhasil menghentikan langkahnya saat akan berbelok dari ruang ganti menuju pintu lift. Dia berbalik badan, dihadapannya sudah berdiri Leo dengan raut wajah lesuh."Silakan," ucap Ella ketus. Raut wajahnya datar seperti tidak tertarik untuk mengobrol dengan lelaki dihadapannya.Leo tersenyum kecut. "Aku ga pernah nyangka bakal liat ekspresi seperti itu dari kamu, Ell," ucapnya berusaha terdengar pilu."Cuma mau bilang itu?" respon Ella sinis. "Kalau gitu aku cabut dulu, ga ada waktu buat obrolin hal-hal ga penting.

  • ROMANSA BALAS DENDAM SANG MODEL    Bab 15

    Ruangan pemotretan langsung heboh setelah Kenny menjawab pertanyaan Dita. Sedangkan Ella terlihat bingung, kedua alisnya menyatu, kepalanya sedikit bergerak sebagai kode bertanya maksud dari ucapan Kenny barusan.Sebuah kedipan mata sebelah kanan, disusul senyum manis menjadi jawaban dari kode Ella. Tangannya mengangkat cup holder yang berisi jus segar."Aku bawain kamu dan kru jus. Lagi istirahat kan? Yuk minum dulu!" ucap Kenny hangat."Wih! Asik, kita juga dapat nih!" seru kru pemotretan serentak. Ella tersenyum hangat. Kakinya melangkah ringan ke arah Kenny, mengabaikan Leo dan Tamara yang terlihat jengkel ketika pusat perhatian tidak lagi kepada mereka."Orange jus?" tanya Kenny, memastikan informasi yang dia dapat dari Yura tentang jus kesukaan Ella memang benar."Of course," jawab Ella hangat, tangannya mengambil jus yang disodorkan oleh Kenny."Kamu kenapa bisa tau jus favorit aku?" tanya Ella setelah meminum jusnya."Dikasih tau menejer kamu," jawab Kenny santai, dia juga m

  • ROMANSA BALAS DENDAM SANG MODEL    Bab 14

    "Selamat pagi! Saya Dion, produser yang memimpin proyek photoshoot dan pembuatan video iklan untuk brand GlowUp kali ini." Briefing sebelum syuting dibuka oleh seorang laki-laki berusia dua puluh delapan tahun dengan stelan kemeja flanel hitam dan dalaman baju kaos krem, bawahannya celana hitam dilengkapi dengan sepatu sport bewarna campuran coklat dan krem. Dia tersenyum hangat kepada anggota tim yang hadir dan tiga orang model yang direkrut oleh tim GlowUp. "Untuk keseluruhan skedul proses syuting kita ke depan akan dijelaskan oleh asisten produser. Silakan, Dita," ucap Dion, lalu memberikan kesempatan asisten produser mengambil alih brifing. "Halo semua! Senang akhirnya kita bisa berkumpul untuk proyek kali ini, meski minus Mas Ryan yang biasanya jadi fotografer tim kita, tapi dia ga bisa karena harus ngerjain proyek lain," sapa Dita hangat. "Yah ... sayang banget, padahal Mas Ryan salah satu fotografer favorit aku," ucap salah satu model berkulit kuning langsat. "Iya lag

  • ROMANSA BALAS DENDAM SANG MODEL    Bab 13

    Sudah tiga puluh menit Ella menatap layar ponselnya. Sebuah notifikasi "Panggilan Tak Terjawab dari Leo" masih terpampang di sana. Dia mengambil napas berat untuk kesekian kalinya. Pikirannya dipenuhi oleh banyak pertanyaan, kenapa Leo menelponnya kemarin? Apakah dia akan siap jika kembali bertemu dengan laki-laki itu? Seandainya mereka benar-benar bertemu, apa yang akan Leo lakukan kepadanya? Lagi-lagi Ella kembali mengambil napas berat. "Ell?" Panggilan dari Yura mengalihkan pandangan Ella. Sorot matanya sayu dan lelah."Iya?" balas Ella dengan suara yang pelan tak bertenaga."Skedul photoshoot dan video iklan buat brand GlowUp udah keluar," jelas Yura."Oh ya? Kapan mulainya dan berapa lama?" tanya Ella dengan rasa cemas di dalam dirinya."Untuk photoshoot dimulai besok dan akan dilakukan selama tiga hari. Sedangkan video iklan minggu depan selama seminggu," jelas Yura. "Hmm, oke," balas Ella lesuh. Dia segera bersandar di sandaran sofa, lalu menutup wajahnya dengan majalah.Yur

  • ROMANSA BALAS DENDAM SANG MODEL    Bab 12

    Leo memasukkan kombinasi password di pintu apartemen milik Tamara. Namun yang berbunyi alarm penolakan bahwa kombinasi password yang dimasukkan salah. "Sial! Sejak kapan passwordnya diganti!" umpat Leo, lalu tangannya menggedor pintu apartemen dengan kasar. Tamara bergegas membukakan pintu. "Kamu kenapa sih? Sabar bentar," ucapnya sedikit terbawa emosi. Wajah Leo sudah merah padam. Dia masuk tanpa memandang Tamara, lalu berjalan ke arah sofa dan melempar tas ransel berisi perlengkapan forografi miliknya ke atas sofa. "Kamu yang kenapa?! Ga bisa nahan diri sebentar! Jelas berita tentang putusnya aku dan Ella masih hangat. Bisa-bisanya kamu buat rusuh di agensi!" bentak Leo penuh emosi. Kedua tangannya menggantung di pinggang. "Iya aku salah, tapi--" "Tapi apa?! Gara-gara video kamu yang ngaku jadi orang ketiga bikin aku dipecat hari ini!" lanjut Leo meledak-ledak.Melihat emosi Leo yang meledak-ledak membuat Tamara kehilangan akal. Dia tidak bisa membiarkan Leo ikut membencinya d

  • ROMANSA BALAS DENDAM SANG MODEL    Bab 11

    Ella keluar dari mobilnya di parkiran salah satu restoran Jepang yang terkenal di Jakarta. Dia bergegas masuk menuju seorang laki-laki yang sudah duduk menunggunya di salah satu meja."Hai! Maaf banget karena ngajak ketemuan mendadak," sapa Ella kepada Kenny yang mengenakan baju kaus bewarna hitam dengan bawahan celana abu-abu."Iya gapapa, sesuai perjanjian aku selalu siap sedia kapanpun kamu butuh," balas Kenny santai.Ella tersenyum manis mendengar jawaban Kenny. Tiba-tiba laki-laki itu berdiri dari kursinya lalu berjalan ke arah Ella. Perlahan kursi yang akan diduduki Ella sudah ditarik ke belakang oleh Kenny."Silakan duduk," ucap Kenny lembut."Terimakasih," balas Ella hangat. "Siapa sangka CEO yang terkenal dingin seperti kulkas dua pintu bisa melakukan hal romantis begini." Lanjutnya memuji sekaligus meledek Kenny.Suara tawa Kenny menyembur mendengar ucapan Ella. "Ya, namanya juga usaha. Biar orang-orang liat kalau model satu ini sedang diperjuangkan oleh CEO Jelita," jawabny

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status