LOGINSudah lebih dari satu pekan, dari terakhir aku bertemu dengan karyawan papa satu itu.
Si asisten wanita perusak keluargaku.
Dalam hati bertanya-tanya, apakah dia masih sering bertemu Si Ranto. Anak dari asisten rumah tangga yang akan datang beberapa hari sekali untuk mengurus pakain kotor dan membersihkan rumah.
M
Ruangan yang luas itu menjadi lengang ketika semua orang diam dengan pikiran masing-masing.Nyonya Reva menekuk wajah dan sesekali melayangkan tatapan membunuh pada sang suami.Sementara Rosi yang ternyata bernama asli Liliana saling pandang dengan bingung bersama Sang Kakak.Ranto yang merasa tak enak hati menyaksikan pertikaian rumit keluarga bosnya itu menggeser kakinya sedikit demi sedikit menjauhi ruangan di mana mereka berada menuju pintu belakang tempat ibunya juga sedang mengintip takut-takut.“Sebaiknya kita tak ikut campur, Bu, agar tak kena masalah,” katanya sambil menggandeng lengan ibu ke dapur.“Ranto lapar sekali apa punya sesuatu buat dimakan?”
Mahdi memilih mengabaikan ketukan dan teriakan Ranto dari luar kamarnya.Lelaki itu malah merebahkan tubuhnya di ranjang empuk mencoba memejamkan mata. Dirinya merasa tak ada yang bisa dilakukan tanpa adanya sang ayah di rumah.Mahdi yakin, lelaki yang memilih meninggalkan sang ibu dan mengambil dirinya dari wanita yang katanya sempat dicintai itu tak akan bisa melanjutkan urusan pekerjaan kali ini.Biar dia menunggu.Benar saja, ketika mata Mahdi mulai berat dan sempat tertutup sebentar, suara kendaraan yang berhenti di depan kediaman membuatnya terjaga kembali.Kamar Mahdi menonjol ke taman dan itu cukup dekat dengan area parkir bagian samping. Sang ayah selalu memarkir mobilnya di sana.
Kendaraan sejuta umat itu melaju dengan tenang di jalanan yang mulai padat merayap.Hari menjelang perkantoran memuntahkan penghuninya dan jalanan menjadi penuh, membuat beberapa orang tak sabar dan meluapkan emosi yang tertahan.Ciii!!Bim! Bim!“Bisa bawa motor, nggak sih?!” umpat Mahdi kesal.Penampilan empat orang dalam mobil tersebut sungguh aneh.Rosi atau Liliana yang mengenakan hotpants seperti biasanya tampak cukup nyaman. Dia terlihat menarik seperti anak SMA karena tubuhnya yang mungil di usia menjelang tiga puluh tahun.Sebaliknya dua orang lelaki mengenakan pakaian formal acak-acakan t
Ketika memperhatikan baik-baik lelaki gagah yang kini telah melepaskan pelukannya mengingatkan Rosi pada seseorang.“Kau! Yang di cafe saat itu, kan!?”Telunjuk Rosi mengarah pada Mahdi lalu dirinya mengedar pandangan mendapati Ranto yang masih berjuang keras menenangkan nyonya Lin.“Benar itu kalian, kan?”“Ya. Kau adalah Liliana adikku, beda ibu”“Adik? Jadi?”Sekarang Rosi paham arti rasa hangat saat bersama lelaki di dekatnya itu, mereka ….“Jangan dengalkan!Losi meleka penjahat!” teriak Nyonya Lin panik.
Wanita tua yang konon telah sangat berkorban untuk melahirkan dan memperjuangkan kehidupan putranya agar hidup dengan baik itu masih menangis sesenggukan.Dengan sabar Mahdi dan Ranto menunggu sampai tangis Nyonya Lin mereda.Baru kemudian mulai menginterigasi wanita tua itu.Semula beliau tak pernah mengakui apa yang dilakukan di masa mudanya, tetapi bukti-bukti di tangan dua lelaki muda di depannya telah menjelaskan dengan sangat terang.“Wa tak pelnah punya niat jahat kalau saja….” katanya di antara suara tangisnya.Mahdi sendiri sungguh tak tega sebenarnya melihat wanita tua sesenggukan di hadapannya. Entah mengapa hatinya ikut sakit mendengar penuturan sera
“Saya hanya khawatir kita malah akan dihipnotis dan kembali menjadi senjata ketika dendam nyonya belum selesai.”Ranto menatap sekilas bosnya yang terbengong memperhatikan jalanan di depan sana dengan pandangan kosong.“Saya yakin Nyonya juga mengenal Anda dengan baik. Tak mungkin melepaskan informasi tentang putranya. Kemungkinan beliau sedang mencari senjata lain ketika Rosi telah menjalankan separuh misinya.”“Kau kira ibuku akan terus berbuat jahat sampai tua?”“Bukan begitu maksudnya, Tuan Muda, tapi ….”“Sudahlah. Sebenarnya puluhan tahun adalah waktu yang sangat lama. Ibuku sepertinya tak setangguh itu apalagi sekarang sudah umur berapa?







