Share

Bab 144

Author: qia
last update Last Updated: 2026-02-25 09:00:04

Hari bergerak tanpa menunggu kesiapan siapa pun.

Seeyana tiba di kantor lebih awal dari jadwal rapat. Lorong masih lengang, lampu-lampu menyala setengah, dan suara langkah kakinya terdengar lebih jelas dari biasanya. Ia menyukai momen seperti ini saat ruang belum diisi ekspektasi orang lain. Saat pikirannya bisa berjalan beberapa langkah lebih dulu sebelum dunia mulai menuntut.

Ia meletakkan tas, membuka laptop, lalu menatap layar tanpa langsung mengetik. Ada pesan dari sema
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Rahasia Istri Yang Disakiti   Bab 176 : Darah dan Arsip

    “Tidak mungkin.”Suara itu keluar begitu saja dari bibir Clarisa.Di layar monitor, wajah wanita yang selama ini mereka cari—yang diyakini sebagai sandera—menatap lurus ke kamera dengan ekspresi tenang.Bukan wajah orang yang ketakutan. Bukan wajah korban.Bibi Arkan terlihat secara sadar. Dan sepenuhnya tahu apa yang sedang ia lakukan.Arkan tidak bergerak.Tatapannya terkunci pada layar.“Ruang arsip,” gumamnya pelan.Tanpa menunggu, ia berbalik dan berjalan cepat menuju pintu menuju tangga bawah tanah. Clarisa menyusul di belakangnya.Langkah mereka menggema di lorong sempit.Alarm masih berbunyi.Piip. Piip. Piip.Setiap bunyi seperti menghantam dada Clarisa. Saat mereka tiba di depan pintu baja ruang arsip, pintu itu sudah terbuka beberapa sentimeter.Lampu di dalam menyala redup. Arkan mendorong pintu perlahan.Ckrek!.Ruangan kecil itu dipenuh

  • Rahasia Istri Yang Disakiti   Bab 175 : Orang Kepercayaan

    “Aku ingin nama.”Suara Clarisa terdengar lebih tajam daripada angin malam yang melintas. Arkan tidak langsung menjawab. Ia masih menatap jalan kosong tempat mobil Raka menghilang, seolah sedang menghitung ulang seluruh langkah yang sudah mereka ambil.“Dimas,” katanya akhirnya.Clarisa membeku. “Kepala keamanan?”Arkan mengangguk pelan.Nama itu tidak asing. Dimas sudah bersama Arkan sejak lima tahun lalu. Orang yang memimpin sistem pengamanan rumah, kantor, bahkan pergerakan pribadi mereka.Orang yang paling tahu celah.“Itu sebabnya sistem rumah bisa offline dari dalam,” gumam Clarisa.“Dan itu sebabnya Raka begitu percaya diri,” tambah Arkan.Clarisa mengingat kembali rekaman tadi. Postur pria bersarung tangan hitam. Gerakan tenang. Tidak tergesa.Bukan gerakan penyusup.Melainkan seseorang yang merasa berhak berada di sana.“Kenapa?” tanyanya pelan.Arkan menggel

  • Rahasia Istri Yang Disakiti   Bab 174 : Yang Tidak Terlihat

    “Berhenti.”Suara Clarisa sendiri membuat Arkan menekan rem mendadak. Mobil berhenti dengan decitan tajam di tengah jalan sepi menuju kawasan industri barat.Arkan menoleh cepat. “Apa?”Clarisa menatap layar tablet di tangannya.Rekaman terakhir yang mereka tonton tadi yang menunjukkan gudang dan sandera—ia putar ulang dalam kecepatan lambat.“Ini,” bisiknya.Arkan mendekat.Di sudut layar, tepat sebelum video terputus, ada pantulan kecil di permukaan logam.Siluet.Bukan satu orang.Dua.Salah satunya memiliki postur dan potongan rambut yang sangat familiar.Jantung Clarisa berdetak lebih keras, “Itu bukan bibi,” katanya pelan.Arkan mengangguk. “Aku tahu.”“Tapi itu juga bukan direktur.”Arkan menatap lebih tajam.Clarisa memperbesar gambar.Wajah di kursi itu memang buram. Tapi garis rahangnya. Bentuk hidungnya.Terlalu

  • Rahasia Istri Yang Disakiti   Bab 173 : Pilihan Salah

    Jam digital di layar ruang kerja menunjukkan 52:13.Waktu terus berjalan.Clarisa berdiri di depan meja kerja Arkan, membuka laci rahasia yang selama ini hanya ia lihat sekali. Tangannya bergerak cepat, tapi pikirannya jauh lebih cepat.“Kita tidak tahu lokasi asli bibi,” katanya tanpa menoleh. “Tapi kita tahu pola mereka.”Arkan berdiri di belakangnya, memantau layar tablet yang menampilkan pergerakan timnya. “Mereka ingin aku datang sendiri. Itu berarti sandera utama bukan direktur itu.”“Direktur hanya distraksi,” balas Clarisa. “Emosi kita diarahkan ke dua titik. Gudang pelabuhan dan rumah.”Arkan mengangguk tipis.“Kalau aku Raka,” lanjut Clarisa pelan, “aku akan memastikan kita memilih yang salah.”Sunyi sesaat.Lalu Arkan bertanya, “Menurutmu mana yang salah?”Clarisa menutup laci, menatapnya.“Pelabuhan.”Arkan terdiam.“Kenapa?”“Karena terlalu jelas

  • Rahasia Istri Yang Disakiti   Bab 172 : Tahap Dua

    Ponsel Arkan berdering tepat ketika mereka turun dari mobil.Nama yang muncul di layar membuat rahangnya menegang.Rumah.Arkan langsung mengangkatnya. “Ya.”Suara di seberang terdengar panik. “Tuan… sistem keamanan rumah utama baru saja offline. Lima menit lalu. Kami tidak bisa mengakses CCTV.”Darah Clarisa seakan surut dari wajahnya.“Siapa yang bertugas?” tanya Arkan tajam.“Semua penjaga masih di pos, tapi jaringan seperti diputus dari dalam.”Diputus dari dalam.Arkan menutup telepon tanpa menjawab lebih lanjut.“Rumah?” tanya Clarisa pelan, walau ia sudah tahu jawabannya.Arkan mengangguk. “Tahap dua.”Tanpa membuang waktu, mereka kembali masuk ke mobil.Sepanjang perjalanan, tidak ada suara selain deru mesin dan napas yang ditahan.Clarisa menatap jalan di depan, pikirannya bekerja cepat.“Kalau mereka memutus dari dalam, berarti ada orang ki

  • Rahasia Istri Yang Disakiti   Bab 171 : Terlambat Sadar

    “Duduk.”Suara Raka tidak keras, tapi cukup untuk membuat mantan direktur itu kembali terduduk dengan tangan gemetar.Clarisa tidak bergerak.Tatapannya justru tertuju ke luar jendela.Dua pria keluar dari mobil hitam dan berdiri di sisi kendaraan Arkan. Sikap mereka santai—terlalu santai untuk sekadar kebetulan.Ponsel di tasnya bergetar sekali.Sinyal pendek.Kode.Arkan masih mengendalikan situasi.Sedikit.“Kamu membawa suamimu ke dalam wilayah yang salah,” ujar Raka pelan, lalu duduk di kursi yang tadi ditempati direktur itu. Seolah posisi kekuasaan berpindah begitu saja.Clarisa akhirnya kembali duduk. “Wilayah siapa? Bukankah ini tempat umum?”Raka tersenyum tipis. “Tidak ada yang benar-benar umum di kota ini.”Ia menggeser flashdisk di atas meja dengan satu jari. “Kamu benar-benar percaya pria tua ini berniat membantumu?”Mantan direktur itu menelan l

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status